Anda di halaman 1dari 32

Pengecilan Ukuran

1. Pengecilan Ukuran
Pengecilan ukuran adalah proses penghancuran atau pemotongan suatu bentuk padatan menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil oleh gaya mekanik. Bahan padat (solid) bisa dihancurkan dengan
delapan atau sembilan cara, tetapi hanya empat cara yang umum diterapkan pada mesin-mesin
pengecilan ukuran. Keempat cara itu adalah kompresi, pukulan, atrisi (attrition), dan pemotongan
(cutting). Pada umumnya, kompresi digunakan pada pengecilan ukuran padatan yang keras,
pukulan digunakan untuk bahan padatan yang kasar, setengah kasar, dan halus. Atrisi digunakan
untuk memperoleh produk-produk yang sangat halus, sedangkan pemotongan untuk
menghasilkan produk dengan bentuk dan ukuran tertentu, halus atau kasar (McCabe dan Smith,
1976).
Tujuan pengecilan ukuran adalah mengupayakan suatu bahan memenuhi spesifikasi tertentu,
agar sesuai dengan bentuk. Untuk memenuhi spesifikasi tersebut, ukuran partikel bahan harus
dikontrol. Pertama dengan memilih macam mesin yang akan digunakan dan kedua memilih cara
operasinya. Untuk memperoleh hasil yang sama pada peralatan ukuran sering dipasang saringan.
Pengecilan ukuran bisa merupakan operasi utama pada pengolahan pangan atau operasi
tambahan. Pada pengecilan ukuran, bisa dibedakan antara pengecilan ukuran yang ekstrim
(penggilingan) dengan pengecilan ukuran yang produknya relatif berdimensi besar (pemotongan)
(Leniger dan Beverloo, 1975).
Brennan et al. (1974) menyatakan bahwa ada beberapa alasan dilakukannya pengecilan ukuran,
yaitu :
a. Membantu proses ekstraksi, misalnya cairan gula dari tebu, dan sebagainya.
b. Mengecilkan bahan sampai ukuran tertentu untuk maksud tertentu.
c. Memperluas permukaan bahan, untuk membantu proses pengeringan, proses ekstraksi, proses
bleaching, dan sebagainya.
d. Membantu proses pencampuran (mixing atau blending).
Menurut Henderson dan Perry (1982) kemampuan mesin atau peralatan pengecilan ukuran
ditentukan oleh kapasitas mesin, tenaga/energi yang dibutuhkan tiap unit bahan, ukuran dan
bentuk bahan sebelum dan sesudah pengecilan ukuran.
Tujuan ekonomis dari proses pengecilan ukuran adalah untuk mencapai hasil yang diinginkan
dengan biaya yang minimum. Modal, biaya operasi, dan biaya perawatan memegang peranan
penting dalam proses pengolahan. Ketiga hal di atas harus diperhitungkan sebelum memilih
macam mesin pengecil ukuran. Pada umumnya pengetahuan tentang karakteristik bahan yang
akan diolah, serta mesin yang akan digunakan, perlu diketahui (Brennan et al., 1974).
2. Hammer mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja hammer mill
adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu pemukul di sepanjang lintasannya.
Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau
sesama bahan. Akibatnya akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga
didapatkan bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul

dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.

Gambar 1. Penggiling palu (hammer mill)


Penggiling palu merupakan penggiling yang serbaguna, dapat digunakan untuk bahan kristal
padat, bahan berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala industri penggiling ini digunakan
untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula dan lain-lain (Wiratakusumah, 1992).
Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa keuntungan antara
lain adalah :
1. konstruksinya sederhana
2. dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-macam ukuran
3. tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan beroperasi tanpa bahan
4. biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr mill
Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain adalah :
1. biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam
2. biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr mill
3. untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang relatif besar sampai
batas-batas tertentu.
Gambar potongan melintang pada hammer mill adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Potongan melintang pada hammer mill


Menurut Smith (1955), hammer mill terdiri dari atas martil/palu yang berputar pada porosnya
dan sebuah saringan yang terbuat dari plat baja. Hasil pertanian yang akan digiling dimasukkan
melalui sebuah corong pemasukan dan dipukul oleh suatu seri plat baja. Susunan martil/palu
pada hammer mill adalah sebagai berikut :
Gambar 3. Susunan alat pemukul pada hammer mill

Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan,pemukul, corong pengeluaran, motor
penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan.
Corong pemasukan
Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong pemasukan berbentuk
bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan bagian bawahnya menyempit sampai 90
mm x 50 mm dengan kemiringan dinding corong 40oC.
Pemukul
Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang pemukul yang juga
terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah antara 100 mm x 25 mm x 5 mm dan
pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini bertujuan agar sisi pemukul yang satu dapat
menggantikan sisi pemukul yang sudah tumpul dengan cara membalik posisi. Pemukul dipasang
dengan posisi horizontal dengan jumlah lima pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang
terbuat dari stainless steel dengan berdiameter 10 mm dipasang vertikal. Gambar detail pemukul
adalah sebagai berikut :

Gambar 4. Detail pemukul


Saringan
Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada hammer mill saringan
memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir biji-bijian, saringan dapat
diganti-ganti tergantung dati besar ukuran butir hasil gilingan yang dikehendaki.

Gambar 5. Bentuk saringan pada hammer mill


Sumber : www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg
Corong pengeluaran
Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut terpancung pada
posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter bawahnya adalah 120 mm.
Ayakan
Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm yang mana konstruksinya terbuat dari kayu dengan bentuk

seperti trapezium dan kostruksi penyangga terbuat dari plat siku 25 mm x 25 mm x 2.5 mm
dengan ukurannya sama dengan ukuran ayakan. Posisi ayakan ini adalah miring dengan
kemiringan 10oC, ini bertujuan untuk memudahkan gerak dari transmisi yang menggerakkan
ayakan dan mempercepat proses pengayakan.

