Anda di halaman 1dari 55

FILARIASIS

Klasifikasi

Lymphatic filariasis:
- Wuchereria
bancrofti
- Brugia malayi
- Brugia timori
Body cavity:
Mansonella perstan

Cutaneous
subcutaneous
filariasis:
- Onchocerca volvulus
- Loa-loa
- Mansonella ozzardi
- M. streptocerca

Etiologi Limfatik Filariasis

Wuchereria bancrofti
Brugia malayi
Brugia timori

Epidemiologi

W.bancrofti : kosmopolit di daerah tropis,


termasuk
Indonesia
B.malayi
: hanya terdapat di Asia, termasuk
Indonesia
B.timori
: hanya terdapat di Indonesia timur
(Flores,NTT)
B.malayi dan B.timori hanya terdapat di pedesaan
ok vektornya tdk berkembang biak di perkotaan

Life-Cycle
L1, L2, L3

2 minggu

L4
L5
Microfilaria
7 bulan

Vektor

Nyamuk Culex quinguifasciatus


- Vektor W.bancrofti di daerah urban
- Menggunakan air kotor dan tercemar sbg
tempat perindukan
Nyamuk Anopheles farauti
- Vektor W.bancrofti di Irian jaya
- Menggunakan bekas jejak binatang sbg
tempat perindukan

Berbagai macam nyamuk (An.koliensis,


An.punctulatus,Cx.annulirostris, Ae.kochi)
menjadi vektor W.bancrofti di daerah rural
An.subpictus merupakan vektor W.bancrofti
di NTT
Nyamuk Culex, Aedes dan Mansonia
- merupakan vektor B.malayi pada manusia
- tempat perindukan di daerah rawa
Nyamuk Mansonia merupakan vektor
B.malayi pada hewan

An.barbirostris
- merupakan vektor B.malayi di
Sulawesi
An.barbirostris
- merupakan vektor B.timori
- berkembang biak di daerah sawah dan
pantai

Wuchereria
bancrofti

Morfologi

Cacing dewasa
- bentuk halus seperti benang
- warna putih susu
- ukuran : jantan 40 mm x 0,1 mm
betina 65-100 mm x 0,25 mm
Mikrofilaria
- ukuran 250-300 x 7-8
- mempunyai sarung
- Cephalic space panjang = lebar
- Inti teratur
- Ekor runcing, tidak ada inti
- Badan smooth

Mikrofilaria W.bancrofti

Short cephalic space

Nucleus does not end

Mikrofilaria

Cacing dewasa

Male

Female

Mikrofilaria

Cacing dewasa hidup di saluran dan


kelenjar limfe
Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria
Mikrofilaria hidup di darah dan secara
periodik terdapat di aliran darah tepi,
pada umumnya bersifat periodisitas
nokturna
Mikrofilaria terkonsentrasi di sirkulasi
pulmonary pada siang hari, dan pada
malam hari masuk ke sirkulasi perifer

DAUR HIDUP

Mikrofilaria terisap nyamuk melepaskan


sarungnya di dalam lambung bersarang di
antara otot-otot toraks nyamuk
Mikrofilaria memendek menyerupai sosis
(larva st.I) setelah 1 minggu larva bertukar
kulit, tumbuh menjadi menjadi lebih panjang
dan gemuk (larva st.II)hari ke 10 larva
bertukar kulit lagi, tumbuh menjadi panjang
dan lebih kurus (larva st.III = bentuk
infektif) bermigrasi ke rongga abdomen
ke kepala probosis masuk ke tubuh
hospes melalui luka tusuk 2 kali berganti
kulitlarva st.IV larva st.V dewasa

Life cycle of
Wuchereria bancrofti

Masa pertumbuhan di tubuh nyamuk 14


hari dan di dalam tubuh manusia 7
bulan, dapat hidup di sistem limfatik 1015 tahun

Patologi dan Gejala Klinik

Gejala klinis disebabkan oleh cacing


dewasa :
- Stadium akut : limfadenitis dan
limfangitis
retrograt
- Stadium obstruktif kronis

Stadium Akut
Acute manifestation:
Lymph node enlargement & lymphadenitis
Periodic lymphangitis:
lassitude, groin pain, fever
Red-streaking marking
lymph vessel tender & cord-like
Lymphoedema + erythematous skin patches
subcutaneous nodule
Remission of lymphoedema
Attack less frequent and irregular with time
Burst of enlarged lymph nodes milky fluid +
scarring
1.

