Anda di halaman 1dari 30
“ Kenapa bagian ini disebut Chemistry Of Love?” “Karena seperti manusia, unsur -unsur juga akan
“ Kenapa bagian ini disebut Chemistry Of Love?” “Karena seperti manusia, unsur -unsur juga akan
“ Kenapa bagian ini disebut Chemistry Of Love?” “Karena seperti manusia, unsur -unsur juga akan

Kenapa bagian ini disebut Chemistry Of Love?”

“Karena seperti manusia, unsur-unsur juga akan berikatan membentuk molekul, tapi jenis ikatannya berbeda-beda. Mau tahu?”

Ikatan Kimia | 2
Ikatan Kimia | 2
Unsur-unsur gas mulia di alam berada dalam keadaan bebas sebagai atom atomnya. Ini berarti unsur-unsur
Unsur-unsur gas mulia di alam berada dalam keadaan bebas sebagai atom atomnya. Ini berarti unsur-unsur

Unsur-unsur gas mulia di alam berada dalam keadaan bebas sebagai atom atomnya.

Ini berarti unsur-unsur gas mulia bersifat stabil. Unsur gas mulia ini sulit bereaksi

dengan unsur lain untuk membentuk senyawa. Kenapa bisa seperti itu? Coba amati

konfigurasi elektron dari unsur-unsur gas mulia berikut!

Tabel Susunan elektron unsur-unsur gas mulia Unsur No. Atom Konfigurasi Elektron Elektron Valensi Helium 2
Tabel Susunan elektron unsur-unsur gas mulia
Unsur
No. Atom
Konfigurasi Elektron
Elektron Valensi
Helium
2
2
2
Neon
10
2
8
8
Argon
18
2
8
8
8
Krypton
36
2
8
18
8
8
Xenon
54
2
8
18
18
8
8
Radon
86
2
8
18
18
18
8
8
Ternyata semua unsur gas mulia memiliki 8 elektron valensi, kecuali He (2 elektron
valensi). Masing-masing elektron valensinya sudah berpasangan sehingga sulit untuk
berikatan dengan unsur lain.
Atom-atom dari unsur yang tidak stabil, cenderung untuk berikatan dengan atom

dari unsur lain sehingga diperoleh susunan eektron yang stabil seperti gas mulia.

Susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya (oktet)

yang dimiliki oleh atom-atom pada golongan gas mulia kecuali Helium (He) yang memiliki

elektron pada kulit terluarnya (duplet). Unsur yang mengikuti aturan duplet adalah

unsur yang ada dekat dengan He diantaranya adalah H, Li, Be, dan B.

Atom dapet mencapai kestabilan seperti golongan gas mulia dengan beberapa cara

diantaranya adalah melepas atau menerima elektron (saat atom berikatan ionik) serta

penggunaan bersama pasangan elektron (saat atom berikatan kovalen). Berikut gambaran

cara atom dalam mencapai ketabilan:

1. Melepaskan elektron

Unsur golongan IA, IIA, dan IIIA melepaskan elektron membentuk ion positif.

a) Golongan IA agar stabil melepas 1 elektron membentuk ion bermuatn +1.

23

11

Na

2 8 1

23

11

Na

2 8

(2

8) + e

b) Golongan IIA agar stabil melepas 2 elektron membentuk ion bermuatan +2. Contoh : 24
b)
Golongan IIA agar stabil melepas 2 elektron membentuk ion bermuatan +2. Contoh :
24
Mg
24
Mg
2
12
12
+ 2e
2 8 2
2 8
c)
Golongan IIIA agar stabil melepas 3 elektron membentuk ion bermuatan +3. Contoh :
27
Al
27
Al
3
13
13
+ 3e
2 8 3
2 8
2.
Menerima/menarik/menangkap elektron
Unsur golongan VA, VIA, dan VIIA menarik elektron membentuk ion negatif.
a)
Golongan VIIA agar stabil menarik 1 elektron membentuk ion bermuatan -1. Contoh
35
Cl
35
Cl
17
17
+ e 
2
8
7
2
8
8

b) Golongan VIA agar stabil menarik 2 elektron membentuk ion bermuatan -2. Contoh :

32

16

S

+ 2e

2 8 6

16S 32

2

2 8 8

c) Golongan VA agar stabil menarik 3 elektron membentuk ion bermuatan -3. Contoh :

31

15

P

+ 3e

2 8 5

15P 31

3

2 8 8

3. Penggunaan bersama pasangan elektron

Cara mencapai kestabilan dengan penggunaan bersama pasangan elektron ini terjadi

pada atom non logam dengan atom non logam. Cara ini merupakan proses yang terjadi

pada pembentukan ikatan kovalen. Elektron yang digunakan bersama dapat berasal dari

masing-masing unsur yang berikatan (ikatan kovalen biasa)

selain itu elektron yang

digunakan juga dapat berasal hanya dari satu unsur pembentuknya saja (ikatan kovalen

koordinasi).

Sekilas info Struktur Lewis Struktur lewis adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valesinya. Struktur
Sekilas info
Struktur Lewis
Struktur lewis adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valesinya. Struktur
lewis dapat ditulis dengan tanda titik, silang, bulatan, bintang, dan sebagainya. Khusus O dan S
harus menyumbang 2 elektron tiap berikatan.
Struktur Lewis
Langkah menggambarkan struktur lewis
1. Lihat nomor atomnya!
2. Buat konfigurasi elektronnya!
3. Tentukan elektron valensinya!
4. Tulis simbol atomnya
5. Tempatkan titik mengelilingi simbol atomnya maksimum sampai dengan 4 titik. Titik
selnjutnya ditempatkan berpasangan dengan titik sebelumnya sampai mencapai
konfigurasi oktet (8 elektron)
6. Setiap titik mewakili 1 elektron yang ada pada kulit terluar atom.
titik mewakili 1 elektron yang ada pada kulit terluar atom. 1. 9 F 1 3 Al

1.

9 F

13 Al

c.

d.

16 S

7 N

Berapa elektron yang dilepaskan atau diterima unsur-unsur berikut untuk mencapai

kestabilan? Beri penjelasannya

a.

b.

e.

f. 20 Ca

19 K

g.

h.

8 O

15 P

2. Gambarkan struktur Lewis untuk unsur-unsur berikut!

c.

a.

b.

18 Ar

20 Ca

16 S

7 N

e.

f.

19 K

8 O

d.