Gambar 6. Ayakan
Motor penggerak
Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan putaran
berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan yang terbuat dari baja
plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang dipasang dengan sebuah engsel. Fungsi
engsel adalah jarak antara poros terhadap motor dengan poros utama dapat diatur untuk
memperoleh tegangan sabuk yang diinginkan.
Sistem transmisi tenaga
Sistem transmisi tenaga berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari sumber tenaga sampai bagian
penggilingan dan ayakan. Desain sistem transmisi tenaga diharapkan dapat menyalurkan tenaga
sebesar-besarnya dan kehilangan yang sekecil-kecilnya.

Spesifikasi dari hammer mill adalah sebagai berikut :


Panjang (mm) 730
Lebar (mm) 500
Tinggi (mm) 1.240
Berat (mm) 180
Kapasitas (kg/h) 200
Efisiensi (%) 50-75
Sumber : www.fao.org
Kecepatan putar dari pemukul hammer mill yaitu antara 1500 rpm sampai 4000 rpm tetapi
menurut Mc Colly (1955), kecepatan putar dapat lebih rendah dari 2500 rpm asal tidak lebih dari
1500 rpm dan paling tinggi 4000 rpm.
Modulus kehalusan dan indeks keseragaman hasil gilingan semata-mata dikendalikan oleh
ukuran dari lubang saringan yang dipakai, walaupun kecepatan putar gigi penggiling dan jumlah
gigi merupakan faktor yang mempengaruhi (Richey et al., 1961). Selain faktor-faktor diatas juga
faktor bahan itu sendiri merupakan faktor yang berperan seperti kadar air, jenis bahan serta

kecepatan pemasukan bahan.


Hammer mill dapat digerakan dengan motor bakar internal, motor listrik maupun menggunakan
traktor melalui power take off yang dihubungkan dengan belt. Kebutuhan tenaga hammer mill
dapat dihitung dengan rumus :
Hp = V x I x Pf x Eff
746
Dimana :
V = tegangan listrik yang masuk motor (Volt)
I = kuat arus yang masuk motor (Amper)
Pf = faktor tenaga listrik
Eff = efisiensi motor listrik
Dapat juga dicari dengan menggunakan rumus :
Hp = T x n
4562.4
dimana :
T = total dalam kg meter
n = kecepatan putar motor (rpm)
Makin besar kecepatan putar maka makin besar tenaga yang dibutuhkan. Menurut Richey et al.
(1961) kebutuhan tenaga untuk penggerusan dan penghalusan bahan biji-bijian sangat tergantung
dari jenis bahan dan kehalusan hasil gilingan yang dikehendaki juga efek dari jumlah gigi
penggiling yang digunakan untuk penggilingan tersebut. Faktor lain yang mempengaruhi adalah
kadar air bahan, makin tinggi kadar air bahan yang akan digiling maka tenaga yang dibutuhkan
makin besar.
Berdasarkan kebutuhan tenaga, Smith (1955) membedakan hammer mill atas ukuran kecil
dengan menggunakan motor listrik satu Hp dan ukuran besar dengan menggunakan motor listrik
75 sampai 100 Hp.
Gigi penggiling hammer mill harus terbuat dari baja atau besi tuang yang kuat, mempunyai
bentuk tajam disetiap pojok gigi penggiling tersebut, agar lebih efisien dalam penghancuran
bahan biji-bijian yang akan digiling (Richey,C.B et al., 1961).
Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat dari gigi penggiling yaitu
gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya dan gigi penggiling tidak dapat berayun
bebas pada porosnya (statis). Kedua tipe hammer mill tersebut dalam operasinya tidak
mempunyai banyak perbedaan, yang penting diperhatikan adalah jumlah ketebalan dari gigi-gigi
penggiling.
Beberapa bentuk gigi penggiling yang digunakan pada hammer mill dapat dilihat pada gambar
berikut :

Gambar 7. Beberapa bentuk gigi penggiling pada hammer mill


Terdapat tiga tipe tempat bergantungnya gigi penggiling dari hammer mill yaitu bulat, triangular

dan segi empat. Gambar tipe tempat bergantungnya gigi penggiling pada hammer mill adalah :

Gambar 8. Tipe tempat bergantungnya gigi penggiling pada hammer mill


Apabila gigi penggiling yang telah digunakan mengaus maka ujung gigi panggiling tidak tajam
lagi, hal ini akan menurunkan kapasitas penggerusan dan penghalusan biji-bijian yang sedang
digiling. Untuk mengatasi hal ini gigi-gigi penggiling dapat dibalik penggunannya. Cara
pembalikan gigi penggiling yang telah aus untuk gigi penggiling adalah :
Penentuan mutu hasil giling ditentukan oleh modulus kehalusan yang menyatakan rata-rata
ukuran partikel hasil gilingan dan indeks keseragaman yang menyatakan fraksi-fraksi kasar,
sedang dan halus dari partikel hasil gilingan (Smith, 1955).
Modulus kehalusan beberapa jenis biji-bijian
Jenis biji-bijian Hasil gilingan
Kasar Sedang Halus
Jagung
Kacang kedelai
Gandum
Jawawut / jelai 4.80
4.80
3.70
4.10 3.60
3.60
2.90
3.20 2.40
2.40
2.10
2.30
Angka modulus kehalusan merupakan angka hasil bagi garis tengah bahan pada keadaan mulamula dengan garis tengah bahan pada keadaan akhir, yang berkisar antara 1 sampai 16.
3. Disk mill
Disk mill merupakan pengiiling yang memanfaatkan gaya sobek (shear force) yang banyak
dipakai untuk menghasilkan gilingan halus. Tipe-tipe yang sering dipakai meliputi penggiling
cakram tunggal (single disk mill) dan penggiling cakram ganda (double disk mill)
(Wiratakusumah, 1992).
Single disk mill
Pada penggiling ini, bahan yang akan dihancurkan lewat diantara dua vakram. Cakram yang
pertama berputar dan yang lain tetap ditempatnya. Efek penyobekan didapatkan karena adanya
pergerakan salah satu cakram. Jarak antar cakram dapat diatur, disesuaikan dengan ukuran bahan

dan produk yang diinginkan.

