Anda di halaman 1dari 3

JournalofProsthodonticsVol.1No.

1JanJuni2010:911

Research Report
Efek lama perendaman lempeng resin akrilik heat cured dalam larutan
propolis obat kumur terhadap perubahan warna
(Effect of acrylic heat-cured immersed in propolis gargle in against color
changes)
Danang Wisnu Wardhana1, Adi Subianto2, Toeti Melanie2
1
Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi
2
Staf Pengajar Departemen Prostodonsia
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
Surabaya Indonesia

ABSTRACT
Background: propolis is a resinous bee product, has been shown to inhibit the growth of oral microorganism, so
propolis used as a denture cleansing agent. The influence of propolis penetration on the acrylic is still unknown so that a
research should be conducted. Purpose: to qualitatively asses the effect of penetration of propolis color on the acrylic.
Method: five groups of sample i.e. group 1 (control): plate of acrylic soaked in aquadest, group 2: plate of acrylic soaked 8
hour in propolis, group 3: plate of acrylic soaked 24 hour in propolis, group 4: plate of acrylic soaked 48 hour in propolis,
and group 5: plate of acrylic soaked a week in propolis. Result: there was significant difference of control group compared
to the other groups. The datas obtained are tabulated, then continue analized with one way Anova and Least Significant
Difference (LSD). Conclusion: there was a significant penetration of propolis color in all groups. The result suggest that
propolis should not use as denture cleansing agent.
Keywords : propolis, acrylic, penetration of propolis color
Korespondensi (correspondence): Danang Wisnu Wardhana, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Jl.
Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya Indonesia.

PENDAHULUAN
Pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti gigi
yang hilang telah banyak dilakukan oleh
masyarakat. Hal ini dilakukan oleh penderita yang
berusia tua maupun yang masih muda. Sejak
pertengahan tahun 1940-an, kebanyakan basis gigi
tiruan menggunakan polymethyl methacrylate.
Menurut ADA No. 12 ada dua tipe akrilik yang
sering digunakan yaitu tipe heat cured dan cold
cured.
Dalam penggunaannya, gigi tiruan yang terbuat
dari resin akrilik harus rajin dibersihkan. Selain
menggunakan cara manual dengan menggunakan sikat
gigi, dapat juga dengan direndam dengan semacam
larutan kimia. Pembersih gigi tiruan kimia meliputi
alkaline peroxides, alkaline hypochlorites, dilute
organic atau organic acid, desinfektan dan enzim.
Perendaman dengan lama 15 dan 30 menit sudah
cukup efektif untuk mengurangi akumulasi plak
di gigi tiruan.1
Bee propolis berasal dari kata bee (lebah) pro
(sebelum) dan polis (kota). Jadi propolis artinya

sebelum masuk kota (sarang lebah). Memang


propolis berfungsi sebagai benteng pertahanan
terhadap masuknya kuman dalam sarang lebah.
Propolis adalah suatu substrat getah (resin) yang
dihasilkan dan merembes keluar dari tunas daun,
batang, melalui kulit kayu tumbuhan Conifer
(golongan pinus dan cemara).2 Menurut Krell3
propolis mempunyai efek antibiotik karena adanya
kandungan bioflavonoid dalam propolis. Menjaga
kebersihan gigi tiruan lepasan sangat penting untuk
mempertahankan
kesehatan
rongga
mulut
pemakainya. Karena propolis bersifat antibiotik,
maka propolis bisa digunakan sebagai denture
cleanser.
Propolis berwarna gelap (coklat kehitaman).
Menurut Philips4 resin akrilik mempunyai sifat
porus dan mudah menyerap cairan. Dengan
demikian pada penggunaan larutan propolis sebagai
pembersih gigi tiruan akan terjadi penyerapan
larutan propolis kedalam resin akrilik tersebut,
maka akan memberikan perubahan warna pada