Ayoo baca puisi di bawah ini! Puisi ini menggambarkan tentang ikatan ion Semua pada berikatan
Ayoo baca puisi di bawah ini! Puisi ini menggambarkan tentang ikatan ion Semua pada berikatan

Ayoo

baca puisi di bawah ini! Puisi ini menggambarkan tentang ikatan ion

Semua pada berikatan Unsur-unsur pada senang Berikatanlah dan mengikatlah Aku juga pingin berikatan

Logam-logam pada bersiap siap Lepaslah elektron itu cepat Biarlah dirimu menjadi berarti Jadilah ion positif
Logam-logam pada bersiap siap
Lepaslah elektron itu
cepat
Biarlah dirimu menjadi berarti
Jadilah ion positif
Selain logam janganlah kecewa
Ikatlah elektron yang terbuang
Kelak kau akan lebih berarti
Menjadi ion negatif
Bila engkau semua bertemu
Sadarlah bahwa engkau
Saling membutuhkan
Berikatanlah
Harapan baru akan menunggu
Kini engkau semua berikatan ion

Puisi diatas menggambarkan proses terjadinya ikatan ion serta unsur pembentuk ikatan

tersebut. Berdasarkan puisi tersebut dapat diketahui bahwa Ikatan ion adalah:

Ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik antar ion positif dengan ion negatif

sebagai akibat serah terima elektron (transfer elektron). Ikatan ion terbentuk antara unsur

logam (IA,IIA,Al) dengan nonlogam (unsur C, VA, VIA, VIIA).Ikatan yang paling ionik adalah

CsF. Contoh: NaCl, KBr, dan MgBr 2

Pembentukan senyawa ION Cara 1: proses (transfer e - ) pembentukan Cara 2 : langsung
Pembentukan senyawa ION
Cara 1: proses
(transfer e - )
pembentukan
Cara 2 : langsung
[AxBy]
1. Dengan proses pembentukan (transfer e - ) 2. Dengan cara langsung Contoh: 1. Pembentukan
1. Dengan proses pembentukan (transfer e - )
2. Dengan cara langsung
Contoh:
1. Pembentukan ikatan ion antara unsur Na dengan Cl (nomor atom Na: 11 dan Cl: 17)
Langkah berpikir:
Langkah berpikir
Mengkonfigurasikan nomor atom unsurnya
Lihat e - valensinya
Lihat e- valensinya
e - valensi < 4 akan melepas e -
ion
e-
valensi
<
4
akan
melepas
positif (+)
ion positif (+)
e - valensi > 4 akan menangkap
e -
ion
e- valensi > 4 akan menangkap e-:
negatif (-)
negatif (-)
catatan:
Tuliskan ion yang terbentuk
apabila melepas e - , e - ditulis di kanan
Gunakan rumus:
AxB y
apabila menangkap e - , e - ditulis dikiri

e -

yang ditulis sesuai dengan jumlah e -

yang dilepas ataupun ditangkap untuk

menjadi 8 e -

Menyamakan jumlah e - dengan dikali silang e - dengan dikali silang

8 e - Menyamakan jumlah e - dengan dikali silang Perhatikan jumlah atomnya dan terbentuklah senyawa

Perhatikan

jumlah

atomnya

dan

terbentuklah senyawa ion

xA y+ yB x- Bertukar muatan
xA y+
yB x-
Bertukar muatan

Mengkonfigurasikan nomor atom unsurnya

e-:

ion

Contoh 2: Pembentukan senyawa Al 2 O 3 (nomor atom Al: 13 dan O: 8)

e - valensi

3
3

O: 2

6

Al 3+ + 3e - (melepas 3e - )

e - valensi

e - valensi

e - valensi

Al: 2 8

Al

) e - valensi e - valensi e - valensi Al: 2 8 Al 3 Al:
3
3

Al: 2 8

6
6

O: 2

Al 3+ Al 2 O 3
Al 3+
Al 2 O 3
Jumlah e - tdk sama
Jumlah e -
tdk sama
2-
2-

O Lihat muatannya, Muatan: +3 dan -2. Bertukar muatan

2- O Lihat muatannya, Muatan: +3 dan -2. Bertukar muatan O + 2e -  O
2- O Lihat muatannya, Muatan: +3 dan -2. Bertukar muatan O + 2e -  O

O + 2e - O 2-

(menangkap 2e - )

Maka harus dikali silang:

Al  Al 3+ + 3e - x 2 2Al  2Al 3+ + 6e
Al
 Al 3+ + 3e -
x 2
2Al
 2Al 3+ + 6e -
O
+ 2e -  O 2-
x 3
3O + 6e -  3O 2-
2Al + 3O  2Al 3+ + 3O 2- (2 atom Al & 3 atom O)
 Al 2 O 3
di antaranya:
a. Berwujud padat pada suhu kamar
Sifat ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik (elektrostatik) antara kation dan anion
yang terbentuk. Tarik menarik tersebut tidak berhenti sampai terbentuknya sepasang
ikatan ion, tetapi sampai pada terbentuknya struktur kristal. Gaya tarik menarik tersebut
sangat kuat sehingga posisi ion tidak mudah berubah.
b. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi
Gaya tarik menarik ion sangat kuat sehingga diperlukan energi yang cukup besar untuk
memutuskan ikatan ionnya. Hal itulah yang membuat senyawa ionik memiliki titik didih dan
titik leleh yang tinggi.

c. Dapat menghantarkan listrik dalam bentuk larutan atau lelehan

Sifat senyawa ion yang dapat menghantarkan arus listrik dikarenakan dalam bentuk

cairan dan lelehan, ion-ion dapat bergerak bebas. Sedangkan dalam wujud padat, senyawa

ion tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas.

d. Mempunyai sifat keras, namun mudah rapuh

Sifat ini terjadi karena ion-ion daam struktur kristal tersusun atas beberapa lapis. Saaat

diberi gaya seperti pukulan ion akan bergeser akan terjadi pertemuan antara ion yang

bermuatan sama dan selanjutnya akan jadi gaya tolak menolak antar ion tersebut. Tolakan

tersebut itulah yang membuat kekuatan ikatan ion menjadi berkurang.

itulah yang membuat kekuatan ikatan ion menjadi berkurang. 1. Tuliskan pembentukan ikatan antara: a. 3 Li

1. Tuliskan pembentukan ikatan antara:

a. 3 Li dengan 9 F

c.

19 K dengan 8 O

e.

13 Al dengan 16 S

b. 12 Mg dengan 9 F

d.