Gambar 9. Penggiling cakram tunggal


Single disk mill digunakan untuk jagung yang diolah secara wet milling, pembuatan mentega
kacang, dan nut shells. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat ammonium nitrat dan
urea (http://en.wikipedia.org/wiki/Disk_mill)
Double disk mill
Sesuai dengan namanya, pada penggiling ini kedua cakram berputar berlawanan arah. Akibat
perputaran kedua cakram akan didapatkan efek penyobekan terhadap bahan yang jauh lebih
besar dibandingkan dengan cakram tunggal.

Gambar 10. Penggiling cakram tunggal


Double disk mill digunakan untuk mengolah alloy powder, alumunium chips, borax, sodium
hidroksida, biji-bijian, beras, fosfat, kulit, obat-obatan, dan lain-lain
(http://en.wikipedia.org/wiki/Disk_mill)
Prinsip dari penggunaan disk mill adalah bahan akan digiling dengan menggunakan dua buah
cakram penggiling. Bahan yang akan digiling berada diantara dua cakram penggiling yang
berdiri vertikal. Satu buah cakram bersifat statis (diam). Dan cakram yang satu lagi akan
bergerak untuk menggiling bahan. Tekanan dan gaya gunting berperan dalam hal ini.
Ukuran maksimum bahan yang dimasukkan adalah sebesar 20 mm. Hasil akhir dari gilingan
dengan menggunakan disk mill adalah sangat tergantung dengan cakram yang digunakan dan
juga dari karakteristik bahan itu sendiri (http://prolabmas.com/wmview.php?ArtID=881).
Spesifikasi dari disk mill adalah :
36" (91.4 cm) diameter disk
250 HP (186.4 kW) maximum
1,800 RPM maximum speed
Grease lubricated bearings
Gravity feed
Hinged door swings both ways for ease of plate changes
Manual disk positioning
Quick release mechanism
All process contact parts 316 stainless steel
Belt drive with extra heavy duty motor supports
Approximate weight (less motor) 6,600 lbs. (2,994 kg)

Dimension - 49"H x 48" L x 89" W (124.5 cm H x 121.9 cm L x 226.1 cm W)


Kapasitas dari disk mill adalah
1st grind - 20,000 bushels/day (510 metric tons/day)
2nd grind - 40,000 bushels/day (1,020 metric tons/day)
4. Pemotongan/Slicer
Pemotongan merupakan salah satu proses yang termasuk pengecilan ukuran. Pemotongan
dengan menggunakan tenaga mekanik sering dibutuhkan dalam operasi pengolahan makanan.
Pemotongan merupakan suatu proses pengecilan ukuran bahan oleh suatu pisau yang tajam dan
tipis. Pada bahan terjadi retakan yang diakibatkan oleh gaya pisau tersebut, tetapi pada bahan
relatif tidak terjadi kerusakan. Pemotongan biasanya digunakan pada proses pengecilan ukuran
buah-buahan dan sayuran. Dengan timbulnya permukaan-permukaan baru pada bahan, prosesproses yang membutuhkan transfer cairan (liquid) atau uap, misalnya pengeringan atau ekstraksi,
akan berlangsung cepat (Henderson dan Perry, 1982).
Menurut Gaver (1951) peralatan pemotong biasanya tersusun atas baja tahan karat yang
digunakan untuk proses pemotongan beberapa bahan dengan berbagai ketebalan. Mesin
pemotongan berputar (rotary cutter) pada umumnya terdiri dari pisau yang berputar yang terbuat
dari baja paduan (alloy steel). Pisau-pisau ini terpasang pada badan mesin. Gambar alat slicer
adalah :

Gambar 11. Slicer (Urschel Model CC)


Menurut Perry dan Chilton (1973) mesin pemotong berputar biasa digunakan untuk memotong
bahan yang berserat. Gaya yang digunakan pada pemotongan adalah gaya geser (shear) karena
lebih efektif daripada gaya pukul atau gaya tekan. Tenaga mesin berkisar 5-60 Hp, diameter
pisau 1-2 ft, panjang 12-30 ft dan kapasitas mesin 1-2 ton/jam.
Kecepatan pemotongan (cutting speed) adalah suatu istilah untuk menyatakan kecepatan gerak
relatif alat pemotongan terhadap permukaan bahan yang dipotong dan dinyatakan dalam satuan
ft/menit (Turner dan Owen, 1945).
Brennan et al. (1974) menyatakan bahwa proses pemotongan melalui dua tahapan :
1. pada bahan timbul retakan (fracture) awal sepanjang celah bahan tersebut
2. timbul celah-celah baru yang menyebabkan retakan menjadi lebih besar.
Menurut Perry dan Chilton (1973) pada pemotongan terjadi gaya geser (shear). Dalam beberapa
hal, tekanan pisau pada bahan ada yang bekerja secara langsung atau sekaligus, dan ada yang
bekerja secara perlahan-lahan. Tekanan secara perlahan-lahan berguna untuk menghindari
kerusakan pada bahan (misalnya : roti). Gaya yang bekerja pada cara ini adalah gaya gergaji
dan gaya luncur.
Selama pemotongan, bahan mengalami deformasi (perubahan), distorsi dan peregangan.
Peregangan ini terus meningkat sampai melampaui tegangan patah bahan tersebut dan