JournalofProsthodonticsVol.1No.1JanJuni2010:911

resin akrilik yang mempunyai sifat porus serta


menyerap cairan. 4
Dari uraian diatas maka perlu dilihat adanya
efek perendaman lempeng resin akrilik heat cured
dalam obat kumur yang mengandung propolis
terhadap perubahan warna lempeng resin akrilik.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini termasuk penelitian laboratories
dengan menggunakan 12 sampel dari bahan resin
akrilik heat cured berwarna putih tanpa serat merek
Stellon dengan bentuk silinder ukuran diameter 26
mm dan tebal 1 mm.5
Sebelum dirandam, sampel tersebut dilakukan
penguluran warna sebelum perendaman dengan
menggunakan spectrometer optic. Kemudian
sampeldirbagi menjadi 2 kelompok, kelompok
pertama direndam dalam propolis obat kumur
selama 8 jam, sedangkan kelompok ke 2 direndam
dalam propolis obat kumur selam 16 jam.

Pembuatan propolis obat kumur dengan melarutkan


5 tetes propolis murni dalam 250 ml air kemudian
diaduk dengan menggunakan sendok plastik.
Sampel direndam dengan cara digantung pada
seutas tali dan kemudian diatur sedemikian rupa
sehingga antar lempeng tidak saling menempel.
Selanjutnya dilakukan pengukuran perubahan
warna setelah perendaman dengan menggunakan
spectrometer optic. Hasil pengukuran dianalisa
menggunakan T-Test dengan taraf kemaknaan 0,05.

HASIL
Berdasarkan hasil penelitian perubahan warna
resin akrilik heat cured pada 12 plat akrilik heat
cured, yang terbagi atas 2 kelompok, yaitu
kelompok yang direndam dengan larutan propolis
selama 8 jam dan 16 jam didapatkan hasil sebagai
berikut:

Tabel 1. Perubahan warna plat akrilik sebelum dan setelah direndam dalam propolis.

Perendaman

Sampel

8 jam

1
2
3
4
5
6
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
Rata-rata

16 jam

Sebelum perendaman
(lumen)
0.122
0.120
0.124
0.120
0.120
0.126
0.122
0.126
0.120
0.120
0.122
0.124
0.120
0.122

0.3

Setelah perendaman
(lumen)
0.210
0.212
0.210
0.212
0.214
0.210
0.211
0.278
0.274
0.272
0.278
0.272
0.278
0.275

sebelum
perendama
n

0.2
0.1
0
8 16
jam jam

setelah
perendama
n

Gambar 1. Grafik perubahan warna plat resin akrilik.

10

JournalofProsthodonticsVol.1No.1JanJuni2010:911

Pada grafik dapat dilihat bahwa terjadi


perubahan warna yang signifikan pada perendaman
selama 8 jam dan 16 jam.
Sebelum dilakukan uji dan analisis antar
kelompok penelitian, dilakukan uji normalitas pada
masing-masing kelompok dengan menggunakan uji
Kolmogorov Smirnov, hasilnya seluruh kelompok
penelitian mempunyai nilai yang lebih besar dari
0,05 (p>0,05) yang berarti data pada seluruh
kelompok penelitian terdistribusi normal, kemudian
dilanjutkan dengan uji T Test untuk menegetahui
adanya perbedaan yang signifikan antara akrilik
sebelum direndam dan setelah direndam. Hasil
yang didapatkan adalah terjadi perubahan warna
yang signifikan antara sebelum dan sesudah
perendaman pada perendaman selama 8 jam dan 16
jam.
PEMBAHASAN
Dari percobaan didapatkan hasil bahwa pada
perendaman selama 8 jam dan 16 jam menunjukkan
perbedaan yang bermakna.
Menurut Phillip4, akrilik mempunyai sifat
menyerap cairan. Jika akrilik direndam dengan
suatu larutan, maka larutan tersebut akan terserap
oleh akrilik. Menurut Crispin & Caputo,5 terjadi
ikatan kimia fisik, yaitu penetrasi cairan perendam
yaitu propolis yang masuk kedalam melalui liang
renik (porous). Semakin banyak porositas maka
akan semakin banyak absorbsi sehingga ikatan
partikel bahan perendam semakin kuat.
Propolis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah propolis yang diproduksi oleh PT Melia
Nature Indonesia. Propolis ini berwarna coklat
kehitaman, sehingga jika akrilik direndam dalam
propolis akan mengakibatkan penetrasi propolis
kedalam akrilik, sehingga mengakibatkan akrilik
akan berubah warna menjadi lebih gelap.
Benda yang memantulkan suatu gelombang
cahaya tertentu akan kelihatan berwarna seperti
cahaya yang dipantulkan. Jika benda memantulkan
semua gelombang, maka benda tersebut akan
berwarna putih, sedangkan jika menyerap semua
gelombang cahaya maka benda tersebut akan
berwarna hitam.6
Prinsip pengukuran pada percobaan ini
adalah dengan
menggunakan
perbedaan
intensitas cahaya, dalam hal ini diasumsikan
sebanding dengan nilai voltmeter. Hal ini
didapatkan dari adanya gerak elektron dari
katode ke anode akibat adanya perbedaan
intensitas cahaya pada efek foto listrik.
Adanya pergerakan elektron tersebut dapat
diketahui dari tegangan listriknya (volt). Jika
cahaya yang dipantulkan lebih banyak daripada

