Anda di halaman 1dari 67

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN

PEMASARAN
Berisi kumpulan materi Ilmu Manajemen dan Ekonomi

Beranda
DAFTAR ISI

CONTAK

Home MANAJEMEN CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu
perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya.
Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana
secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan
sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Dalam era
persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin
memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada
strategi pemasaran yang dijalankannya . Produk produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu
proses ya ng berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan
kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela
untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang
setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan kualitas dibidang jasa
merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses pendistribusian barang kepada
konsumen harus ada perhatian penuh dari manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan
level bawah .
Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan
didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lain. Hal tersebut
merupakan tanggung jawab besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin tetap
eksis didalam persaingan bisnis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang

terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara
proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan
datang.
B.
Rumusan Masalah
Masalah yang ada dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa definisi dari pemasaran itu sendiri ?
2. Konsep pemasaran
3. Strategi pemasaran
4. Rencana-rencana pemasaran
C. Tujuan
Beberapa rumusan masalah yang didapat terdapat beberapa tujuan yang dicapai yaitu bagi :
1.
Diri sendiri
Tujuan bagi diri sendiri adalah untuk dijadikan sebagai acuan atau pembelajaran dalam
memahami pemasaran
2.
Pembaca
Pembaca diharapkan dapat memberikan kritik dan saran yang membangun setelah membaca
makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI PEMASARAN
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu
perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya,
untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran
merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan
konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang
berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
Selain itu ada pula tiga pendapat tentang pemasaran (marketing) yaitu:
1. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan
untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa
yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (William
j.Stanton, 1978 )
2. Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang dan
jasa dari para produsen ke para konsumen. ( The Amirican Marketing Association )
3. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok

mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar
sesuatu ya ng bernilai satu sama lain. ( Philip Kotler, 1995 )
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang
menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi
fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut
perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek nonfisik
dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan
pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual.
B. KONSEP PEMASARAN
Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (1979:17) Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan
bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan
hidup perusahaan.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari
pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya
yaitu:
1.
Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah
harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas
cakupan distribusi.
2.
Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja
terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang
lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3.
Konsep berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan
membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu, perusahaan harus melakukan
usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4.
Konsep berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih
efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama,
yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5.
Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan
serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada
saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.
C. STRATEGI PEMASARAN
Perencanaan sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi persaingan
yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi mungkin

akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau mempertahankan


kelangsungan hidupnya. Perencanaan dapat mencakup suatu periode waktu yang panjang atau
pendek. Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya
melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus. Masalah yang
dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas, seperti masalah perluasan pabrik,
pasar, atau produk.
Perencanaan jangka pendek ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh manajemen
menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat dimasukkan dalam
perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan untuk periode yang akan
datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari tenaga
pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu sebagai
berikut :
1.
Perencanaan perusahaan secara keseluruhan.
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan pengembangan
strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan straregi jangka panjang ini
kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk mengembangkan rencana yang tercakup
didalamnya. Masalah utama yang ada dalam perencanaan perusahaan ini adalah masalah
keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and
development ),serta penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan
pemasaran ini cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek
maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan pemasaran
sering dijadikan satu.
2.
Perencanaan pemasaran
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah-masalah yang luas
dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk ( product), harga ( price), tempat
( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus
dikoordinasikan dan ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling
berinteraksi dengan variabel lainnya.
3.
Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk satu periode waktu. Dalam
hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang mencakup kegiatan
pemasaran setiap tahunnya. Contoh : perencanaan pemasaran jangka panjang menentukantujuan
untuk memperkenalkan produk baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun
harus dapat membuat keseimbangan dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis
produk yang sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan produk ( product life
cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut sehingga persediaan
berkurang.
D. RENCANA-RENCANA PEMASARAN
DEFINISI PERENCANAAN
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana suatu organisasi dapat mencapai
tujuannya melalui serangkaian aktivitas yang ditujukan pada proses analisa, evaluasi, seleksi
diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Proses awal perencanaan
dimulai dari penetapan tujuan kemudian merinci berbagai cara, teknik dan prosedur guna

mencapai tujuan tersebut. Perencanaan dikatakan efektif jika tujuan yang telah dirumuskan dapat
dicapai sepenuhnya.
DEFINISI RENCANA PEMASARAN
Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam
merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci
keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi
sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan
dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering
kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk
yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Rencana pemasaran adalah bagaimana
sebuah organisasi bisnis dapat mencapai tujuan pemasarannya melalui sistem pemasaran yang
dibentuk oleh komponen eksternal, internal, umpan balik dan wirausahawan (pelaku bisnis)
ANALISA LINGKUNGAN
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Kondisi perekonomian negara dan didunia, kebudayaan, teknologi, permintaan produk,
permasalahan hukum, persaingan bisnis, pasokan bahan baku dan lain-lain
Lingkungan Internal
Lingkungan yang dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Sumber daya keuangan, manajemen, pemasok/supplier, serta sasaran dan tujuan organisasi
BAURAN PEMASARAN
Interaksi dari keempat variabel utama dalam sistem pemasaran, yaitu : produk dan jasa,
Penetapan harga, saluran distribusi dan aktivitas promosi
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat,
dipegang, dibeli atau dikonsumsi.
2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau
mengganti hal milik produk.
3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain
channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan
memperkenalkan produk pada pasar sasaran.
Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa
oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
pembelian produk dan jasa.
c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan
dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan
melakukan penjualan.
e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk

mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan
menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.
Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]
Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring
perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah
mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan
kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran
pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan
pendekatan 8Ps, yaitu:
product elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other user
outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi
perusahaan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan
bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk
membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang
perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan
korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan
atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk
menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan
ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan,
sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat
memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan
layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara
nyata kualitas produk dan layanan.
BATASAN RENCANA PEMASARAN
Urgensi Rencana Pemasaran :
Kita telah berada dimana (where do we now)?
Kemana kita akan pergi (where do we go)?
Bagaimana cara mencapainya (how do we go)?
Masalah dan kendala dalam perencanaan pasar :
Kemampuan peramalan
Kemampuan untuk mengantisipasi kejadian yang akan datang dalam dunia bisnis.
Akses kepada sumber informasi
Terbatasnya sumber informasi yang diterima, jadi kita tidak mengetahui informasi-informasi
yang dibutuhkan.

Waktu yang terbatas


Waktu yang terbatas dalam membuat rencana, jadi perencanaan yang dibuat tidak matang.
Koordinasi proses perencanaan
Tidak adanya koordinasi dalam membuat perencanaan
Implementasi perencanaan pasar
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN RENCANA
Mendefinisikan situasi bisnis
Mendefinisikan segmen pasar (peluang dan ancaman)
Mendefinisikan kekuatan dan kelemahan
Penetapan tujuan dan pasar
Mendefinisikan strategi pemasaran dan usaha yang dilakukan
Perancangan tanggung jawab implementasi
Penganggaran strategi pemasaran
Monitor kemajuan usaha pemasaran
Perencanaan Kontingensi
Perencanaan yang baik harus dapat mempertimbangkan sebanyak mungkin alternatif dan
memiliki fleksibilitas yang tinggi bila diperlukan penyesuaian-penyesuaian
Penyebab kegagalan dalam perencanaan :
Minimnya rencana nyata
Minimnya analisa situasi yang memadai
Tujuan dan sasaran yang tidak realistis
Kurangnya antisipasi terhadap pesaing dan pasokan
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk dapat
memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran harus
mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa
yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.
B. Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal
ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang
tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan
demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
1)
Muhammad Firdaus. 2008,manajemen agribisnis. PT Bumi Aksara Jakarta
2)
http://d-dan-20.blogspot.com/2010/12/rencana-rencana-pemasaran.html
3) http://www.wayankatel.com/2012/09/contoh-membuat-makalah-manajemen-pemasaranyang-baikbenar.html
Sumber:
http://an9elcom.blogspot.com/2013/10/makalah-manajemen
248

Related Posts

CONTOH MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN


03/07/2014 - 0 Comment

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN MENURUT PARA PAKAR DAN


KARATERISTIK KEWIRAUSAHAAN
02/07/2014 - 0 Comment

CONTOH MAKALAH SUKU BUNGA


18/06/2014 - 0 Comment

SOAL-SOAL TENTANG PERILAKU ORGANISASI


18/06/2014 - 0 Comment

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN RESIKO


08/05/2014 - 0 Comment

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PERSEDIAAN


08/05/2014 - 0 Comment
Diposkan oleh alam pramana di 22:22

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


Label: MANAJEMEN
0 Comments

2 Comments
Newer Post Older Post Home
MENU

CERPEN

MANAJEMEN

PUISI

SERBA-SERBI

Popular Posts

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

SOAL-SOAL TENTANG PERILAKU ORGANISASI

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN RESIKO

JENIS-JENIS RASIO KEUANGAN

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PERSEDIAAN

CONTOH MAKALAH SUKU BUNGA

CONTOH MAKALAH PORTOFOLIO INVESTASI

About Me

alam pramana
View my complete profile

buku tamu
Copyright (c) 2013 ILMU MANAJEMEN DAN EKONOMI - Best Coolest Gadgets All Right
Reserved | Suport by Masoglex's Blog

Contoh Makalah
Senin, 23 Desember 2013
Strategi Pemasaran dan Analisis Pesaing

MAKALAH STRATEGI PEMASARAN DAN ANALISIS PESAING


KEWIRAUSAHAAN

Disusun oleh :
INDAH PERMATASARI
201109B0040165

INFORMATIKA KOMPUTER
LP3I BUSINESS COLLEGE MAKASSAR
2013

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas kehadirat Allah.SWT, atas berkat rahmat serta hidayah-Nya saya
masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah KEWIRAUSAHAAN ini.
Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak ASIR yang selama ini telah membimbing
Kami. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung atas
penyelesaian makalah ini, serta kepada semua pihak yang telah terlibat didalamnya.
Mudah-mudahan apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Saya menyadari
bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, maka dari itu penulis mohon kritik
dan saran demi kemajuan serta kesempurnaan untuk periode selanjutnya.
Mohon maaf atas segala kesalahan-kesalahan dalam makalah ini semoga kita selalu berada
dijalan yang benar, amin.

Makassar, 23 Desember 2013

Penulis

BAB I
STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran adalah himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak
dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju (target market) dalam
jangka panjang dan tujuan perusahan jangka panjang (objectives), dalam situasi persaingan
tertentu.
Dalam strategi pemasaran ini terdapat strategi acuan/bauran pemasaran (marketing mix),
yang menetapkan komposisi terbaik dari keempat variable pemasaran, untuk dapat mencapai
sasaran pasar yang dituju sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
A.
B.
C.
D.