menimbulkan retakan pada bahan, dan akhirnya bahan terbelah (Leniger dan Beverloo, 1975).
Tegangan patah dimiliki oleh setiap bahan. Patah/belah dalam suatu bahan terjadi sepanjang
retakan atau bagian yang rusak (cacat) dalam struktur bahan. Bahan yang berukuran besar
mempunyai banyak retakan dan dengan sedikit tegangan, bahan bisa belah. Bahan yang
berukuran kecil mempunyai sedikit retakan dan titik patahnya lebih tinggi sehingga diperlukan
tegangan yang lebih besar (Loncin dan Merson, 1979).
Jika bidang retakan jumlahnya sedikit, bahan tersebut lebih mudah ditangani dengan gaya pukul
dan gaya geser. Bahan yang berserat lebih baik ditangangi dengan gaya memotong (cutting).
Peralatan pemotong yang baik mempunyai pisau yang tajam dan tipis. Cara kerja pisau
pemotong pada waktu memotong bahan diusahakan seperti cara menggergaji (sawing). Hal ini
akan menghasilkan potongan bahan yang halus dan energi yang digunakan lebih kecil
(Henderson dan Perry, 1982).
Pisau-pisau pemotong ini memerlukan perawatan tertentu. Hal ini untuk menghindari kerusakan
pada bahan yang dipotong. Pisau-pisau pemotong sering tumpul dan rusak. Pisau yang terbuat
dari baja paduan atau bahan sejenis umumnya lebih tahan lama. Perawatan yang dilakukan
adalah pencucian untuk membuang kotoran yang melekat pada pisau (Brennan et al., 1974).
Bentuk bahan hasil pemotongan bermacam-macam antara lain kubus, irisan tipis berbentuk bulat
atau persegi (slices), dan batang (bar). Bahan hasil pemotongan mempunyai kesamaan, yaitu
ukurannya seragam (Leniger dan Beverloo, 1975).
5. Grater (Pemarut)
Alat pengecil ukuran yang lain adalah pemarut (grater). Grater merupakan salah satu mesin
pengecil ukuran yang dalam aksinya memotong/memarut bahan menjadi potongan yang sangat
kecil. Mesin pemarut kapasitas besar biasanya digunakan untuk beberapa produk seperti kelapa,
dan produk lainnya.

Gambar 12. Mesin pemarut


Spesifikasi mesin pemarut :
Kapasitas 200 kg / jam Kapasitas 300 kg / jam
Dimensi 46x88x82 66x67x121
Bahan
Hopper, rol pemarut, outlet, dinding dalam Stainless steel Stainless steel
Frame Besi Besi
Motor 1 PK 2 PK
Putaran 1400 rpm 1400 rp
Sumber : (www.tokomesin.com)

1. FUNGSI Grater
Memarut bahan yang sudah dikupas, sehingga menjadi produk yang siap diolah lebih lanjut.
2. CARA KERJA
1) Bahan kupasan disiapkan di dalam bak penampung.
2) Mesin (motor) dihidupkan
3) Kemudian masukkan potongan singkong pada lubang masukan, tampung hasil parutan pada
penampung yang sudah disediakan.
4) Selesai bekerja, alat dibersihkan supaya tahan lama
3.
SPESIFIKASI
1) Dimensi alat : P = 40 cm; L = 35 cm; T = 100 cm
2) Berat : 25 kg
3) Tenaga penggerak : Motor listrik
4) Kapasitas kerja : 60 kg/jam
5) Operator : 1 orang
6) Bahan : Besi siku, aluminium.
(www.warintek.co.id)

http://sputumutia.blogspot.com/2013/04/alat-pengecilukuran_3.html
Wednesday, April 3, 2013
Alat Pengecil Ukuran

MESIN DAN PERALATAN


ALAT PENGECILAN UKURAN

OLEH

KELOMPOK 5
1. Ida Ayu Istri Manik Iswari
(1111205016)
2. I Gusti Bagus Arya Yudiastina
(1111205028)
3. A.A Putri Cahaya Tyasdela
(1111205029)
4. Putu Mutia Septiyaningsih
(1111205031)

5. Gusti Ayu Made Dwi Teja Agustina


(1111205035)
6. Ni Putu Irma Widyantari
(1111205036)
7. Ni Putu Ita Purnamayanti
(1111205038)
8. Adi Kurniawan Darwan
(1111205042)

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2012

Kata Pengantar
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah yang berjudul Alat Pengecilan Ukuran ini selesai tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk

penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis


harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita.

Bukit Jimbaran, 8 Maret 2012


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Alat dan mesin pertanian diproduksi dengan tujuan untuk meningkatkan
kemampuan kerja dan mutu hasil olahannya sehingga dapat meningkatkan nilai
tambah dari komoditas hasil pertanian tersebut. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan cara meningkatkan
efisiensi penanganan pascapanen. Secara ekonomis penggunaan mesin pengecil

ukuran lebih mudah dilakukan dan lebih murah jika dilakukan secara manual. Selain
itu, operasi pengecilan ukuran merupakan salah satu perlakuan pendahuluan yang
dapat mempermudah proses-proses selanjutnya.
Pengecilan ukuran merupakan salah satu proses dalam industri pengolahan
bahan pertanian. Proses ini bisa merupakan proses utama maupun operasi
pembantu dalam suatu industri. Pengecilan ukuran dapat dilakukan dengan
berbagai peralatan industri. Setiap alat ini mempunyai cara kerja masing-masing
dan menghasilkan produk dengan ukuran tertentu.
Peralatan pengecil ukuran dapat dikelompokkan menjadi mesin penghancur,
mesin penggiling, mesin penggiling sangat halus, dan mesin pemotong. Prinsip
kerja masing-masing alat di atas berbeda-beda. Aksi utama dari mesin penghancur
adalah kompresi. Mesin penggiling menerapkan pukulan dan gilingan serta kadangkadang dikombinasikan dengan kompresi. Mesin penggiling sangat halus bekerja
dengan

menerapkan

prinsip

gesekan.