20 Ca dengan 16 S

2. Prediksikan senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur berikut a. 19 K dengan 35 Br d.
2. Prediksikan senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur berikut
a. 19 K dengan 35 Br
d. 19 K dengan 7 N
g.
12 Mg dengan 8 O
b. 11 Na dengan 9 F
e.
13 Al dengan 8 O
h.
20 Ca dengan 7 N
c. 20 Ca dengan 35 Br
f. 19 K dengan 16 S
dengan 9 F e. 13 Al dengan 8 O h. 20 Ca dengan 7 N c.
dengan 9 F e. 13 Al dengan 8 O h. 20 Ca dengan 7 N c.
dengan 9 F e. 13 Al dengan 8 O h. 20 Ca dengan 7 N c.
dengan 9 F e. 13 Al dengan 8 O h. 20 Ca dengan 7 N c.
dengan 9 F e. 13 Al dengan 8 O h. 20 Ca dengan 7 N c.
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian bersama pasangan elektron. ikatan yang terbentuk

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian bersama pasangan elektron. ikatan yang terbentuk di stabilkan oleh adanya gaya tarik menarik antara elektron dan inti atom serta gaya tolak menolak antar inti atom. Ikatan kovalen ini terbentuk antara atom non logam. Elektron yang digunakan untuk digunakan bersama dapat berjumlah satu, dua maupun tiga pasang yang nantinya akan terbentuk ikatan kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga. Berikut beberapa contoh tentang senyawa kovalen.

a. Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan jika elektron yang digunakanan bersama H hanya satu pasang.
a. Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan jika elektron yang digunakanan bersama
H
hanya satu pasang. Contoh pada pembentukan H 2 dan HF.
H    H
    
F
  H H     H F 
atau ditulis H – H (H 2 )
atau ditulis H – F (HF)
b. Ikatan kovalen rangkap dua yaitu ikatan jika elektron yang digunakan bersama
   
 
O
    
berjumlah dua pasang. Contoh pembentukan O 2
O
O
    
O
atau
O = O (O 2 )
c. Ikatan kovalen rangkap tiga yaitu ikatan jika jumlah elektron yang digunakan
 
 
bersama berjumlah tiga pasang. Contoh pembentukan N 2
N
     
   
N
N
N
Atau N  N (N 2 )
Langkah penulisan memprediksi senyawa kovalen yang terbentuk dan struktur
Lewisnya
No
Langkah Penulisan
6 C dan 1 H
8 O dan 1 H
6 C dan 17 Cl
1
Buat konfigurasi elektron
C
: 2,
4
O
: 2
6
C
: 2
4
masing-masing
unsur
H
:
1
H
:
1
Cl
: 2
8
7
penyusunnya
2
Tentukan kecenderungan
C
: butuh 4e
O
: butuh 2e
C : butuh 4e
untuk
mencapai
H
: butuh 1e
H
: butuh 1e
Cl : butuh 1e
kestabilan
3
Prediksikan senyawa yang
CH 4
H 2 O
CCl 4
dibentuk

4

Gambar

kerangka

 

H

     

Cl

senyawanya

H

C

H

H

O

H

Cl

C

Cl

 

H

 

Cl

5

Gambar elektron valensi

     

yang

mengelilinginya

 

H

   

       

Cl

C

Cl

 

(dimulai

yang

dari

digunakan

elektron

untuk

H



 

C

H



H

H

 

O

 

 

H

  

Cl



    

Cl

berikatan)

       
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen yang terjadi dimana pasangan elektron berasal dari salah satu
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen yang terjadi dimana pasangan
elektron berasal dari salah satu atom yang berikatan kemudian dipakai bersama.
NH4
NH 3 BF 3 , SO 3 ,HNO 3, H 2 SO 4 , H 3 O + ,
Syarat terjadinya ikatan kovalen koordinasi, yaitu:
a. Atom donor mempunyai pasangan elektron bebas (PEB)
b. Atom donor sudah mencapai konfigurasi yang stabil
c. Atom penerima masih kekurangan pasangan elektron dalam mencapai kestabilan
**
H
**
atau sudah tidak mempunyai elektron
F o
**
o
PEI
**
o
* o
F
H
o
B
o o
N *
*
* o
F
*
PEB
H
*
Ikatan kovalen koordinasi
+
Berikut contoh pembentukan senyawa kovalen koordinasi NH 3 BF 3 dan NH 4
Terbentuknya kovalen koordinasi pada NH 3 BF 3
**
**
**
**
**
kovalen koordinasi pada NH 3 BF 3 ** ** ** ** ** Terbentuknya kovalen koordinasi pada

Terbentuknya kovalen koordinasi pada NH 4

+

koordinasi pada NH 3 BF 3 ** ** ** ** ** Terbentuknya kovalen koordinasi pada NH
Pengecualian aturan oktet ** 1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Unsur-unsur yang mempunyai elektron
Pengecualian aturan oktet
**
1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Unsur-unsur
yang
mempunyai
elektron
valensi
**
**
**
o
o
Cl Be
Cl
kurang
dari
4
tidak
memenuhi
aturan
oktet
**
**
(golongan IIA dan IIIA). Contoh : BeCl 2 , BF 3 , dan
AlCl 3
2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
O
O
**
tidak mungkin memenuhi aturan oktet. Contoh
o
o
N
N
NO 2 yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6 =
O
O
17) tidak mencapai aturan oktet.
**
3. Senyawa dengan oktet berkembang
**
**
Cl
unsur-unsur dengan elektron valensi lebih dari 4
Cl
P
Cl
**
dapat membentuk oktet berkembang. Contoh PCl 5 ,
Cl
**
**
SF 6 , ClF 3 , IF 7 , dan SbCl 5 .
Cl
Sifat senyawa kovalen diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Berwujud gas, cair, dan padat pada suhu kamar,
**
b. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang rendah
c. Kebanyakan tidak dapat menghantarkan listrik, dan
*
*
d. Umumnya bersifat lunak.
* *
**
**
**
**
**
*
**
*
**
*
*
**
**
** **
* *
**
* *

1. Gambarkan Struktur Lewis Dan Tentukan Rumus Senyawa Yang Dibentuk!

a. 1 H dengan 17 Cl

d. 8 O dengan 6 C

g. 1 H dengan 6 C

b. 1 H dengan 16 S

e. 1 H dengan 8 O

h. 9 F dengan 9 F

c. 1 H dengan 7 N

f. 15 P dengan 17 Cl

2. Gambarkan struktur Lewis untuk senyawa berikut!

a.

b.

PCl 5

O 2

c.

d.