yang diserap, maka nilai voltmeter akan turun.


Sebaliknya, jika gelombang yang dipantulkan
lebih sedikit daripada yang diserap, maka nilai
voltmeter akan naik. 6 Dari hasil percobaan
terjadi kenaikan nilai voltmeter, sehingga
dapat disimpulkan bahwa gelombang yang
dipantulkan lebih sedikit dibandingkan yang
diserap. Hal ini berarti terjadi perubahan warna
akrilik menjadi lebih gelap setelah direndam
dalam propolis.
Makin lama direndam, maka semakin banyak
perubahan warna yang terjadi. Warna akrilik akan
berubah
menjadi
gelap
seperti
larutan
perendamnya. Hal ini disebabkan karena akrilik
menyerap larutan propolis yang berwarna coklat tua
sehingga menyebabkan plat akrilik berubah warna
mengikuti warna larutan perendamnya.
Dari hasil percobaan tersebut, dari tabel
perendaman selama 8 jam dapat dilihat bahwa HO
= .000 < 0.05, maka terdapat perubahan yang
signifikan pada akrilik setelah direndam selama 8
jam. Pada tabel perendaman selama 16 jam dapat
dilihat bahwa HO = .000 < 0.05, maka terdapat
perubahan yang signifikan pada akrilik setelah
direndam selama 16 jam. Sehingga dapat ditarik
kesimpulan bahwa propolis obat kumur tidak bisa
digunakan sebagai bahan perendam gigi tiruan yang
terbuat dari akrilik karena bisa memberikan
perubahan warna yang signifikan jika digunakan
sebagai bahan perendam gigi tiruan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Budtz-Jorgensen E. Materials and methode
for cleansing denture. J Prostetet Dent
1979;42 : 619-23.
2. Firman Jaya. pengaruh pemberian ekstrak
propolis terhadap sistem kekebalan seluler
pada tikus putih (Rattus norvegicus). Maj.
Ked. Gigi (Dent.J) 2005;38(2): 64-73.
3. Krell R. Value added product from
beekeeping. FAO Agriculture service bulletine
1996; 124.
4. Phillips R.W. Science of dental materials. 9th
Edition. Philadelphia: W.B Saunders Company;
1983.p.214-5.
5. Crispin BJ, Caputo AA. Color stability of
temporary restorative materials. J Prostetic
Dentistry 1979; 42 (1) : 27-33.
6. David, Elly Munadziroh.
Perubahan
warna lempeng resin akrilik yang
direndam dalam larutan desinfektan
sodium hipoklorit dan klorhexidin. Maj.
Ked. Gigi (Dent. J.) 2005;38(1):36-40.

11