Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN RANGKAIAN LISTRIK PARALEL

A.

Tujuan

Siswa mampu membuktikan cara kerja rangkaian listrik secara paralel


B.

Landasan Teori

Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input
komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain
tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian
listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang
diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki
kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika
salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap
berfungsi sebagaimana mestinya. Misal tiga buah lampu tersusun paralel, jika
salah satu lampu dicabut atau rusak, maka lampu yang lain tidak akan ikut mati.
Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara
berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan
rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di
mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen
satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel
dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak, ini dikarenakan
kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak. Selain kelemahan tersebut,
susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun
kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Penyusunan paralel dapat dilakukan pada lampu maupun baterai.

lampu disusun paralel

baterai disusun paralel

Seperti pada rangkaian seri, rangkaian paralel juga mempunyai ciri-ciri


khusus. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu:
1.
Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui
lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai
2.
Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrik akan tetap
mengalir melalui cabang yang lain.
Adapun sifat susunan paralel yaitu:
1.
Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan
sumber pada ujung-ujung hambatan pengganti paralelnya.
2.
Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.
Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
3.
Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total
rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari
rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
4.
Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah
kuat arus yang melalui tiap komponen.
5.
Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus
hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap
bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
C.

Alat dan Bahan

Lampu (bohlam kecil)


Kabel
Saklar
Baterai (1.5v, 2 buah)

Papan perakit
D.

Langkah Kerja

1.

Siapkan alat yang sudah tersedia (berupa rangkaian paralel)

2.

Praktikan dengan menyalakan semua lampu

3.

Longgarkan salah satu lampu hingga mati dan amati pada lampu lain.

E.

Hasil Pengamatan

Pada percobaan yang telah dilakukan, lampu menyala terang baik lampu A
maupun B, dan ketika salah satu lampu dikendorkan, lampu yang lan tetap
menyala.
F.

Pembahasan

Dalam percobaan yang dilakukan nampak bahwa, nyala lampu terang


dibandingkan dengan nyala pada rangkaian seri. Hal ini disebabakan sumber
tegangan langsung menuju lampu-lampu tanpa melalui lampu lainnya, sehingga
apabila salah satu lampu dimatikan maka lampu yang lain tidak akan ikut mati,
berbeda dengan rangkaian seri yang apabila lampu yang lain dimatikan maka
lampu yang lain akan ikut mati karena saling berkesinambungan. Dalam
rangkaian paralel masing-masing cabang dalam rangkaian parallel merupakan
rangkaian individu sehingga ketika satu lampu dikendorkan tidak mempengaruhi
nyala lampu yang lain karena arus listrik tetap mengalir.
Dalam rangkaian paralel, nilai hambatan total (Rp) lebih kecil dari nilai masingmasing hambatan penyusunnya (R1 dan R2). Oleh karena itu beberapa lampu
yang disusun paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal
(tidak mengalami penurunan). Jika salah satu lampu padam yang lain tetap
menyala.
Contoh penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
v Distribusi listrik PLN yang kerumah-rumah
v Stop contact yang merupakan rangkaian parallel dengan jala-jala

G.

Kesimpulan

Dalam rangkaian paralel, setiap rangkaian berdiri sendiri. Terbukti dengan jika
fungsi satu rangkaian dimatikan, rangkaian yang lain akan tetap hidup.
RANGKAIAN SERI
A.

Tujuan:

1; Mengamati keadaan lampu yang disusun seri

2; Mengamati keadaan lampu secara seri jika salah satu lampu dikendorkan
B.

Landasan Teori:

Rangkaian Listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik
lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Berdasarkan susunan hubungan alatalat listrik, maka rangkaian listrik tersusun dengan tiga cara, yaitu: rangkaian
seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran. Rangkaian seri adalah
rangkaian alat-alat listrik yang disusun berurut tanpa cabang.
Ciri-ciri rangkaian seri antara lain: Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang.
Arus listrik yang mengalir melalui lampu 1 melalui lampu 2, demikian pula yang
melalui baterai 1 dan baterai 2, dan Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak
maka arus listrik akan putus.
Kelebihan dari rangkaian seri adalah: Lebih menghemat daya yang dikeluarkan
pada baterai, Pengerjaan yang singkat , dan Tidak memerlukan banyak
penghubung pada penyambungan jalur sehingga hemat kabel dan saklar (hemat
biaya)
Kekurangan rangkaian seri adalah: Jika salah satu komponen dicabut atau rusak
maka komponen yang lain tidak akan berfungsi sebagai mana mestinya.
Misalnya saja tiga buah lampu disusun secara seri, maka apabila salah satu
lampu dicabut atau rusak maka lampu yang lain akan ikut padam, Nyala lampu
yang satu dengan yang lain tidak sama terangnya, dan Semakin jauh dari
sumber listrik maka nyala lampu semakin redup.
C.

Alat dan Bahan :

Lampu 2,5 volt + dudukan

= 2 buah

Batu Baterai

= 2 buah

Saklar

= 1 buah

Kabel-Kabel Penghubung

D.

Langkah Kerja:

1; Buat rangkaian seperti pada gambar berikut


a.

Dengan 1 lampu, 1 baterai

b.

Dengan 1 lampu, 2 baterai

c.

Dengan 2 lampu, 1 baterai

d.

Dengan 2 lampu, 2 baterai

2; Hubungkan saklar. Bagaimana nyala lampu?


3; Kendorkan salah satu lampu. Bagaimana nyala lampu?

E.

Hasil Pengamatan
Lampu 1

Lampu 2

Baterai 1 Nyala agak terang

Nyala agak redup

Baterai 2 Nyala terang

Nyala agak terang

Dengan percobaan rangkaian seri menggunakan 2 lampu baik menggunakan 1


maupun 2 baterai, apabila salah satu lampu dikendorkan maka lampu lain
akan padam
F.

Pembahasan :

Perbedaan nyala lampu pada setiap percobaan disebabkan oleh pengaruh


tegangan yang ada pada baterai dan hambatan yaitu berupa kabel.

Pada percobaan 1 & 2 , perbedaan terletak pada perbedaan tegangan,


yaitu penggunaan baterai.

Pada percobaan 1 & 3, perbedaan terletak pada pemakaian lampu, yang


membuat nyala semakin redup.

Pada percobaan 1 & 4, perbedaan terletak pada hambatan, yaitu berupa


panjang kabel.
G.

Kesimpulan:

Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun berurutan tanpa cabang.


Perbedaan-perbedaan yang terjadi pada nyala lampu disebabkan oleh besarnya
tegangan listrik yang dihasilkan baterai dan hambatan listrik pada kabel
penghubung. Apabila salah satu lampu pada rangkaian seri dikendorkan/padam
maka lampu yang lain akan ikut padam