Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

APLIKASI PLC PADA SISTEM KONVEYOR

I. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mengetahui mekanisme kerja sensor phototransistor untuk sistem konveyor

2. Mengetahui mekanisme kerja sistem konveyor untuk industri

II. LANDASAN TEORI

a. Sensor Cahaya Phototransistor

Phototransistor bila diartikan secara sederhana adalah komponen jenis transistor bipolar yg memakai junction / kotak base collector sebagai permukaan agar dapat menerima cahaya, dengan demikian maka komponen ini dapat berfungsi sebagai sensor cahaya. Komponen ini mempunyai kelebihan dalam hal sensitifitas jika dibanding dgn photodioda. Sebabnya karena pada Phototransistor, elektronnya adalah hasil dari foton cahaya dikaki kotak yg peng- injeksiannya kebagian base transistor dan selanjutnya diperkuat pada kolektronya yaitu kaki C. Namun hal ini juga menimbulkan kekurangan, yaitu tanggapan terhadap cahaya menjadi lebih lambat bila dibanding photodioda

cahaya menjadi lebih lambat bila dibanding photodioda Photo transistor merupakan jenis transistor yang bias
cahaya menjadi lebih lambat bila dibanding photodioda Photo transistor merupakan jenis transistor yang bias

Photo transistor merupakan jenis transistor yang bias basisnya berupa cahaya infra merah. Besarnya arus yang mengalir di antara kolektor dan emitor sebanding dengan intensitas cahaya yang diterima photo transistor tersebut. Simbol dan bentuk photo transistor ditunjukan seperti pada gambar berikut ini.

yang diterima photo transistor tersebut. Simbol dan bentuk photo transistor ditunjukan seperti pada gambar berikut ini.

b. Konveyor dan Bagiannya

Conveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Conveyor banyak dipakai di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan.

Dalam kondisi tertentu, conveyor banyak dipakai karena mempunyai nilai ekonomis dibanding transportasi berat seperti truk dan mobil pengangkut. Conveyor dapat memobilisasi barang dalam jumlah banyak dan kontinyu dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan tempat tersebut harus mempunyai lokasi yang tetap agar sistem conveyor mempunyai nilai ekonomis. Kelemahan sistem ini adalah tidak empunyai fleksibilitas saat lokasi barang yang dimobilisasi tidak tetap dan jumlah barang yang masuk tidak kontinyu.

Conveyor mempunyai berbagai jenis yang disesuaikan dengan karakteristik barang yang diangkut. Jenis-jenis conveyor tersebut antara lain Apron, Flight, Pivot, Overhead, Loadpropelling, Car, Bucket, Screw, Roller, Vibrating, Pneumatic, dan Hydraulic. Disini akan dibahas satu jenis conveyor yaitu Roller Conveyor.

akan dibahas satu jenis conveyor yaitu Roller Conveyor. KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSI ROLLER CONVEYOR Komponen utama

KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSI ROLLER CONVEYOR

Komponen utama alat dan fungsi dalam sistem roller conveyor adalah sebagai berikut:

1.Kerangka Badan Kerangka badan mempunyai fungsi untuk menopang roller agar lokasi roller tidak berpindah-pindah. Pemasangan roller dengan kerangka badan ini harus pas agar tidak terjadi getaran yang tidak diinginkan saat roller berputar. Selain itu, kerangka badan ini juga menentuka jarak antar roller yang sesuai agar unit yang akan ditransportasikan tidak jatuh.

itu, kerangka badan ini juga menentuka jarak antar roller yang sesuai agar unit yang akan ditransportasikan

2.Tiang Penyangga Tiang peyangga mempunyai fungsi untuk pondasi kerangka badan sistem roller conveyor. Kerangka badan ini didesain sebagai tumpuan roller conveyor terhadap tanah yang dilalui oleh sistem conveyor.

conveyor terhadap tanah yang dilalui oleh sistem conveyor. 3. Motor Pengerak Motor penggerak mempunyai fungsi untuk

