Anda di halaman 1dari 5

PERATURAN PERUNDANGAN KETENAGANUKLIRAN RI :

1. UU 31 th 1964 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Tenaga Atom


2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1975 Tentangkeselamatan Kerja
Terhadap Radiasi
3. Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1975 Tentang : Izin Pemakaian Zat Radioaktip Dan
Atau Sumber Radiasi Lainnya
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1975 Tentangpengangkutan Zat
Radioaktif
5. SK Dirjen BATAN ttg Ketentuan Keselamatan Kerja thd Radiasi th 1989
6. UU No 10 Th 1997 Tentang Ketenaganukliran
7. Peraturan Pemerintah RI No 33 Th 2007 Tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan
Keamanan Sumber Radioaktif
8. Peraturan Pemerintah RI No 29 Tahun 2008 Tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi
Pengion Dan Bahan Nuklir
9. Peraturan Pemerintah RI No 26 Th 2002 Tentang Keselamatan Pengangkutan Zat Radioaktif
10. Peraturan Pemerintah RI No 43 Th 2006 Tentang Perizinan Reaktor Nuklir
11. Peraturan Pemerintah RI No 54 Th 2012 Tentang Tentang Keselamatan Dan Keamanan
Instalasi Nuklir
12. Peraturan Pemerintah RI No 61 Th 2013 Tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif
13. PERKA BAPETEN NO 10 TH 2008 Tentang izin Bekerja Petugas Instalasi dan Bahan
Nuklir
14. PERKA BAPETEN NO 15 TH 2008 Tentang Persyaratan untuk Memperoleh SIB Bagi
Petugas Tertentu di Instalasi yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion
15. PERKA BAPETEN NO 4 Tahun 2013 Tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi Dalam
Pemanfaatan Tenaga Nuklir
16. Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Surat Izin
Bekerja Petugas Tertentu Yang Bekerja Di Instalasi Yang Memanfaatkan Sumber Radiasi
Pengion

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2013


TENTANG PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI DALAM PEMANFAATAN
TENAGA NUKLIR
Pemanfaatan adalah kegiatan yang berkaitan dengan tenaga nuklir yang meliputi penelitian,
pengembangan, penambangan, pembuatan, produksi, pengangkutan, penyimpanan, pengalihan,
ekspor, impor, penggunaan, dekomisioning, dan pengelolaan limbah radioaktif untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat
Penanggung jawab Keselamatan Radiasi:
a. Pemegang Izin; dan
b. personil yang terkait dengan pelaksanaan Pemanfaatan Tenaga Nuklir.

PENERAPAN PERSYARATAN PROTEKSI RADIASI


Pemegang Izin wajib menerapkan persyaratan Proteksi Radiasi
dalam pemanfaatan tenaga nuklir, yang meliputi:
a. justifikasi;
b. limitasi dosis; dan
c. optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi.
Justifikasi sebagaimana dimaksud harus didasarkan pada asas bahwa manfaat yang akan
diperoleh lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan.
Justifikasi diberlakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang meliputi:
a. adanya penerapan teknologi lain dimana risiko yang ditimbulkan lebih kecil daripada jenis
Pemanfaatan Tenaga Nuklir yang sudah ada sebelumnya;
b. ekonomi dan sosial;
c. kesehatan dan keselamatan; dan
d. pengelolaan limbah radioaktif dan dekomisioning.
Limitasi Dosis sebagaimana dimaksud wajib diberlakukan oleh Pemegang Izin melalui
penerapan NilaiBatas Dosis.
Nilai Batas Dosis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 berlaku untuk:
a. Pekerja Radiasi; Dosis Efektif rata-rata sebesar 20 mSv (duapuluh milisievert)per tahun dalam
periode 5 (lima) tahun, sehingga Dosis yang terakumulasi dalam 5 (lima) tahun tidak boleh
melebihi 100 mSv (seratus milisievert)
b. pekerja magang untuk pelatihan kerja, pelajar, atau mahasiswa yang berumur 16 (enambelas)
tahun sampai dengan 18 (delapanbelas) tahun; dan Dosis Efektif sebesar 6 mSv (enam
milisievert) per tahun
c. anggota masyarakat. Dosis Efektif sebesar 1 mSv (satu milisievert) pertahun
Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi harus dilaksanakan oleh Pemegang Izin
melalui penetapan:
a. Pembatas Dosis; dan/atau
b. tingkat panduan untuk Paparan Medik.
Pembatas Dosis meliputi Pembatas Dosis untuk:
a. Pekerja Radiasi; dan
b. anggota masyarakat.
Petugas Proteksi Radiasi mempunyai tanggung jawab:
a. mengawasi pelaksanaan program proteksi dan keselamatan radiasi;
b. mengkaji ulang efektivitas penerapan program proteksi dan keselamatan radiasi;
c. memberikan instruksi teknis dan administratif secara lisan atau tertulis kepada Pekerja Radiasi
tentang pelaksanaanprogram Proteksi dan Keselamatan Radiasi;
d. mengidentifikasi kebutuhan dan mengorganisasi kegiatanpelatihan;
e. memastikan ketersediaan dan kelayakan perlengkapanProteksi Radiasi dan memantau
pemakaiannya;
f. membuat dan memelihara rekaman dosis yang diterima olehPekerja Radiasi;

g. melaporkan kepada Pemegang Izin jika Pekerja Radiasi menerima dosismelebihi Pembatas
Dosis;
h. memberitahukan kepada Pekerja Radiasi mengenai hasil evaluasi pemantauan dosis;
i. membuat dokumen yang berhubungan dengan Proteksi Radiasi;
j. melakukan kendali akses di Daerah Pengendalian.
k. melaksanakan latihan penanggulangan dan pencarian fakta dalam hal kedaruratan.
l. memberikan konsultasi yang terkait dengan Proteksi dan Keselamatan Radiasi di Instalasinya.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2002