Mesin

pemotong

bekerja

dengan

menggunakan aksi potong.

1.2

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1.

Apakah yang dimaksud dengan pengecilan ukuran, serta cara pengecilan ukuran ?

2.

Apakah jenis-jenis alat pengecilan ukuran beserta prinsip kerja dari alat pengecilan
ukuran tersebut?

3.

1.3
1.

Apa saja contoh dari alat pengecilan ukuran ?

Tujuan Penulisan
Mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan pengecilan ukuran serta cara
pengecilan ukuran.

2.

Mendeskripsikan jenis-jenis alat pengecilan ukuran beserta prinsip kerjanya.

3.

Mendeskripsikan contoh dari alat pengecilan ukuran.

1.4
1.

Manfaat Penulisan
Mengetahui apa yang dimaksud dengan alat pengecilan ukuran serta cara
pengecilan ukuran.

2.

Mengetahui jenis-jenis alat pengecilan ukuran beserta prinsip kerjanya.

3.

Mengetahui apa contoh dari alat pengecilan ukuran.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengecilan Ukuran
Pengecilan ukuran secara umum digunakan untuk menunjukkan pada suatu
operasi, pembagian atau pemecahan bahan secara mekanis menjadi bagian yang
berukuran kecil (lebih kecil) tanpa diikuti perubahan sifat kimia. Pengecilan ukuran
dilakukan untuk menambah permukaan padatan sehingga pada saat penambahan
bahan lain pencampuran dapat dilakukan secara merata.
Pengecilan ukuran dapat diartikan juga sebagai suatu bentuk proses
penghancuran dari pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil
oleh gaya mekanik. Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin
pengecilan ukuran, yaitu (1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang
keras; (2) impact atau pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur
kasar; (3) attrition, digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus
dan; (4) cutting, digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk
tertentu (Mc. Cabe, et. al.,1976).
Menurut Brennan et. al. (1974), pengecilan ukuran bertujuan untuk :
1. Membantu proses ekstraksi
2. Memperkecil bahan sampai dengan ukuran tertentu untuk maksud tertentu
3. Memperbesar luas permukaan bahan untuk proses lebih lanjut
4. Membantu proses pencampuran
Menurut Henderson dan Perry (1982), pada prinsipnya pengecilan ukuran
diklasifikasikan menurut produk akhir yang dihasilkan. Yang pertama adalah
pengecilan ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi ukuran bahan secara signifikan,
misalnya penggilingan dan penggerusan. Kedua adalah pengecilan bahan yang
menghasilkan ukuran produk yang masih berdimensi besar atau nisbah produk
akhir dengan awalnya tidak terlalu signifikan, misalnya pada proses pemotongan
dan pengemasan.

Semua cara yang digunakan untuk memotong partikel zat padat dan
dipecahkan menjadi kepingan kepingan yang lebih kecil dinamakan size reduction
atau pemecahan/ pengecilan ukuran. Di dalam industri pengolahan, zat padat
diperkecil dengan berbagai cara yang sesuai dengan tujuannya. Produk produk
komersial biasanya harus memenuhi spesifikasi yang sangat ketat dalam hal ukuran
maupun bentuk partikelnya yang

sangat berpengaruh terhadap reaktifitas zat

padat tersebut. Pemecahan ini juga dapat memisahkan komponen yang mungkin
tidak diinginkan dengan cara mekanik, serta dapat juga memperkecil bahan
bahan berserat untuk memudahkan proses penanganannya.
Secara umum tujuan dari size reduction atau pemecahahan ini adalah:

Menghasilkan padatan dengan ukuran maupun spesifik permukaan

tertentu

Memecahkan bagian dari mineral atau kristal dari persenyawaan kimia yang
terpaut pada padatan tertentu.

Mempermudah ekstraksi unsur tertentu dan struktur komposisi.


Penyesuaian dengan kebutuhan spesifikasi produk atau mendapatkan bentuk
tertentu.

Untuk menambah luas permukaan padatan

Mempermudah pencampuran bahan secara merata


Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alat size reduction:

Ukuran umpan,

Size reduction ratio,

Distribusi ukuran partikel dii arus produk,

Kapasitas,

Sifat bahan, seperti hardness, abrasiveness, stickiness, densitas,

flammability.

Kondisi basah atau kering.

Beberapa cara untuk memperkecil ukuran zat padat dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai cara, yaitu:

Kompresi (tekanan)

Prinsip kerja dari kompresi adalah dengan tekanan yang kuat terhadap buah,
Biasannya, penghancuran ini untuk menghancurkan buah yang keras. Alat dari
kompresi ini dinamankan chrushing rolls. Proses ini dilakukan dengan memberikan
gaya tekan yang besar sambil dilakukan penggesekan pada suatu permukan padat,
sehingga

bahan

terpecah

dengan

bentuk

yang

tidak

tertentu.

Umumnya,

permukaan alat dibuat dengan kekerasan tertentu, sehingga dapat membentuk


pencabikan bahan.

