Anda di halaman 1dari 5

STRANGULATION1

1.1. Hanging
Batasan: Suatu strangulasi di mana tekanan pada leher disebabkan oleh jerat yang menjadi erat
akibat berat badan korban.
Sebab kematian:

asphyxia
Gangguan sirkulasi darah ke otak
shock (vagal reflex)
kombinasi asphyxia dan gangguan sirkulasi otak

Cara kematian :

bunuh diri
pembunuhan
kecelakaan

Pemeriksaan di tempat kejadian:


1. Periksa korban masih hidup atau sudah mati.
2. Mencari bukti: bukti yang memberi petunjuk cara kematian, misalnya:

adakah alat penumpu untuk mencapai suatu ketinggian


arah serabut tali penggantung. Bila korban dibunuh dulu baru digantung dengan cara
mengerek, maka arah serabut tali menjauhi korban. Bila korban bunuh diri maka arah

serabut tali menuju korban.


Distribusi lebam jenazah sesuai atau tidak dengan posisi korban yang tergantung.

3. Macam simpul jerat pada leher:

simpul hidup : bila dilonggarkan maksimal apakah jerat itu dapat melewati lingkaran

kepala atau tidak.


simpul mati : jerat dapat melewati lingkar kepala atau tidak.

4. Jarak ujung kaki dengan lantai. Kasus mati gantung tidak harus kaki lepas dari lantai, dapat
pula dalam posisi berlutut, setengah tidur dan lain sebagainya.
1 Dinas Kesehatan. Kumpulan Makalah Ilmu Kedokteran Forensik pada Kursus Pasca
Sarjana Kedokteran Kepolisian di Surabaya 19 Nopember s/d 1 Desember 1984.
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. IKF/01/1985. Hal: 201-205

5. Letak korban di tempat kejadian. Korban ada di suatu tempat yang bebas dari benda-benda
lain atau korban berdekatan dengan benda lain (almari, tempat tidur, dinding dan sebagainya).
Perhatikan juga pada tubuh korban ditemukan kekerasan benda tumpul atau tidak.
6. Cara menurunkan korban. Potonglah bahan penggantung di luar simpul. Mula-mula kita buat
ikatan dengan benang di dua tempat (untuk mencegah terutama serabut tali), kemudian di antara
dua ikatan tadi kita kita lakukan pemotongan dengan arah miring (untuk memudahkan
rekontruksi).
7. Bekas serabut tali pada tempat bergantung dan pada leher diamankan untuk pemeriksaan lebih
lanjut.
8. Perhatikan bahan penggantungnya.
Makin kecil dan makin keras bahan yang dipakai makin jelas alur jerat yang timbul pada leher.
9. Lidah terjulur, mata melotot, keluar mani dan kotoran, keluar darah dari kemaluan wanita,
semua itu bukan merupakan petunjuk dari cara kematian.
a. Lidah terjulur keluar atau tidak bergantung letak jerat di leher. Bila jerat terletak di bawah
jakun (cartilage tyroidea) maka lidah akan terjulur, sedang bila jerat terletak di atas jakun,
lidah malah tertarik ke dalam.
b. Mata melotot akibat bendungan di kepala, yaitu bila aliran darah vena terhambat sedang
aliran darah arteri tidak terhambat.
c. Keluar mani, kotoran atau darah dari kemaluan wanita adalah akibat stadium konvulsi
pada saat akan mati (agonal) yang mengenai otot-otot vesica seminalis, rectum dan uterus.
Pemeriksaan otopsi
Pemeriksaan luar:
a. Kepala
Lidah yang terjulur atau mata yang melotot biasanya akan menghilang bila jerat pada
leher sudah dilepas. Muka akan berwarna biru bila aliran darah vena terhambat, sedang aliran
darah arteri tidak terhambat. Keadaan ini biasanya dijumpai bila bahan penggantungnya lunak.
Muka berwarna pucat bila aliran darah vena dan aliran darah arteri terhambat dan ini biasanya
terjadi bila bahan penggantungnya keras. Bendungan pada kepala menyebabkan pecahnya ve na
pada mata, juga asphyxia meningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga timbul bintikbintik perdarahan.

b. Leher
Perhatikan alur jerat pada leher, cari perdarahan atau lecet sekitar jerat. Pada kasus bunuh
diri alur jerat serong ke atas ke arah simpul.
c. Anggota gerak
Ditemukan lebam jenazah pada ujung bawah lengan dan tungkai. Perhatikan apakah ada
luka memar atau luka lecet yang mungkin diakibatkan persentuhan dengan barang-barang di
dekat korban.
d. Kelamin dan dubur
Kadang-kadang ditemukan air seni, mani atau kotoran (tinja).
Pemeriksaan dalam:
a. Kepala
Tanda-tanda bendungan pada pembuluh darah otak. Pada hukuman gantung dapat dijumpai
kerusakan sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
b. Leher
Cari perdarahan dalam otot dan jaringan di daerah alur jerat. Cari patah tulang lidah dan/atau
tulang rawan bawah gondok. Mungkin terjadi robekan-robekan kecil pada intima pembuluh
darah leher.
c. Dada dan perut
Akibat bendungan pembuluh darah dan asphyxia dapat terjadi perdarahan-perdarahan misalnya
pada pleura dan peritoneum. Alat-alat tubuh mengalami pembendunngan terutama alat-alat
dalam rongga abdomen bagian bawah.
1.2. Strangulation by ligature (jerat)
Batasan : Suatu strangulasi di mana tekanan pada leher disebabkan oleh jerat yang menjadi erat
oleh karena ketakutan yang bukan berat badan korban.

asphyxia

gangguan sirkulasi otak


vagal reflex

Cara kematian:

pembunuhan
kecelakaan
bunuh diri

Pemeriksaan di tempat kejadian.


1. Rutin seperti pada pemeriksaan kasus lain
2. Perhatikan jerat pada leher :
Arah jerat mendatar (horizontal)
Jenis simpul: Simpul hidup, simpul mati
3. Cara melepas jerat seperti pada kasus gantung.
1.3. Manual Strangulasi
Batasan: Suatu strangulasi di mana tekanan pada leher dilakukan dengan tangan atau lengan
bawah.
Sebab kematian :

asphyxia
gangguan sirkulasi otak
vagal reflex

Cara kematian:

pembunuhan
kecelakaan (biasanya sebab kematiannya telah ialah vagal reflex)

Pemeriksaan otopsi:
Perhatikan khusus pada pemeriksaan leher.
Carilah tanda-tanda kekerasan bekas kuku jari tangan yaitu berupa luka memar atau luka lecet
bentuk lengkung, jumlah tak tentu, tersusun berderet atau atau bergerombol di bagian depan,
samping atau belakang dari leher.