Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial, ekonomi dan lingkungan
menimbulkan permasalan yang harus dihadapi organisasi menjadi semakin luas dan
kompleks. Permasalahn tersebut terus berkembang sesuai percepatan perubahan yang
terjadi.
Situasi yang terjadi menjadikan pembelajaran bahwa permasalahan tidak tumbuh
secara linier, dimana banyak sekali hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan
demikian organisasi dituntut untuk terus menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi
dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Pengalaman yang dialami berbagai organisasi
di Negara maju menunjukkan bahwa hanya organisasi yang secara konsisten terus
meningkatkan dirinya melalui pengembangan organisasi yang dapat bertahan.
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi keadaan yang tidak mengalami
pertumbuhan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana
perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium (hilangnya keseimbangan moral).
Hal ini mengakibatkan penyakit masyarakat atau tindakan yang tidak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dalam organisasi sehingga perlu dilakukan pengembangan
organisasi untuk melakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan
kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah,
sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota
organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan
efektivitas

keorganisasian

dengan

mengintegrasikan

keinginan

pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam makalah berikut ialah,
1.
2.
3.
4.
5.

Apa itu teori organisasi klasik?


Apa itu teori organisasi neoklasik?
Apa itu teori organisasi modern?
Bagaimanakah sejarah perkembangan teori organisasi?
Bagaimana perkembangan teori organisasi?

individu

akan

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dan manfaat yang didapat setelah membaca makalah ini yaitu :

1.
2.
3.
4.

Menjelaskan tentang perkembangan dan teori organisasi


Menjelaskan teori organisasi klasik
Menjelaskan teori organisasi neoklasik
Menjelaskan teori organisasi modern
5. Menjelaskan teori organisasi birokrasi
6. Menjelaskan teori organisasi administrasi
7. Menjelaskan teori organisasi ilmiah

BAB II
ISI
2.1 Teori Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama
satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai
tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan
sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan
lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Menurut Lubis dan Husein bahwa Teori organisasi adalah sekumpulan ilmu
pengetahuan yang membicarakan mekanisme kerja sama dua orang atau system untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori organisasi adalah sebuah teori untuk
mempelajari kerja sama pada setiap individu. Berikut merupakan keseluruhan dari teoriteori yang pernah berlaku serta sejarah perkembangannya:

A. Teori Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang
berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).Dalam teori ini,
organisasi secar umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai organisasi yang
sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk
mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas. Dalam teori ini
organisasi didefinisikan sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain bila orang-orang
bekerja sama.Teori Klasik berkembang dalam 3 aliran yaitu: teori birokrasi, teori
administrasi, dan manajemen ilmiah.

B. Teori Birokrasi
Kata birokrasi berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut rasional dalam
hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut .
Organisasi itu legal karena wewenangnya berasal dari seperangkat atuan . Menurut Weber
bentuk organisasi yang birokratik secara kodratnya adalah bentuk oragnisasi yang paling
efisien . Weber berpendapat bahwa masyarakat perlu membentuk organisasi baru yang
3

lain dari organisasi tradisional . Model organisasi baru ini (birokratik) mempunyai
karakteristik-karakteristik struktural tertentu .
Menurut Weber , model birokratik dapat digunakan secara efektif. Weber mengemukakan
karakteristik-karakteristik birokratik sebagai berikut :

Pembagian kerja yang jelas


Hirarki wewenang yang dirumuskan secaa baik
Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para

pemegang jabatan
Hubungan-hubunagn antara pribadi yang bersifat impersonal Ada pemisah
antara masalah-masalah pribadi dengan persoalan-persoalan resmi (formal)
organisasi .

Jadi , birokrasi adalah sebuah model organisasi normatif, yang menekankan struktur
dalam organisasi .

C. Teori Administrasi
Teori administrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik. Teori
administrasi berkembang sejak tahun 1990. teori ini sebagian besar dikembangkan atas
dasar sumbangan Henri Fayol dan Lynlali Urwick dari Eropa, serata Mooney dan Reiley
di Amerika. Fayol mengatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat menjadi 6
kelompok :
1.

Kegiatan teknikal (produksi,adaptasi).

2.

Kegiatan komersial (pembelian, pertukaran).

3.

Kegiatan finansial (pencarian suatu pengguna optimum dari modal).

4.

Kegiatan keamanan (perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi).

5.

Kegiatan akutansi (pentuan persedian, biaya, penyusunan neraca dan lapoaran rugi-

laba).
6.

