Anda di halaman 1dari 11

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH

(LPM)

Judul
Tujuan

: Perbaiki Kesuburan Tanah Melalui Pengembalian Jerami Padi


: Meningkatkan PSK petani untuk memperbaiki kesuburan tanah melalui
pengembalian jerami padi
Metode
: Ceramah dan Diskusi
Media
: Leaflet
Alat Dan Bahan : - EM4
- Jerami
- Cangkul
- Sekop/garpu
- Ember
- Plastik
Waktu

: 120 Menit

No
.
1.

Pendahuluan

2.

Kegiatan Inti

3.

3.

Langkah

Uraian

Waktu

- Ucapan salam
- Penjelasan tujuan
- Ice breaking
- Pengertian kesuburan
tanah
- Pengertian bahan organik
- Manfaat pengomposan
- Tahapan pembuatan
kompos jerami

Tanya Jawab/Diskusi- Memfasilitasi penguatan


pemahaman tentang
tanam jajar legowo
Penutup
- Menyimpulkan hasil
pertemuan pada kegiatan
tersebut
- Mengakhiri dengan salam
penutup

Ket.

5 Menit
5 Menit
5 Menit
5 Menit

Praktek
Pengomposan
Jerami dengan
EM4

5 Menit
75 Menit
15 Menit

5 Menit

Cigasong, 08 Juni 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.


SINOPSIS

PERBAIKI KESUBURAN TANAH MELALUI PENGEMBALIAN JERAMI PADI

Kandungan bahan organik tanah yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik
menimbulkan banyak ma-salah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba
tanah yang ren-dah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung
turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Mengatasi permasalah ini adalah dengan
menambahkan bahan organik/kompos ke lahan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan
bahan organik kembali ideal seperti semula.
Keuntungan Pengomposan

Mudah, karena tidak perlu mesin pen-cacah atau parang.


Murah, bahan-bahan diperoleh ditempat dan alat pendukung yang tersedia yang dimiliki

petani.
Manfaat, memperbaiki struktur tanah.

Peralatan yang Dibutuhkan


1. Sabit/parang
2. Cetakan yang dibuat dari bambo. Ce-takan ini dibuat seperti pagar yang terdiri dari 4
bagian. Dua bagian berukuran 2 x 1 m dan dua bagian yang lain berukuran 1 x 1 m.
3. Ember/bak untuk tempat air.
4. Air yang cukup untuk membasahi jerami.
5. Aktivator pengomposan.
6. Ember untuk menyiramkan aktivator.
7. Tali.
8. Plastik penutup.
Tahapan Pembuatan Kompos Jerami
1. Siapkan air dalam ember, larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan, aduk hingga
akti-vator tercampur rata.
2. Siapkan cetakan dari bambu. Pasang cetakan tersebut. Sesuaikan ukuran cetakan dengan
jera-mi dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan dapat berukuran
2 x 1 x 1 m. Namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran
tersebut.
3. Masukkan satu lapis jermai ke dalam cetakan. Jika tersedia dapat dimasukkan pula
kotoran ternak. Jerami atau seresah yang berukuran be-sar dipotong-potong terlebih
dahulu dengan parang.
4. Siramkan aktivator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami.
5. Injak-injak agar jerami padat.
6. Tambahkan lagi satu lapis jerami/seresah
7. Siramkan kembali aktivator ke tumpukan jerami tersebut dan jangan lupa injak-injak agar
tumpukan menjadi padat.

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Ulangi langkah-langkah diatas hingga ce-takan penuh atau seluruh jerami/seresah telah
dimasukkan ke dalam cetakan.
Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakannya.
Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastik yang telah disiapkan.
Ikat plastik dengan tali plastik agar tidak mudah lepas.
Kalau perlu bagian atas jerami diberi batu atau pemberat lain agar plastik tidak te-buka
karena angin.
Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume, dan perubahan warna tumpukan jerami.
Inkubasi/fermentasi tumpukan jerami terse-but hingga kurang lebih satu bulan.

Pengamatan Selama Fermentasi


Selama waktu fermentasi ini akan terjadi perubahan fisik dan kimiawi jerami. Suhu tumpukan
jerami akan meningkat dengan cepat sehari/dua hari setelah inkubasi. Suhu akan terus
meningkat selama be-berapa minggu dan suhunya dapat men-capai 65 - 70oC. Pada saat suhu
mening-kat, mikroba akan dengan giat melakukan penguraian/dekomposisi jerami.
Akibat penguraian jerami, volume tumpukan jerami akan menyusut. Penyusutan ini dapat
mencapai 50% dari volume semula. Sejalan dengan itu wana jerami juga akan berubah
menjadi coklat kehitam-hitaman.