3.Motor Pengerak Motor penggerak mempunyai fungsi untuk menggerakkan drive roller agar selalu berputar sesuai dengan kecepatan yang diinginkan operator. Motor penggerak ini pada umumnya ditempatkan diujung paling akhir alur roller conveyor agar bisa menjaga rantai transmisi tetap tegang.

conveyor agar bisa menjaga rantai transmisi tetap tegang. 4. Roller Roller mempunyai fungsi sebagai pemindah barang

4. Roller Roller mempunyai fungsi sebagai pemindah barang yang akan ditransportasikan. Saat roller berputar diupayakan tidak bergetar agar tidak merusak barang yang ditransportasikan. Dimensi roller juga harus sama agar barang yang diangkut tidak tersendat dan roller dapat menumpu barang dengan sempurna.

tersendat dan roller dapat menumpu barang dengan sempurna. Roller pada sistem roller conveyor mempunyai perhatian

Roller pada sistem roller conveyor mempunyai perhatian khusus karena merupakan komponen yang paling utama dalam sistem ini. Sehingga desain dan perawatan pada roller harus mendapatkan perhatian yang lebih utama. Berikut desain komponen roller conveyor yang pernah dianalisis di mata kuliah Tugas Desain Mesin I.

5.Sistem Transmisi Sistem transmisi mempunyai fungsi untuk mentranmisikan daya pada penggerak ke sistem conveyor.
5.Sistem Transmisi Sistem transmisi mempunyai fungsi untuk mentranmisikan daya pada penggerak ke sistem conveyor.

5.Sistem Transmisi Sistem transmisi mempunyai fungsi untuk mentranmisikan daya pada penggerak ke sistem conveyor. Transmisi pada sister roller conveyor terbagi menjadi 2 bagian, yaitu transmisi antara motor penggerak dengan drive roller dan transmisi antara drive roller dengan roller lain.

Sistem transmisi antara motor penggerak dengan drive roller biasanya ditempatkan di ujung paling akhir dari jalur conveyor. Sistem transmisi ini biasanya terdiri dari motor, speed reducer, coupling, sprocket, dan rantai.

dari motor, speed reducer, coupling, sprocket, dan rantai. Sistem transmisi antara drive roller dengan roller biasanya

Sistem transmisi antara drive roller dengan roller biasanya ditempatkan pada kerangka badan sistem conveyor. Transmisi antar roller biasanya digunakan sproket dan rantai dengan perbandingan kecepatan putar 1:1 agar kecepatan putar antar roller sama dan barang yang ditranportasikan dapat berjalan dengan baik.

kecepatan putar 1:1 agar kecepatan putar antar roller sama dan barang yang ditranportasikan dapat berjalan dengan

MEKANISME KERJA Mekanisme kerja roller conveyor secara umum adalah sebagai berikut:

1.

Motor penggerak memutar poros pada motor yang telah terpasang sistem transmisi menuju drive roller.

2.

Putaran poros pada motor ditransmisikan ke drive roller melalui sistem transmisi yang telah dirancang khusus untuk sistem roller conveyor.

3.

Drive roller yang terpasang sistem transmisi tersebut ikut berputar karena daya yang disalurkan oleh sistem transmisi.

4.

Drive roller mentransmisikan putaran roller ke roller lain dengan tranmisi rantai.

5.

Antar roller diberi jalur transmisi yang sama dengan perbandingan transmisi 1:1 sehingga putaran antar roller mempunyai kecepatan yang sama.

6.

Tranmisi antar roller tersebut diteruskan sampai ke roller paling terakhir.

roller tersebut diteruskan sampai ke roller paling terakhir. III. ALAT DAN KOMPONEN 1. Catu daya 220

III.

ALAT DAN KOMPONEN

1. Catu daya 220 Vac

2. PLC CP1E

3. Modul praktikum konveyor

4. Kabel

5. Solenoid Valve 24 Volt

IV.