Keempat variable strategi acuan/baur pemasaran tersebut adalah:


Strategi produk
Strategi harga
Strategi penyaluran/distribusi
Strategi promosi

A. Strategi Produk
Setiap perusahaan di dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualan dan share
pasarnya, perlu mengadakan usaha penyempurnaan dan perubahan produk yang dihasilkan ke
arah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan daya guna dan daya pemuas serta daya tarik
yang lebih besar. Strateginya adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi
pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus dapat
meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan dan
peningkatan share pasar. Dalam strategi marketing mix, strategi produk merupakan unsure yang
paling penting karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lain. Strategi produk yang dapat
dilakukan mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk (Product Mix), merk dagang
(Brand), cara pembungkusan atau kemasan produk (Product Packaging), tigkat mutu/kualitas
dari produk dan pelayanan (services) yang diberikan. Tujuan utama strategi produk adalah untuk
dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau
mengatasi persaingan.
Pada hakikatnya, seseorang membeli produk bukan karena fisik produk itu semata-mata tapi
karena manfaat yang ditimbulkan dari produk yang dibelinya. Pada dasarnya, produk yang dibeli
konsumen itu dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu:
1. Produk inti (Core Product), merupakan inti yang sesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh
oleh seorang pembeli (konsumen) dari produk tersebut.
2. Produk formal (Formal Product), merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merek dan kemasan
yang menyertai produk tersebut.
3. Produk tambahan (ougemented product), merupakan tambahan produk formal dengan berbagai
jasa yang menyertainya, seperti pemasangan (instalasi), pelayanan, pemeliharaan dan
pengangkutan secara cuma-cuma.
B. Strategi Harga

Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan


penjualan. Dalam penentuan baik untuk harga jual atau harga beli pihak bank harus berhati-hati.
Sebab, kesalahan dalam penentuan harga akan menyebabkan kerugian bagi bank. Dalam
menentukan harga harus dipertimbangkan berbagai hal, misalnya tujuan penentuan harga
tersebut, hal ini disebabkan dengan diketahuinya tujuan penentuan harga tersebut menjadi
mudah. Sedangkan tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut:
1) Untuk bertahan hidup.
2) Untuk memaksimalkan laba.
3) Untuk memperbesar market share.
4) Mutu produk.
5) Karena pesaing.
Factor-faktor yang mempengaruhi harga:
1) Kebutuhan dana
2) Persaingan
3) Kebijaksanaan pemerintah
4) Target laba yang diinginkan
5) Jangka waktu
6) Kualitas jaminan
7) Reputasi perusahaan
8) Produk yang kompetitif
9) Hubungan baik

C. Strategi Penyaluran (Distribusi)


Dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan dibidang pemasaran, setiap
perusahaan melakukan kegiatan penyaluran. Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian
produk ke tangan konsumen atau si pemakai pada waktu yang tepat. Yang dimaksud dengan
saluran distribusi adalah lembaga-lembaga yang memasarkan produk berupa barang atau jasa
dari produsen sampai ke konsumen. Bentuk pola saluran distribusi dapat dibedakan menjadi:
1) Saluran langsung: Produsen konsumen
2) Saluran tidak langsung:
- Produsen Pengecer Konsumen
- Produsen Pedagang besar / menengah Pengecer Konsumen
- Produsen Pedagang besar Pedagang menengah Pengecer Konsumen
D. Strategi Promosi
Promosi merupakan salah satu konsep dari Marketing Mix, promosi lebih kepada
menawarkan access/channel kepada pembeli. Bagaimana pembeli/nasabah bisa mendapatkan

informasi yang lebih baik, bagaimana bank mengedukasi calon nasabah, maka promosi adalah
salah satu medium yang tepat! Kegiatan promosi yang dilakukan suatu perusahaan menggunakan
konsep MIX PROMOTION, yang terdiri dari:
1. Advertensi, yaitu suatu bentuk penyajian dan promosi dan gagasan, barang, atau jasa
yang dibiayai oleh suatu sponsor tertentu yang bersifatmassif dan nonpersonal.
2. Personal Selling, yaitu penyajian secara lisan dalam suatu pembicaraan dengan seseorang
atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar dapat terealisasinya penjualan.
3. Promosi Penjualan, yaitu segala kegiatan pemasaran selain personal selling, advertising
and publicity. Yang merajuk konsumen untuk membeli seperti exhibition, roadshow, and
all things about selling yang tidak dilakukan secara teratur atau continue.
4. Publicity, yaitu usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara massif
seperti layanan masyarakat, berderma dan kegiatan sosial lainnya yang menyangkut nama
baik perusahaan dan diliput oleh pers!
Karena sifatnya yang accessible, maka Promosi memerlukan Channel untuk mempromosikan
produk suatu bank. Saat ini misalnya, dengan adanya internet,
channel begitu mudah diciptakan. Seperti bank muamalat yang menerbitkan kartu shar-e, yang
bisa diakses lewat www.share.com. Secara konservatif, bank bisa menyalurkan promosinya
melalui agent individu (personal channel) maupun saluran nonpersonal (nonpersonal channel).
BAB II
ANALISIS PESAING
A. Pengertian Pesaing
Analisis pesaing merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa
saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa
yang mirip dengan produk kita.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
a)
b)
c)
d)
e)
f)
B.

Identifikasi pesaing
Menentukan sasaran pesaing
Identifikasi strategi pesaing
Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing
Identifikasi reaksi pesaing
Strategi menghadapi pesaing.
Identifikasi pesaing
Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka
miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yan lengkap. Pambuatan peta persaingan yang
dugunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-langkah yang tepat. Langkahlangkah ini perlu dilakukan agar analisisi pesaing tepat sasaran dan tidak salalh arah. Langkah

pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi seluruh pesaing yang ada.
Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan
demikian, memudahkan kita untuk menetapkan langkah selanjutnya.
Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Jenis produk yang ditawarkan
Kadang-kadang sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam. Tugas perusahaan
adalah mengidentifikasikan secara lengkap dan benar produk apa saja yang dimilki oleh pesaingpesaingnya. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat serta pesaing lainya yang juga
berpotensi mengancam perusahaan kita sekarang dan di masa yang akan datang.
2. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing
Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan melalui segmen pasar yang
akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar dan market
share masing-masing pesaing. Market share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang
dan di masa yang akan datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.
3. Identifikasi peluang dan ancaman
Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang ada serta ancaman
yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan datang. Setiap peluang harus dimasuki
dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru yang sebesar-besarnya. Kemungkinan ancaman
atau masalah yang timbul pun harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan masalah.
4. Identifikasi keunggulan dan kelemahan
Identifikasi kelamahan dan keunggulan berarti memetakan atau mencari tahu keunggulan dan
kelemahan yang dimilki pesaing. Identifikasikan kelemahan dan keunggulan pesaing dalam
berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi,
lokasi, serta promosi.
C. Sasaran Pesaing
Sebagaimana dijelaskan diawal bahwa pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing dekat dan
pesaing jauh. Pesaing dekat adalah perusahaan yang memproduksi barang yang hampir sejenis,
seperti bank umum, BPR, bank syariah, atau bank asing. Pesaing jauh adalah perusahaan yang
memiliki produk yang mirip. Contohnya pesaing untuk bank adalahlembaga keuangan yang

kegiatanya memilki kesamaan daengan bank seperti asuransi, pos giro, pegadaian, koperasi
simpan pinjam, leasing, money changer, atau dana pensiun.
Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu mengetahui
sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara
lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau
mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.
Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba jangka
pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil. Sasaran untuk
memaksimalkan laba ini dapat dilakukan melalui peningkatan kepuasan konsumen dengan
berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau harga yang relatif murah.
Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui apakah
pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya, meningkatkan market share
dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru
yang gencar pula. Sebagai contoh perusahaan 3 atau axis yang begitu gencar dalam
mempromosikan produknya dengan diimbangi keunggulan dari masing-masing produk itu
sehingga cepat menarik konsumen. Peningkatan merker share juga dapat dilakukan dengan cara
penurunan harga mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif lebih rendah. Hal
yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market share dapat pula dilakukan dengan
cara mengambil market share pesaing lainya.
Peningkatan mutu produk bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing.
Peningkatan mutu produk ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai kelebihan, baik
pelayanan atau kelebihan lainnya. Misalnya, produk plus, bunga yang kompetitif, frekuensi
penarikan, jumlah jaringan, atau teknologi yang dimiliki.
D. Identifikasi strategi pesaing
Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan
persaingan. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri untuk mematikan
lawannya. Semakin ketat persaingan, maka semakin canggih strategi yang dijalankan. Strategi
untuk mematikan atau memperlemah lawan selalu dilakukan. Siapa yang lengah, akan terkena
dampakanya. Bukan tidak mungkin setiap strategi yang dijalankan memiliki kemiripan. Oleh
karena itu, perusahaan harus pandai memulai dan mengakhiri.

Perusahaan harus memantau strategi pesaingnya secara kontinyu, karena pesaing yang
cerdik akan merevisi strategi mereka dari waktu ke waktu. Jelaslah, bahwa perusahaan juga
harus mewaspadai perubahan-perubahan yang diinginkan pelanggan dan bagaimana para pesaing
merevisi strategi mereka untuk memenuhi hasrat yang diinginkan oleh para pelanggan tersebut.
Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threats)
Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal
yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita.
Kekuatan dan Kelemahan
Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu event, kita harus mencermati isu-isu
dalam organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual event ke pasar dan sponsor.
Yang menjadi patokan suatu event bias dijadikan kekuatan atau kelemahannya, kita perlu
menggali persepsi dari si EO itu sendiri terhadap suatu event. Jika EO kita memandang event
tersebut sebagai perioritas dan peluang untuk meningkatkan profil EO, maka event tersebut
menjadi sebuah kekuatan. Namun jika kita memandang event tersebut sebagai pemborosan
sumber daya,maka event tersebut menjadi kelemahan.
Peluang dan Ancaman
Langkah yang perlu dilakukana adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi yang
mungkin mempengarhi event kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita mengidentifikasi
peluang dan ancaman yang terkait dengan event. Segera setelah menentukan ancaman-ancaman
atas event kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan menganalisa bagaimana cara mengubah
ancaman itu menjadi peluang.
Penting sekali memusatkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah event saat kita
menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan event tersebut. Pengkategorisasian
suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon ancaman untuk meminimalkan efeknya.
1. Monitor
Ancaman yang kita putuskan untuk sekedar dimonitor adalah jenis ancaman yang tidak atau
sedikit dapat di kontrol, tetapi tidak berdampak besar pada event. Kita hanya ingin tahu apa yang
akan terjadi.
2. Monitor dan Analisa