Kegiatan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pemberi perintah dan

pengawasan).
Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi
dasar perkembangan teori administrasi. Prinsip-prinsip dari Fayol tersebut secara ringkas
dapat di uraikan sebagai berikut :

1.

Pembagian kerja, dengan adanya pembagian kerja atau spesialisasi akan

meningkatkan produktivitas, karena seseorang dapat memutuskan diri pada pekerjaan.


2.

Wewenang dan tanggung jawab, wewenang adalah hak untuk memberi perintah.

Seorang anggota suatu organisasi mempunyai tanggung jawab dalam pencapaian tujuan
organisasi sesuai dengan kedudukannya.
3.

Disiplin, harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan-tujuan

organisasi.
4.
5.

Kesatuan perintah, untuk mengirangi kekacauan, kebingungan, dan konflik.


Kesatuan pengarahan, suatu organisasi akan efektif bila anggota-anggotanya

bekerja bersama berdasarkan tujuan-tujuan yang sama.


6.

Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

7.

Balas jasa, pembayaran upah atau gaji harus bijaksana, adail, tidak eksploatif dan

sedapat mungkin memuaskan kedua blah pihak dan harus ada penghargaan atas
pelaksanaan tugas yang baik.
8.

Sentralisasi, organisasi perlu mengatur tingkat keseimbangan optimum antara

sentralisasi dan desentralisasi.


9.

Rantai skala, hubungan antara tugas-tugas disusun atas dasar suatu hirarki dari atas

ke bawah.
10. Aturan, konsepsi Fayol menyatakan bahwa harus ada suatu tempat untuk setiap
orang, dan setiap orang harus menduduki tempat yang memang seharusnya menjadi
tempatnya.
11. Keadilan, keadilan juga berarti adanya kesamaan perlakuan dalam organisasi.
12.

Kelanggengan personalia, pentingnya adanya kelangsungan, keamanan, dan

kepastian kerja.
13. Inisiatif, dalam setiap tugas harus ada kemungkinan untuk menunjukan inisiatif
sendiri dalam menyelesaikan dan mengerjakan rencana di setiap tingkat.
14. Semangat Korps, persatuan adalah kekuatan. Pelaksanaan oprasi organisasi yang
baik perlu adanya kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggotanya.

Disamping itu, Fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi


elemen-elemen manajemen : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah,
pengkoordinasian, dan pengawasan. Pembagian kegiatan-kegiatan administrasi atas
fuingsi-fungsi ini dikenal sebagai Fayols Fungctionalism atau teori fungsionalisme fayol.
Mooney dan Reilly menyebut Koordinasi sebagai faktor terpenting dalam perencanaan
organisasi maupun bangun teori yang mereka kemukakan. Mereka menekankan tiga
perinsip oranisasi yang mereka teliti dan temukan telah dijalankan dalam organisasiorganisasi pemerintahan, agama, militer dan bisnis. Ketiga prinsip tersebut adalah :
1). Prinsip koordinasi
2). Prinsip scalar
3). Prinsip fungsional.

D. Teori Manajemen Ilmiah


Manajemen Ilmiah dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor tahun 1900. Ada
beberapa pendapat tentang manajemen ilmiah, salah satunya adalah mengatakan
manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan
pemecahan masalah-masalah organisasi.
Taylor mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan
dalam organisasi perusahaan, yaitu:

Menggantikan metoda-metoda kerja dalam praktek dengan berbagai metoda yang

dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara

ilmiah.
Pengembangan ilmu kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah
harus diintegrasikan.
Untuk mecapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat dan

mental para karyawan.


Teori organisasi klasik sepenuhnya hanya menguraikan anatomi organisasi formal.
Dalam organisasi formal ada empat unsure pokok yang selalu muncul, yaitu:

System Kegiatan yang terkoordinasi


Kelompok orang
Kerjasama
Kekuasaan dan kepemimpinan

Menurut para pengikut aliran teori klasik, adanya suatu organisasi formal sangat
tergantung pada empat kondisi pokok, yaitu:

Kekuasaan
Saling melayani
Doktrin
Disiplin

E. Teori Organisasi Neoklasik


Aliran pemikiran lebih lanjut yang muncul digambarkan sebagai neoklasik, dan
secara sederhana sebagai teori atau aliran hubungan manusiawi. Teori neoklasik
dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori neoklasik merubah, menambah, dan dalam
banyak hal memperluas teori klasik. Teori neoklasik adalah menekankan pentingnya
aspek psikologi dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok
kerjanya.
1. Perkembangan Teori Neoklasik
Teori neoklasik sebenarnya bukan merupakan teori baru yang muncul seperti teori
klasik. Teori neoklasik muncul dan mengusulkan perubahan-perubahan pada teori
klasik, sejak diperkenalkannya ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Pendekatan
neoklasik mencakup uraian sistematis organisasi informal, dan pengaruhnya para
organisasi formal. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaanpercoaan yang dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Nunsterberg. Pendekatan
neoklasik ditemukan juga di dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti
Ardner dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.
2. Perubahan Neoklasik pada Tiang Dasar Teori Organisasi Formal
Aliran neoklasik bukan merupakan atau mencetuskan suatu teori murni seperti yang
dilakukan aliran klasik. Pengikut aliran neoklasik adalah mereka yang membahas
kelemahan model klasik pada perilaku organisasi, tetapi tidak menentang seluruh teori
klasik.
3. Pembagian Kerja (Division of Labor)
Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie
adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada dan disiplin diri menjadi berkurang.
Akibat adanya pembagian kerja adalah spesialisasi yang mengakibatkan orang terpecah
belah, merasa cemburu (iri) dengan orang lain, dan sebagainya. Oleh karena itu teori
neoklasik mengemukakan perlunya :

1.

Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan,

agar merasa terlibat dengan pekerjaanya dan berkepentingan dalam perusahaan.


2.

Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi, agar

orang menjadi tidak terlalu spesial tetapi dapat memperluas kemampuan dan keahlian
dalam bidang lain.
3.

Managemen bottom-up yang memberi kesempatan kepada para junior untuk

berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.


4. Proses-proses Skalar dan Fungsional
Proses skalar dan fungsional (sclar and functional processes) menimbulkan berbagai
masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Neoklasik menyatakan
bahwa kapasitas dan kekuasaan tak dapat dikompensasikan, karena bukan merupakan
satu-satunya hubungan; ada faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan terutama hasil
kegiatan kaki-tangan manusia.
5. Struktur Organisasi
Tentang struktur irganisasi, teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan
penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal di antara orang-orang yang
melaksanakan fungsi yang berbeda-beda. Pergeseran-pergeseran ini terjadi terutama
antara orang-orang operasional (lini) dan oarang-orang staf. Menurut Melville
Dalton penyebabnya adalah : 1)Perbedaan tugas antara orang lini dan staf, 2)Perbedaan
umur dan pendidikan, dan 3)Perbedaan sikap.
6. Rentang Kendali
Penentuan rentang sangat tergantung pada pebedaan individu dalam kemempuan
manajemennya, tipe orangnya, efektivitas komunikasi, fungsi pengawasan formal, serta
derajat sentralisasi, dimana neoklasik mengusulkan pengawasan bebas demokratis,
sedang klasik memilih pengawasan ketat. Rentang yang pendek mengakibatkan
pengawasan yang ketat, rentang yang luas memerlukan pendelegasian yang baik dengan
mengurangi pengawasan. Karena perbedaan individu dan organisasi, kadang-kadang yang
satu lebih baik daripada yang lain, maka rentang kendali tidak dapat ditetapkan secara
kaku.
7. Pandangan Neoklasik Terhadap Organisasi Informal
Titik tekanan teori neoklasik adalah pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu
perilaku individu dan kelompok pekerja. Faktor-faktor yang dapat menentukan
munculnya organisasi informal, antara lain : 1) Lokasi : Untuk membentuk suatu
kelompok, orang harus mempunyai kontak tatap muka yang baik. 2) Jenis Pekerjaan : Ini

merupakan faktor kunci yang menentukan munculnya dan komposisi organisasi informal.
3) Minat : Walaupun orang-orang mungkin ada pada lokasi yang sama, melaksanakan
kerja yang sejenis, pebedaan minat di antara mereka menjelaskan mengapa muncul
beberapa organisasi informal yang kecil, di samping satu yang besar. 4)Masalahmasalah khusus : Dalam hal ini, yang sama bergabung bersama untuk kapentingan
khusus. Usaha yang labih baik bagi manajer adalah mengembangkan suatu hubungan
kerja dengan organisasi informal yang dapat menghasilkan keselarasan pandangan
organisasi formal dan informal.