LANGKAH KERJA

1. Buatlah program ladder seperti di bawah ini

2. Rangkai modul dan PLC yang sesuai dengan pemrograman ladder yang telah dibuat

3. Simulasikan konveyor agar berjalan sesuai dengan program yang diingankan

4. Catatlah data yang diperlukan pada lembar sementara

V. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini kita mencoba untuk menggerakkan konveyor secara otomatis melalui pemrograman

V. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kita mencoba untuk menggerakkan konveyor secara otomatis melalui pemrograman dengan diagram ladder. Pada konveyor ini menggunakan tombol push button (Pb1) dan 4 buah sensor cahaya untuk menghentikan botol dan melakukan perintah yang diinginkan. Sebelum masuk pada pembahasan mekanisme kerja dari konveyor kita akan membahas mengenai mekanisme kerja sensor cahaya dan motor penggerak.

a.

Sensor Cahaya

Sensor cahaya yang digunakan yatu merupakan gabungan dari phototransistor dan

led.

Saat led tertutup oleh suatu benda maka cahaya dari led akan terpantul dan mengenai

basis phototransistor sehinga membuatnya menjadi aktif lalu mengalirkan arus dari kolektor ke emitor.

b. Motor Penggerak

Motor terdiri dari rotor dan stator, di dalam motor terdapat lilitan yang jika dialiri arus listrik maka timbul ggl induksi yang mengahislkan medan magnet dan memutar

rotor.

c. Penjelasan Mekanisme Konveyor

Berdasarkan program diagram ladder yang telah dibuat untuk menjalankan konveyor ketika dikenakan pada sensor pertama (IR1), setelah dikenakan sensor konveyor akan bergerak setelah delay selama 1500 ms (1.5 sekon) menuju ke sensor kedua (IR2).

Konveyor bergerak sampai sensor kedua dikenai oleh botol dan berhenti. Setelah botol berhenti maka pengisi akan turun. Namum sebelum pengisi turun dilakukan persiapan selama 1500 ms (1.5 sekon) dan setelah itu pengisi akan mengisi ke dalam botol dan ditahan dengan timer selama 10000 mS atau 10 sekon. Setelah 10 sekon pengisi naik kembali dan konveyor bergerak hingga bertemu sensor selanjutnya.

Saat botol mengenai sensor ketiga (IR3) maka botol kembali berhenti dan penutup turun untuk menekan tutup botol. Namun sebelum menutup botol terjadi delay selama 1500 mS (1.5 sekon) untuk persiapan, kemudian penutup botol turun dan menekan botol selama 10 sekon. Setelah delay selama 10 sekon maka konveyor akan berjalan kembali sampai mengenai sensor keempat (IR4).

Saat botol mengenai sensor keempat (IR4) maka konveyor kembali berhenti dan terjadi delay waktu selama 1.5 sekon untuk persiapan. Setelah delay, stampel akan bergerak untuk mengecap tanggal kadaluarsa selama 10 sekon kemudian konveyor akan menyala kembali. Untuk menghentikan gerakan konveyor maka ditekan tombol reset

Pb1.

VI.

KESIMPULAN

1. Mekanisme kerja sensor cahaya phototransistor memanfaatkan pantulan cahaya yang masuk ke basis dan mengaktifkan phototransistor sehingga arus mengalir dari kolektor menuju emitor.

2. Konveyor bekerja berdasarkan putaran motor yang mendrive ke konveyor dan drive roller mentransmisikan putaran roller ke roller lain dengan tranmisi rantai dan tranmisi antar roller tersebut diteruskan sampai ke roller paling terakhir.

VII.

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah,

Margiono.

2015.

Sensor

Cahaya

Phototransistor.

tor.html . Diakses pada tanggal 18 November 2015.

 

Suluhito,

Suselo.

2012.

Anatomi

Sistem

Roller

Conveyor.

eyor/ . Diakses pada tanggal 18 November 2015