Impak (pukulan)
Pemukulan adalah operasi pengecilan ukuran dengan memanfaatkan gaya

impact, yaitu pemberian gaya yang besar dalam waktu yang singkat. Prinsip kerja
dari impact adalah dengan memukul buah. Alat yang biasa digunakan yaitu
hammer mill. Alat ini untuk menghasilkan bahan dengan ukuran kasar, sedang, dan
halus. Bahan yang berserat atau kenyal tidak dapat dikecilkan ukurannya dengan
cara pemukulan, karena gaya impact tidak dapat menyebabkan pecahnya bahan
menjadi bagian yang lebih kecil. Demikian pula bahan yang besar, tidak dapat
dikecilkan ukuranya dengan cara pemukulan karena akan merusak bentuk asal. Jika
pemukulan dilakukan dengan penahan, maka dikatakan terjadi peristiwa atau
proses penggerusan atau penumbukan. Sebaliknya, jika tanpa penahan dikatakan
proses pemukulan saja. Pemukulan cocok dilakukan pada bahan yang keras tetapi
rapuh dalam kondisi kering. Sedangkan untuk bahan yang rapuh dan sedikit
berserat

seperti

biji-bijian

dilakukan

dengan

cara penggerusan.

Selain

itu,

penggerusan dapat dilakukan pada bahan kering ataupun basah. Umumnya, pada
bahan yang basah dilakukan dengan penambahan air sebagai media pendingin alat
penggerus.

Atrisi (gesekan)

Atrisi menghasilkan zat yang sangat halus dari bahan yang lunak dan tidak abrasif.

Pemotongan

Merupakan cara pengecilan ukuran dengan menghantamkan ujung suatu


benda tajam pada bahan yang dipotong. Struktur permukaan yang terbentuk oleh
proses pemotongan relatif halus, pemotongan lebih cocok dilakukan untuk sayuran
dan bahan lain yang berserat. Perajangan biasanya hanya dilakukan pada bahan
yang ukurannya agak besar dan tidak lunak seperti akar, rimpang, batang, buah
dan lain-lain. Ukuran perajangan tergantung dari bahan yang digunakan dan
berpengaruh terhadap kualitas simplisia yang dihasilkan. Perajangan bahan dapat
dilakukan secara manual dengan pisau yang tajam dan terbuat dari stainlees
ataupun dengan mesin pemotong/ perajang. Bentuk irisan split atau slice
tergantung tujuan pemakaian. Untuk tujuan mendapatkan minyak atsiri yang tinggi,
bentuk irisan sebaiknya adalah membujur (split) dan jika ingin bahan lebih cepat
kering bentuk irisan sebaiknya melintang (slice). Perajangan terlalu tipis dapat
mengurangi zat aktif yang terkandung dalam bahan. Sedangkan jika terlalu tebal,
maka pengurangan kadar air dalam bahan agak sulit dan memerlukan waktu yang
lama dalam penjemuran dan kemungkinan besar bahan mudah ditumbuhi oleh
jamur.

2.2 Jenis jenis alat pengecilan ukuran


Peralatan pemecahan atau pengecilan ukuran zat padat dapat dibedakan
berdasarkan bagaimana tenaga pemecah dilakukan, yaitu sebagai berikut:

Antara dua permukaan padatan, seperti crushing dan shearing.


Pada satu permukaan padatan, seperti pukulan (impact).
Tidak pada permukaan padatan tertentu tetapi sebagai media disekitar padatan,

seperti coloid mill.


Tidak dengan energi mekanik melainkan menggunakan thermal shock, explosive
shattering, electrohydroulyc.
Berdasarkan ukuran zat padat yang akan dikecilkan (umpan) maka peralatan
pemecah atau pengecil ukuran zat padat dibedakan atas:

Pemecahan kasar, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran umpan antara 2


sampai 96 inchi.

Pemecahan antara (intermediate), yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran


antara 2 sampai 3 inchi

Pemecah halus, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran 0.25 sampai 0.5
inchi.
Berdasarkan cara kerja dan ukuran produk yang diperoleh, maka peralatan size
reduction dapat dibedakan menjadi empat kelompok yaitu:
1. Crusher (mesin pemecah)
2. Grinder (mesin giling)
3. Ultrafine Grinder (mesin giling ultra halus)
4. Cutting machine (mesin pemotong)
Peralatan yang digunakan :

a. Hammer Mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.
Penggiling palu ( Hammer Mill ) merupakan penggiling yang serbaguna, dapat
digunakan untuk bahan kristal padat, bahan berserat dan bahan yang agak lengket.
Pada skala industri penggiling ini digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu
kering, gula dan lain-lain (Wiratakusumah, 1992).
Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa
keuntungan antara lain adalah :

1. konstruksinya sederhana
2. dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-macam
ukuran
3. tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan beroperasi
tanpa bahan
4. biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr mill
Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain adalah :
1. biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam
2. biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr mill
3. untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang relatif
besar sampai
batas-batas tertentu.
Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong
pengeluaran, motor penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan :
Corong pemasukan
Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong
pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan bagian
bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm dengan kemiringan dinding corong
40o.
Pemukul
Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang
pemukul yang juga terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah
antara 100 mm x 25 mm x 5 mm dan pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini
bertujuan agar sisi pemukul yang satu dapat menggantikan sisi pemukul yang
sudah tumpul dengan cara membalik posisi. Pemukul dipasang dengan posisi
horizontal dengan jumlah lima pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang
terbuat dari stainless steel dengan berdiameter 10 mm dipasang vertikal.