F. TEORI ORGANISASI MODERN


Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup
yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem
terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Teori
modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu
pengetahuan.
1. Dasar Pemikiran Teori Organisasi Modern
Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, Teori
modern, dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakn pemenuhan suatu
kebutuhan yang menyeluruh. Teori organisasi modern labih dinamis daripada teori-teori
lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori modern bisa
disebut sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan
neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Teori modern menyebutkan bahwa
kerja suatu organisasi adalah sangat kompeleks, dinamis, multilevel, multidimensional,
multivariabel, dan probabilistik. Organisasi terdiri dari antara hubungan bagian-bagian
dalam suatu sistem, ada badan-badan yang dihubungkan dengan tali elastis. Sebagi suatu
sistem, organisasi tediri atas 3 unsur : 1) unsur struktur yang bersifat makro, 2) unsur
proses yang juga bersifat makro dan 3) unsur perilaku anggota organisasi yang bersifat
mikro. Ketiganya saling kait-mengkait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain
2. Teori Sistem Umum
Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasi
universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh sistem
sebagi titik awal. Secara ringkas, teori organisasi modern dan teori sistem umum,
mempelajari:
1.

Bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakan individu di dalam dan di luar


sistem.

2.
3.
4.

Interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.


Interkasi di antara individu-individu dalam sistem.
Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
3. Teori Organisasi Dalam Suatu Kerangka Sistem
Teori organisasi modern sebenarnya bukan merupakan kesatuan kerangka berpikir.

Barangkali yang paling berguna dalam mempelajari sistem organisasi adalah usaha
memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan. Bagian-bagian dari sistem dan saling
ketergantungannya.
1.

Sistem adalah individu, dan terstruktur kepribadiannya yang diberikan kepada

2.

organisasi.
Sistem adalah penentuan fungsi-fungsi formal, yang bisa disebut organisasi

3.
4.
5.

formal.
Dalam sistem Organisasi adalah organisasi informal.
Struktur status dan peranan.
Lingkungan phisik pelaksana pekerjaan.

Proses-proses hubungan dalam sistem. Teori organisasi modern menunjukan tiga


kegiatan proses hubungan universal yang selalu mucul pada sistem manusia dalam
perilakunya berorganisasi. Ketiga proses tersebut adalah komunikasi, berusaha untuk
mencapai keseimbangan, dan pengambilan keputusan. Teori modern mendefinisikan
organisasi sebagai proses-proses yang tersusun dalam suatu sistem dimana orang-orang
didalamnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
4. Pendekatan-Pendekatan Manajemen
Pendekatan-pendekatan manajemen, yaitu pendekatan-pendekatan proses, perilaku,
kuantitatif, sistem dan contingency (situasional).
Pendekatan Proses
Pendekatan proses dalam manajemen juga disebut pendekatan fungsional, oprasional,
universal, tradisional atau klasik. Empat prinsip pendekatan proses klasik yang penting
adalah : 1)Kesatuan perintah, 2)Persamaan wewenang dan tanggung jawab, 3)Rentang
kendali yang terbatas, dan 4)Delegasi pekerjaan-pekerjaan rutin.
Pendekatan Keperilakuan
Pendekatan keprilakuan muncul karena ketidakpuasn terhadap pendekatan klasik.
Pendekatan ini, sering disebut pendekatan hubungan manusiawi, mengemukakan bahwa
pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan
kerja, karena mengabaikan faktor perilaku masing-masing individu yang berbeda-beda
dalam organisasi. Pendekatan keprilakuan menekankan pentingnya koperasi dan moral
karyawan.

10

Pendekatan Kuantitatif
Pendekatn kuantitatif sering dinyatakan dengan istilah managemen science atau
operations research (OR). Pendekatan ini terutama memandang manajemen dari
perspektif model-model matematis dan proses-proses kuantitatif. Menurut pendekatan
kuantitatif, masalah-masalah manajemen dapat dirumuskan dan dijabarkan dalam
berbagai bentuk model matematis, dan kemudian dianalisa serta dipecahkan dengan
menggunakan berbagai teknik atau metode kuantitatif untuk memperoleh hasil optimum.
Pendekatan

ini

menganalisa

masalah-masalah

manajemen

secara

logik

dan

mengembangkan berbagai alternatif keputusan pamecahannya. Pendekatn kuantitatif


bukan keseluruhan manajemen, tetapi memberikan teknik-teknik sangat efektif untuk
penyelesaian masalah-masalah manajemen tertentu.
Pendekatan Sistem
Pendekatan Sistem dalam manajemen merupakan pendekatn paling akhir, dan dapat
dipahami dengan sudut pandang teori sistem umum atau analisis sistem. Pendekatan
sistem terutama menekankan saling ketergantungan dan keterkaitan bagian-bagian
organisasi sebagai keseluruhan. Pendekatan ini memberikan kepada manajemen cara
memandang organisasi sebagai keseluruhan dan sebagai bagian lingkungan eksternal
yang lebih luas. Pendekatan sistem umumnya dapat dikaitkan dengan konsep-konsep
organisasi formal dan teknis, sosiopsikologis dan filisofis. Analisis berbagai sistem
manajemen khusus meliputi bidang-bidang seperti stuktur organisasi, desain pekerjaan,
akutansi. Sistem informasi, dan mekanisme-mekanisme perencaan dan pengawasan.
Pendekatan Contingency
Pendekatan Contingency muncul karena ketidakpuasan atas anggapan keuniversalan dan
kebutuhan untuk memasukkan berbagai variabel lingkungan ke dalam teori dan praktek
manajemen. Pendekatan contingency menggunakan hubungan-hubungan fungsional
bila-maka (if-then), dimana bila menunjukan variabel-variabel lingkungan dan
maka tejadi atas konsep-konsep dan teknik-teknik manejemen yang mengarahkan ke
pencapaian tujuan organisasi. Ada tiga komponen pokok dalam kerangka konsepsual
untuk pendekatan contingency : lingkungan, konsep-konsep dan teknik-teknik
manajemen, hubungan kontingensi antara keduanya.

11

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Pada

hakikatnya

teori

organisasi

selalu

berkembang

seiring

dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial, ekonomi dan lingkungan sehingga
dapat mengatasi permasalahan dalam organisasi yang semakin kompleks seiring dengan
perkembangan empat aspek tersebut. Teori organisasi adalah sekumpulan ilmu
pengetahuan yang membicarakan mekanisme kerja sama dua orang atau sistem untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.

12

Dapus
DAFTAR

PUSTAKA

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/10/ciri-ciri-unsur-dan-organisasi.html
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/21/unsur-unsur-organisasi/
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/unsur-unsur-organisasi.html

DAFTAR PUSTAKA
http:\\fia-s1unipdu.blogspot.com
http:\\hasbulloh.multiply.com
http:\\basuki1.ganeca.net/index.php
htt[:\\google.com\\sejarah perkembangan organisasi

DAFTAR PUSTAKA
http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-danperkembangan-organisasi.html
http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahandan-perkembangan.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/09/22/15411871/Ahok.S
aya.Berhenti.dari.Partai.Bukan.Kutu.Loncat.
http://abdilahkhusu25.blogspot.com/2013/01/perubahan-danperkembangan-organisasi_24.html

DAFTAR PUSTAKA
http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembanganorganisasi.html
http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-danperkembangan.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/09/22/15411871/Ahok.Saya.Berhenti.dari.
Partai.Bukan.Kutu.Loncat.
http://abdilahkhusu25.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembanganorganisasi_24.html

13

DAFTAR PUSTAKA
http://untuktelematika.blogspot.com/2013/04/pengertian-manajemen-prinsipmanajemen.html
http://imstuff-it.blogspot.com/2013/10/teori-organisasi-umum-1-artipentingnya.html
http://agungatmojo.blogspot.com/2014/10/makalah-teori-organisasi-umumsoftskill.html
http://rayrizkigo.blogspot.com/2013/10/makalah-teori-organisasi-umum-i.html
http://sucipebriani.blogspot.com/2014/03/softskill-1-pengertian-organisasidan.html
https://cicikrahayu.wordpress.com/2009/05/17/strategi-membangun-industrifashion-melalui-distribution-store-distro/
http://majalahpublika.com/distro-kreativitas-tanpa-batas/
https://www.facebook.com/despelwijkcloth/posts/10153409581245215

DAFTAR

PUSTAKA

Jiang, Jui-Chin. 2008. Integration of Six Sigma And Lean Production System For Service
Industry.

Jakarta

:Elex

Media

Komputindo.

http:\\fia-s1unipdu.blogspot.com
http:\\hasbulloh.multiply.com
http:\\basuki1.ganeca.net/index.php
http

:\\

panksgatsred.blogspot.com

http
http

:\\inikanpoenyaqu.blogspot.com
:\\ www.google.com\ pandangan

baru

tentang

perkembangan

organisasi\\

Ezhascorpio blog

Literatur.
Arman, Rudi. 2012. Teori Organisasi. (diakses 25 September 2013)
http://armandjexo.blogspot.com/2012/08/teori-organisasi-klasik-neoklasikdan.html

14

Agung, Adjie. 2010. Teori Organisasi. (diakses 25 September 2013)


http://agungzetiadji.blogspot.com/20/12/2012/teori-organisasi.html

15