Anda di halaman 1dari 3

Step I

1. Infrak Myocard
Adalah perkembangan cepat dari nekrosis oto jantung yang disebabkan oleh ketidak
seimbangan antara suplay dan kebutuhan oksigen.
(Fenton, 2009)
Step III
1. Apa hubungan merokok, konsumsi makanan berminyak dan kematian ayahnya karena
serangan jantung dan riwayat penyakit sekarang pasien?
Keluarga yang mempunyai penyakit jantung dinilai membawa resiko penyakit jantung
untuk generasi mendatang. Orang yang punya orang tua atau sodara yang meninggal
karena penyakit jantung mempunyai resiko dua kali lipat menderita jantung coroner.
Kondisi itu menyebabkan adanya plak di arteri coronaria. Mereka juga mempunyai
resiko dua kali lipat menderita artimia ventricularis. (Alwi, 2014)
2. Interpretasi gejala klinis dan p(x)
a. Berat Badan (BB) = 92 kg -> Indeks Masa Tubuh (IMT) = 92kg/186(2)cm =
92/34596 cm = 92/3,4596 m = 26,59 kg
- IMT
<18,5
= Berat badan kurang
18,5 22,9
= Berat badan normal
23
= Berat badan lebih
23 24,9
= Resiko obesitas
25 29,9
= Obesitas I
30
= Obesitas II
Jadi pasien dapat di kategorikan obesitas I.
b. Tekanan Darah (TD) = 100/70 mmHg -> Hipotensi
c. Nadi
= 100x/ menit -> normal 60-100x/menit
d. Respiration Rate (RR)= 22x/ menit -> normal 14 20x/menit
e. Inspeksi
= Normal
f. Palpasi
= Normal
g. Perkusi
= Normal
h. Auskultasi
= Normal
3. Mengapa pada EKG di dapatkan gelombang Q membesar dan estelefasi
a. ST Segment elevasi -> Karena obsturksi trombus -> sel jantung rusak -> Tidak
mengkonduksi listrik -> gagal repolarisasi.

b. Gelombang Q membesar -> Infrak myocard trans mural dan nekrosis


myocardium.
(Alwi, 2014)
4. Mengapa dokter memberi terapi o2, morfin, dan aspirin kepada pasien?
a. Oksigen(o2) = Berikan suplemen o2 pada pasien SaO2 <90% di berikan
selama enam jam pertama.
b. Morfin
= Untuk mengurangi nyeri dada, diberikan 2 4 mg dan di
ulang dengan intervral 5 15 menit sampai dosis total 20mg. Efek samping
konstriksi vena dan arteriolar.
c. Aspirin
= Inhibisi cepat siklooksigenase trambosit yang di
lanjutkan reduksi kadar tromboksin A2, di capai dengan absorbsi aspirin
bukkal dosis 160 320 mg.
(Alwi, 2014)
5. Pada nekrosis miokard, protein intraseluler akan masuk dalam ruang interstitial dan
masuk ke sirkulasi sistemik melalui mikrovaskuler lokal dan aliran limfatik (Patel,
1999). Oleh sebab itu, nekrosis miokard dapat dideteksi dari pemeriksaan protein
dalam darah yang disebabkan kerusakan sel. Protein protein tersebut antara lain
aspartate aminotransferase (AST), lactate dehydrogenase, creatine kinase isoenzyme
MB (CK MB), mioglobin, carbonic anhydrase III (CA III), myosin light chain
(MLC) dan cardiac troponin I dan T (cTnI dan cTnT)
(Samsu, 2007). Peningkatan kadar serum protein protein ini mengkonfirmasi
adanya infark miokard (Nigam, 2007).

STEP VII
Histologi jantung

Keterangan :
1. Endokardium atrium
2. Jaringan ikat subendokardium
3. Miokardium atrium
4. Anulus fibrosus
5. Kuspis katup atrio ventricularis
6. Endocardium
7. Inti jaringan ikat
8. Chorda tendinea
9. Endokardium ventrikel
10. Trabecular carneae
11. Otot papilaris
12. Arteri coronaria
13. Epicardium atrium
14. Sinus coronarius dan katup vena coronaria
15. Jaringan adiposa dan vena coronaria
16. Epicardium ventrikel
17. Jaringan ikat subepicardium
18. Serat purkinje
19. Myocardium ventrilkel