Saringan
Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada hammer
mill saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir
biji-bijian, saringan dapat diganti-ganti tergantung dati besar ukuran butir hasil
gilingan yang dikehendaki.
Corong pengeluaran
Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut
terpancung pada posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter
bawahnya adalah 120 mm.
Ayakan
Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm yang mana konstruksinya terbuat dari
kayu dengan bentuk seperti trapezium dan kostruksi penyangga terbuat dari plat
siku 25 mm x 25 mm x 2.5 mm dengan ukurannya sama dengan ukuran ayakan.
Posisi ayakan ini adalah miring dengan kemiringan 10 oC, ini bertujuan untuk
memudahkan gerak dari transmisi yang menggerakkan ayakan dan mempercepat
proses pengayakan.
Motor penggerak
Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan
putaran berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan
yang terbuat dari baja plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang dipasang
dengan sebuah engsel. Fungsi engsel adalah jarak antara poros terhadap motor
dengan poros utama dapat diatur untuk memperoleh tegangan sabuk yang
diinginkan.
Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat dari gigi
penggiling yaitu gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya dan gigi
penggiling tidak dapat berayun bebas pada porosnya (statis). Kedua tipe hammer
mill tersebut dalam operasinya tidak mempunyai banyak perbedaan, yang penting
diperhatikan adalah jumlah ketebalan dari gigi-gigi penggiling.

HAMMER MILLS

Prinsip seperti pemecahan menggunakan palu

b. Disk mill
Disc mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk
dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya.
Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji kedelai
dalm keadaan kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama
seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen
(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976). Bagian-bagian dari disc mill adalah sebagai berikut :
Corong pemasukan
Corong ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan dikupas kulit arinya dan
dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup pemasukkan untuk mengatur
jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga pengupasan akan berjalan
lancar.
Penyemprot air
Penyemprot air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya biji
ke ruang pengupasan. Air akan mendorong biji agar jatuh ke ruang pengupasan.
Pada praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air.

Ruang pengupasan dan penghancuran


Ruang pengupasan berfungsi sebagai tempat mengupas dan menghancurkan
sekaligus sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. Ruangan ini diberi penutup
dan dibuat agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum mengalami
pengupasan dan penghancuran.

Dinding penutup dan cakram


Dinding penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur biji
karena adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang diam. Biji
yang terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi dari
cakram.

Poros penggerak
Poros penggerak berfungsi untuk memutar silinder pengupas yang digerakkan
oleh motor listrik dengan menggunakan puli dan belt sebagai penyalur daya. Pada
poros penggerak terdapat pengunci untuk mengatur jarak antar cakram. Semakin
kecil jarak antar cakram maka ukuran hasil pengolahan akan semakin halus.

Corong pengeluaran
Corong pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan biji yang telah dikupas dan
dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan pecah
dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.
Gambar Disk Mill

c. Multi mill
Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi
yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang digunakan
mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi berujung tumpul.
Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi yang mana yang

akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan untuk berbagai jenis
bahan sehingga disebut multi mill.
Multi mill dapat digunakan untuk berbagai macam bahan. Pada industri multi
mill ini digunakan dalam aplikasi penepungan basah dan kering, serta pembubukan.
Industri yang sering menggunakan alat ini adalah industri farmasi, kimia, kosmetik,
keramik, indsutri serta industri pangan. Multi mill juga ditemukan pada pembuatan
pestisida, pupuk, detergen, insektisida, plastik, dan industri resin.

Gambar Multi Mill

d. Attrition mills
o

Terdiri atas dua plat kasar yang saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi

berputar.
Material diumpankan ke ruang diantara kedua plat, dan diperkecil melalui

pemecahan dan penggeseran.


o Jika material diumpankan secara pelan, maka pengecilan terjadi utama sekali akibat
geseran
o Jika diumpankan dengan cepat maka pengecilan lebih diakibatkan oleh pemecahan
o Jika terjadi pengumpanan berlebih maka efektivitas alat menurun dan timbul panas
berlebih
o Kecepatan operasi biasanya dibawah 1200 RPM
o Kehalusan output dikendalikan oleh jenis plat dan spacing

Attrition Mills,prinsip seperti pekerjaan mengampelas. :

e. Jaw Crusher
o Prinsip seperti gigi geraham menghancurkan makanan

Jaw Crusher bekerja mengandalkan kekuatan motor. Melalui roda motor, poros
eksentrik digerakkan oleh sabuk segitiga dan slot wheel untuk membuat jaw plate
bergerak seirama. Oleh karena itu, material dalam rongga penghancuran yang
terdiri dari jaw plate, jaw plate yang bergerak dan side-lee board dapat dihancurkan
dan diberhentikan melalui pembukaan pemakaian.
Jaw Crusher adalah type crusher yang paling umum, dimana sistem kerjanya
memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw Crusher

sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan kekuatan
Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital. Untuk operasional produksi
penambangan Jaw Crusher ini tidak bisa berdiri sendiri, harus didukung dengan
peralatan2 yang lain.
Gambar Jaw Crusher

f. Roller Mills
o Prinsip kerja penggilingan

LINGKUP PENGGUNAAN
Hal ini digunakan untuk menggiling dan menghancurkan gandum di tanaman sereal
pengolahan.
Hal ini dirancang untuk mendapatkan tepung dan semolina dalam tepung dan
pabrik semolina dengan mengolah gandum dibersihkan.

APLIKASI BIDANG

* Pada industri makanan


- Tepung & semolina pabrik,
- Jagung, barley, rye dan tanaman sereal sama pengolahan,
* Pada industri makanan lainnya untuk rolling, menghancurkan dan proses serupa
lainnya.