Ancaman yang kita putuskan untuk di monitor dan di analisa merupakan ancaman yang bisa
sedikit dikontrol, tetapi kita perlu memastikan bagaimana ancaman tersebut dapat mempengaruhi
event kita.
3. Strategi-strategi Kontingensi
Ancaman yang kita putuskan untuk di respon dengan suatu startegi kontingensi, adalah semua
ancaman yang dapat kita kurangi pengaruhnya dengan perencanaan. Sebagai contoh jika cuaca
buruk adalah ancaman bagi event di luar ruangan, kita bisa menetapkan bagaimana kita akan
menanganinya, menunda event, pindah ke indoor, pawang hujan atau sedikit merubah konsep.
4. Analisa in-depth dan Strategi Pengembangan
Ancaman yang kita putuskan untuk di respon dangan analisa in-depth dan strategi
pengembangan adalah semua ancaman yang memiliki kemungkinan paling besar untuk
mempengaruhi event kita. faktor-faktor teknologi, pesaing dan legislatif adalah contoh-contoh
ancaman yang mungkin memerlukan analisa dan strategi pengembangan lebih detil lagi
Setelah semua telah kita analisa dengan baik, barulah kita dapat menentukan langkah selanjutnya
untuk menjalankan event yang telah direncanakan, dan alangkah baiknya apabila kita juga dapat
melakukan analisa pesaing dan strategi pemasaran terhadap event tersebut.
E. Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing
Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu
kerentanan mereka. Mengapa nasabah membeli dari mereka? Apakah karena harga? nilai?
pelayanan? kenyamanan? reputasi? Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang
dirasakan seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya. Ini karena persepsi
nasabah ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.
Ada baiknya kita lakukan analisis kekuatan dan kelemahan dalam bentuk tabel. Tuliskan
nama masing-masing pesaing. Kemudian susun kolom-kolom yang memuat semua kategori
penting bagi bidang usaha kita (harga, nilai, pelayanan, lokasi, reputasi, keahlian, kenyamanan,
personalia, pemasangan iklan/pemasaran, atau apa saja yang sesuai dengan jenis perusahaan).
Begitu tabel siap, peringkatlah semua pesaing, dan cantumkan komentar mengapa peringkat
tersebut diberikan. Bahkan bisa juga kita beri tanda merah untuk kekuatan dan biru untuk
kelemahan, sehingga secara sekilas kita dapat mengetahui kedudukan setiap pesaing.

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah
para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman
yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman
pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan/kekuatan posisi
tawar pemasok.
1). Ancaman persaingan segmen yang ketat
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau
agresif.
2). Ancaman pendatang baru
Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.
3). Ancaman produk substitusi
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau
potensial.
4). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining
power) yang kuat atau semakin meningkat.
5). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga
atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.
Sebuah perusahaan perlu mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan
masing pesaing.

Menurut perusahaan konsultan Arthur D.Little, sebuah perusahaan akan menempati satu di
antara enam posisi kompetitif di dalam pasar sasaran berikut ini:
1. Dominan.
Perusahaan ini mengendalikan perilaku pesaing yang lain dan
luas.
2. Kuat

memiliki pilihan strategis

yang

Perusahaan ini bisa mengambil tindakan mandiri tanpamembahayakan posisi jangka panjangnya
dan dapat mempertahankan posisi jangka panjangnya apa pun tindakan yang dilakukan oleh
pesaing.
3. Cukup baik
Perusahaan ini memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan dan peluang yang ada diatas rata-rata
untuk meningkatkan posisinya.
4. Cukup
Perusahaan ini memiliki kinerja pada tingkat yang cukupuntuk mencapai hasil memuaskan yang
bisa terus mempertahankan dalam bisnis. Namun, perusahaan ini ada karena dibiarkan oleh
perusahaan yang dominan dan memiliki peluang dibawah rata-rata untuk meningkatkan
posisinya.
5. Lemah
Perusahaan ini memiliki kenerja yang tidak memuaskan, tetapi ada peluang untuk memperbaiki.
Perusahaan ini harus berubah atau kalau tidak keluar dari pasar.
6. Tidak berpeluang.
Perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskan dan tak ada peluang untuk memperbaiki.

Salah satu langkah yang penting sebelum memulai bisnis adalah melakukan analisa
persaingan usaha / analisa kompetitor. Kita sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk
melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang
dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi
produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips
analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :
1. Berperanlah sebagai pelanggan kaya uang.
Telponlah pesaing di dekat daerah kita dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan
tersebut seperti layaknya kita adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Kita

dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk
memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan
pesaing. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil dilakukan adalah membuat mereka
mengirimkan sales dan information package mereka pada kita, dimana dalam package tersebut
akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor kita akan
menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu kita dapat
mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil.
Pastikan juga mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses
permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan
kita.Dapatkah kita menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari
business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai
kekuatan dan kelemahan kita sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah kita dapat bersaing
dengan mereka atau tidak. Apakah kita akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih
baik ?
2. Telponlah kompetitor di luar daerah.
Selanjutnya kita dapat menelpon perusahaan yang sejenis (atau yg sedang direncanakan) di luar
daerah, dimana kita tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak
merasa terancam saat kita memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila kita dapat berbicara
dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat kita berbicara
dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatannya haruslah lebihstraightforward. Kita dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa kita sedang berpikir
untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali
mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara
keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis. Meskipun demikian, kita perlu berhati-hati agar
tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10
sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih
dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga dapat menanyakannya dengan lancar.
Dengan demikian akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat perlu menelpon
lagi, mereka akan menerimanya. Jika kita terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di
telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak
menghamburkan waktu.

3. Terakhir lakukan in-field competition analysis dengan melakukan telemarketing pada prospek
dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor kita, pernah menjalin hubungan bisnis
dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, kita juga melakukan prekualifikasi
terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor kita, dan
membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat kita berada di luar melakukan
sales call, kita dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan dapat
mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor kita. Kita
dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi
kita terhadap kompetitor.

F. Identifikasi reaksi pesaing


Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen
pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan- terobosan baru dalam
rangka mengungguli Pesaing yang ada.
Strategi menghadapi pesaing dapat dilakukan dengan cara melemahkan dan menghancurkan
pesaing dengan memasang strategi yang kompetitif, dimana strategi kompetitif dilakukan dengan
melihat posisi keberadaan kita sebelum melakukan penyerangan.
Beberapa reaksi pesaing bila diserang:
-

Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan

mungkin lebih rendah dari kita.


Apabila kita memberikan hadiah, akan dibalas juga dengan hadiah yang lebih baik.
Apabila kita memberikan diskon dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga member

diskon yang lebih menarik.


Apabila kita membebaskan biaya seperti administrasi, pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah

biaya yang lebih murah.


Apabila kita membuka cabang di suatu lokasi, akan dibalas oleh pesaing dengan membuka
cabang di lokasi perusahaan kita.

G. Strategi menghadapi pesaing

Strategi dalam menghadapi pesaing dalam pemasaran antara lain:


1. Strategi produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar atribut seperti : warna, bungkus,
prestise perusahaan serta pelayanan perusahan yang dibeli konsumen untuk dapat memberikan
pemuas kebutuhannya.
Usaha perusahan untuk menciptakan produk yang bisa memberikan kepuasan kepada
konsumen, kepuasan ini dapat diciptakan dengan berbagai strategi yang telah diputuskan
perusahan sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan operasionalnya dalam jangka
panjang. Usaha-usaha tersebut antara lain :
- Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan susunan
product line, sehingga konsumen akan visa membedakan produk yang satu dengan lainnya.
Maksudnya perusahaan akan selalu mengikuti perkembangan pasar, barang yang ditawarkan
harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perlu dikumpulkan
melalui riset pasar.
- Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan
bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan
pasar. Jika permasalahan ini sudah bisa diatasi, maka perusahaan akan melebih mudah uin tuk
menentukan harga, distribusi dan promosi.
- Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk
menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.
- Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan
susunanproduct line, sehingga konsumen akan bisa membedakan produk yang satu dengan lain
nya. Maksudnya perusahaan akan selalu bisa mengikuti perkembangan pasar, barang yang
ditawarkan harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perk
dikumpulkan melalui riset pasar.
- Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan
bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan
pasar. Jika permasalahan ini sudah dapat diatasi, maka perusahaan akan lebih mudah menentukan
harga, distribusi dan promosi.
- Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk
menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.

2. Strategi Moving, Caring dan Inovating


Persaingan tentunya tidak hanya pada ke dua contoh tersebut namun hampir pada semua
bidang usaha kecuali monopoli. Untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat tersebut, harus
dilakukan perubahan landasan pola pikir yang bertumpu pada tiga kata kunci : moving, caring,
dan inovating.
Moving adalah kemampuan perusahaan untuk mengadaptasikan antara harapan konsumen
terhadap suatu produk dan kemampuan untuk memenuhinya. Misalnya adanya airbag untuk
mobil untuk menambah keamanan dalam berkendara. Contoh lain misalnya lahirnya TV
handphone dari Hisense yang sebelumnya masih menggunakan jaringan 3G dan lain - lain.
Kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen yang akan menang dalam
persaingan.
Dalam mewujudkan semua keiginan konsumen ini, agar berhasil baik, moving harus
disertai dengan caring dan inovating.Yang dimaksud dengan caring kepedulian kepada
konsumen. Dalam tahap caring ini perusahaan berusaha memahami sebaik mungkin apa yang
dibutuhkan konsumen.
Untuk mewujudkan keinginan konsumen tersebut, hanya dapat ditempuh melalui inovasi
disemua aspek perusahaan meliputi bidang strategi, manajerial maupun produk/jasa. Inovasi di
bidang strategi dan manajerial merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi
konsumen. Inovasi bidang strategi dan manajerial ini ditempuh dengan penggunaan strategi
ataupun manajemen baru dalam perusahaan.
Inovasi dalam bidang produk meliputi kelengkapan produk dan juga teknologi terbaru.
Inovasi ini tentunya hanya akan berhasil dipasaran apabila proses caring berjalan bagus. Inovasi
produk sesuai dengan harapan konsumen ataupun inovasi baru yang mempunyai nilai guna lebih
bagi konsumen.
Apabila moving, caring, inovating ini dapat berjalan dan terintegrasi dengan baik, maka
kepuasan pelanggan akan menghasilkan kepercayaan dan hubungan jangka panjang yang
berkelanjutan, atau dengan kata lain terciptalah loyalitas pelanggan.
Dengan adanya loyalitas ini persaingan usaha menjadi tidak begitu berat, tinggal
bagaimana kita menjaga pelangan.