Cigasong, 08 Juni 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH


(LPM)

Judul
Tujuan
Metode
Media
Alat Dan Bahan

:
:
:
:
:

Gunakan Benih Unggul Raih Keuntungan


Meningkatkan PSK pelaku utama dalam menggunakan Benih Unggul
Ceramah dan Diskusi
Leaflet
- kertas koran
- Spidol
- Benih padi berlabel
- Ember
- Air
- Garam

Waktu

: 60 Menit

No
.
1.

Langkah
Pendahuluan

2.

Kegiatan Inti

3.

Tanya
Jawab/Diskusi

3.

Penutup

Uraian

Waktu

- Perkenalan/ucapan salam
- Memberikan apersepsi
penggunaan benih
unggul
- Pengertian Benih Unggul
- Keuntungan
menggunakan benih
unggul
- Tata cara seleksi benih
- Memfasilitasi penguatan
pemahaman tentang
benih unggul
- Menyimpulkan
hasil
pertemuan
pada
kegiatan tersebut
- Mengakhiri dengan salam
penutup

Ket.

10 Menit

5 Menit
5 Menit

Melakukan
praktek cara
seleksi/pemilaha
n benih unggul

20 Menit
15 Menit

5 Menit

Cigasong, 27 Juli 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.

SINOPSIS
BENIH UNGGUL RAIH KEUNTUNGAN

Penangkar benih harus menanam benih satu kelas lebih tinggi dari kelas benih yang
akan diproduksi. Contoh, kalau penangkar benih memproduksi benih sebar, maka benih
yang ditanam minimal harus kelas benih pokok.
Petani yang menanam padi untuk tujuan mendapatkan gabah konsumsi (untuk digiling
menjadi beras) disarankan untuk menggunakan benih sebar (label biru).
Keuntungan menggunakan benih unggul bermutu dan bersertifikat
Penggunaan benih yang bermutu menjamin keberhasilan usaha tani.
Keturunan benih diketahui, mutu benih terjamin dan kemurnian genetik diketahui.
Pertumbuhan lebih cepat dan seragam dan populasi tanaman optimum, sehingga
mendapatkan hasil yang tinggi.
Menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.
Tumbuhan lebih tegar ketika tanaman pindah.
Masak dan panen serempak.
Produktivitas tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani.
Benih berlabel
Merupakan benih yang sudah lulus proses sertifikasi yang merupakan salah satu
bentuk jaminan mutu benih.
Pemilahan benih
Benih dengan berat jenis lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya berkecambah
dan vigor) yang lebih tinggi, serta pertumbuhan di lapang yang lebih cepat dan seragam.
Cara pemilahan benih
1. Pemilahan benih dengan air
Benih dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air dengan volume dua kali volume
benih, kemudian diaduk-aduk sebentar.
Benih yang terapung, yang mempunyai berat jenis rendah, dipisahkan dari benih
lainnya.
Benih-benih yang tenggelam yang dapat digunakan untuk pertanaman
Sebelum disemai, benih terlebih dahulu direndam selama 24 jam dan diperam.
2. Pemilahan dengan larutan garam Amonium Sulfat (ZA)
Untuk mendapatkan benih yang lebih bernas dengan berat jenis yang tinggi (BJ 1,11
mg/l), pemilahan dilakukan seperti pada butir 1 (pemilahan dengan air), namun yang
digunakan adalah larutan pupuk ZA dengan konsentrasi 225 g ZA/l air.
Benih yang terapung dibuang, sedangkan benih yang digunakan adalah benih yang
tenggelam (memiliki berat jenis tinggi).
Setelah pemilahan benih dicuci bersih, direndam, diperam dan siap untuk ditabur atau
disemai.
Cigasong, 27 Juli 2015
Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.


LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
(LPM)

Judul
Tujuan
Metode
Media
Alat Dan Bahan

:
:
:
:
:
-

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)


Meningkatkan PSK pelaku utama dalam PHT
Ceramah dan Diskusi
Leaflet
- kertas koran
Spidol

Waktu

: 60 Menit

No
.
1.

Langkah
Pendahuluan

2.

Kegiatan Inti

3.

Tanya
Jawab/Diskusi

3.

Penutup

Uraian

Waktu

- Perkenalan/ucapan salam
- Memberikan apersepsi
PHT
- Pengertian PHT
- Prinsip PHT
- Teknik PHT
- Memfasilitasi penguatan
pemahaman tentang
PHT
- Menyimpulkan hasil
pertemuan pada
kegiatan tersebut
- Mengakhiri dengan salam
penutup

10 Menit

5 Menit
5 Menit
20 Menit
15 Menit

5 Menit

Cigasong, 10 Agustus 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.

SINOPSIS
Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Ket.