PRINSIP KERJA

Gulungan bekerja paralel secara otomatis dibuka dan ditutup oleh sistem pneumatik
yang digerakkan oleh sebuah unit kontrol elektronik. Gandum bersih memasuki

pabrik rol dalam cermin suatu cerat dan proses penggilingan dimulai. Indikator
tingkat Capacitive menyesuaikan jumlah butir, yang memasuki pabrik rol dari inlet,
yang mengontrol gulungan makan. Biji-bijian, yang mengalir secara teratur melalui
gulungan,

mengalami

pengolahan.

Sistem

penyesuaian,

yang

menyediakan

pendekatan yang sangat tepat dari gulungan satu sama lain, dapat dengan mudah
diintegrasikan dengan sistem otomatisasi. Udara, yang tersedot melalui sistem
pneumatik melalui saluran udara khusus diciptakan, menyediakan aliran biasa
gabah antara gulungan. Efisiensi dari pabrik rol meningkat karena fitur tersebut.
Produk digiling dibuang ke dalam hopper, yang ditempatkan di bawah pabrik rol dan
kemudian disampaikan melalui suatu sistem pneumatik.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengecilan

ukuran

dapat

diartikan

juga

sebagai

suatu

bentuk

proses

penghancuran dari pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil
oleh gaya mekanik. Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin
pengecilan ukuran, yaitu (1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang
keras; (2) impact atau pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur
kasar; (3) attrition, digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus
dan; (4) cutting, digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk
tertentu (Mc. Cabe, et. al.,1976).
Macam-macam alat pengecil ukuran dan prinsip kerjanya antara lain :
1.

Hammer Mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan

bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
2.

dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.


Disc Mill
Disc mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk
dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya.
Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji kedelai
dalm keadaan kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama
seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen
(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,

3.

1976).
Multi Mill
Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi
yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang digunakan
mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi berujung tumpul.
Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi yang mana yang
akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan untuk berbagai jenis

4.

bahan sehingga disebut multi mill.


Attrition Mill
Terdiri atas dua plat kasar yang saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi
berputar. Material diumpankan ke ruang diantara kedua plat, dan diperkecil melalui
pemecahan dan penggeseran. Kehalusan output dikendalikan oleh jenis plat dan
spacing. Attrition Mills mempunyai prinsip kerja seperti pekerjaan mengampelas.

5.

Jaw crusher

Prinsip kerjanya seperti gigi geraham menghancurkan makanan. Sistem kerjanya


memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw Crusher
sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan kekuatan
6.

Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital.


Roller Mills
Gulungan bekerja paralel secara otomatis dibuka dan ditutup oleh sistem
pneumatik yang digerakkan oleh sebuah unit kontrol elektronik. Gandum bersih
memasuki pabrik rol dalam cermin suatu cerat dan proses penggilingan dimulai.
Indikator tingkat Capacitive menyesuaikan jumlah butir, yang memasuki pabrik rol
dari inlet, yang mengontrol gulungan makan. Biji-bijian, yang mengalir secara
teratur melalui gulungan, mengalami pengolahan. Sistem penyesuaian, yang
menyediakan pendekatan yang sangat tepat dari gulungan satu sama lain, dapat
dengan mudah diintegrasikan dengan sistem otomatisasi. Udara, yang tersedot
melalui sistem pneumatik melalui saluran udara khusus diciptakan, menyediakan
aliran biasa gabah antara gulungan. Efisiensi dari pabrik rol meningkat karena fitur
tersebut. Produk digiling dibuang ke dalam hopper, yang ditempatkan di bawah
pabrik rol dan kemudian disampaikan melalui suatu sistem pneumatik.

Daftar Pustaka
Wibawa, Indra.2012.Alat Pengecil
Ukuran.http://indrawibawads.wordpress.com/2012/01/06/alat-pengecil-ukuran-sizereduction/.Diakses pada tanggal 8 Maret 2012
Anonim.2012.Pengecilan

Ukuran.www.ivd.uni-

stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg.Diakses pada tanggal 2012


Anonim.2012.Jaw Crusher.http://id.sbmchina.com/jaw_crusher.html.Diakses pada
tanggal 8 Maret 2012
Anonim.2012.Jaw Crusher.http://balikpapan.olx.co.id/coal-crusher-crusher-batubarastone-crusher-jaw-crusher-iid-130365650.Diakses pada tanggal 8 Maret 2012
Anonim. 2012. Google Tanslate Milling Roller.http://translate.google.co.id/translate?
hl=id&langpair=en|id&u=http://www.alapala.com/en/products/productportfolio/milling/roller-mill-machine-davm
Diposkan oleh Putu Mutia Septiyaningsih di 6:51:00 AM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Reaks
i:
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

TOLAK REKLAMASI

saya Ketua DPM-PM UNUD secara tegas MENOLAK adanya REKLAMASI di TELUK
BENOA

WELCOME TO MY BLOG
Blog ini saya buat sebagai tempat berbagi ilmu yang saya ketahui untuk
teman-teman sekalian.

Blog ini berisikan tentang tugas" saya di Fakultas Teknologi Pertanian


Universitas Udayana, maaf jika tidak menterterakan sumber.
Saat ini saya sedang menuntut ilmu di Fakultas Teknologi Pertanian, Prodi
Teknologi Industri Pertanian'11, Universitas Udayana
dan saya juga sedang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan
Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana periode 2014.

Semoga blog saya ini dapat membantu teman-teman semua.

Anda bisa menghubungi saya di :


gmail: putumutia@gmail.com
twitter : @sputumutia

Followers
Share it
@FREYABALI

BRAND LOCAL FROM BALI

COME JOIN US

About Me

View my complete profile

Search