Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PIJAT BAYI

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSSA MALANG DI RUANG PERINATOLOGI
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PIJAT BAYI

Di susun oleh
Kelompok 19AB:
Reni Catur Rahmawati
Atika Putri Ayu
Uzzy Lintang S
Maulana Rahmat

(115070200111040)
(115070200111038)
(115070200111010)
(115070200111030)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2015
LEMBAR PENGESAHAN

SAP PIJAT BAYI


Telah disetujui dan disahkan oleh :

Pembimbing Institusi

Pembimbing Klinik

Mengetahui
KAUR R. PERINATOLOGI

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Materi penyuluhan

: Pijat Bayi

Pokok bahasan

: Pijat Bayi

Sasaran

: Orangtua bayi di Ruang Perinatologi

Hari/ Tanggal

: Jumat, 8 Januari 2016

Waktu

: 35 menit

Tempat

: Ruang Perinatologi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

1. LATAR BELAKANG
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita karena pada
masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan pertumbuhan dan
perkembangan selanjutnya. Agar anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal,
maka diperlukan suatu bentuk perawatan yang lebih intensif diantaranya berupa
sentuhan dan stimulasi yang terus-menerus. Salah satunya adalah dengan pemberian
massage. Massage merupakan upaya pemenuhan kebutuhan anak baik secara fisik,
kasih sayang serta stimulasi mental.
Tanpa disadari ketika memandikan bayi, mengeringkan tubuhnya dengan
menggosok

punggungnya,

atau

bermain-main

dengan

cara

memijat

kakinya,

sebenarnya banyak rangsangan yang dilakukan padanya. Memberikan rangsangan


pada bayi memang banyak caranya. Salah satu diantaranya melalui pijatan (stroking).
Pijat merupakan bentuk ideal untuk merealisasikannya, sebab saat memijat bayi, ibu
melatih dirinya untuk lebih engenal bayinya. Dengan memijat bagian demi bagian
tubuh bayi secara lembut, ibu belajar mengenali tubuh dan bahasa tubuh bayinya secara
individual. Dari sini akan diketahui pijatan mana yang menyenangkan bagi bayi dan
mana yang tidak disukainya. Lama-lama kita akan menjadi lebih terampil dan percaya
diri dalam mengurus bayi.
Dikalangan masyarakat Indonesia, ilmu pijat bayi tradisional sudah lama dikenal,
dam sampai saat ini di daerah-daerah masih sering dilakukan oleh dukun pijat bayi. Ilmu
pijat bayi umumnya mudah dipelajari dengan beberapa kali latihan, orang tua akan mahir
melakukannya.
Walaupun masih perlu penelitian lanjutan untuk memastikan hasil-hasil penelitian
terhadap terapi sentuh/pijatan, penemuan yang telah dihasilkan sudah cukup menjadi
alasan untuk dilakukannya pijat bayi secara rutin guna mempertahankan kesehatan bayi.
Apalagi pijat bayi ini terbukti murah, mudah, dan telah biasa dilakukan di Indonesia
sehingga bukan hal yang baru bagi kultur kita. Tak ada tehnik atau cara pijat yang baku,
setiap individu dapat melakukan sesuai tehnik, cara, dan keinginannya yang khusus dan
tersendiri. Namun sebaiknya, pemijatan dimulai dari kaki bayi umumnya bayi lebih

menerima apabila di pijat pada daerah kaki. Dengan demikian, akan memberi
kesempatan pada bayi untuk membiasakan di pijat sebelum bagian lain dari disentuh.
karenanya, urutan pemijatan bayi dimulai dari bagian kaki, perut, dada,tangan, muka,
dan diakhiri pada bagian punggung. Susunan/urutan bagian tubuhyang akan dipijat juga
dapat disesuaikan secara individual, sesuai kesukaan bayi. Pijat bayi menjadi sangat
berarti dan bermanfaat apabila dilakukan oleh ibu atau ayah, disertai dengan penyaluran
kasih sayang pada bayinya.
2. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan orangtua atau keluarga pasien dapat
mengetahui dan memahami tentang pijat bayi.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan pasien dan keluarga
pasien dapat mengetahui tentang:
1) Pengertian pijat bayi
2) Manfaat pijat bayi
3) Waktu yang tepat untuk pijat bayi
4) Teknik melakukan piat bayi
5) Hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan pijat bayi
3. MEDIA PENYULUHAN
Media yang digunakan dalam penyuluhan:
a. LCD
b. Laptop
c. Poster
4. METODE
Metode yang digunakan dalam penyuluhan:
a. Ceramah
b. Demontrasi
c. Diskusi dan tanya jawab
5. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap
Kegiatan
Pembukaan
( 5 menit)

Kegiatan perawat

Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud dan
tujuan penyuluhan
Menggali pengetahuan peserta
tentang materi yang akan
disampaikan

Kegiatan klien

Menjawab
salam
Mendengarkan
keterangan
penyaji
Menyampaikan
pengetahuan
tentang materi

Media

Ceramah
Tanya jawab

yang
disampaikan

Penyajian dan
diskusi
( 20 menit)

Penutup
(10 menit)

Menggali pengetahuan
peserta tentang konsep umum
pijat bayi
Menjelaskan tentang
pengertian pijat bayi
Menjelaskan tentang manfaat
pijat bayi
Menjelaskan tentang waktu
yang tepat untuk pijat bayi
Menjelaskan dan
memperagakan tentang teknik
melakukan pijat bayi
Menjelaskan tentang hal-hal
yang perlu diperhatikan saat
melakukan pijat bayi
Mengevaluasi atau
menanyakan kembali materi
yang telah disampaikan pada
peserta
Menyimpulkan kembali materi
yang telah disampaikan
Memberikan motivasi kepada
keluarga agar selalu optimis
dalam merawat anggota
keluarganya yang sedang
dirawat di ruang perinatologi
Memberi salam penutup

Memperhatikan
dan mendengarkan
keterangan penyaji

Peserta menjawab
pertanyaan,
memperhatikan
dan menjawab
salam

Tanya jawab

Ceramah
Tanya jawab
Demonstrasi
Ppt
Poster

6. KRITERIA EVALUASI
a. Struktur
-

Adanya koordinasi dengan CI klinik untuk menentukan waktu dan tempat


penyuluhan

Adanya persiapan yang baik terkait materi dan media yang digunakan yaitu
power point dan poster.

b. Proses
-

Peserta antusias dengan materi penyuluhan

Peserta mampu memahami dan mengajukan pertanyaan seputar materi

penyuluhan
Situasi penyuluhan kondusif dan semangat
Peserta sangat kooperatif

c. Hasil
Peserta nenyuluhan mampu memahami evaluasi atau isi dari materi penyuluhan
tentang mobilisasi dan pencegahan stroke berulang.
7. MATERI PENYULUHAN (terlampir)
Lampiran