PHT merupakan suatu cara pendekatan atau cara berpikir tentang pengendalian OPT
yang didasarkan pada dasar pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka
pengelolaan agro-ekosistem yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai
sasaran teknologi PHT adalah : 1) produksi pertanian mantap tinggi, 2) Penghasilan dan
kesejahteraan petani meningkat, 3) Populasi OPT dan kerusakan tanaman tetap pada aras
secara ekonomi tidak merugikan dan 4) Pengurangan resiko pencemaran Lingkungan akibat
penggunaan pestisida yang berlebihan.
PHT adalah upaya yang terencana dan terkoordinasi untuk melembagakan
penerapan prinsip-prinsip PHT oleh petani dalam usahataninya serta memasyarakatkan
pengertian-pengertian PHT dikalangan masyarakat umum dalam rangka pembangunan
pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Tujuan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah :
1) Menjamin kemantapan swasembada pangan.
2) Menumbuhkan Kreativitas, dinamika dan kepemimpinan petani.
3) Terselenggaranya dukungan yang kuat atas upaya para petani dalam menyebarluaskan
penerapan PHT sehingga dapat tercipta pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan.
Prinsip dan Konsep PHT
Empat prinsip PHT yaitu: (1) budidaya tanaman sehat, (b) pelestarian musuh alami,
(c) pengamatan agroekosistem secara rutin, dan (d) petani menjadi ahli PHT dan manajer di
kebunnya.
Konsep PHT diibaratkan seperti manusia. Berobat merupakan bukan solusi untuk hidup
sehat. Sama halnya dengan tanaman yang tidak harus diberi obat (pestisida). Pertama kali
yang perlu dijaga sebagai manusia adalah kesehatan. Ketika manusia sehat maka tidak
mudah terserang penyakit, begitu pula dengan tanaman.
Prinsip kedua adalah pelestarian musuh alami. Setiap makhluk hidup memiliki
penghambat berupa musuh alami. Penggunaan pestisida akan mematikan musuh alami
serangga. Sehingga pelestarian musuh alami hama menjadi salah satu aspek penting
pengelolaan hama penyakit. Musuh alami akan secara sendirinya mengendalikan hama
sehingga biaya pembelian pestisida bisa ditekan.
Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kondisi ekologi pertanian secara berkala.
Apakah sudah perlu dilakukan pengendalian ataukah belum. Konsep ambang ekonomi
menjadi hal penting untuk memutuskan adanya pengendalian.
Petani dalam konsep PHT menjadi ahli pengendalian. Sebagai pelaku usaha tani
tentunya petanilah yang seharusnya mengetahui konsidi pertaniannya sendiri. Petani perlu
mengelola kondisi tanaman dan hubungan rantai makanan alamiah yang ada dalam
ekosistem pertanian. Meski sempat mencapai swasembada beras pada tahun 1984, dampak
kebijakan intensifikasi pertanian oleh pemerintahan pada orde baru misalnya, telah membuat
petani buta terhadap kebiasaan dahulu. Sikap rakus manusia terhadap alam untuk
mengeksploitasi alam menjadi alasan kenapa manusia berusaha mengeruk, bahkan
memaksa alam untuk memenuhi hasrat ketamakan manusia.
Komponen pengendalian yang menjadi acuan dalam PHT adalah pengendalian
alami/hayati, cara bercocok tanam, varietas tahan, fisik/mekanik, pestisida selektif. Pestisida

selektif sebagai komponen pengendali seyogianya digunakan sebagai langkah terakhir dan
komponen pengendalian hayati/alami seharusnya mendapat perhatian pertama.

Cigasong, 10 Agustus 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH


(LPM)
Judul

: Keuntungan Tanam Jajar Legowo

Tujuan
Metode
Media
Alat Dan Bahan

:
:
:
:

Meningkatkan PSK pelaku utama tentang tanam jajar legowo


Ceramah dan Diskusi
Peta Singkap dan Leaflet
- kertas koran
- Spidol

Waktu

: 60 Menit

No
.
1.

Langkah
Pendahuluan

2.

Kegiatan Inti

3.

Tanya
Jawab/Diskusi

3.

Penutup

Uraian

Waktu

- Ucapan salam
- Memberikan apersepsi
penterapan tanam jajar
legowo
- Pengertian Tanam Jajar
Legowo
- Tujuan tanam legowo
- Teknik penterapan
- Keuntungan penterapan
tanam jajar legowo

5 Menit
5 Menit

- Memfasilitasi penguatan
pemahaman tentang
tanam jajar legowo
- Menyimpulkan hasil
pertemuan pada
kegiatan tersebut
- Mengakhiri dengan salam
penutup

15 Menit

5 Menit
5 Menit
10 Menit
10 Menit

Ket.