C 2 H 4 C 2 H 2

Prinsip dasar dari ikatan kovalen adalah pemakaian elektron bersama oleh atom-atom yang berikatan. Jika elektron-elektron

Prinsip dasar dari ikatan kovalen adalah pemakaian elektron bersama oleh atom-atom

yang berikatan. Jika elektron-elektron yang digunakan bersama cenderung tertarik ke

salah satu atom akan terjadi pengutuban. Kepolaran suatu senyawa kovalen dapat

ditentukan berdasarkan perbedaan keelektronegatifan atom yang membentuk senyawa

dan bentuk molekul dari senyawa tersebut. Berdasarkan perbedaan keelektronegatifan, ikatan kovalen dibagi menjadi 2,
dan bentuk molekul dari senyawa tersebut.
Berdasarkan perbedaan keelektronegatifan, ikatan kovalen dibagi menjadi 2, yaitu:
a.
Ikatan kovalen polar
Ikatan kovalen polar terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama memihak
atau
mengutub
ke
salah
satu
atom/gugus
atom
karena
adanya
perbedaan
keelektronegatifan. Suatu molekul mempunyai ikatan polar jika:
1)
Terdapat perbedaan keelektronegatifan atau momen dipol  0.
(Jika jumlah atom = 2, maka harus berbeda). Contoh: HCl, HBr
2) Terdapat pasangan elektron bebas (PEB).
(Jika jumlah atom > 2, maka ada sisa (PEB). Contoh: NH 3 , H 2 O, dan PCl 3
**
3) Molekulnya berbentuk asimetris. Contoh: POCl 3 dan CH 3 Cl
**
4) Terjadi polarisasi dan dapat dibelokkan oleh medan listrik
**
H
o
+
Cl
H
o
Cl
**
*
*
*
*
**

b. Ikatan kovalen nonpolar

Ikatan kovalen polar dapat terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama dari

atom yang sama sehingga memiliki elektronegativitas yang sama atau tidak mengutub.

1)

Tidak terdapat perbedaan keelektronegatifan atau momen dipol = 0.

(Jika jumlah atom = 2, maka harus sama). Contoh: O 2 , N 2 , dan H 2

2) Tidak terdapat pasangan elektron bebas (PEB).

(Jika jumlah atom > 2, maka tidak ada sisa (PEB).Contoh: CH 4 , PCl 5 , dan SF 6

3) Molekulnya berbentuk simetris. Contoh: CCl 4 dan CO 2

**

**

**

*

**

*

**

*

**

**

**

4) Tidak terjadi polarisasi dan tidak dibelokkan oleh medan listrik

H *

o

H

*

C

*

o

o

H

o * H

F

o

F o

B

o **

F

1. Tentukan Pasangan Elektron Bebas (PEB), Pasangan Elektron Ikatan (PEI), dan Termasuk Senyawa Polar atau
1. Tentukan Pasangan Elektron Bebas (PEB), Pasangan Elektron Ikatan (PEI), dan
Termasuk Senyawa Polar atau Nonpolar dengan Menggambar Struktur Lewisnya.
a. HCl
f. HBr
k.
CF
4
b. H 2 O
g.
NH 3
l.
H 2
S
c. F 2
h.
PCl 3
m. SiCl 2
d. PCl 5
i.
FCl
n.
BCl 3
e. SF 6
j.
SF 4
o.
SiCl
4
2. Disajikan data keelektronegatifan unsur sebagai berikut.
H = 2,1
F=4,0
Cl = 3,0
Br = 2,8
I = 2,5
Berdasarkan data tersebut urutkan senyawa berikut dari yang paling polar ke yang
paling tidak polar HCl, HBr, HF, HI, H 2
Senyawa kovalen yang lebih dari dua atom (poliatom) pada kulit terluarnya terdapat pasangan elektron yang

Senyawa kovalen yang lebih dari dua atom (poliatom) pada kulit terluarnya terdapat

pasangan elektron yang terdiri atas

PEI : Pasangan Elektron Ikatan

PEB : Pasangan Elektron Bebas

PEI : Pasangan Elektron Ikatan PEB : Pasangan Elektron Bebas a. Elektron valensi tiap atom b.
a. Elektron valensi tiap atom b. Jumlah elektron yang digunakan untuk berikatan = Jumlah elektron
a.
Elektron valensi tiap atom
b.
Jumlah elektron yang digunakan untuk berikatan =
Jumlah elektron valensi atom pusat(A) + elektron valensi atom pengeliling (X)
c.
Banyaknya pasangan elektron total (PE) = banyaknya elektron yang digunakan untuk
ikatan dibagi dua.
d.
Banyaknya pasangan elektron terikat (PEI);
e.
Banyaknya pasangan elektron bebas (PEB) = PE – PEI;
f.
Tipe ikatan
Jumlah pasangan
Bentuk
Elektron
Formula
Struktur
Contoh
Kepolaran
Molekul
Total
Ikatan
Bebas
BeCl 2
2
2
- AX 2
Linear
Non Polar
BCl 3
Segitiga
3
3
- AX 3
Non Polar
Datar
SO 2
Membentuk
3
2
1 AX 2 E
Polar
Sudut
CH 4 4 4 - AX 4 Tetrahedral Non Polar NH 3 Piramida 4 3
CH 4
4
4
- AX 4
Tetrahedral
Non Polar
NH 3
Piramida
4
3
1 AX 3 E
Polar
Segitiga
H
2 O
4
2
2 AX 2 E 2
Bentuk V
Polar
PCl 5
Bipiramida
5
5
- AX 5
Non Polar
Segitiga
TeCl 4
Jungkat-
5
4
1 AX 4 E
Polar
Jungkit
ClF 3
5
3
2 AX 3 E 2
Bentuk T
Polar
-
I
3
5
2
3 AX 2 E 3
Linear
Non Polar
SF 6
6
6
- AX 6
Oktahedral
Non Palar
IF 5
Piramida
6
5
1 AX 5 E
Polar
Segiempat
         
          ICl 4 -  

ICl 4

-

 

Segiempat

Segiempat

6

4

2

AX 4 E 2

Datar

Non Polar

6 4 2 AX 4 E 2 Datar Non Polar = PEI = PEB Cara menentukan

= PEI

= PEB

Cara menentukan bentuk molekul dari suatu senyawa adalah sebagai berikut:

Sebagai contoh:

Tentukan bentuk molekul dari senyawa H 2 O (nomor atom H=1 dan O=8)

Langkah penentuan

1.

Tentukan elektron valensi dari masing-masing senyawa:

1 H = 1

elektron Valensi = 1

2.

8 O = 2

6

elektron Valensi = 6

Gambar struktur lewisnya

3.