TENTANG KESELAMATAN PENGANGKUTAN ZAT RADIOAKTIF
Pengangkutan zat radioaktif adalah pemindahan zat radioaktif dari suatu tempat ke tempat lain
melalui jaringan lalu lintas umum, dengan menggunakan sarana angkutan darat, air atau udara.
Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang keselamatan pengangkutan zat radioaktif yang
meliputi perizinan, kewajiban dan tanggung jawab, pembungkusan, program proteksi radiasi,
pelatihan, program jaminan kualitas, jenis dan batas aktivitas zat radioaktif, zat radioaktif dengan
sifat bahaya lain, dan penanggulangan keadaan darurat.
PERIZINAN
Pengangkutan zat radioaktif hanya dapat dilakukan bila Pengirim dan Penerima zat radioaktif
telah memiliki izin pemanfaatan tenaga nuklir dari Badan Pengawas.
sebelum pengangkutan dilaksanakan, Pengirim harus terlebih dahulu mendapat persetujuan
pengiriman dari Badan Pengawas.
KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
Sebelum pelaksanaan pengangkutan Pengirim wajib:
a. memberikan informasi yang lengkap dan benar secara tertulis kepada Pengangkut tentang
bungkusan, bahaya radiasi dan sifat bahaya lain yang
mungkin terjadi, dan cara
penanggulangannya;
b. memberikan tanda, label, dan atau plakat pada kendaraan angkutan jalan dan jalan rel;
c. memberikan petunjuk secara tertulis kepada Pengangkut apabila tidak mungkin menyerahkan
bungkusan kepada Penerima; dan
d. menyiapkan proteksi fisik selama pengangkutan bahan nuklir.
Pengirim wajib memberikan kesempatan kepada Badan Pengawas untuk
pemeriksaan terhadap pelaksanaan pengangkutan.

melakukan

Pengirim wajib segera memberitahukan kepada Penerima mengenai saat datangnya bungkusan di
tempat tujuan.
Pengangkut bertanggung jawab atas keselamatan bungkusan yang diangkut sejak menerima dari
Pengirim sampai saat penyerahan kepada Penerima, kecuali ditentukan lain dalam surat
perjanjian pengangkutan..

PEMBUNGKUSAN
Pengirim harus melakukan pembungkusan sesuai dengan tipe dan kategoribungkusan.
1.Setiap bungkusan yang akan diangkut harus disertai dengan dokumen pengangkutan dan diberi
tanda, label, dan atau plakat yang jelas.
2.Dokumen pengangkutan harus diletakkan di bagian luar bungkusan dan menjadi satu kesatuan
dengan bungkusan.
3 Dokumen pengangkutan, tanda, label, dan atau plakat pada bungkusan yang Diangkut diatur
lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Badan Pengawas.
PROGRAM PROTEKSI RADIASI
Setiap pengangkutan zat radioaktif harus memenuhi Asas Proteksi Radiasi.
Pengirim dalam melakukan pengangkutan bahan nuklir harus memenuhi persyaratan proteksi
fisik.
PELATIHAN
Pekerja yang secara rutin terlibat langsung dalam pengangkutan zat radioaktif harus
mendapatkan pelatihan mengenai pengangkutan zat radioaktif .
PROGRAM JAMINAN KUALITAS
Pengirim dalam pengangkutan zat radioaktif dan bahan nuklir harus menyusun Program Jaminan
Kualitas.
Program Jaminan Kualitas dilaksanakan oleh :
a. Pengirim, selama tahap persiapan pengiriman sebelum diserahkan kepada Pengangkut; dan
b. Pengangkut, selama pengangkutan, penyimpanan selama transit, danpenyimpanan sementara
sebelum dan sesudah pengangkutan, sebelum diserahkan kepada Penerima.
JENIS DAN BATAS AKTIVITAS ZAT RADIOAKTIF
Jenis dan aktivitas zat radioaktif dalam suatu bungkusan tidak boleh melebihi batas yang
ditentukan untuk tipe bungkusan.
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 16
TAHUN 2014 TENTANG SURAT IZIN BEKERJA PETUGAS TERTENTU YANG
BEKERJA DI INSTALASI YANG MEMANFAATKAN SUMBER RADIASI PENGION
Pengelompokan Petugas Tertentu :
a. petugas keahlian; dan
b. Petugas Proteksi Radiasi.
Petugas keahlian meliputi kelompok:
a. petugas keahlian pada radiografi industri, meliputi:
1. Radiografer Tingkat II; dan
2. Radiografer Tingkat I.

b. petugas keahlian pada iradiator, meliputi:


1. Operator Iradiator
2. Petugas Dosimetri; dan
3. Petugas Perawatan.
c. petugas keahlian pada fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka,
meliputi:
1. operator fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka;
2. petugas perawatan fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka.
Petugas Proteksi Radiasi meliputi:
a. Petugas Proteksi Radiasi Industri; dan
b. Petugas Proteksi Radiasi Medik