Peserta
melakukan
simulasi
dengan gambar
pada kertas
koran pola
tanam jajar
legowo

5 Menit

Cigasong, 14 September 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.

SINOPSIS
KEUNTUNGAN TANAM JAJAR LEGOWO

Legowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman
kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir kali jarak
tanaman pada baris tengah.
Hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh
legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1.
Jarak tanam untuk padi seperti varietas Ciherang cukup dengan jarak 20 cm,
sedangkan untuk varietas padi yang punya penampilan lebih lebat dan tinggi perlu diberi
jarak tanam yang lebih lebar misalnya antara 22,5 - 25 cm. Demikian juga pada tanah yang
kurang subur cukup digunakan jarak tanam 20 cm, sedangkan pada tanah yang lebih subur
perlu diberi jarak tanam yang lebih lebar misalnya 22,5 cm atau pada tanah yang sangat
subur jarak tanamnya 25 cm. Pemilihan ukuran jarak tanam bertujuan agar mendapat hasil
yang optimal.
Rekayasa teknik tanam padi dengan cara tanam Jajar Legowo 2:1 atau 4:1.
Berdasarkan hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%.
Disamping itu sistem Legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok
dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (mina padi Legowo).
Tujuan Legowo
1.

2.
3.

4.

Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan.
Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman, maka proses fotosintesis oleh
daun tanaman akan semakin tinggi sehingga akan mendapatkan bobot buah yang lebih
berat.
Mengurangi kemungkinan serangan hama, terutama tikus. Pada lahan yang relatif
terbuka, hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya.
Menekan serangan penyakit. Pada lahan yang relatif terbuka, kelembaban akan
semakin berkurang, sehingga serangan penyakit juga akan berkurang. Mempermudah
pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit. Posisi orang yang
melaksakan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit bisa leluasa pada barisan
kosong di antara 2 barisan legowo.
Menambah populasi tanaman. Misal pada legowo 2 : 1, populasi tanaman akan
bertambah sekitar 30 %. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan
peningkatan produktivitas hasil.

Teknik Penerapan
1. Pembuatan Baris Tanam
Lahan sawah dalam keadaan macak-macak. Ratakan dan lakukan pembentukan garis
tanam yang lurus dan jelas dengan cara menarik alat garis tanam yang sudah
dipersiapkan sebelumnya serta dibantu dengan tali yang dibentang dari ujung ke ujung
lahan.
2. Tanam
Gunakan 1-3 bibit per lubang tanam pada perpotongan garis yang sudah terbentuk. Cara
laju tanam sebaiknya maju agar perpotongan garis untuk lubang tanam bisa terlihat
dengan jelas. Pada alur pinggir kiri dan kanan dari setiap barisan legowo, populasi
tanaman ditambah dengan cara menyisipkan tanaman di antara 2 lubang tanam yang
tersedia.
3. Pemupukan

Posisi orang yang melakukan pemupukan berada pada barisan kosong di antara 2
barisan legowo. Pupuk ditabur ke kiri dan ke kanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan
dapat melalukan pemupukan 2 barisan legowo. Khusus cara pemupukan pada legowo 2 :
1 boleh dengan cara ditabur di tengah alur dalam barisan legowonya.
4. Penyiangan
Penyiangan bisa dilakukan dengan tangan atau dengan menggunakan alat siang seperti
landak/gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang, cukup dilakukan ke satu
arah sejajar legowo dan tidak perlu dipotong. Di tengah barisan legowo bisa disiang
dengan tangan dan pada barisan pinggir legowo sebenarnya tidak perlu diambil karena
dengan sendirinya akan kalah persaingan dengan pertumbuhan tanaman padi.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pada pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan alat semprot atau
handsprayer, posisi orang berada pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo.
Penyemprotan diarahkan ke kiri dan ke kanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat
melakukan penyemprotan 2 barisan legowo.
Keuntungan Cara Tanam Jajar Legowo
1.
Pada cara tanam Jajar Legowo 2:1, semua maupun tanaman seolah-olah berada pada
barisan pinggir pematang, sedangkan pada cara tanam Jajar Legowo 4:1, separuh
tanaman berada pada bagian pinggir (mendapat manfaat border effect).
2.
Jumlah rumpun padi meningkat sampai 33%/ha.
3.
Meningkatkan produktivitas padi 12-22%.
4.
Memudahkan pemeliharaan tanaman.
5.
Masa pemeliharaan ikan dapat lebih lama, yaitu 70-75 hari. dibanding cara tandur jajar
biasa yang hanya 45 hari.
6.
Hasil ikan yang diperoleh dapat menutupi sebagian biaya usaha tani.
7.
Dapat meningkatkan pendapatan usahatani antara 30-50%.

Cigasong, 14 September 2015


Penyuluh Pertanian

ARIEF RAHMAN, SP.