Tentukan jumlah PEB dan PEI nya

PEB = 2

PEI = 2

4. Dengan melihat jumlah PEB dan PEI dapat diketahui bentuk molekul dari senyawa H 2 O

yaitu Bentuk V

bentuk molekul dari senyawa H 2 O yaitu Bentuk V Tentukan bentuk molekul yang tepat untuk
bentuk molekul dari senyawa H 2 O yaitu Bentuk V Tentukan bentuk molekul yang tepat untuk

Tentukan bentuk molekul yang tepat untuk senyawa-senyawa berikut:

a. CF 4

d. H 2 O

g. H 2 S

b. PCl 3

e. SiCl 2

h. PCl 5

c. BCl 3

f.

SF 4

i.

SiCl 4

Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi pada atom logam dimana elektron-elektron pada logam tersebut dapat
Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi pada atom logam dimana elektron-elektron pada logam tersebut dapat

Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi pada atom logam dimana elektron-elektron

pada logam tersebut dapat bergerak bebas seperti awan elektron sehingga elektron

valensi dapat berpindah-pindah. Beberapa sifat logam:

Mengkilap

Dapat menghantarkan listrik

Dapat menghantarkan panas

 Dapat ditempa dan dibengkokkan Menurut teori awan elektron yang dikemukakan oleh Drude dan Lorent
 Dapat ditempa dan dibengkokkan
Menurut teori awan elektron yang dikemukakan oleh Drude dan Lorent pada awal abad
ke-20, bahwa di dalam kristal logam, setiap atom melepaskan elektron valensinya sehingga
membentuk awan elektron dan kation yang bermuatan positif dan tersusun rapat dalam
awan elektron tersebut. Ion logam yang bermuatan positif tersebut terdapat pada jarak
tertentu satu sama lain dalam kristalnya. Karena elektron valensi tidak terikat pada salah
satu ion logam atau pasangan ion logam, tapi terdelokalisasi terhadap semua ion logam, maka
elektron valensi tersebut bebas bergerak ke seluruh bagian dari kristal logam, sama halnya
dengan molekul-molekul gas yang dapat bergerak dengan bebas dalam ruangan tertentu.

Gambar 1.1 Awan elektron pada logam

Jadi menurut teori ini, kristal logam terdiri dari kumpulan ion logam bermuatan positif di

dalam lautan elektron yang mudah bergerak. Ikatan logam terdapat antara ion logam positif

dan elektron yang mudah bergerak tersebut.

Teori awan elektron juga disebut teori elektron bebas, teori lautan elektron atau fluida

elektron secara kualitatif dapat menjelaskan berbagai sifat fisika dari logam, seperti sifat

mengkilap, dapat menghantarkan listrik dan panas, dapat ditempa, dibengkokkan dan ditarik.

Sifat-sifat logam, antara lain:

a. Berupa padatan pada suhu ruang

Atom-atom logam bergabung oleh ikatan logam yang sangat kuat membentuk struktur

kristal yang rapat. Hal ini menyebabkan

atom-atom tidak memiliki kebebasan

bergerak seperti halnya pada zat cair (kecuali Hg).

b. Bersifat keras tetapi lentur/tidak mudah patah jika ditempa

Ikatan logam yang kuat dan struktur logam yang rapat menyebabkan logam bersifat kuat, keras, dan
Ikatan logam yang kuat dan struktur logam yang rapat menyebabkan logam bersifat
kuat, keras, dan rapat. Akan tetapi, adanya elektron-elektron bebas menyebabkan
logam bersifat lentur/tidak mudah patah. Hal ini dikarenakan
sewaktu logam
dikenakan gaya luar, maka elektron-elektron bebas akan berpindah mengikuti ion-ion
positif yang bergeser. Kemudian, berikatan lagi dengan atom yang berada di
sampingnya. Oleh karena itu, logam dapat ditempa, dibengkokkan, atau dibentuk
sesuai keinginan.
c. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi
Logam memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena atom-atom logam terikat
oleh ikatan logam yang kuat. Untuk memutuskan ikatan tersebut, diperlukan energi

dalam jumlah yang besar.

d. Menghantarkan listrik dengan baik

Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas yang dapat membawa

muatan listrik. Jika diberi suatu beda tegangan, maka elektron-elektron ini akan

bergerak dari kutub negatif menjadi kutub positif.

e. Menghantarkan panas dengan baik Elektron-elektron yang bergerak bebas di dalam kristal logam memiliki energi

e. Menghantarkan panas dengan baik

Elektron-elektron yang bergerak bebas di dalam kristal logam memiliki energi kinetik.

Jika dipanaskan, elektron-elektron akan memperoleh energi kinetik yang cukup untuk

dapat bergerak/bervibrasi dengan cepat. Dalam pergerakannya, elektron-elektron

tersebut akan bertumbukkan dengan elektron-elektron lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya transfer energi dari bagian
tersebut akan bertumbukkan dengan elektron-elektron lainnya. Hal ini menyebabkan
terjadinya transfer energi dari bagian bersuhu tingi ke bagian bersuhu rendah.
f. Mempunyai permukaan yang mengkilap
Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas. Sewaktu cahaya jatuh pada
permukaan logam, maka elektron-elektron bebas akan menyerap energi cahaya
tersebut. Elektron-elektron akan melepas kembali energi tersebut dalam bentuk
radiasi elektromagnetik dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi cahaya awal.
Oleh karena frekuensinya sama, maka kita melihatnyta sebagai pantulan cahaya yang
datang. Pantulan cahaya tersebut memberikan permukaan logam tampak mengkilap.
Gaya antar molekul merupakan gaya tarik-menarik antarmolekul yang saling berdekatan. Gaya antar molekul berbeda dengan

Gaya antar molekul merupakan gaya tarik-menarik antarmolekul yang saling berdekatan.

Gaya antar molekul berbeda dengan ikatan kimia. Dalam gaya antar molekul terjadi gaya

tarik antarmolekul sedangkan ikatan kimia (ikatan ion, kovalen, dan logam) terjadi antar

atom dalam membentuk molekul.

