Anda di halaman 1dari 2

Lambung

Jumat, 15 Juni 2012


Lambung berada pada sisi rongga abdomen, persis di bawah diagfragma. Organ
ini merupakan kantong besar yang dapat dibedakan menjadi tiga daerah yaitu
1.Kardiak (bagian atas dekat dengan hati)
2.Fundus (bagian tengah yang menggantung)
3.Pilorus (bagian bawah dekat dengan usus halus)

Jaringan otot lambung terdiri atas 3 lapis yaitu otot memanjang (bagian luar),
otot melingkar ( bagian tengah) dan otot miring (bagian dalam). Apabila dinding
lambung berkontraksi maka ketiga otot itu akan bergerak secara peristaltik
mengaduk dan mencampur makanan dengan getah lambung dan terbentuklah
bubur yang disebut kim (chyme). Akibat gerakan peristaltik, kim terdorong ke
bagian pilorus. Di pilorus terdapat sfinkter yang merupakan jalan masuk kim dari
lambung ke usus halus. Gerakan peristaltik tersebut menyebabkan sfinkter pilori
mengendur dalam waktu yang sangat singkat sehingga kim masuk ke usus halus
secara sedikit demi sedikit.

Bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir. Mukosa (lendir) berfungsi


melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung dan dapat beregenerasi
bila cedera. Sedangkan di daerah fundus menghasilkan getah lambung. Getah
lambung mengandung bermacam-macam zat, misalnya air, ion-ion garam
organik, musin atau lendir, HCl atau asam lambung, dan enzim-enzim
pencernaan(enzim renin dan pepsinogen).

Pada dinding lambung juga terdapat kelenjar buntu yang menghasilkan hormon
gastrin. Fungsi hormon gastrin adalah memacu sekresi getah lambung. Fungsi
HCl antara lain:
1. Mengubah pH ruangan dalam lambung sehingga menjadi lebih asam. Hal
ini menyebabkan terbunuhnya kuman yang masuk bersama makanan.
2. Mengaktifkan enzim yanng dihasilkan oleh getah lambung, misalnya
ppesinogen diaktifkan oleh pepsin sehingga dapat berfungsi untuk
memecah protein menjadi pepton.
3. Mengatur membuka dan menutupnya klep antara lambung dan usus dua
belas jari
4. Merangsang sekresi getah usus.
Produksi getah lambung dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk ke
lambung serta emosi. Bila makanan yang masuk ke lambung sedikit, produksi
HCl sedikit pula. Bila makanan yang masuk ke lambung banyak maka produksi
HCl banyak pula. Pada saat seseorang emosi dapat terjadi jumlah makanan yang
masuk sedikit tetapi sekresi HCl berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan
terjadinya kerusakan selaput lendir lambung, yaitu menimbulkan radang atau
ulkus.Pada bayi yang masih menyusu, kelenjar lambung menhasilkan enzim
renin. Fungsi enzim ini adalah mengendapkan kasein yang terdapat di dalam
susu.

Antara lambung dan usus dua belas jari terdapat sepasang klep. Klep yang dekat
dengan lambung akan membuka bila terangsang oleh asam dan akan menutup
bila terangsang basa. Sebaliknya klep yang dekat dengan usus halus akan
membuka bila terangsang basa dan akan menutup bila terangsang asam.
Mekanisme semacam ini sangat erat kaitannya dengan pengaturan pengeluaran
makanan dari lambung ke duodenum, dengan demikian pengeluaran makanan
berjalan sedikit demi sedikit.
Jadi di dalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dengan bantuan gerak
peristaltik dan pencernaan secara kimiawi dengan bantuan asam lambung,
enzim pepsin, dan enzim renin.