3. Memaknai Kompetisi Sebagai Sebuah Pusaran Sinergi


Dewasa ini kata KOMPETISI banyak ditafsirkan sebagai sebuah drama yang selalu melahirkan
"Pemenang" sekaligus mencetak sekumpulan "Orang Kalah". Sebagai konsekuensinya,
"Pemenang" akan ditafsirkan sebagai sosok yang menjulang di puncak kejayaan, yang akan
dipandang dengan wajah menengadah oleh kaum "terkalahkan".
Sekejam itukah makna KOMPETISI? Apalagi bila panggung kompetisi ini sudah menapak,
sudah mengejawantah di kehidupan riil sehari-hari. Sungguh kejam bila alam semesta ini pada
akhirnya dikotak-kotakkan sebagai winner-looser, sebagai leader-follower, sebagai championmediocre, sebagai developing-under developed, atau sebagai central-marginal. Sedangkal itukah
Hukum Alam yang harus dijalani oleh manusia?
Tentu tidak! Tuhan Sang Pemangku semesta alam ini sudah menyerukan untuk "Berlomba-lomba
di dalam kebaikan". Ini artinya, hakikat sejati dari KOMPETISI akan jauh lebih dalam dari
sekedar menang-kalah. Ada energi positif yang sangat besar, yang mengandung berjuta manfaat,
yang dikandung oleh drama bernama KOMPETISI ini.
Sebagai contoh, kesuksesan Tim Olimpiade Fisika Indonesia sebagai the rising star, telah
memacu ratusan SMA unggulan di seantero negeri untuk menempatkan wakil-wakilnya.
Walaupun akhirnya tim terpilih hanya terdiri dari "hitungan jari", tidak berarti ribuan siswa yang
telah ikut berkompetisi lantas menjadi sia-sia.
Tengoklah, berapa banyak SMA yang saat ini dengan bangga memasang papan nama "Mitra
Olimpiade Fisika" dihalaman muka sekolahnya? Berapa banyak siswa SMA yang mendadak
"jatuh cinta" pada mata pelajaran yang dulunya biasa dianggap monster? Semua pencapaian itu
adalah hasil SINERGI dari ribuan siswa yang (menjadi) antusias, hasil SINERGI dari ratusan
guru yang (menjadi) kompeten. Dan semua aktifitas ini berpusaran dengan KOMPETISI
(Olimpiade Fisika) sebagai pusat orbitnya.
Jadi apa hakikat sejati dari KOMPETISI itu? Untuk menjawabnya, kita mengacu pada sebuah
Hukum Alam, yaitu bahwa segala sesuatunya di alam semesta ini selalu bergerak memutar.
Semua mahluk Tuhan tanpa kecuali, selalu bergerak memutar.
Tengoklah, sekumpulan tatasurya akan mengorbit membentuk galaksi. Sekumpulan galaksi
mengorbit membentuk super cluster. Sekumpulan elektron akan mengorbit membentuk molekul.

Metabolisme manusia juga merupakan pusaran, sirkulasi dari energi kimia (makanan) menjadi
energi tubuh (bio energi) dengan perantaraan sirkulasi darah dimana jantung merupakan pusat
orbitnya. Contoh-contoh di atas menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini selalu
berpusaran pada "sesuatu" yang lebih besar dari dirinya.
KOMPETISI adalah sebuah bentuk pusaran. Sang "pemenang" adalah pusat orbitnya, sementara
"peserta lainnya" akan berputar mengelilinginya. Tidak ada istilah "kalah-menang" di sini,
karena kewajiban sang "pemenang" adalah membagi ilmunya, membagi pengalamannya,
menebar energi positifnya, kepada siapa saja yang mengorbit di sekelilingnya. Sedangkan
kewajiban "peserta lainnya" adalah membuka diri untuk menyerap energi, menyerap ilmu,
menyerap pengalaman dari sang pusat orbit, sang "pemenang". Inilah sebuah bentuk SINERGI..
Meskipun sama-sama mengorbit, tapi ada perbedaan mendasar antara manusia dengan mahluk
Tuhan lainnya dalam melakukan SINERGI nya. Seperti "bumi-matahari", sampai kapan pun
bumi selalu mengitari matahari dan tak mungkin terjadi hal sebaliknya. Tapi manusia sama sekali
berbeda.
Manusia, mahluk Tuhan yang telah di "inisiasi" sebagai penguasa bumi dan isinya, telah
dianugerahi kemampuan yang tak terbatas. Setiap orang memang akan selalu "mengorbit" pada
seseorang yang lebih sukses dari dirinya. Seorang karyawan mengorbit pada perusahaan tempat
ia bekerja. Seorang pengusaha akan mengorbit pada segmen konsumen tertentu dan juga
mengorbit pada pengusaha senior lainnya (baca: networking). Seorang trainer akan mengorbit
pada seorang guru yang lebih diakui kesahihannya. Tapi pada satu titik, setelah ia sukses
menyerap energinya, menyerap pengalamannya, ia akan lepas, dan menjelma sebagai pusat orbit
yang baru.
Kini ia akan beralih tugas, dari "menyerap" berubah menjadi "membagi". Dan di sekelilingnya
PASTI akan mengorbit rekannya, muridnya, koleganya, bawahannya atau pengagumnya yang
dengan hati terbuka bersedia menyerap ilmu dan pengalamannya. Terjadilah sebuah SINERGI
yang menjadi mata rantai tak terputuskan. Saling memberi dan menerima. Inilah hakikat yang
terdalam dari sebuah KOMPETISI, yang jauh lebih bermakna dari sekedar kalah-menang.
Tahun 2008 sudah kita masuki, marilah kita jalani peran kita masing-masing dengan sebaikbaiknya, agar terjadi SINERGI, yang memang merupakan kehendak Tuhan bagi setiap manusia.
Anda yang sedang jadi "pemenang" , sedang menjadi atasan, sedang menjadi idola, bagilah

pengalaman dan energi Anda. Sedangkan Anda yang sedang mengorbit, bukalah hati Anda agar
dapat maksimal dalam "menyerap".
Suatu saat, atasan-bawahan, idola-pengagum, junior-senior, market leader-follower, pasti akan
bertukar peran. Dan itu PASTI terjadi karena memang sudah menjadi ketentuan alam.

4. Kemitraan dan Pengecualian


Dilatar-belakangi oleh kesempatan untuk menumbuhkembangkan regional airlines pada
The European Community Commission (ECC) yang telah dijelaskan di bab Pendahuluan, maka
muncul permasalahan apakah akan dikembangkan suatu iklim persaingan atau kemitraan antara
airlines tersebut. Dengan harapan bahwa peranan maskapai penerbangan adalah untuk
menggalang persatuan negara-negara Eropa Barat ke dalam Uni Eropa yang bersatu, maka jelas
bahwa mereka memilih sistem kemitraan dari pada persaingan. Hal ini juga seperti dikatakan
oleh Jacques Naveau: "Jelas, bahwa konsep awal suatu kebijakan transpor udara di Eropa telah
dilandasi oleh suatu visi politik dari sebuah sistem Eropa yang menyatu, serta mengutamakan
pada kemitraan dalam mewujudkan visi tersebut".
Dipilihnya sistem kemitraan tersebut, karena mereka tampaknya menyadari bahwa sistem
persaingan akan menjadi kendala bahkan mungkin juga akan mengakibatkan disintegrasi yang
jelas akan menggagalkan segenap upaya yang telah disepakati itu.
Jaringan rute penerbangan di Uni Eropa dirajut menggunakan pola dasar yang dikenal
sebagai pola Hub-and-Spoke, yang mereka pelajari dari AS. Bedanya antara jaringan rute
penerbangan di AS, merupakan perkembangan sebagai konsekuensi dari kebijakan deregulasi,
terhadap jaringan penerbangan yang sudah ada sebelumnya. Sedang pola jaringan rute
penerbangan di Uni Eropa ditandai dengan berfungsinya Ibukota negara-negara yang tergabung
ke dalam Uni Eropa sebagai hub dari masing-masing regional airlines-nya. Dengan pola ini maka
sektor-sektor yang menghubungkan setiap ibukota tersebut akan hanya dilayani oleh dua regional
airlines. Disebut juga sebagai sektor duopoly.
Sedang sektor-sektor yang menghubungkan suatu hub dengan spoke (cities) yang masih
terletak di dalam batas-batas wilayah suatu negara, merupakan sektor monopoli dari regional
airline-nya. Beberapa negara seperti Swiss misalnya memiliki dua kota sebagai hub, maka sektor

yang menghubunginya dengan sendirinya merupakan suatu sektor monopoli. Jaringan pola di
atas mulai diatur sejak 1987 dan berakhir pada tahun 1997 setelah dicanangkannya kebijakan
Complete Liberalisation, yang memungkinkan sebuah pesawat untuk terbang dari hub-nya
(Ibukota dalam negara masing-masing) ke spoke (city/kota-kota dalam negara masing-masing)
dari negara lain.
Para policy-makers dari Eropa melihat atau menilai Amerika Serikat telah berhasil
membentuk sebuah pasar homogen, yang ditujukan sebagai suatu defence system dalam
menghadapi persaingan global barang dan jasa dengan tingkat harga yang sangat kompetitif di
masa mendatang. Terbentuknya Uni Eropa dan uni-uni lainnya seperti Uni Afrika yang
merupakan 'regionalisasi' dari negara-negara di Afrika, kemudian uni yang terdiri dari negaranegara Arab di Timur-Tengah, dan tak ketinggalan pula regionalisasi Asean, tampaknya sudah
menjadi condition yang tidak bisa dihindari lagi pewujudannya. Dengan kata lain, persaingan
global di masa mendatang akan merupakan persaingan antara uni-uni atau regional-regional
tersebut, yang harus dihadapi oleh kesatuan 'pasar tunggalnya' masing-masing uni atau regional.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa visi politik dari sebuah sistem Eropa yang
menyatu, mengutamakan pada kemitraan atau kerja sama dalam mewujudkan visi tersebut. Di
bidang penerbangan, kemitraan dilangsungkan dengan mengadakan aliansi-aliansi sesuai
kebutuhan dan dilandasi oleh win-win solution, bilateral maupun multilateral agreements seperti
pooling agreements, code-sharing dan on-line, sampai ke mergers. Bila kemitraan tersebut
dikaitkan dengan undang-undang dan ketentuan-ketentuan anti monopoli atau anti trust law,
maka jelas bahwa kesesuaiannya itu dapat diklasifikasi sebagai pelanggaran atau pengecualian.
Namun, mengingat bahwa kemitraan seperti di atas merupakan faktor yang menentukan
dan diperlukan guna menggalang suatu 'European Air Transport Single Market' yang homogen,
maka kemitraan semacam itu dikecualikan dari undang-undang anti trust atau anti monopoli.
Dengan kata lain, selama kemitraan semacam itu bertujuan atau digunakan untuk kepentingan
yang lebih besar atau luas seperti guna meningkatkan kesejahteraan UKM dalam suatu demensi
atau wilayah yang sangat luas seperti dalam sebuah uni Eropa misalnya, maka bentuk kemitraan
apapun dapat dikecualikan dari UU Anti Monopoli. Dengan ketentuan, selama itu tidak
menghambat atau menjadi kendala pada kelancaran 'berjalannya' Uni Eropa atau bila itu akan
merugikan suatu kelompok, golongan atau individu terutama para konsumennya, maka

kesemuanya itu dapat dikecualikan dari UU Anti Monopoli. Terdapat kesan bahwa segala jenis
usaha transportasi di Uni Eropa, semuanya dikecualikan dari ketentuan-ketentuan UU Anti
monopoli.
Sudah menjadi jelas bahwa kemitraan yang berlangsung untuk tujuan-tujuan yang lebih
luas seperti demi kesejahteraan bagi masyarakat yang lebih luas, sangat berbeda dengan
kemitraan-kemitraan yang bertujuan untuk kepentingan suatu kelompok atau golongan dan atau
individu tertentu yang hanya ingin menang sendiri. Seperti dibentuknya monopoli-monopoli
yang dapat merugikan kepentingan orang banyak, maka kemitraan semacam terakhir itu harus
ditindak tegas dengan menegakkan hukum UU Anti Monopoli tersebut.
Perlu dicermati bahwa dengan diliberalisasikan kemitraan yang lebih bebas, tidak berarti
tidak diperlukan peraturan perundangan yang mengatur aturan mainnya. Malah sebaliknya,
dalam iklim usaha yang lebih liberal justru diperlukan peraturan perundangan yang lebih jelas
dan tegas dalam mengatur aturan main agar industrinya dapat dicegah atau agar tidak mengalami
kebablasan yang pada ujung-ujungnya hanya akan merugikan kepentingan orang banyak atau
masyarakat luas.
Industri penerbangan Indonesia sebaiknya mampu atau lebih penting lagi, mau
mencermati dan memahami perkembangan maupun perubahan-perubahan yang terjadi baik pada
industri penerbangan di AS maupun di UE. Bila UE telah berhasil membentuk suatu European
Air transport Single Market homogen yang mengacu pada hasil-hasil yang telah dipelajarinya
dari AS, maka tidak ada salahnya bila kita juga mau belajar terutama perkembangan industri
penerbangan di UE.
Hal ini mengingat bahwa bila di UE pasar tunggalnya dibentuk oleh maskapai
penerbangan dari negara-negara anggotanya, maka di Indonesia diharapkan dapat dibentuk oleh
regional airlines dengan ibukota propinsi sebagai hub dari pola rute penerbangan hub-andspokenya. Mudah-mudahan.

5. Cara Menghadapi sebuah Perang Harga


Dibawah ini disebutkan beberapa teknik menghadapi persaingan harga dan dan non-harga
secara singkat :
Taktik

Contoh

Respon non harga


Tunjukan strategic intention

Tawarkan harga sama dengan

dan capabilities anda

pesaing anda, tawarkan everyday


low price, atau tunjukan bahwa
anda memliki keunggulan biaya
dimata pesaing (cost advantage)

Bersaing di kualitas

Tingkatkan diferensiasi produk


dengan menambahkan keunggulan
pada sebuah produk, atau bangun
awareness terhadap keunggulan
yang ada dan manfaatnya. Tekankan
adanya resiko pada harga yang
murah.

Manfaatkan kemungkinan

Bentuk strategic partnersip dengan

kerjasama

menawarkan kerjasama ekslusif


dengan supplier, reseller, atau
penyedia jasa yang berhubungan
dengna bisnis anda.

Respon Harga
Gunakan harga yang komplek Tawarkan harga paket (bundled
prices), paket harga dua produk

(two-part pricing), kuantiti diskon,


harga promosi, atau program
loyalitas untuk beberapa produk,
beli dua dapat satu.
Kenalkan produk baru

Perkenalkan produk baru (flanking


brands) yang khusus untuk bersaing
di arena dimana pesaing
menerapkan strategi harga. Hal ini
juga sebagai usaha untuk
menghindari persaingan harga pada
segmen produk anda yang telah ada.

Gunakan harga yang menarik Sesuaikan harga produk regular


anda dalam merespon perubahan
harga pesaing atau potensi lain
untuk memasuki pasar

6. Competitive Intelligence Program (CIP)


Secara umum, CIP adalah proses secara terus-menerus secara sistematis untuk
mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang kegiatan para pesaing dan kecenderungankecenderungan bisnis (trend politik, ekonomi, teknologi) untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Dalam artian lain, CIP ini merupakan kegiatan spionase secara legal untuk kemajuan perusahaan.
Seseorang dari perusahaan telepon seluler melakukan perjalanan menjelajahi Philadelphia
sambil menyadap transmisi telepon seluler pesaingnya. Yang disadap bukanlah
pembicaraan orang lain dan dia tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum atau yang tidak
etis, tetapi dia sedang mengukur kekuatan dan jangkauan sinyal pesaing mereka.
Sebuah perusahaan minuman menganalisis air limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan
pesaingnya. Tujuan akhirnya adalah untuk menghemat biaya promosi dan iklan. Semua orangorang ini terlibat dalam dunia intelejen kompetitif yang misterius. Inilah dunia yang dihuni oleh
mata-mata perusahaan dan orang bisnis yang keras hati, yang mencari peluang untuk
mengalahkan pesaingnya. Bila hal tersebut dilakukan secara bertanggung jawab, maka kegiatan

tersebut menjadi sah dan etis, walaupun beberapa perusahaan telah diketahui melampaui batas,
seperti mencuri informasi, menyadap telepon, merampok kantor, dengan demikian mereka telah
memasuki dunia spionase industri.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyalah
perusahaan memiliki strategi pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun
memasarkan produk /jasanya.
Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan
perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan,
maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.
Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjualannya
ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi
pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.
Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada
besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin
dapat menerapkan strategi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil.
Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil
dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan
lebih baik daripada perusahaan besar.
Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan
perusahaan akan dapat menetukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya,
untuk tetap maju dan berkembang ditengah-tengah persaingannya.

Dalam bauran pemasaran terdapat empat variabel yang sangat penting dalam strategi pemasaran,
yaitu terdiri dari produk, harga, promosi dan tempat. Keempat variabel itu diperlukan dalam
bauran pemasaran dan keempat variabel ini harus saling berkaitan satu sama lain. Hal ini
bertujuan agar dapat mencapai tujuan dari strategi pemasaran yang berupa keberhasilan
menyeluruh. Yang sangat dipentingkan, bahwa pemilihan pasar target dan pengembangan bauran
pemasaran saling berkaitan. Kedua kegiatan ini diputuskan bersama. Yang harus dibandingkan
dengan tujuan perusahaan adalah strategi bukan pasar target alternatif atau bauran pemasaran
alternatif.
B. SARAN
Demikianlah penulisan makalah ini, apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan dalam
pembahasan makalah ini, terutamanya penulis ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya dan
juga penulis harapkan teguran yang sehat sekiranya dapat membangun dalam perbaikan
pembuatan makalah ini.

Diposkan oleh dstar18 di 20.37


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
2 komentar:

1.
Doctor Hook8 Februari 2015 17.49
aku copy y cantiikkkk.... makasih
Balas
2.

FBS Indonesia22 November 2015 18.47


FBS Indonesia FBS ASIAN adalah salah satu Group Broker Forex Trading FBS
Markets Inc
yang ada di ASIA dimana kami adalah online support partner fbs perwakilan yang sah
dipercayakan oleh perusahaan FBS untuk melayani semua klien fbs
di asia serta fbs yang ada di indonesia.
----------------Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan
banyak lagi yang lainya
Buka akun anda di fbsasian.com.
----------------Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : fbs2009
Balas
Muat yang lain...
Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Arsip Blog

2013 (2)
o Desember (2)

Strategi Pemasaran dan Analisis Pesaing

Makalah Kepemimpinan

Mengenai Saya

dstar18
Lihat profil lengkapku

Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

Mikhael Herman
Work Hard Play Hard Study Hard

Menu
Skip to content

Home

Whats Happened

CONTACT

AUTOCRAT OF

Tugas Makalah Strategi Pemasaran


Bank Mandiri

October 4, 2013
Konsep pemasaran bank sebenarnya tidak banyak berbeda dengan konsep pemasaran untuk
sektor bisnis yang lain, seperti sektor industri manufaktur, sektor bisnis jasa, dan lain-lain.
Perbankan merupakan salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya lebih
cenderung mengikuti konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan industri
jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan
konsep-konsep pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat dipengaruhi oleh tingkat
kepercayaan masyarakat.
Menurut Kotler (1997:92) Marketing Mix is the set of marketing tools that the firm uses to
pursue its marketing objectives in the target market. Atau kurang lebih dapat diterjemahkan
sebagai berikut, Bauran Pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan
perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran Pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi 4 variabel atau
kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu: produk, harga, kegiatan
promosi, dan kegiatan distribusi.
Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar, Bauran Pemasaran telah mengalami
evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan
para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran
(marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8P
yaitu sebagai berikut :
1. Product elemenst.
Semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan. Yang penting
diperhatikan dalam desain dan produk jasa perbankan adalah atribut yang menyertai, seperti:
sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa bank juga memperhatikan hal-hal
yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.
2. Price and other user outlays.
Pengeluaran uang, waktu, dan usaha pelanggan untuk menikmati produk yang ditawarkan.
Pengertian harga dalam produk dan jasa bank, berupa kontra prestasi dalam bentuk suku bunga,
baik untuk produk simpanan maupun pinjaman, serta fee untuk jasa-jasa perbankan atau biaya
administrasi.
3. Promotion and education.
Aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang
dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan. Kegiatan promosi pada
produk dan jasa bank pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi.
Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion, public
relation, sales trainning, marketing research & development.
4. Place, cyberspace and time.
Keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik
kepada pelanggan. Atau disebut juga saluran distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa
perbankan, berupa Kantor Cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang
ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat dilakukan melalui
saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan internet.
5. People.
Adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Ciri bisnis bank adalah

dominannya unsur personal approach, baik dari jajaran front office, back office sampai tingkat
manajerial. Para pekerja bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal.
6. Process.
Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan yang diberlakukan oleh
bank terhadap produk dan jasa bank. Sistem dan prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah
pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat,
walaupun bagi bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang
tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.
7. Productivity and Quality.
Produktivitas adalah sejauh mana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan
kedalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan. Sedangkan Kualitas
adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi
kebutuhan, keinginan, dan harapan.
8. Physical Evidence.
Perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan
layanan.
Download makalah selengkapnya klik disini
About these ads

Share this:

Click to share on Twitter (Opens in new window)

Share on Facebook (Opens in new window)

Click to email this to a friend (Opens in new window)

Related
Strategi Pemasaran GerilyaIn "ama"
STRATEGI PEMASARAN PRODUK GLOBAL - Big Cola Menantang Coca ColaIn "ama"
Manajemen Koperasi & UKMIn "ama"
This entry was tagged ama, bank, bank mandiri, contoh makalah, makalah, manajemen
pemasaran, marketing, mikhael herman, pemasaran, pemasaran bank, seminar manajemen, stie
ama, strategi pemasaran, strategi pemasaran bank. Bookmark the permalink.

Post navigation

Contoh Proposal Skripsi


Makalah Penerapan Knowledge Manajemen Di Perusahaan Penerbangan Boing
Create a free website or blog at WordPress.com. The Timepiece Theme.
Follow

Follow Mikhael Herman


Get every new post delivered to your Inbox.
Build a website with WordPress.com

AKUNTANSI & MANAJEMEN


Catatan Seputar Dunia Akuntansi dan Manajemen

Home

About Me

5 Strategi Pemasaran Produk Dasar ini Patut


Dicoba
Strategi Pemasaran Produk - Didalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, ada beberapa hal
yang dirasa lebih penting dibandingkan menghasilkan sebuah produk, apa itu?
Strategi Pemasaran !

Strategi Pemasaran
Ya, Pemasaran produk menjadi hal yang penting manakala produk telah dihasilkan, lantas
akankah produk tersebut hanya menjadi barang koleksi saja tanpa adanya penjualan? dan bahkan
jika tak punya produk sekalipun, banyak pebisnis yang sukses "hanya" dengan ilmu pemasaran
yang dimilikinya, menjualkan produk orang lain.
Strategi Pemasaran adalah kunci keberhasilan penjualan sebuah produk, tanpa mengesampingkan

kualitas produk yang juga dibutuhkan untuk kepuasan konsumen yang menjadi nilai tersendiri
dan membantu dalam strategi pemasaran.

Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan


Anda telah memastikan produk yang anda hasilkan adalah produk yang memiliki kualitas
terbaik? atau paling tidak memenuhi standar kepuasan konsumen? maka susunlah Strategi
Pemasaran yang efektif serta efisien yang dalam prosesnya nanti bisa berjalan secara dinamis
serta bisa anda kontrol.
Lima hal berikut merupakan strategi pemasaran yang umumnya diterapkan oleh berbagai
perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk barang atau jasa yang dihasilkan para pebisnis
Mengenali Pelanggan
Pertama, Kenali target pasar yang anda bidik, lakukan identifikasi bisa melalui survey atau
pengamatan dan yang lainnya, semisal bisnis yang dijalani berkecimpung dalam bidang
katakanlah pakaian bayi, maka usahakan pasar yang dibidik adalah kalangan wanita berumur
atau ibu ibu yang memiliki kepentingan dan merasa membutuhkan. Bisnisnya bergerak dibidang
minuman beregergi? tinggal sasar saja para pemuda pemuda khsusnya pria yang gemar
berolahraga ataupun laki laki pekerja.
Ketepatan identifikasi tepat sangat membantu mempermudah didalam menyusun strategi
pemasaran yang efektif dan efisien serta menghindari pembengkakan biaya dan waktu yang bisa
melelahkan, tentu sangat sulit bagi anda jika anda menjual garam di wilayah madura bukan?
ataupun menawarkan sepatu bola pada arisan ibu ibu. Tentu hal tersebut sangat membuang
waktu, tenaga, dan sisa sia disamping biaya yang dikeluarkan tidak sedikit
Melakukan Promosi
Melakukan produk yang dihasilkan kepada konsumen secara kreatif. Sedapat mungkin
melakukan promosi yang konsisten terus menerus apalagi secara masif
Dan jangan lupa, amati kerja para kompetitor bagaimana mereka melakukan promosi produknya
kepada konsumen. apa yang mereka terapkan, anda bisa memodifikasi lalu menerapkannya juga
dengan cara yang lebih dari para pesaing.
Namun jangan pernah mengekor, itu hanya akan membuat kesuksesan produk kita juga akan
"mengekor". menjalankan ide secara orisinil lebih diutamakan dan hasilnya akan jauh lebih
efektif dan efisien dari sekedar mengekor.
Oh, Iya, Satu lagi cara memasarkan produk yang bisa dilakukan, mengusahakan promosi gaya
dari mulut ke mulut. Sebuah cara yang banyak pihak menyatakan kuno, ya bisa jadi. namun jika

berhasil membuat suatu program dimana sukses menyebabkan masyarakat membicarakannya


terus menerus dari mulut kemulut mengenai produk yang dihasilkan, maka ini akan menjadi viral
dan masif dipromosikan dengan biaya yang relatif kecil, efektif dan tentu juga efisien.
Memilih Lokasi Strategis
Pemilihan lokasi, pernah melihat kantor cabang bank nasional disebuah gang kecil ?
Pernah melihat sebuah luxury store menjajakan barangnya di pasar tradisional?
Ataupun pedagang yang menjual perlengkapan solat ditengah tengah lokalisasi?
Saya yakin hampir pasti hal tersebut tidak terjadi. mengapa?
Seperti yang disebut diatas tadi, kita akan kesusahan apabila menjual garam dimadura. saya pikir
sudah banyak yang mengerti.
Kita bisa melihat warung warung banyak bertebaran di sekeliling kampus, para penjual kaos bola
melingkari stadion ataupun kantor bank yang selalu terletak di jalan utama kota. Pemilihan lokasi
adalah salah satu strategi dalam menjaring konsumen. Lokasi strategis yang mudah dijangkau
oleh pelanggan yang anda sasar tentu memudahkan dalam meningkatkan penjualan produk.
Menggunakan Media Internet Marketing

Strategi Pemasaran
Internet Marketing, kata kata ini sudah menghiasi keseharian kita paling tidak setengah windu
belakangan ini. Internet marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang sedang naik
pamor saat ini. Media sosial menjadi ladang pemasaran baru, dengan jejaring sosial, manajemen
pemasaran bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan konsumennya, sudah banyak jasa jasa
internet marketing, tool tool internet marketing bisa digunakan untuk mengetahui kebutuhan
konsumen yang bagaimana yang perlu disasar. Internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi
sebagian masyarakat, bisa dibayangkan sehari tanpa koneksi internet? khususnya pemuda
pemudi? anda tentu bisa bayangkan sendiri, betapa begitu besarnya pangsa pasar dari dunia maya
yang bisa digarap saat ini.
Dunia sedang berubah, konsumen cenderung lebih ingin berbelanja tanpa harus capek, ribet dan
langsung menuju tempat dimana dia membutuhkan sesuatu tanpa tahu apakah ditempat yang
dituju, barang yang dia inginkan tersedia atau tidak. akan mengorbankan banyak waktu dan

melelahkan harus memecah keramaian dalam perjalanan. Internet adalah solusinya


Website, jejaring sosial, fanspage atau teknis teknis detail lainnya dalam dunia internet seakan
menjadi kebutuhan khusus dalam strategi pemasaran. Internet marketing bisa memunculkan
interaksi secara langsung dengan pelanggan tanpa ada batas ruang dan waktu
Menjalin Ikatan Baik Terhadap Konsumen
Sudah pasti pernah mendengar istilah "Konsumen Adalah Raja".
Perlakukanlah konsumen layaknya seorang raja untuk menjaga kelangsungan bisnis. Menjalin
hubungan yang erat dengan konsumen, semisal menghubungi hanya untuk sekedar menanyakan
pendapatnya atas produk, testimoni atas produk yang dikeluarkan dan promo promo yang
dijalankan.
Konsumen memerlukan produk dan perusahaan memerlukan konsumen. Simbiosis mutualisme
ini harus diterapkan, mempertahankan konsumen bukanlah perkara mudah, menjalin ikatan
dengan konsumen akan memudahkan ini. Kita bisa sering melihat gathering gathering antar
sesama pemilik mobil ABC katakanlah yang diselenggarakan oleh perushaan ABC itu, touring
yang dilakukan beberapa dealer sepeda motor tiap bulan, atau pun jalan sehat bersama pagi hari
oleh beberapa produk kesehatan. Mereka melakukan itu semua hanya untuk bisa berinteraksi
dengan konsumen, menjalin ikatan dan pengenalan produk tentunya
Menjalin ikatan denga konsumen secara baik adalah kunci yang lumayan ampuh dalam
kesuksesan penjualan produk.
Artikel Terkait:
najemen Pemasaran

5 Strategi Pemasaran Produk Dasar ini Patut Dicoba

Fungsi Pemasaran yang Perlu Diketahui

Manajemen Pemasaran Internasional

Strategi Pemasaran, 5 Unsur Ini Harus Diketahui

Diposkan oleh Eka Nicho


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Label: Manajemen Pemasaran
5 comments:

1.
dedi videomaker5 October 2015 at 05:14
nice info gan
Reply
2.
yossi nurlan12 October 2015 at 08:13
luar Biasa!!!
jangan lupa strategi CDMA = O
C = Coverage Area
D = Distribution product (apakah sudah merata?? seberapa luas pemerataan'nya?)
M = Monitoring (outlet,custommer,competitor)
A = Activation (aktivasi outle vakum)
to Create Omzet!
Reply
Replies
1.
Eka Nicho15 October 2015 at 20:48
wah mantap tambahannya... terima kasih.. salam kenal
Reply
3.
Sopik Imam28 October 2015 at 17:31
mantaaap dan mudah dipahami
Reply

Replies
1.
Eka Nicho31 October 2015 at 21:09
terima kasih pak imam sudah membaca artikel strategi marketing ini :)
Reply
Load more...
Thanks for coming, kritik dan sarannya kami tunggu, berkomentarlah dengan sopan | Mohon
maaf apabila komentar atau pertanyaan yang tidak terjawab karena keterbatasan waktu dan ilmu |
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dishare
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Cari Artikel Disini

About Me

Eka Nicho
halloo.... i'm nicho
im writer at akuntansi
i love krasak pppfffttt
View my complete profile
Sering Dibaca

PENGERTIAN MANAJEMEN, Ini Penjelasannya !

Ini 4 Fungsi Manajemen dan Pembahasannya

Laporan Laba Rugi + Contoh

Pembahasan MANAJEMEN KEUANGAN Lengkap !

Jurnal Penyesuaian | Contoh Jurnal Penyesuaian

Neraca | Pengertian dan Contoh Neraca

Follow by Email

Blog Archive

2015 (99)
o June (6)
o May (4)
o April (5)
o March (35)

Sekilas Tentang Hukum Pajak

4 Fungsi Pajak yang Utama

Pajak Penghasilan, Apa itu?

Wajib Pajak Itu Siapa?

Pengertian Pajak Begini Toh Ternyata...

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Strategi Operasional

Fungsi Manajemen Operasional

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

8 Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen

Manajemen Proyek Gagal Karena 13 Hal Ini

Beberapa Fungsi Manajemen Proyek

Manajemen Proyek Sistem Informasi | Konsep Dasar

5 Strategi Pemasaran Produk Dasar ini Patut Dicoba...

Fungsi Pemasaran yang Perlu Diketahui

Manajemen Pemasaran Internasional

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Tujuan Manajemen Keuangan Dalam Perusahaan

Beberapa Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen Strategi Sektor Publik

Fungsi MANAJEMEN STRATEGI Bersifat Kompetensi

11 Manfaat Manajemen Strategi yang Bisa Diperoleh

Pengertian MANAJEMEN OPERASIONAL

Pengertian AMORTISASI

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuang...

Jurnal Penutup itu Seperti Ini

Siapa Auditor Itu ?

Jurnal Pembalik | Pengertian dan Contoh Jurnal Pem...

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

9 Langkah Mudah dalam Siklus Akuntansi

Mau Jadi Konsultan Pajak? Baca Ini

Seperti Ini PENGERTIAN KAS dalam Akuntansi

o February (33)
o January (16)

2014 (29)

2010 (2)

Categories

Aktiva

Aktiva Lancar

Aktiva Tetap

Aktiva Tidak Berwujud

Akuntansi

Akuntansi Biaya

akuntansi keuangan

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Perpajakan

Artikel

audit

Harga Pokok Penjualan

Kas

Laporan Keuangan

Manajemen

Manajemen Keuangan

Manajemen Operasional

Manajemen Pemasaran

Manajemen Proyek

Manajemen Strategi

Manajemen Sumber Daya Manusia

Pajak

penggabungan usaha

Penyusutan

profesi akuntansi

Siklus Akuntansi

siklus akuntansi persamaan dasar akuntansi


nicho. Powered by Blogger.

Home

Strategi Kerja

Dunia Kerja

Home Manajemen Strategi Pelanggan adalah Raja, maka Layanilah dengan


Seksama
Pelanggan adalah Raja, maka Layanilah dengan Seksama
Posted by admin in Manajemen Strategi On September 15, 2013

Mungkin Anda berpikir bahwa Penjualan merupakan Ujung Tombak Perusahaan, sehingga perlu
Perhatian Khusus dan Spesial terhadap Tenaga Pemasar atau Marketer. Dan bahkan Anda pun
menyediakan Prosedur Khusus bagi Tim Marketing yang notabene menjadi Anak Emas dalam
Organisasi Bisnis. Namun tahukah Anda bahwa saat ini, konsep Marketing sebagai Anak Emas
tidak lagi menjadi Primadona dalam sebuah Bisnis Perusahaan, karena tanpa Team Support,
maka Marketing hanya akan menjadi Macan Ompong. Maka tak heran saat ini banyak Industri,
Perusahaan Besar atau Kecil, Manufaktur atau Jasa, Swasta dan Pemerintah, berlomba-lomba
dalam Penanganan Pelanggan atau Customer Services. Dan Pendekatan secara Konsisten dari
sebuah Keluhan Pelanggan menjadi Program Kerja yang akan menguntungkan Perusahaan dan
pastinya Pelanggan.
Pelanggan adalah Raja maka Anda perlu melayaninya dengan Seksama dan Sebaik mungkin.
Setiap Keluhan, Inputan atau Kritik dan Saran, perlu disediakan wadah yang akan menjadi Solusi
bagi setiap permasalahan. Keluhan adalah Pernyataan atau Ungkapan Kekurang Puasan terhadap
sebuah produk dan jasa yang Anda miliki, diungkapkan secara Lisan atau Tulisan, dilakukan oleh
Pelanggan Internal maupun Eksternal. Jelas bahwa Pelayanan Pelanggan adalah proses yang
cukup Berdampak jika tidak dilakukan dengan maksimal dan seksama. Jika Pelanggan Anda
adalah Tim Departemen yang berbeda, maka akan menjadi sebuah Friksi atau Konflik Internal
pada waktunya nanti. Dan jika Pelanggan Anda adalah pihak Eksternal maka akan berpengaruh
pada Brand Image Perusahaan.

Bagaimana Anda dapat menangani Keluhan Pelanggan dengan cara efektif. Berikut beberapa
Prosedur yang dapat dimanfaatkan dalam Customer Services.

1. Buat Pendekatan Umum dalam Penanganan Keluhan Pelanggan.


Pastikan setiap orang dalam Perusahaan memiliki Cara Pandang yang sama tentang Pengertian
dan Definisi Pelanggan, sehingga pelayanan pelanggan menjadi bagian dari Nilai dan Budaya
Perusahaan. Manajemen Senior berperan dan bertanggung jawab besar terhadap Kepuasan
Pelanggan, sehingga tak dapat dipungkiri sebutan Pelanggan adalah Raja, dan Layanilah dengan
Seksama.

2. Sediakan Form Standar untuk Keluhan.


Demi Proses Pelayanan Keluhan Pelanggan dapat terwujud dengan Baik dan Benar, maka
Manajemen perlu menyediakan sebuah Standar Format Keluhan yang diketahui oleh seluruh
pihak terkait, mulai dari Frontliner sampai dengan Manajemen Senior. Pelayanan Pelanggan
merupakan bagian yang terintegrasi dalam Manajemen Strategi dan tidak dapat dikesampingkan,
terlebih dengan Kompetisi Pasar yang makin Tinggi.

3. Analisa Keluhan Pelanggan dengan


Seksama.
Ketika terjadi Keluhan Pelanggan, maka disinilah Kesempatan Anda dalam Manajemen untuk
melakukan Analisa Kedua mengenai Proses dan Prosedur Pelayanan Pelanggan atau Customer
Service. Sikap dan Perilaku Tim Terdepan dalam Pelayanan Pelanggan ini harus mencerminkan
Profesionalisme dan Sikap Empati. Lebih jauh tentang Perilaku Pelayanan Pelanggan dapat
dilihat dari berbagai sumber mengenai Perilaku Wajib seorang Frontliner.

4. Bangunlah Tanggung Jawab.


Frontliner Perusahaan Anda harus diberdayakan dalam mengambil Tindakan Pelayanan Keluhan
Pelanggan khususnya, sehingga dapat terselesaikan dengan Cepat dan Akurat. Pelanggan perlu
dijelaskan dengan siapa mereka akan berhubungan mengenai Keluhan tersebut dan harus
diberikan pengertian Berapa Lama Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Keluhannya.
Dalam Manajemen Strategi, Kesederhanaan adalah Kunci Sukses, maka dalam Pelayanan
Pelanggan pun Anda tidak perlu membolak-balik Pelanggan Anda dari satu meja ke meja
lainnya.

5. Menentukan Prosedur Eskalasi.


Buatlah Prosedur yang jelas jika Keluhan Pelanggan tidak selesai di depan oleh para Frontliner.
Manajemen Senior harus memutuskan Tindakan yang tepat terkait masalah Pelanggan ini. Jika
terjadi konflik dengan Pelanggan hal-hal yang wajib dilakukan tidak akan memakan waktu dan
tenaga, apabila Anda telah menetapkan Prosedur Eskalasi Masalah.

6. Penyelesaian Keluhan Pelanggan.


Selesaikan segera setiap Masalah Keluhan Pelanggan tanpa harus mencari Kompensasi,
Menunggu Negosiasi dan lainnya. Hubungi Pelanggan dalam Interval Waktu yang telah
disepakati, sehingga permasalahan keluhan tidak bertele-tele. Penyelesaian Keluhan Pelanggan
dilakukan Lebih Cepat untuk hasil Lebih Baik.

7. Form Keluhan Ditanda tangani.


Ketika Keluhan telah diselesaikan kedua belah pihak, maka Form Standar yang telah dilengkapi
sebelumnya perlu dan wajib ditanda-tangani Pihak-pihak Terkait, mulai dari Pelanggan,
Penerima Keluhan atau Frontliner dan Supervisor terkait. Ini diperlukan dalam mengantisipasi
Permasalahan yang sama di kemudian hari.

8. Tindakan Perbaikan Internal.


Selain tindakan pelayanan keluhan, perlu pula Anda analisa secara Internal apakah diperlukan
Tindakan Korektif terhadap Personal terkait, Prosedur dan Proses Kerja atau lainnya. Jika
pelatihan internal harus dilakukan maka segera persiapkan demi menghindari dan menghadapi
potensi masalah yang akan datang.

9. Evaluasi Kepuasan Pelanggan.

Pastikan Pelanggan merasa mendapatkan Kepuasan dengan Pelayanan Keluhan mereka tempo
hari dan masih menjadi Pelanggan Setia bagi Organisasi Anda. Hal ini dapat dilakukan beberapa
minggu kemudian, sebagai bagian dari Evaluasi Kepuasan Pelayanan Keluhan Pelanggan.

10.Analisa Keluhan Pelanggan secara Periodik.


Form yang telah direkapitulasi dari semua Keluhan Pelanggan, harus dianalisa dan dijadikan
sebuah arsip yang perlu dilaporkan kepada Manajemen Senior secara Periodik. Analisa
mengenai Keluhan Pelanggan ini akan menjadi sebuah Quality Improvement dalam Jangka
Panjang.
Pelanggan adalah Raja, maka dengan Melayani Pelanggan secara Seksama dan Efektif, secara
Langsung Anda telah mempertahankan Tumbuh Kembang Perusahaan dalam Jangka Panjang.
Pelanggan adalah Pembeli yang Kembali, jasa dan produk yang dijual Perusahaan Anda akan
menjadi sebuah Nilai Lebih bagi Pembeli yang Kembali, maka jadilah mereka seorang
Pelanggan. Pelanggan adalah Raja sehingga perlakukan mereka dengan Empatik.
ikhtisar.com
Share this:

Share

Related

Pengalaman Pelanggan sebagai acuan Tumbuh Kembang Perusahaan Anda

In "Manajemen Strategi"

Pentingnya Karyawan Anda dibandingkan Pelanggan


In "Manajemen Strategi"

Langkah Ampuh Menghadapi Aneka Macam Tipe Pelanggan Perusahaan Anda

Tidak henti-hentinya Anda akan selalu berhadapan dan berurusan dengan Pelanggan. Pelanggan
menjadikan Perusahaan dan Organisasi Anda Berkembang dan Bertumbuh. Setiap Organisasi
khususnya dalam Bidang Bisnis tentu akan bergantung Baik Buruknya Pelayanan Pelanggan atau
Customer Service. Bermacam Ragam Pelanggan menjadikan Anda perlu mempersiapkan Diri
dan Anggota Tim dalam Menghadapi dan Melayani
In "Manajemen Strategi"
About Author

admin
No Responses
Leave a Reply

Popular Posts

Recent Posts

Langkah-langkah Strategis mencapai Sukses dalam Hidup Anda


27/04/2014

Manfaat Pentingnya Keberagaman Gender dalam Organisasi Anda


30/01/2014

Bagaimana Om William membangun Astra International sebagai Perusahaan


Raksasa
31/12/2013

Pentingnya Anda Membangun Loyalitas Karyawan


22/09/2012

Bagaimana cara Meraih dan Mengejar Impian Anda


31/08/2013

Hebatnya Sinergi Membentuk Kerjasama Kreatif dalam Organisasi Bisnis Anda


23/06/2013

Pemahaman dan Pengertian Strategic Planning, sebuah Definisi bagi Organisasi


5/04/2013

Find us on Facebook

Follow us @Twitter

Stay Connected with us

Pages

About Us

Sitemap

Terms and Conditions

Categories

Kepemimpinan

Manajemen Strategi

Motivasi Diri

PDCA

Pengembangan Diri

Pengembangan Karir

Ikhtisar.com Mempelajari Hal Besar dari Orang Besar Copyright 2015.


Theme by The Strategist. Back to Top
http://www.esyndicat.com/

Beranda

TANYA JAWAB SEO

DAFTAR ISI BLOG

sitemap

Alat-Tools SEO

sumberjambe
Rahasia SEO, Tips Trik Rahasia, Bisnis, Psikologi, Info Terbaru

Sumberjambe

seo

tips trik

bisnis

Tips psikologi

Teknologi

Jejaring sosial

Biografi

Link
Subscribe
Follow Me
Be Our Fan
Publisher

AUTHOR

blog sumberjambe Mengupas tuntas tentang Tips Trik Terbaik Rahasia, SEO Indonesia, Info

Terbaru dan Bisnis.

Certified by SEO in Practice

Anda Berada di Home > Bisnis > Cara Mempertahankan Pelanggan

Cara Mempertahankan Pelanggan


2/19/2012 Akharis Yuli No comments
Mencari pelanggan baru jauh lebih mahal daripada mempertahankan yang sudah ada.
Pelayanan pelanggan lebih dari sekedar menjaga pelanggan puas. Ini adalah tentang
mempertahankan aliran pendapatan bisnis anda. Seorang pelanggan hilang berarti kehilangan
pendapatan dan pelanggan tidak puas dapat merusak reputasi bisnis.
1. Cara Pelayanan pelanggan yang efektif adalah:

Memahami kebutuhan pelanggan

Memberikan pelayanan prima

Membuat kotak dan tindak lanjut secara berkelanjutan.

Dalam persaingan pasar yang sengit adalah masuk akal untuk menyediakan pelayanan yang
prima. Pelanggan mengambil keputusan pembelian berdasarkan nilai-nilai seperti pelayanan
yang mereka terima, bukan hanya sekedar harga, kualitas dan ketersediaan. Pemilik bisnis harus
memastikan semua karyawan atau orang yang terlibat dalam bisnis mempunyai komitmen untuk

pelayanan pelanggan yang prima.


Ini adalah ide yang baik untuk:

Membangun pelayanan prima ke dalam bisnis

Menggabungkan strategi pelayanan pelanggan ke dalam bisnis dan rencana pemasaran.

Mengembangkan budaya kerja yang mencerminkan komitmen untuk pelayanan


pelanggan yang baik dan memastikan pelanggan tahu tentang hal itu.

2. Cara Memahami Kebutuhan Pelanggan


Pelayanan mempunyai nilai manfaat apabila memahami kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu,
penting untuk mengembangkan pemahaman yang baik tentang kebutuhan pelanggan.
Cara memahami kebutuhan pelanggan dengan jalan:

Meminta pelanggan tentang pengalaman mereka setelah menggunakan produk, bisa


berupa formulir tanggapan, survey bisnis kepuasan atau pun daftar pertanyaan lisan bagi
pelanggan

Telepon atau kunjungi pelanggan pada titik-titik kritis - setelah penjualan awal, misalnya
- dan menanyakan apakah produk / jasa memenuhi kebutuhan mereka. Pertimbangkan
agen dari luar untuk mendapatkan umpan balik jika diperlukan

Telepon atau kunjungi pelanggan jika mereka belum berhubungan dengan Anda untuk
beberapa waktu lamanya. Tanyakan bagaimana bisnis mereka dan memastikan apa saja
kebutuhan mereka yang kurang.

Menerima keluhan pelanggan dan mengatasi pemecahan dengan segera, hal ini untuk
menghindari hilangnya pelanggan dan mencegah pelanggan mengungkapkan keluhan
kepada orang yang lebih banyak lagi.

Menyimpan daftar keluhan pelanggan untuk mengidentifikasi pola dan penyebab


ketidakpuasan

Mencari tahu apa yang pesaing bisnis tawarkan

Meminta pelanggan apa lagi yang mereka butuhkan dari Anda.

Umpan balik pelanggan yang paling efektif ketika ada umpan balik baik positif maupun negatif.
Harus diperoleh secara teratur dan fokus pada apa yang pelanggan butuhkan dan tidak mereka
perlukan.
3. Memberikan Pelayanan Prima
Pertimbangkan faktor-faktor kunci berkontribusi terhadap pelayanan pelanggan yang prima
antara lain:

Ciptakan budaya kerja fokus pada pelanggan - Hidup dengan semangat bahwa
pelanggan adalah raja dan tidak ada yang terlalu sulit ketika seorang pelanggan ingin
atau butuh sesuatu. Pastikan bahwa melayani pelanggan dengan baik adalah nomor satu
untuk prioritas bisnis.

Memberikan Pengalaman yang komplit - Memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi


dari awal sampai akhir. Mengenal dan mengatasi karakter pelanggan sehingga membuat
pelanggan merasa dihargai, bahkan setelah proses penjualan selesai. Misalnya,
menawarkan jaminan garansi, instalasi atau dukungan yang berkelanjutan.

Pelayanan prima - memberikan produk / jasa tepat waktu dan sesuai permintaan.

Akuntabilitas - menerima tanggung jawab penuh untuk menyediakan produk/jasa


berkualitas tinggi. Pastikan standar produk/jasa yang Anda berikan telah ditetapkan.

Efisiensi - memberikan produk dan pelayanan dengan meminimalkan prosedur untuk


pelanggan.

Jaminan - membuat kepercayaan pelanggan melalui pendekatan profesional,


menunjukkan pengetahuan tentang produk / jasa dan keunggulan.

Perhatian terhadap detail mengungkap segala rincian terkecil dari pelanggan.


Tampilkan bisnis Anda peduli dan siap untuk memberikan perhatian individual kepada
pelanggan.

Penampilan - memastikan citra positif bisnis dan penampilan memperkuat kepercayaan


pelanggan.

Tetap berhubungan - mempertahankan informasi pelanggan tentang kemajuan dan


perkembangan. Tindak lanjut setelah produk / layanan telah diberikan.

Strategi pemulihan - menempatkan proses di tempat sehingga bisnis mengakui masalah


ketika muncul dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya.

Tambahkan nilai - eksploitasi bagaimana bisnis dapat menawarkan sedikit tambahan,


seperti memasok produk gratis atau pelayanan setelah penjualan awal atau menyediakan
tindak lanjut informasi berharga.

4. Kapan Pelayanan dikatakan Prima?


Ketika ada referensi dari mulut ke mulut, adalah salah satu bentuk yang paling efektif untuk
promosi. Tidak memerlukan biaya apapun yang membawa kredibilitas karena didasarkan pada
pengalaman pribadi pelanggan atas pelayanan Anda. Promosi dari mulut ke mulut ibarat sebagai
virus pemasaran.
Pelanggan yang puas tidak hanya cenderung kembali untuk membeli lagi, tetapi mereka juga
cenderung untuk berbicara positif tentang bisnis Anda kepada orang lain. Pengalaman pelanggan
terhadap pelayanan buruk juga cenderung membuat efek negatif secara berantai.
Pelayanan pelanggan yang prima melebihi harapan pelanggan sehingga dapat membuat bisnis
menonjol dari para pesaing Anda. Hal ini dapat menjadi strategi utama bisnis untuk mendapatkan
dan mempertahankan pelanggan baru. Agar efektif, pelayanan pelanggan harus konsisten pada
setiap proses bisnis. Dari saat pelanggan berpikir tentang pembelian, sampai ke pengiriman akhir
dari produk / layanan, ada peluang bagi bisnis untuk meningkatkan pengalaman yang baik
kepada pelanggan.
Cara-cara mempertahankan pelanggan harus secara konsisten dan berkelanjutan Anda terapkan
dalam rencana bisnis, penjualan maupun pemasaran di semua proses bisnis dari awal sampai
akhir, ini adalah salah satu cara rahasia menjadi pengusaha sukses.
Posted in: Bisnis
You might also like:
Trik Bisnis Cara Melayani Pelanggan dengan Baik

Tips Sukses Memuaskan Pelanggan


Trik Cara Mengenal dan Mengatasi Karakter Pelanggan
Linkwithin

Masuk log
Ikuti diskusi ini

Komentar
Belum ada komentar Jadilah yang pertama!

Tulis komentar baru

Check Spelling

Masukkan teks disini!

Site URL

Komentar sebagai Tamu atau masuk log:

Masuk log ke IntenseDebate

Login to WordPress.com

Masuk log Twitter

Nama
Email

Ditampilkan disebelah komentar kamu

Tidak ditampilkan pada publik

Kirim Komentar
Berlangganan
Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda. Semoga Anda Sukses.
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Search

Sumberjambe

Tags

Blog Archives

Service
dmoz.org

Diberdayakan oleh

Terjemahan

Software Gratis
Dapatkan Aircraft Engine Design System Analysis Software V1.26 (Software Analisa Desain
Mesin Pesawat Jet) Full Version. GRATIS!!!

MODUL2 EBOOK GRATIS

Blog Populer

10 Rahasia Cara Menjadi Pengusaha Sukses

Trik Bisnis Cara Melayani Pelanggan dengan Baik

Rahasia Sukses Bisnis Carlos Slim Helu Orang Terkaya di Dunia

Trik Rahasia Mendapatkan Bantuan Modal Usaha Kecil dengan Bunga 6%

Kumpulan Arti Sukses Menurut Pengusaha Sukses

Contoh Proposal Bantuan Dana Pinjaman PKBL

Sekilas tentang Pesawat Jet

Biografi Orang Terkaya Di Dunia, Carlos Slim Helu

Tips Rahasia memulai bisnis usaha kecil menengah agar sukses selamanya

Trik Cara Mengenal dan Mengatasi Karakter Pelanggan

Pengikut

netpennystocks.com/20...

Your 1st Step To Financial


Freedom!

oceanmoney.asia/?ref=561...

Community OceanMoney

havifix.gportal.hu/

PPC fogalm
t
miut
hirdet
referraltask.com/ref....

$500 PAYOUT REFFERAL.


STRESS FREE...... NOBODY
IS ASKING FOR YOUR
MONEY.
livingsimplistically....

Living Simplistically offers


many ideas to help you save
and earn money.

Connect With Us
Vietnam Travel Guide
Kecamatan Sumberjambe
Vietnam Rail Ticket booking Service & Travel services
Article Directory
Free xml sitemap generator
Akatsuki Blog
Batik Khas Banyuwangi

Free Traffic

STATISTIK

Copyright 2011 sumberjambe | Powered by Blogger


Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes |
Blogger Templates
Read more: http://akharisyuli.blogspot.com/2012/02/cara-mempertahankanpelanggan.html#ixzz3sJ0V7UVI