Senyawa yang memiliki dipol adalah senyawa yang memiliki kutub positif (δ + ) di satu sisi,

dan kutub negatif

(δ - ) di sisi yang lain. Senyawa yang memiliki dipol biasa disebut sebagai

senyawa polar yang terbentuk melalui ikatan kovalen polar. Kekuatan listrik yang dimiliki dipol lebih lemah
senyawa polar yang terbentuk melalui ikatan kovalen polar. Kekuatan listrik yang dimiliki
dipol lebih lemah dibanding kekuatan listrik ion. Perhatikan gambar berikut.
senyawa ion
senyawa kovalen
senyawa kovalen
polar
nonpolar
Gaya antar molekul dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Gaya Tarik Dipol-dipol
Gaya ini terjadi jika molekul kovalen polar (dipol permanen) berinteraksi dengan molekul
kovalen polar lain yang memiliki dipol permanen juga. Contohnya adalah gaya yang terjadi
antar molekul HCl yang sama-sama merupakan molekul polar.
2. Gaya Tarik Dipol-dipol terimbas (Gaya Van Der Waals)

gaya ini terjadi jika molekul kovalen polar (dipol permanen) berinteraksi dengan molekul

kovalen non polar (dipol terimbas/induksian). Contohnya adalah gaya yang terjadi antar

molekul air (H 2 O) yang bersifat polar dengan molekul O 2 yang bersifat non polar.

polar dengan molekul O 2 yang bersifat non polar. 3. Gaya Tarik Dipol-dipol sesaat (dispersi London)

3. Gaya Tarik Dipol-dipol sesaat (dispersi London)

gaya ini terjadi jika

molekul kovalen non polar (dipol sesaat) berinteraksi dengan

molekul kovalen non polar lain (dipol terimbas/induksian). Setiap molekul memiliki awan

elektron yang mengelilingi. Awan elektron tersebut tidak diam tetapi selalu bergerak sampai

pada suatu posisi yang membuat molekul tersebut membentuk kutub karena pengaruh

pergerakan tersebut. Contohnya adalah gaya yang terjadi antar molekul N 2 sehingga

menjadikan N 2 dapat berwujud cair.

4. Ikatan Hidrogen

menjadikan N 2 dapat berwujud cair. 4. Ikatan Hidrogen Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi antara
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi antara atom hidrogen (H) dengan atom unsur lain yang
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi antara atom hidrogen (H) dengan atom
unsur lain
yang memiliki harga keelektronegatifan tinggi (F, O, dan N). Perbedaan
keelektronegatifan yang besar ini menyebabkan atom H terikat kuat pada atom O, F dan N.
Ikatan hidrogen dapat terjadi antar molekul maupun intra (dalam) molekul. Gaya tarik antar
molekul yang terjadi memiliki kekuatan 5 sampai 10% dari ikatan kovalen.
.
Gambar. Ikatan hidrogen antara amonia (NH 3 ) dengan air (H 2 O)
Kekuatan gaya antar molekul secara berurutan adalah sebagai berikut:
Ikatan hidrogen > gaya tarik dipol-dipol > gaya Van Der Waals > Gaya London

Semakin kuat gaya tarikan antar molekulnya maka ikatannya akan semakin sulit diputus.

Akibatnya titik didih molekul akan semakin tinggi. sedangkan senyawa yang memiliki gaya

antar molekul yang sama, kekuatan gaya antar molekulnya ditentukan oleh ukuran molekul

dan

persebaran

elektronnya

(polarisabilitas),

besarnya

polarisablitas

ditentukan

oleh

banyaknya elektron yang dimiliki suatu atom. Semakin banyak elektron polarisabilitas

semakin tinggi. Molekul yang memiliki ukuran yang lebih besar akan memiliki titik didih yang

lebih tinggi. Demikian pula dengan molekul yang memiliki polarisabilitas yang tinggi juga

memiliki titik didih yang tinggi juga.

Latihan Soal Ikatan Kimia

A. Pilihan Ganda

1.

Teori oktet yang dikemukakan oleh G.N

E.

menangkap

ataupun

melepaskan

1

Lewis mengatakan bahwa

elektron

A. Atom-atom cenderung untuk memiliki

8 elektron

B. Atom-atom cenderung untuk melepas elektron

C. Atom-atom cenderung untuk memiliki

5. Ikatan antara dua atom yang terjadi karena penggunaan elektron bersama yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan disebut

A. ikatan ion

9 elektron pada kulit terluarnya B. ikatan kovalen D. Atom-atom cenderung untuk menangkap elektron C.
9 elektron pada kulit terluarnya
B. ikatan kovalen
D. Atom-atom cenderung untuk
menangkap elektron
C. ikatan kovalen koordinasi
D. ikatan logam
E. Konfigurasi elektron pada kulit
E. ikatan polar
terluar suatu atom terdiri dari 8
elektron
6. Ikatatan ion paling mudah terbentuk
dari persenyawaan antara unsur
2. Agar dapat membentuk ion positif maka
suatu atom akan
A. Golongan alkali dan golongan alkali
tanah
A. Menerima elektron
B. Golongan
halogen
dan
golongan
B. Menerima proton
alkali
C. Melepas elektron
C. Golongan
halogen
dan
golongan
D. Melepas neutron
halogen
E. Melepas proton
D. Golongan alkali tanah dan golongan
halogen
3. Konfigurasi elektron dari unsur berikut
yang paling stabil adalah
E. Golongan
oksigen
dan
golongan
alkali
A. 2 8 5
7. Ikatan
yang
terdapat
pada
garam
B. 2 8 8
dapur (NaCl) adalah ikatan
C. 2 8 6
A. Logam
D. 2 8 8 1
B. Ion

E. 2 8 7

4. Jika memiliki konfigurasi elektron 2 8 8

dengan

1,

cara

A. melepaskan 1 elektron

B. melepaskan 2 elektron

C. menangkap 1 elektron

D. menangkap 2 elektron

suatu

atom

dapat

stabil

C. Van der Waals

D. Kovalen

E. Hidrogen

8. Diantara ion-ion berikut yang

tidak

biasa ditemukan dalam bentuk senyawa adalah

A.

B.

C. P 3-

Na +

Mg 2+

D.

E.

S 2-

F +

9. Unsur dengan nomor atom 11 mudah

bersenyawa dengan unsur nomor atom

17

mengandung ikatan

A. Logam

B. Kovalen koordinasi

C.

D.

E.

yang

C. Q dan R

D. Q dan S

E. R dan S

14. Senyawa dibawah ini yang mempunyai ikatan ion adalah

A. CH 4

B.

C.

D.