Limfadenitis dan Limfangitis


retrograt

Peradangan hilang timbul beberapa kali


dalam setahun
Paling sering pada sistem limfatik alat
kelamin pria : funikulitis, epididimitis dan
orkitis
Limfangitis retrograt : peradangan pada
sal.limfe terlihat spt garis merah yang
menjalar ke bawah

Stadium Kronis
2. Chronic manifestations
Transient, pitting lymphoedema
Marked lymphoedema, persistent and progressed
upwards
Skin thickened, gross elephantiasis, vericoses and
wart-like lesion
Confine to the leg is brugian filariasis, usually
below knee
Other manifestation in bancroftian filariasis:
hydrocoele
lymph scrotum
chyluria
elephantiasis of breast and genitals

Stadium Kronis

Hydrocoele
Chyluria
Lympoedema
Elephantiasis
Tropical Pulmonary Eosinophilia (TPE)

Limfedema

Swelling due to collection of lymph fluid


in soft tissue.
Pitting oedema, may or maynot
irreversible.
Thickened skin

Grading of lymphoedema
Grade:
1.
Reversible pitting oedema
2.
Irreversible pitting/ non pitting
oedema. Skin is normal.
3.
Irreversible non pitting oedema. Skin
is thickened
4.
Non-pitting oedema with fibrotic &
verrucous skin changes
(elephantiasis).

Chyluria

Rupture of lymphatic lining the bladder


leading to passage of lymph in the urine.
May resolve spontaneously
Lymphocytes in urine

TPE
Clinical:
Cough, dyspnoe, wheezing- asthma like
Paroxysmal nocturnal cough
Diffuse mottling in chest x-ray

hyperimmune response to filarial


parasites

Laboratory:

Hypereosinophilia (>3000/l blood ~


> 40%)
Elevated anti-filarial antibodies
Ig E (> 1000 units/ml)
Microfilaria almost always absent,
but present in the biopsy of the lung

Diagnosis

Menemukan mikrofilaria di darah tepi


pada malam hari
Serologi
PCR

Terapi

Dietilkanbamasin sitrat (DEC) 6 mg


/kgBB/hari, dibagi 3 x pemberian ,
selama 12 hari
Hidrokel dan elefantiasis dikurangi
dengan cara pembedahan

Brugia
malayi dan
Brugia timori

Morfologi

Cacing dewasa bentuknya halus seperti


benang, berwarna putih susu
Cacing betina ukuran:
B.malayi 55 mm x 0,16 mm
B.timori 21-39 mm x 0,1 mm
Cacing jantan ukuran:
B.malayi 22-23 mm x 0,09 mm
B.timori 13-23 mm x 0,08 mm

Mikrofilaria

Mikrofilaria B. malayi : inti


noncontinuous sampai ujung ekor.
Terdapat dua buah inti yang terpisah di
ujung ekor
Pada mikrofilaria B. malayi mempunyai
cephalic space ratio panjang = 2 lebar
Badan kaku/kinky

Daur hidup

Hampir sama dengan daur hidup


W.bancrofti, tapi lebih singkat
Masa pertumbuhan di tubuh nyamuk 10
hari dan di dalam tubuh manusia 3
bulan, dapat bertahan hidup 5-15 tahun

Gejala Klinik

Stadium akut : demam, limfangitis dan


limfadenitis, hilang timbul berulang kali
Biasanya mengenai kel.limfe inguinal di
satu sisi, peradangan sering timbul
setelah penderita bekerja berat
Limfadenitis dapat berkembang menjadi
bisul, pecah menjadi ulkus dan
meninggalkan bekas jaringan parut

Pada filariasis brugia, sistem limfe alat


kelamin tdk pernah terkena, biasanya
yang terkena : kel.limfe inguinal, medial
tungkai, ketiak dan medial lengan
Tidak ditemukan kiluria
Alat kelamin dan payudara tidak pernah
terkena

Diagnosa

Menemukan mikrofilaria di darah tepi


Serologis
PCR

Terapi

DEC 5 mg/kgBB/hari selama 10 hari


Efek samping lebih berat dibanding
filariasis bancrofti, shg dianjurkan dosis
rendah
Membersihkan dengan sabun kulit untuk
mencegah infeksi sekunder

An LF patient demonstrates how she does her


washing twice a day to minimize the effects of her
LF symptoms.

Volunteers do a home visit to an LF


patient with advanced lymphoedema.