Anda di halaman 1dari 37

BAB I

TRANSFORMASI GEOMETRI

A. Pengertian dan Jenis-Jenis Transformasi


1. Pengertian Transformasi Geometri
Transformasi Geometri atau lebih sering disebut transformasi adalah mengubah setiap
koordinat titik (titik-titik dari suatu bangun) menjadi koordinat lainnya pada bidang dengan satu
aturan tertentu. Misalnya, transformasi T terhadap titik P(x, y) menghasilkan bayangan P(x , y),
operasi tersbut dapat kita tulis sebagai:
P ( x, y ) T P ' ( x ' , y ' )
2. Jenis-Jenis Transformasi
Transformasi pada bidang
(pergeseran),

refleksi

terdiri

(pencerminan),

atas
rotasi

jenis,

yaitu

(perputaran),

:
dan

translasi
dilatasi

(perbesaran/perkalian).
a. Translasi (Pergeseran)

Translasi adalah transformasi yang memindahkan setiap titik pada bidang


menurut jarak dan arah tertentu. Jarak dari arah suatu translasi dapat

dilambangkan dengan garis berarah, misalnya AB atau vektor

a

b

. Perhatikan

Gambar dibawah ini:

Gambar : T menggeser titik A ke titik A

A x, y

Contoh :

A' ( x ' , y ' ) A' x a, y b

1. Tentukan bayangan P (2,3) oleh translasi T =

4

3

! Lengkapilah dengan

gambar!
Jawab:
4

P 2,3 P x' , y '


x = x + a = 2 + 4 = 6
y = y + b = 3 + 3 = 6

Jadi, bayangan P (2,3) oleh translasi T =

4

3

adalah P (6,6).

Gambar:

2. Translasi T memetakan A (2, 3) menjadi A (5, -1).


a. Tentukan translasi T!
b. Tentukan bayangan dari titik B (4, 5) oleh translasi T tersebut!
Jawab :
T a
b

a.

A 2,3 A' 5,1


x = x + a
y = y + b

5 = 2 + a sehingga a = 3
-1 = 3 + b sehingga b = - 4

Jadi, translasi T adalah T =

4
2

T a

b.

B 4,5 b B ' x' , y '

x = 4 + 3 = 7
y = 5 + (-4) = 1
Jadi, bayangan dari B(4, 5) adalah B (7, 1)
b. Refleksi (Pencerminan)

Refleksi atau sering disebut dengan istilah pencerminan adalah suatu


transformasi

dengan

memindahkan

setiap

titik

pada

bidang

dengan

menggunakan sifat-sifat pencerminan pada cermin datar (bayangan cermin


dari titik-titik) yang akan dipindahkan. Pencerminan dilambangkan Mi dengan
i menyatakan jenis pencerminan.
1) Pencerminan terhadap Sumbu X, Sumbu Y, Garis y = x, dan Garis
y = -x
Perhatikan Gambar dibawah ini:

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap sumbu X maka bayangannya adalah P


(a, -b), dapat ditulis
P a, b Mx P' a,b

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap sumbu Y maka bayangannya adalah P (a, b), dapat ditulis
P a, b My P ' a, b

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap titik asal O (0, 0) maka bayangannya


adalah P(-a, -b), dapat ditulis
P a, b Mo P' a,b

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = x maka bayangannya adalah P


(b, a), dapat ditulis
P a, b My
x P ' b, a

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = -x maka bayangannya adalah


P (-b, -a), dapat ditulis
P a, b My
x P' b,a

2) Pencerminan terhadap Garis x = h dan garis y = k


Perhatikan Gambar dibawah ini:

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis x = h maka bayangannya adalah P


P a, b Mx
h P ' 2 h a, b

(2h a, b), dapat ditulis


Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = k maka bayangannya adalah P

(a, 2k - b), dapat ditulis


Contoh :
1. Tentukan bayangannya jika:

P a, b My
k P ' a,2k b

a. A(3, 5) dicerminkan terhadap sumbu X


b. B(4, -2) dicerminkan terhadap sumbu Y
c. C(2, -5) dicerminkan terhadap titik asal O(0, 0)
d. D(-7, 2) dicerminkan terhadap garis y = x
e. E(-5, -4) dicerminkan terhadap garis y = -x
f. F(2, -3) dicerminkan terhadap garis x = 3
g. G(-1, 7) dicerminkan terhadap garis y = 4
Jawab:
A 3,5 Mx A' 3,5
a.
B 4,2 My B ' 4,2
b.
C 2,5 Mo C ' 2,5
c.
D 7,2 My
x D ' 2,7
d.
E 5,4 My
x E ' 4,5
e.
F 2,3 Mx
3 F ' 2(3) 2,3 F ' (4,3)
f.
G 1,7 My
4 P ' 1,2(4) 7 G ' (1,1)
g.
2. Jika titik A(2, 1) dicerminkan terhadap garis x = a menghasilkan bayangan A (4, 1) maka
tentukan nilai a!
Jawab :
P a, b Mx
h P ' 2h a, b
A 2,1 x a A' 4,1
x = 2a x sehingga 4 = 2a 2
6 = 2a
3=a
c. Rotasi (Perputaran)

Rotasi adalah transformasi yang memetakan setiap titik pada bidang ke titik lainnya dengan
cara memutar pada pusat titik tertentu.
Rotasi atau perputaran pada bidang datar ditentukan oleh hal-hal berikut.
a. Pusat perputaran
5

b. Arah perputaran
c. Besar sudut perputaran
Pusat perputaran suatu rotasi terdiri atas dua, yaitu di titik O(0, 0) dan di titik A(x, y).
Sementara itu, arah perputaran suatu rotasi dapat berlawanan arah jarum jam (disebut rotasi
positif) dan dapat pula searah jarum jam (disebut rotasi negatif). Bayangan dari rotasi suatu titik
dapat kita tentukan sebagai berikut.

Rotasi terhadap Titik Pusat O(0, 0)


Jika P(a, b) diputar sebesar berlawanan arah jarum jam (rotasi positif), dengan pusat
rotasi di O(0, 0), maka bayangan yang terjadi sebagai berikut.
P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
a = a cos

b sin

b = a sin

+ b cos

P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )

= P (a cos

Jika P(a, b) diputar sebesar

b sin

, a sin

+ b cos

searah jarum jam (rotasi negatif), dengan pusat rotasi di

O(0, 0), maka bayangan yang terjadi sebagai berikut.


P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
a = a cos

+ b sin

b = -a sin

+ b cos

P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )


= P (a cos

+ b sin

, - a sin

+ b cos

Rotasi terhadap Titik A (x, y)


Jika P(a, b) diputar sebesar

dengan pusat rotasi di A (x, y), maka bayangan yang terjadi

sebagai berikut.

P (a, b) R ( A ,a ) P ' (a ' , b' )


P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
= P [(a x) cos

- (b y) sin
6

Gambar : Rotasi positif sebuah


segitiga terhadap titik pusat O(0,
0) sebesar 90o.

Catatan : Rotasi yang berlawanan arah dengan jarum jam sudut


rotasinya diberi tanda positif (+). Rotasi yang searah jarum jam sudut rotasi
diberi tanda negatif (-).
Contoh :
1. Tentukan bayangan dari A(5, 4) jika dirotasi 90 o berlawanan arah dengan
jarum jam dengan pusat rotasi O(0, 0)!
Jawab :
A(5, 4) = A(a, b)
Pusat rotasi O(0, 0)
a = a cos 90o b sin 90o maka a = 5 cos 90o 4 sin 90o = -4
b = a sin 90o+ b cos 90o maka b = 5 sin 90o+ 4 cos 90o = 5
Jadi, bayangan dari A(5, 4) adalah A(-4, 5)
d. Dilatasi (Perkalian)

Dilatasi adalah transformasi yang mengubah ukuran atau skala suatu


bangun geometri (pembesaran/pengecilan), tetapi tidak mengubah bentuk
bangun tersebut. Dilatasi pada bidang datar ditentukan oleh hal-hal berikut.
a. Pusat dilatasi
7

b. Faktor dilatasi
Pusat dilatasi terdiri atas dua, yaitu di titik O(0, 0) dan di titik A (x, y).
Sementara itu, faktor dilatasi dapat bersifat positif (pembesarannya searah)
dan dapat pula bersifat negatif (pembesarannya berlawanan arah). Faktor
dilatasi disebut juga dengan faktor skala.
Pada dilatasi suatu bangun faktor K akan menentukan ukuran dan letak bangun bayangan.
(I) Jika K > 1, maka bangun bayangan diperbesar dan terletak sepihak terhadap pusat dilatasi dan
bangun semula.
(II) Jika 0 < K < 1, maka bangun bayangan diperkecil dan terletak sepihak terhadap pusat dilatasi
dan bangun semula.
(III) Jika -1 < K < 0, maka bangun bayangan diperkecil dan terletak berlainan pihak terhadap
pusat dilatasi dan bangun semula.
(IV) Jika K < -1, maka bangun bayangan diperbesar dan terletak berlainan terhadap pusat dilatasi
dan bangun semula.
Bayangan dari dilatasi suatu titik dapat kita tentukan sebagai berikut.
Dilatasi dengan Pusat di O(0, 0)
Jika P(a, b) didilatasikan dengan faktor skala k dan pusat dilatasi di O,
maka bayangannya sebagai berikut.
P (ka, kb)

O ,k

P (a, bdengan
) Pusat
P
(ka,A(x,
kb)y)
Dilatasi
di 'Titik
Jika P(a, b) didilatasikan dengan faktor skala k dan pusat dilatasi di O,
maka bayangannya sebagai berikut.

P( a, b) A ,k P' ( a ' , b' )


= P [x + k (a x), y +

Gambar : Dilatasi

ABC

dengan

pusat dilatasi O dan faktor skala 2


(pembesaran 2 kali)

Contoh :
1. Tentukan bayangan A(2, 3) hasil dilatasi dengan faktor skala 4 dan pusat
dilatasi O(0, 0)! Lengkapi dengan gambar!
Jawab :
A( 2,3) O , 4 A' (a ' , b' )
a = k a = 4. 2 = 8
b = k b = 4. 3 = 12
Jadi, A (8, 12)
2. Tentukan bayangan B(-1, 4) hasil dilatasi dengan faktor skala 3 dan pusat
dilatasi P(2, 5)! Lengkapi dengan gambar!
Jawab :
B( 1,4) P ,3 B' ( a ' , b' )
a = k (a x) + x= 3 (-1 2) + 2= -7
b = k (b y) + y = 3 ( 4 5) + 5 = 2
Jadi, B ( -7, 2)

B. Matriks yang Bersesuaian dengan Transformasi


Misalkan suatu transformasi T memetakan titik P ( a, b) menjadi P (a, b).
Hubungan antara titik dan bayangannya dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan
a = pa + qb

dan dalam bentuk lain menjadi


b = ra + sb

a'

b'

p q

r s

a

b

Bentuk dari
Beberapa

p q

r s

disebut dengan istilah matriks transformasi .

matriks

transformasi

yang

bersesuaian

dengan

operasi

transformasi yang telah kamu pelajari sebagai berikut :


No

Transformasi

Pemetaan

Matriks yang
Bersesuaian
1 0

0 1

.
1.

Pencerminan terhadap sumbu X

(a, b)

(a, -b)

2.

Pencerminan terhadap sumbu Y

(a, b)

(-a, b)

1 0

0 1

3.

Pencerminan terhadap O (0, 0)

(a, b)

(-a, -b)

1 0

4.

Pencerminan terhadap garis y =

(b, a)

0 1

1 0

(-b, -a)

0 1

1 0

(a, b

(a, b)

x
5.

6.

Pencerminan terhadap garis y = - (a, b)


x
Rotasi terhadap titik O (0, 0)
sebesar

(a, b)

)
a = a cos
sin

7.

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

sebesar
8.

(a, b)

(-b, a)

0 1

1 0

(a, b)

(-a, -b)

1 0

0 1

Rotasi terhadap titik O (0, 0)


sebesar

-b

sin

cos

b = a sin
b cos

cos

sin

10

9.

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

(-b, -a)

0 1

1 0

( ka,

k 0

0 k

sebesar
10

(a, b)

sebesar

(a, b)

kb)

Matriks rotasi dan dilatasi pada tabel diatas merupakan rotasi dan dilatasi
yang berpusat di titik O(0, 0). Untuk rotasi dan dilatasi yang berpusat di titik
A( x , y) perhatikan dengan baik uraian berikut :
1. Rotasi Sebesar

dengan Pusat di Suatu Titik A( x , y)

R A,

P ( a, b ) P ' ( a ' , b' )


dengan

a'

b'

cos

sin

sin

cos

a x

b y

x

y

2. Dilatasi dengan Faktor Skala k dengan Pusat di Suatu Titik A( x ,


y)
A, k

P ( a, b ) P ' ( a ' , b' )


dengan

a'

b'

k 0

0 k

a x

b y

x

y

3. Transformasi dengan Matriks

Jika P(a, b) ditransformasi dengan matriks

p q

r s

merupakan bilangan real, maka bayangannya adalah

a'

b'

dengan p, q, r, dan s

p q

r s

a

b

Contoh :

11

1. Tentukan bayangan dari titik P(2, 3) jika ditransformasikan oleh matriks


2 3

1 4

Jawab :
2 3

1 4
P =
Jadi P ( 13,

2

3

49

2 12

13

10

10)

2. Tentukan bayangan dari segitiga A(1, 2), B(3, 7), dan C(1, 8) jika
dicerminkan terhadap sumbu X!
Jawab :
A
B C
x'

y'
x'

y'

1 0

0 1

(21

(12

3 1
7 8

3
1
7 8

Jadi, A (1, -2 ), B ( 3, -7), C (1, -8)

C. Komposisi Transformasi
Komposisi transformasi adalah dua transformasi yang digunakan secara berurutan. Sebagai
contoh, translasi T1 yang dilanjutkan dengan translasi T2 terhadap titik P (a, b) dapat kita
tulis
P (a, b) T 2 oT1 P' ' (a ' ' , b' ' )
.
Persamaan diatas dapat kita baca T2 komposisi T1 terhadap P (a, b) menghasilkan
P (a, b).
1. Komposisi Dua Translasi

12

Jika T1 =

a1

b1

a2 a1

b2 b1

a1

b1
=

dan T2 =

a2

b2

, maka T1 T2 =

a1

b1

a1 a 2

b1 b2

a2

b2
+

dan T2 T1 =

a2

b2
+

. Ternyata T1 T2 = T2 T1 , maka komposisi dua translasi yang berurutan bersifat

komutatif.
Contoh :
4

3

Diketahui : T1 =
, T2 =
, dan P(2, 5).
Tentukan : a. T1 T2 P b. T2 T1 P
2 2
0



1 5
6
a. T1 T2 P(2, 5) = T1
= T1
4
0
4


3
6
9
=
+
=
P(4, 9)
4 2

3 5

b. T2 T P(2, 5) = T2
2

1
=
+

6

8

= T2
4

9

6

8

P(4, 9)

2. Komposisi Dua Refleksi


a. Komposisi Refleksi terhadap Dua Garis yang Sejajar Sumbu Y
Jika : M1 = refleksi terhadap garis x = h
M2 = refleksi terhadap garis x = k
a
Mak :
P(a, b) M 2oM
1 P ' ' ( a ' ' , b' ' )
1)

P a, b Mx
h P ' 2h a, b Mx
k P" 2k 2h a , b

P ' ' 2 k h a, b

Jadi,

P(a, b) M 2oM
1 P ' ' 2 k h a , b

13

P(a, b) M 1oM 21 P ' ' ( a' ' , b' ' )


2)

P a, b Mx
k P ' 2k a, b Mx
h P" 2h 2k a , b

P ' ' 2 h k a, b
P(a, b) M 1oM
2 P ' ' 2 h k a , b
Jadi,

Contoh :
Diketahui : M1 = Mx = 3
dan P(2, 4)
M2 = Mx = 3
Tentukan :
a) M1 M2 P(2, 4)
b) M2 M1 P(2, 4)
Jawab :
a) M1 M2 P(2, 4) =
=

P 2,4 Mx
5 P ' 2.5 2,4
P' 8,4 Mx
3 P' ' 2.3 8,4

Jadi, M1 M2 P(2, 4) P(-2, 4).

b) M2 M1 P(2, 4) =
=

P 2,4 Mx
3 P' 2.3 2,4

= P(8, 4)
= P(-2, 4)

= P(4, 4)

P ' 4,4 Mx
5 P' ' 2.5 4,4

= P(6, 4)

Jadi, M2 M1 P(2, 4) P(6, 4).


Kesimpulan: M1 M2 P M2 M1 P.
b. Komposisi Refleksi terhadap Dua Garis yang Sejajar Sumbu X
Jika : M1 = refleksi terhadap garis y = h
M2 = refleksi terhadap garis y = k
Maka :
P (a, b) M 2oM
1 P ' ' ( a ' ' , b' ' )
1)
14

P a, b My
h P ' a,2h b Mx
k P" a,2k 2h b

P ' ' a,2k 2h b


P' ' a,2 k h b
P a, b My
h P ' ' a , 2 k h b
Jadi,

P (a, b) M 1oM
2 P ' ' ( a ' ' , b' ' )
2)

P a, b My
k P ' a,2k b My
h P" a,2h 2k b

P ' ' a, 2 h 2 k b
P ' ' a,2 h k b
P(a, b) M 1oM
2 P ' ' a , 2 h k b
Jadi,

c. Komposisi Refleksi terhadap Dua Garis yang Saling Tegak Lurus


1) Komposisi Refleksi terhadap Garis x = h dan y = k
a) Refleksi terhadap Garis x = h Dilanjutkan terhadap Garis y = k
P a, b Mx
h P ' 2h a, b My
k P ' ' 2h a ,2 k b
Jadi,
b)

P(a, b) My
k Mx h P' ' 2h a,2k b

Refleksi terhadap Garis y = k Dilanjutkan terhadap Garis x = h


P a, b My
k P' a,2k b Mx
h P ' ' 2 h a, 2 k b
P(a, b) Mx
h My k P' ' 2h a,2k b

Jadi,
Kesimpulannya:
Mx=h My=k = My=k Mx=h

2) Komposisi Refleksi terhadap Sumbu Y dan X


a) Refleksi terhadap Sumbu Y Dilanjutkan terhadap Sumbu X
P (a, b) My P' ( a ' , b' ) Mx P' ' (a' ' , b' ' )
P (a, b) My P' ( a, b) Mx P' ' (a,b)

15

P(a, b) Mx
My P' ' (a,b)
Jadi,
.
b) Refleksi terhadap Sumbu X Dilanjutkan terhadap Sumbu Y
P (a, b) Mx P ' ( a ' , b' ) My P ' ' (a ' ' , b' ' )
P( a, b) Mx P ' (a,b) My P ' ' ( a,b)
P(a, b) My
Mx P' ' (a,b)
Jadi,
.
Kesimpulannya : My Mx = Mx My
3) Komposisi Refleksi terhadap Garis y = x dan y = -x
a) Refleksi terhadap Garis y = x Dilanjutkan terhadap Garis y = -x
P(a, b) My
x P ' (a' , b' ) My
x P ' ' (a ' ' , b' ' )
P (a, b) My
x P ' (b, a ) My
x P' ' (a,b)
P (a, b) My
x My
x P ' ' (a,b)
Jadi,
.
b) Refleksi terhadap Garis y =- x Dilanjutkan terhadap Garis y = x
P ( a, b) My
x P ' (a ' , b' ) My
x P ' ' ( a ' ' , b' ' )
P(a, b) My
x P ' (b,a ) My
x P ' ' ( a , b )
P (a, b) My
x My x P ' ' (a,b)
Jadi,
.
Kesimpulannya : My=x My=-x = My=-x My=x
d. Komposisi Refleksi terhadap Dua Garis Yang Saling Berpotongan
Perhatikan Gambar dibawah ini: Komposisi Refleksi

Garis g1 dan g2 berpotongan di titik O, maka

g1 O g2 =

POg1 = g1OP =
1

POg2 = g2OP =
2
16

+
1
2+
= 2 ( 1 + 2) = 2

POP =

Berdasarkan rumusan di atas, bayangan titik P(a, b) yang dihasilkan dari komposisi refleksi
terhadap dua garis yang saling berpotongan di titik O (0, 0) dapat kita tulis sebagai berikut :
a' ' cos 2 sin 2 a



b' ' sin 2 cos 2 b
=
3. Komposisi Dua Rotasi yang Berurutan dengan Pusat yang Sama
Perhatikan Gambar dibawah ini: Komposisi Rotasi

dengan pusat O(0, 0) dilanjutkan diputar sebesar

dengan pusat yang sama. Berdasarkan gambar tersebut, suatu titik yang dirotasi sebesar

Titik P(a, b) diputar sebesar

dilanjutkan dengan rotasi sebesar

bersesuaian dengan rotasi tunggal sebesar (

+ 2)

dengan pusat rotasi yang sama.


Bayangan titik P(a, b) yang dihasilkan dari komposisi dua rotasi yang berurutan dengan pusat
rotasi di titik O(0, 0) dapat kita tulis sebagai berikut:
P (a, b) R O ,1 P ' (a ' , b' ) R O , 2 P" (a" , b" )

P =

a' '

b' '

cos 1 2 sin 1 2

sin 1 2 cos1 2

a

b

4. Komposisi Dua Dilatasi yang Berurutan dengan Pusat yang Sama


Jika P(a, b) mengalami dilatasi dengan faktor skala k1 dilanjutkan dilatasi dengan faktor skala
dengan pusat yang sama, yaitu di O(0, 0), maka bayangannya dapatkita tulis sebagai berikut:
P(a, b) O ,k1 P' (a ' , b' ) O , k 2 P" (a" , b" )

P =

a' '

b' '

k1 k 2

0 a

k1 k 2 b

k1 k 2 a

k1 k 2 b
17

Jadi, bayangannya P (k1k2a, k1k2b).


Contoh :
1. Titik P(3, 4) dirotasi sebesar 45o dengan pusat putaran di O(0, 0), kemudian dilanjutkan
dengan rotasi sebesar 15o dengan pusat yang sama. Tentukan bayangan dari titik P tersebut.
Jawab :
a' '
cos 45 15 sin 45 15 3 cos 60 sin 60 3



b
'
'
sin

45

15

cos

45

15

4
sin
60

cos
60


4
P =
=
=
1
1
1

3
2 3

1
2
2
2

3 1

1
1

3
2
1 3
2 4 2
2

=
=
1
1
1 2 3 , 1 3+2
Jadi , bayangannya P =
.
2
2

2. Tentukan bayangan dari titik P(2, -4) jika mengalami dilatasi dengan faktor skala
3 dan pusat dilatasi di titik O(0, 0), kemudian dilanjutkan dilatasi dengan faktor
skala -4 dan pusat dilatasi yang sama!
Jawab:
0 ,3

P (2,4)
a' '

b
'
'

k1 k 2

P ' (a' , b' ) R 0 , 4 P" ( a" , b" )


0

k1 k 2

a

b

12 0

0 12

0
3(4)

0
3
(

4
)

24

48

Jadi, bayangannnya adalah P(-24, 48).

5. Komposisi Transformasi yang Dinyatakan dengan Matriks


a1 b1
a 2 b2

c1 d1
c2 d 2
Misalkan M1 =

, M2 =

dan P(a, b).

a

b

P ( a, b) P ' ' ( a ' ' , b' ' )


M 1oM 2

Maka

= M1 M2

18

a

b

M 2M 1

P ( a , b ) P ' ' ( a ' ' , b' ' )


= M2 M1

Catatan : Karena perkalian dua matriks tidak komutatif, maka M1 M2 M2 M1


Contoh :

2 1

4 3

1 2

3 4

1. Diketahui : M1 =
, M2 =
.
Tentukan : a. M1 M2 P(3, 5) b. M2 M1 P(3, 5)
Jawab :
a. M1 M2 P(3, 5)
1 2 2 1 3 1 2 6 5
1 2

3 4 4 3 5 3 4 12 15
3 4
=
=

27

1 54

3 108

55

111

Jadi, P (55, 111).


b. M2 M1 P(3, 5)
2 1 1 2

4 3 3 4

3

5

2 1

4 3

3 10

9 20

2 1

4 3

13

29

26 29

52 87

139

Jadi, P (-3, 139).

Terbukti bahwa M1 M2 P M2 M1P.


D. Luas Bangun Hasil Transformasi
a1 b1

c1 d1
Jika suatu matriks transformasi
menentukan bangun B menjadi bangun B, maka
luas B sama dengan nilai mutlak determinan matriks tersebut dikalikan luas bangun mula-mula.
a1
c1
Luas bangun B =

b1
d1
X luas bangun B.

Contoh :

19

Tentukan peta (bayangan) dari

oleh matriks
Jawab:
a'

b'

2 3

1 5

2 3

1 5

ABC jika A(2, 1), B(10, 1), dan C(5,7) ditransormasikan

. Tentukan pula bayangan segitiga yang terbentuk!

2 10 5

7 23 31

1 1 7

7 15 40

=
=
Jadi, A(7, 7), B(23, 15), dan C(31,40).
8 6
Luas ABC =
= 24
2
2 3

Luas

1 5
ABC =

10 3
=

X Luas
24=

ABC
7 24=168
satuan luas

Jadi, luas bayangan segitiga yang terbentuk adalah 168 satuan luas.

BAB II
APLIKASI TRANSFORMASI GEOMETRI
20

1. Penggunaan Transformasi Geometri Dalam Mengedit Foto


Mungkin kita tidak sadar bahwa selama ini kita sudah sering menggunakan rumus
transformasi geometri sehari-hari. Contohnya ketika kita mengedit sebuah foto dengan software
seperti Adobe Photoshop sebetulnya kita sedang melakukan transformasi geometri. Kita tidak
sadar karena yang melakukan perhitungan (perkalian matriks) adalah komputer.
Sebuah gambar sebetulnya adalah sebuah matriks yang sangat besar. Gambar di bawah ini
adalah matriks berukuran 320 (baris) x 240 (kolom). Dan setiap element berisi angka dari 0
sampai 16,777,215 yang menunjukkan warna suatu titik. Ada 76,800 elemen dari matriks 320 x
240 tersebut yang berarti ada 76,800 titik yang berwarna.
Dalam prakteknya, gambar yang berupa matriks 320 x 240 ini ketika dibuka di editor photo
seperti Photoshop, untuk setiap elemennya masih "ditambahkan" informasi berupa matriks [x,y]
yang menunjukkan titik kordinat di mana tirik itu ditampilkan di dalam canvas.
Ketika kita melakukan zoom in/ zoom out sebetulnya kita melakukan transformasi geometri
titik-titik [x,y] dengan transformasi yang disebut dilatasi dengan faktor skala pembesaran dalam
persen. Misalnya kita bisa zoom out 200% artinya skalanya adalah 2.
Kegiatan editing flip horizontally atau vertically sebetulnya adalah transformasi geometri
refleksi terhadap sumbu-y dan sumbu-x. Sedangkan kegiatan rotasi juga mewakili transformasi
geometri rotasi.
Proses transformasi geometri dilatasi, translasi, refleksi dan rotasi di atas dilakukan terhadap
kordinat (x,y) setiap elemen tanpa mengubah nilai elemen warna tersebut sehingga kita masih
mendapatkan gambar yang sama, hanya berubah posisi atau ukurannya saja.
Kita bisa juga melakukan transformasi terhadap gambarnya dengan mengalikan matriks
gambar tersebut dengan suatu filter. Ada beberapa filter yang tersedia seperti blur, sharpen edges,
dll. Dengan menambil filter-filter tersebut sebetulnya kita mengalikan matriks gambar kita dengan
suatu matriks filter.

2. Penggunaan Geometri Transformasi dalam Karya Seni Batik di Indonesia


A. Bentuk Geometri pada Batik
21

Batik merupakan karya seni warisan budaya bangsa milik Indonesia. Keindahan batik telah
diakui dunia melalui penetapan UNESCO sejak 2 Oktober 2009 bahwa batik merupakan salah
satu warisan kemanusiaan untuk karya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the Oral and
Intangible Heritage of Humanity). Karya seni batik tidak hanya didominasi dari budaya Jawa,
karena sesungguhnya daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki karya seni lukis kain (jika
boleh disebut demikian) atau batik. Lukisan bernilai seni tinggi dapat kita jumpai pada ornamen
kain ulos (batak), sasirangan (Kalimantan Selatan), maupun dari belahan Indonesia lainnya yaitu
batik Papua, batik Sulawesi dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa kayanya budaya
kita.
Keindahan batik dapat dinikmati dari bentuk-bentuk artistik yang dituangkan pada lembaran
kain tersebut. Bila diamati secara seksama, dalam bentuk-bentuk batik sesungguhnya terdapat
sifat-sifat keteraturan yang berirama atau berpola. Beberapa bentuk keteraturan pada batik
merupakan bentukan transformasi geometris.
Bentuk geometri yang dapat dijumpai pada batik berupa titik, garis dan bidang datar. Bidang
datar tersebut misalnya lingkaran, elips, segiempat dan sebagainya. Bentukan artistik pada batik
dihasilkan melalui transformasi titik, garis atau bidang datar tersebut melalui translasi
(pergeseran), rotasi (perputaran), refleksi (pencerminan) atau dilatasi (perkalian).
B. Aplikasi Refleksi (Pencerminan) pada Motif Batik
Berikut ini adalah salah satu motif batik Kawung.

Bentuk dasarnya adalah elips dan titik (Gb 1).

22

Bentukan pada motif batik kawung dapat dipandang sebagai hasil refleksi (pencerminan)
bentuk dasar. Hasil pencerminan gambar 1 pada garis x, y, dan z menghasilkan orientasi bentuk
sebagai berikut (Gb. 2, Gb. 3, dan Gb.4).

G
abungan gambar 1, 2, 3, dan 4 menghasilkan satu bentukan pada batik kawung berikut (Gb. 5)

Berikut ini adalah salah satu motif batik Madura.

23

Perhatikan bentuk kupu-kupu pada motif batik Madura tersebut. Bentuk kupu-kupu tersebut
simetris, sehingga dapat dipandang sebagai hasil pencerminan beberapa bangun datar terhadap
sumbu simetrinya.
Bentuk dasarnya adalah garis lengkung dan beberapa bentuk bangun datar (Gb. 1). Kemudian
dicerminkan terhadap sumbu simetrinya yaitu garis q (Gb. 2), sehingga diperoleh bentuk utuh
seekor kupu-kupu (Gb. 3).

24

C. Aplikasi Rotasi (Perputaran) pada Motif Batik


Berikut ini adalah salah satu motif batik Papua.

Bentuk dasar pada motif batik Papua tersebut adalah garis lengkung (Gb. 1)

Selanjutnya, bentuk dasar tersebut diputar 180 derajat (Gb. 2)

25

Bentuk lainnya diperoleh dengan cara refleksi terhadap garis vertikal (Gb.3) dan kemudian
diputar 180 derajat (Gb. 4)

Gabungan dari gambar 1, 2, 3, dan 4 menghasilkan bentuk motif batik Papua berikut (Gb. 5)

D. Aplikasi Translasi (Pergeseran) pada Motif Batik


Berikut ini adalah salah satu motif sasirangan (Kalimantan) yang disebut dengan ombak
sinampar karang.

26

Bentuk dasar dari motif sasirangan ini berupa garis lengkung (Gb. 1).

Selanjutnya penggabungan dari pencerminan bentuk dasar (Gb.1) terhadap garis horisontal
menghasilkan bentuk mirip kelopak bunga (Gb. 2).

27

Misalkan motif mirip kelopak bunga tersebut diletakkan pada sumbu cartesius, maka bentuk

kelopak bunga selanjutnya diperoleh melalui translasi atau pergeseran vektor

berikut

ini (Gb. 3).

Dan seterusnya translasi dilakukan dengan menggunakan rumus vektor

dengan

n adalah bilangan asli sehingga diperoleh rangkaian kelopak bunga yang membentuk motif ombak
sinampar karang berikut ini (Gb. 4).

28

E. Aplikasi Dilatasi (Perkalian) pada Motif Batik


Berikut ini adalah salah satu motif sasirangan kangkung kaumbakan.

Perhatikan motif mirip bunga teratai pada sasirangan tersebut. Bentuk dasar dari bunga teratai
tersebut adalah bangun datar (Gb. 1) yang dapat dipandang sebagai kelopak bunga teratai,

29

kemudian melalui beberapa rotasi dan refleksi diperoleh susunan kelopak bunga membentuk
teratai (Gb. 2).

Bunga teratai yang terlukis pada motif kangkung kaumbakan di atas memiliki ukuran yang
berbeda-beda, dimana besar atau kecilnya ukuran bunga dapat dipandang sebagai hasil dilatasi
atau perkalian dengan suatu konstanta k terhadap bentuk gambar 2 dimana k adalah bilangan riil
posituf. Selanjutnya, bentuk gambar 2 disebut sebagai B.
Misalkan k1=2, maka bentuk k1B adalah perbesaran dua kali B, sebut saja hasil k1B=B1 (Gb.
3). Kemudian untuk memperoleh bentuk bunga teratai selanjutnya dengan mengambil k 2=1/3,
sebut saja hasil k2B=B2 (Gb.4).

Untuk mendapatkan letaknya yang artistik pada tangkai, selanjutnya B2 direfleksikan pada
garis vertikal sehingga diperoleh susunan membentuk motif kangkung kaumbakan (Gb.5).

30

Demikian beberapa contoh aplikasi geometri transformasi dalam karya seni batik di
Indonesia. Pola bentuk pada motif batik dapat menjadi alternatif sumber belajar matematika bagi
siswa kita.
Contoh lainnya yang dapat kita ambil ialah bermain catur, permainan komedi putar,
permainan baling-baling, menggunakan teleskop, kipas angin, perpindahan jarak (berjalan,
berlari), membuka sekrup, bercermin, pertumbuhan dan lain-lain ini adalah aplikasi dari
transformasi geometri dalam kehidupan sehari-hari.

31

BAB III
KESIMPULAN

1. Transformasi Geometri atau lebih sering disebut transformasi adalah mengubah setiap
koordinat titik (titik-titik dari suatu bangun) menjadi koordinat lainnya pada bidang dengan
P ( x, y ) T P ' ( x ' , y ' )
satu aturan tertentu.
2. Transformasi pada

bidang

terdiri

atas

jenis,

yaitu

translasi

(pergeseran), refleksi (pencerminan), rotasi (perputaran), dan dilatasi


(perbesaran/perkalian).
a. Translasi (Pergeseran)
Translasi adalah transformasi yang memindahkan setiap titik pada bidang
menurut jarak dan arah tertentu. Jarak dari arah suatu translasi dapat

dilambangkan

dengan

garis

berarah,

misalnya

AB

atau

vektor

a

b

A x, y A' ( x' , y ' ) A' x a, y b

b. Refleksi (pencerminan)
Refleksi atau sering disebut dengan istilah pencerminan adalah suatu
transformasi dengan memindahkan setiap titik pada bidang dengan
menggunakan sifat-sifat pencerminan pada cermin datar (bayangan
cermin dari titik-titik) yang akan dipindahkan.
Pencerminan terhadap Sumbu X, Sumbu Y, Garis y = x, dan Garis

y = -x
Jika P(a, b) dicerminkan terhadap sumbu X maka bayangannya adalah P
(a, -b), dapat ditulis
P a, b Mx P' a,b

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap sumbu Y maka bayangannya adalah P (a, b), dapat ditulis
P a, b My P ' a, b

32

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap titik asal O (0, 0) maka bayangannya


adalah P(-a, -b), dapat ditulis
P a, b Mo P' a,b

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = x maka bayangannya adalah P


(b, a), dapat ditulis
P a, b My
x P ' b, a

Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = -x maka bayangannya adalah


P (-b, -a), dapat ditulis
P a, b My
x P' b,a

Pencerminan terhadap Garis x = h dan garis y = k


Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis x = h maka bayangannya adalah P
P a, b Mx
h P ' 2 h a, b

(2h a, b), dapat ditulis


Jika P(a, b) dicerminkan terhadap garis y = k maka bayangannya adalah P
P a, b My
k P ' a,2k b

(a, 2k - b), dapat ditulis


c. Rotasi (Perputaran)
Rotasi adalah transformasi yang memetakan setiap titik pada bidang ke titik lainnya dengan
cara memutar pada pusat titik tertentu. Pusat perputaran suatu rotasi terdiri atas dua, yaitu di
titik O(0, 0) dan di titik A(x, y). Sementara itu, arah perputaran suatu rotasi dapat berlawanan
arah jarum jam (disebut rotasi positif) dan dapat pula searah jarum jam (disebut rotasi
negatif). Bayangan dari rotasi suatu titik dapat kita tentukan sebagai berikut.
Rotasi terhadap Titik Pusat O(0, 0)
Jika P(a, b) diputar sebesar berlawanan arah jarum jam (rotasi positif), dengan pusat
rotasi di O(0, 0), maka bayangan yang terjadi sebagai berikut.
P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
a = a cos

b sin

b = a sin

+ b cos

P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )


= P (a cos

b sin

, a sin

+ b cos

33

Jika P(a, b) diputar sebesar

searah jarum jam (rotasi negatif), dengan pusat rotasi di

O(0, 0), maka bayangan yang terjadi sebagai berikut.


P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
a = a cos

+ b sin

b = -a sin

+ b cos

P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )


= P (a cos

+ b sin

, - a sin

+ b cos

Rotasi terhadap Titik A (x, y)

Jika P(a, b) diputar sebesar

dengan pusat rotasi di A (x, y), maka bayangan yang terjadi

sebagai berikut.
P (a, b) R ( A ,a ) P ' (a ' , b' )
P (a, b) R (O ,a ) P ' (a ' , b' )
= P [(a x) cos

+ (b y) cos

- (b y) sin

+x

, (a x) sin

+ y )]

Catatan : Rotasi yang berlawanan arah dengan jarum jam sudut rotasinya
diberi tanda positif (+). Rotasi yang searah jarum jam sudut rotasi diberi
tanda negatif (-).
d. Dilatasi (Perkalian)
Dilatasi adalah transformasi yang mengubah ukuran atau skala suatu
bangun geometri (pembesaran/pengecilan), tetapi tidak mengubah bentuk
bangun tersebut. Pusat dilatasi terdiri atas dua, yaitu di titik O(0, 0) dan di
titik A (x, y). Sementara itu, faktor dilatasi dapat bersifat positif
(pembesarannya searah) dan dapat pula bersifat negatif (pembesarannya
berlawanan arah). Faktor dilatasi disebut juga dengan faktor skala.
Dilatasi dengan Pusat di O(0, 0)
Jika P(a, b) didilatasikan dengan faktor skala k dan pusat dilatasi di O,
maka bayangannya sebagai berikut.
P (ka, kb)
O ,k

P ( a, b )

P ' (ka, kb)

Dilatasi dengan Pusat di Titik A(x, y)


Jika P(a, b) didilatasikan dengan faktor skala k dan pusat dilatasi di O,
maka bayangannya sebagai berikut.
34

P( a, b) A ,k P' ( a ' , b' )


= P [x + k (a x), y + k (b y)]
3. Beberapa

matriks

transformasi

yang

bersesuaian

dengan

operasi

transformasi yang telah kamu pelajari sebagai berikut :


No

Transformasi

Pemetaan

Matriks yang
Bersesuaian
1 0

0 1

.
1.

Pencerminan terhadap sumbu X

(a, b)

(a, -b)

2.

Pencerminan terhadap sumbu Y

(a, b)

(-a, b)

1 0

0 1

3.

Pencerminan terhadap O (0, 0)

(a, b)

(-a, -b)

1 0

0 1

4.

Pencerminan terhadap garis y =

(b, a)

0 1

1 0

(-b, -a)

0 1

1 0

(a, b

(a, b)

x
5.

6.

Pencerminan terhadap garis y = - (a, b)


x
Rotasi terhadap titik O (0, 0)
sebesar

(a, b)

)
a = a cos
sin

7.

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

sebesar
8.

(a, b)

(-b, a)

0 1

1 0

(a, b)

(-a, -b)

1 0

0 1

Rotasi terhadap titik O (0, 0)


sebesar

-b

sin

cos

b = a sin
b cos

cos

sin

35

9.

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

sebesar
10

sebesar

(-b, -a)

0 1

1 0

( ka,

k 0

0 k

Rotasi terhadap titik O (0, 0)

(a, b)

(a, b)

kb)

4. Aplikasi transformasi dalam kehidupan sehari-hari ialah mengedit foto menggunakan photo
shop, membatik, bermain catur, permainan komedi putar, permainan baling-baling,
menggunakan teleskop, kipas angin, perpindahan jarak (berjalan, berlari), membuka sekrup,
bercermin, pertumbuhan dan lain-lain ini adalah aplikasi dari transformasi geometri dalam
kehidupan sehari-hari.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Cecep.Pesta. Matematika Aplikasi Untuk SMA dan MA kelas XII Program Studi Ilmu
Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.2008.
Herynugroho,dkk. Matematika SMA kelas XII Program IPA. Jakarta: Yudhistira.2010.
Http://www.rustamaji.net/id/matematika/penerapan-transformasi-geometri-dalam-kehidupansehari-hari

36

Https://wendiferdintania.wordpress.com/2014/12/17/geometri-transformasi-dalam-karya-senibatik-di-indonesia/
Noormandiri. Matematika Jilid 3A Untuk SMA kelas XII . Jakarta: Penerbit Erlangga.
Suprayitno,dkk. Matematika SMA/MA kelas XII IPA. Medan: Agmasu.2013.

37