E. KH

NH 3 HBr H 2 O

15. Kelompok senyawa yang masing-masing mempunyai ikatan ion adalah

akan

membentuk

senyawa

Ion

Hidrogen

Kovalen

10. Unsur A mempunyai 2 elektron valensi

B mempunyai 6 elektron

dan unsur

valensi. Rumus kimia dan jenis ikatan yang terbentuk adalah A. SO 2 , NO 2
valensi. Rumus kimia dan jenis ikatan
yang terbentuk adalah
A. SO 2 , NO 2 , dan CO 2
A. AB, Kovalen
B. KOH, HCN, dan H 2 S
B. AB 2 , ion
C. NaCl, MgBr 2 , dan K 2 O
C. AB 2 , kovalen
D. NH 3 , H2O, dan SO 3
D. A 2 B, ion
E. HCl, NaI, dan CH 4
E. AB, ion
16. Ikatan kovalen terjadi antara atom-
11. Ikatan
yang
terdapat
pada
garam
atom
dapur (NaCl) adalah ikatan
A. Golongan IA dengan VIIA
B. Logam
B. Non logam dan atom non logam
C. Ion
C. Logam dan non logam
D. Van der Waals
E. Kovalen
D. Dalam satu golongan pada sistem
periodik
F. Hidrogen
E. Semua pernyataan salah
12. Unsur X dengan konfigurasi elektron 2
17. Jika nomor atom B=5 dan F=9, maka
8
1
dapat
membentuk
ikatan
ion
pernyataan
yang
tidak tepat untuk
dengan
unsur
yang
mempunyai
senyawa BF 3 adalah
konfigurasi elektron
A. Terdapat ikatan kovalen
A. 2 8 3
B. 2 8 8
B. Tidak terdapat pasangan elektron
bebas

C. 2 8 4

D. 2 8 2

E. 2 8 7

13. Empat unsur, yaitu

P,

Q,

R,

dan

S

C. Bentuk molekulnya segitiga datar

D. Harga momen dipolnya = 0

E. Dalam air membentuk ion B 3+ dan F -

18. Atom 15 X dengan atom 17 Y membentuk

masing-masing memiliki nomor atom 6,

XY 3 ,

maka

pernyataan

yang

benar

10, 17, dan 20. Pasangan unsur-unsur

adalah

yang

dapat

membentuk

ikatan

ion

A. Atom pusat X tidak mempunyai

adalah

pasangan elektron bebas

A. P dan Q

B. P dan R

B. Atom pusat X mempunyai satu pasangan elektron bebas

C. Atom

pusat

X

mempunyai

dua

E.

dan

pasangan elektron bebas

24. Unsur P (nomor atom = 15) bersenyawa

D. Atom

pusat

X

mempunyai

tiga

dengan Cl (nomor atom 17) membentuk

pasangan elektron bebas

E. Atom pusat X mempunyai empat

pasangan elektron bebas

PCl 3 . Banyaknya pasangan elektron

bebas pada pusat dalam senyawa PCl 3

adalah

19.

Unsur

X dan Y masing-masing

A. 0

D.

3

mempunyai 6 dan 7 elektron valensi.

B. 1

E.

4

Rumus dan jenis ikatan yang sesuai jika

C. 2

kedua unsur itu bersenyawa adalah

A.

25. Gambar struktur Lewis dari senyawa

NH 3 BF 3

XY 6 , ionik

B. XY 2 , kovalen C. X 2 Y, kovalen D. X 2 Y, kovalen
B. XY 2 , kovalen
C. X 2 Y, kovalen
D. X 2 Y, kovalen
E. XY 2 , ionik
Ikatan kovalen dan kovalen koordinasi
20. Pada molekul N 2 (nomor
atom =
7)
secara berurutan adalah
jumlah
pasangan elektron yang
A. A dan B
digunakan bersama adalah
B. A dan C
A. 1
D.
4
C. B dan C
B. 2
E.
5
D. C dan D
C. 3
E. B dan D
21. Pada
molekul
O 2
jumlah
pasangan
26. Pembentukan ikatan kovalen koordinat
elektron
yang
digunakan
bersama
antara NH 3 dan BF 3 berhubungan
adalah
dengan
A. 1
D.
4
A. Pertambahan jumlah elektron pada
B. 2
E.
5
kulit valensi nitrogen
C. 3
B. Pengurangan jumlah elektron pada
22. Pasangan senyawa berikut yang
kulit valensi nitrogen
merupakan pasangan senyawa yang
C. Pemindahan elektron dari nitrogen
memiliki ikatan kovalen adalah
ke boron
A. KCl dan HCl

B. H 2 S dan Na 2 S

C. PCl 3 dan FeCl 3

D. CH 4 dan NH 3

E. H 2 O dan Na 2 O

23. Pasangan unsur yang dapat membentuk

ikatan kovalen adalah

D. Pemindahan elektron dari boron ke

nitrogen

E. Penggunaan bersama sepasang

elektron antara nitrogen dengan

boron

27. Nomor atom unsur H= 1, B=5, Al=13,

A.

dan

B.

dan

C.

dan

D.

dan

O=8, Cl=17, N=7 dan Ca=20. Senyawa

yang mengandung ikatan kovalen

koordinasi adalah

A.

B.

NH

BCl

4 Cl

3

C.

D. NH 3

E. CaCl 2

AlCl 3

28. Diketahui nomor atom H = 1, C = 6, N =

7, O = 8, P = 15, dan Cl = 17. Senyawa

A.

B. Van Der Waals

C. Kovalen polar

D. hidrogen

E. Kovalen koordinat

Ion

berikut mengikuti aturan oktet 34. Tabel berikut menunjukan sifat-sifat kecuali senyawa Q dan R. A.
berikut
mengikuti
aturan
oktet
34.
Tabel berikut menunjukan sifat-sifat
kecuali
senyawa Q dan R.
A.
CHCl 3
D. CH 4
Titi
Daya Hantar Listrik
B.
NH 3
E. PCl 5
k
Senya
Lel
C. H 2 O
wa
eh Lelehan
Larutan
29. Di bawah ini pasangan senyawa yang
( 0 C)
tidak memenuhi kaidah oktet adalah
Tidak
-
Menghanta
A. NH 3 dan CO 2
Q
menghanta
115
rkan
B. AlCl 3 dan SF 6
rkan
C. H 2 O dan BeCl 2
Menghanta
Menghanta
R
810
D. HCl dan CH 4
rkan
rkan
Dari data tabel, ikatan yang terdapat
E. BF 3 dan SO 3
dalam senyawa Q dan R berturut-turut
30. Diantara senyawa berikut yang bukan
adalah
molekul kovalen polar adalah
A. Kovalen polar dan ion
A. HCl
D. H 2 O
B. Kovalen non polar dan ion
B. CCl 4
E.
PCl 3
C. Kovalen nonpolar dan kovalen polar
C. NH 3
D. Kovalen koordinasi
Data untuk nomor 25-26
E. Kovalen nonpolar dan hidrogen
35. Berikut ini adalah sifat dari senyawa M
Diberikan
data
keelektronegatifan
1. Mudah larut dalam air
beberapa unsur.
2. Titik didih dan titik lelehnya tinggi
H = 2,1
F=4,0
Cl = 3,0
Br = 2,8
I = 2,5
3. Dapat menghantarkan listrik dalam
fase cair
31.
Berdasarkan
data
tersebut
maka
Molekul senyawa M mempunyai jenis
senyawa yang paling polar adalah
ikatan
A.
HF
D.
HI
A. Ion
B. HCl
E.
H 2
B. Hidrogen
C. HBr
C. Kovalen nonpolar
32. Senyawa
yang
mempunyai
ikatan
D. Kovalen polar
kovalen nonpolar adalah
E. Logam
A.
HI
D. HCl
36. Pasangan molekul senyawa di bawah ini
B.
HBr
E. HBr
yang antarmolekulnya terdapat ikatan
C. H 2
hidrogen adalah
33. Molekul CH 4 bersifat nonpolar. Ikatan
A. HF dan HCl

yang terjadi antarmolekul CH 4

adalah

B. HBr dan H 2 O

C. HI dan NH 3

D. HCl dan H 2 O

E. H 2 O dan HF

D

BeCl 2

Bentuk V

E

CCl

4

Linear

40. Jika atom unsur dengan notasi 6 A dan

9 B membentuk senyawa maka rumus

molekul dan bentuk molekul yang tepat

37. Ikatan yang terdapat dalam molekul

air dan antarmolekul air adalah

A. Ikatan kovalen dan gaya London

B. Ikatan kovalen dan gaya van der

adalah

A. AB 2 dan linier

B. AB 2 dan bentuk V

C. A 2 B dan linier

D. A 4 B dan tetrahedral

E. AB 4 dan tetrahedral

waals

polar

C. Ikatan kovalen dan ikatan hidrogen

D. Ikatan kovalen dan ikatan kovalen

E. Ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinat 38. Diberikan tabel tentang pasangan elektron tak terikat
E. Ikatan kovalen dan ikatan kovalen
koordinat
38. Diberikan
tabel
tentang
pasangan
elektron
tak
terikat
dan
pasangan
elektron terikat
No
PEB
PEI
Bentuk molekul
1 1
3
Piramida
trigonal
2 0
3
Oktahedron
3 2
2 Planar
bentuk
V
4
0
3
Trigonal planar
5
0
4
tetrahedral
Menurut teori tolakan elektron, data
tentang hubungan jumlah pasangan
elektron dan bentuk molekul yang
tidak benar adalah
A. 1
D.
4
B. 2
E.
5
C. 3

39. Pasangan yang tepat untuk rumus

molekul dngan bentuk molekulnya

adalah

(nomor atom H=1, Be=4, B=5, C=6, N=7,

O=8, dan Cl=17)

 

Rumus

Bentuk molekul

molekul

A

BCl 3

Trigonal

bipiramida

B

NH 3

Trigonal

piramida

C

H

2 O

Tetrahedral

B. Uraian

1. Membentuk ion-ion apakah atom unsur berikut?

a.

b.

c.

11 Na

13

16

Al

S

d.

e.

f.

35

53

56

Br

I

Ba

2. Tuliskan langkah-langkah terbentuknya ikatan ion antara atom unsur berikut!

a. 11 Na dan 35 Br

d.

20 Ca dan 8 O

b. 12 Mg dan 9 F

e.

13 Al dan 9 F

c. 19 K dan 16 S

f.

13 Al dan 8 O

3. Gambarkan struktur Lewis untuk unsur-unsur berikut!

a. 18 Ar d. 16 S b. 20 Ca e. N 7 c. 19 K
a. 18 Ar
d.
16 S
b. 20 Ca
e.
N
7
c. 19 K
f.
O
8
4. Gambarkan struktur Lewis senyawa ion berikut!
a. KBr
c.
BaBr 2
e. AlF 3
b. MgO
d. CaCl 2
f. Na 2 S
5. Gambarkan struktur Lewis senyawa kovalen berikut dan tentukan jenis ikatan
kovalennya (tunggal, rangkap 2, atau rangkap 3)!
a. F 2
c.
PCl
e.
C 2 H 4
3
b. O 2
d.
CO
f.
C 2 H 2
2
6. Jelaskan beberapa istilah berikut!
a. Ikatan ion
b. Ikatan kovalen koordinasi
c. Ikatan hidrogen
d. Gaya dipol-dipol
e. Dispersi London
7. Gambarkan terbentuknya ikatan kovalen koordinat (dativ) antara :
a. NH 3 dan H +
b. H + dan H 2 O
8. Unsur A dengan nomor atom 19 berikatan dengan unsur B dengan nomor atom 16.

a. Ikatan apa yang terjadi antara unsur A dan B?

b. Bagaimana rumus kimia senyawa itu?

9. Unsur X dengan nomor atom 7 berikatan dengan unsur Y dengan nomor atom 1

membentuk senyawa XY 3 .

a. Ikatan apa yang terjadi antara unsur X dan Y?

b. Bagaimana rumus elektronnya?

10. Dari senyawa NaI, SrCl 2 , Al 2 O 3 , CS 2 , CCl 4 , C 2 H 2 , tentukan:

a. Jenis unsur pembentuk

b. Elektron valensi

c. Jenis ikatan

d.

Rumus elektron

Buat jawaban dalam bentuk tabel!

11. Jelaskan terjadinya ikatan logam!

12. Jelaskan terjadinya ikatan hidrogen dan sebutkan contoh senyawa yang mempunyai

ikatan hidrogen!

13. Bagaimanakah pengaruh ikatan hidrogen terhadap titik didih dan titik cair senyawa?

14. Ramalkanah bentuk molekul-molekul berikut!

a. H 2 S

c.

BF 3

e. SiCl 4

b. Cl 2 O

d.

PCl 3

f. XeF 4

15.

Di antara senyawa-senyawa berikut, senyawa manakah yang bersifat polar dan senyawa manakah yang bersifat nonpolar? Dan berikan penjelasannya!

a. N 2 c. HBr e. CH 4 b. I 2 d. NH 3 f.
a. N 2
c. HBr
e. CH 4
b. I 2
d. NH 3
f.
PCl
3

Daftar Pustaka

Justiana, S. & Muchtaridi. (2009). Kimia 1. Jakarta: Yudhistira.

Markun & Anita, S. (2008). CFC Cool and Fun with Chemistry. Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia.

Rahardjo, S.B. (2012). Kimia Berbasis Eksperimen 1 untuk Kelas X SMA/MA. Solo: Tiga

Serangkai.

Suyatno, dkk. (2007). Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Grasindo.

X SMA/MA . Solo: Tiga Serangkai. Suyatno, dkk. (2007). Kimia untuk SMA/MA Kelas X . Jakarta: