Anda di halaman 1dari 9

Nama kelompok OTK B-14 :

1. Nurul Eka Ramadhini (3335131696)


2. Rahmat Darmawan (3335130444)
Variasi :
- Konsentrasi (1%,1,25% dan 1,5%)
- Jumlah Plate (1,2 dan 3)

PENYARINGAN AIR MENGGUNAKAN METODE FILTRASI PLATE AND


FRAME : PENGARUH KONSENTRASI CaCO3 DAN JUMLAH PLATE & FRAME

Nurul Eka Ramadhinia* , Rahmat Darmawana


Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jalan Jenderal Sudirman Km.3 Cilegon 42435,Banten, Indonesia

ABSTRAK
Filtrasi adalah suatu proses pemisahan campuran antara padatan dan cairan dengan
melewatinya melaui medium penyaringan. Tujuan dari percobaan ini adalah mahasiswa
dapat mengetahui dan menghitung nilai tahanan cake, tahanan medium filter, efisiensi
CaC03 dan H2O pada pengaruh konsentrasi CaCO3 dan jumlah plate and frame.
Aplikasi industri pada percobaan ini adalah pada pabrik gula dan pada industri
pemurnian air. Prosedur percobaan ini adalah persiapan alat, pelaksanaan percobaan,
pengambilan data, perawatan dan pemeliharaan. Pada prosedur percobaan dilakukan
pencampuran air dengan CaCO3. Kemudian mengaduknya dan membuka kerangan
udara. Menyaring dengan membuka kerangan lalu memasukkan suspensi. Mencatat
waktu dan volume filtrat yang ditampung. Membongkar rangkaian alat plate and frame.
Mengumpulkan padatan yang tertinggal dalam frame. Menentukan kadar air padatan
CaCO3.Dari percobaan yang telah dilakukan didapat nilai tahanan cake, medium filter,
efisiensi CaCO3 dan efisiensi H2O tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Keyword: Filtrasi, plate and frame, CaCO3, cake, dan filter

1. Pendahuluan
1

Latar Belakang
Ketika kita ingin memisahkan
komponen komponen dari suatu
campuran heterogen, yang mana
ukuran partikel, fasa atau komposisi
kimia antara komponen komponen
tersebut berbeda beda maka terlebuh
dahulu
kita
harus
mengetahui
bagaimana cara atau operasi pemisahan
apa yang dapat memisahkan campuran
tersebut. Salah satu proses pemisahan
yang paling sederhana adalah filtrasi
Filtrasi
(penyaringan)
adalah
proses pemisahan partikel zat padat

dari fluida dengan jalan melewatkan


fluida tersebut melalui suatu medium
penyaringan atau septum, dimana
zat padat itu tertekan. Proses filtrasi
banyak dilakukan di industri misal,
pada pemurnian air minum, pemisahan
kristal kristal garam dari atau
memisahkan mikroorganisme medium
fermentasinya, dan lain lain.
Dalam percobaan ini yang ingin
dipisahkan adalah campuran heterogen
antara partikel padat dengan fluida (zat
cair) maka untuk dapat memisahkan
campuran heterogen tersebut menjadi
komponen komponen individualnya
digunakan proses filtrasi dengan
menggunakan alat penyaring.
2 Rumusan Masalah
Rumusan
masalah
dalam
percobaan ini adalah bagaimana cara
menghitung tahanan cake, tahanan
medium filter, efisiensi CaC03 dan
H2O.

c
3

Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini adalah
mahasiswa dapat mengetahui dan
menghitung tahanan cake, tahanan
medium filter, efisiensi CaC03 dan
H2O pada pengaruh konsentrasi
CaCO3 dan jumlah plate and frame.

Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup pada
percobaan ini adalah percobaan ini
dilakukan di Laboratorium Operasi
Teknik Kimia Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa. Pada percobaan ini
dengan menggunakan metode filtrasi
plate and frame. Bahan yang
digunakan adalah CaCO3 dan H2O.

2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian Filtrasi
Filtrasi adalah suatu operasi
pemisahan campuran antara padatan
dan cairan dengan melewatkan umpan
(padatan + cairan) melalui medium
penyaring. Proses filtrasi banyak
dilakukan di industri, misalnya pada
pemurnian air minum, pemisahan
kristal-kristal garam dari cairan
induknya, pabrik kertas, dan lain-lain.
Untuk semua proses filtrasi, umpan
mengalir disebabkan adanya tenaga
dorong berupa beda tekanan, sebagai
contoh akibat gravitasi atau tenaga
putar. Secara umum filtrasi dilakukan
apabila jumlah padatan dalam suspensi
relatif lebih kecil dibandingkan zat
cairnya.
Menurut prinsip kerjanya, filtrasi
dapat dibedakan atas beberapa cara,
yaitu :
a Pressure Filtration yaitu filtrasi
yang
dilakukan
dengan
menggunakan tekanan.
b Gravity Filtration yaitu filtrasi
yang cairannya mengalir karena
gaya berat.

Vacum Filtration yaitu filtrasi


dengan cairan yang mengalir
karena hampa udara (penghisapan)
[1]
.
1 Medium Filter
Medium filter yaitu suatu media
berpori ysng mampu menahan partikel
padat dan meloloskan cairan sebagai
filtrat yang jernih. Medium filter
biasanya berupa turunan dari macammacam bahan seperti : nilon, sutra
atau serat sintesis. Pemilihan medium
filter sangat penting, karena akan
menentukan kelancaran operasi.[2]
Faktor-faktor utama yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan
medium filter jika filtrat merupukan
tujuan operasi adalah :
a Tahanan medium terhadap aliran
fluida harus kecil.
b Tidak larut dan tidak bereaaksi
dengan bahan-bahan yang ada
dalam cairan induk.
c Cukup kuat menahan tekanan
yang terjadi selama operasi.
Jika padatan tersaring merupakan
tujuan operasi, maka faktor-faktor
utama yang perlu diperhatikan dalam
pemilihan medium filter adalah :
a Kemudahan mengambil padatan
tersaring dari medium filter.
b Pori-pori medium filter tidak
mudah terisi dan tersumbat oleh
padatan tersaring.
Dalam dunia industri medium
filter yang banyak dipakai adalah kain
kanvas. Masing-masing jenis kanvas
dengan ketebalan dan pola anyaman
tertentu juga memiliki kegunaan
tertentu. Untuk zat cair yang bersifat
korosi digunakan medium filter seperti
kain wol, tenunan logam monel atau
baja tahan karat, tenunan gelas, atau
kertas, kain sintetis seperti nilon,
polipropilen, dacron juga tahan secara
kimia.[3]
2

Bahan Aditif Untuk Proses Filtrasi

Zat padat yang lembek atau sangat


halus, yang membentuk cake yang
rapatdan imoermeabel akan segera
menyumbat medium filtrasi yang
cukup halus untuk menahannya.
Untuk menyaring bahan padat seperti
itu porositas cake harus ditingkatkan
agar cairan tersebut dapat lewat
dengan laju yang cukup. Hal ini
dilakukan dengan menambah bahan
filtrasi (filter aid) seperti tanah diatom,
silika, perlit, selulosa kayu yang
dimurnikan, atau bahan-bahan padat
lain yang tidak bereaksi.
Penambahan itu dilakukan terhadap
slury umpan sebelum dilakukan
filtrasi. Dalam filter batch lapisan
filter aid biasanya tipis, sedangkan
pada filter kontinu lapisan ini biasanya
tebal dan bagian atasnya terkikis
bersama zat padat yang tertahan filter
olehn
pisau
kikis,
sehingga
menghasilkan permukaan filtrasi yang
baru.
Penggunaan
lapisan
pendahuluan ini biasanya dapat
mencagah tersumbatnya medium filter
sehingga dihasilkan filtrasi yang
jernih.[4]
2.2 Macam-macam Filter
1 Gravity Filter
Penyaringan secara gravitasi
merupakan cara yang tertua yang
dilakukan
untuk
memurnikan
sebuah suspensi.
2 Plate and Frame Filter
Alat
ini
akan
bekerja
berdasarkan driving force, yaitu
perbedaan
tekan.
Alat
ini
dilengkapi dengan kain penyaring
yang disebut filter cloth, yang
terletak pada setiap sisi platenya.
Plate and frame filter digunakan
untuk memisahkan padatan cairan
dengan media berpori yang
meneruskan
cairannya
dan
menahan
padatannya.
Secara
umum filtrasi dilakukan bila

jumlah padatan dalam suspensi


relatif kecil dibandungkan dengan
zat lainnya.
Cara filtrasi juga dipakai untuk
memisahkan zat-zat yang kelarutannya
berbeda. Misalnya, gula yang dikotori
pasir dimasukan ke dalam air, gula akan
melarut, gula yang larut itu akan turun
sebagai filtrate. Lalu filtrate diuapkan
sehingga diperoleh gula padat yang bersih.
Pada industri PAM, salah satu proses
awalnya adalah penyaringan air kotor
melalui filter bed, yaitu lapisan air di atas,
kerikil ditengah dan batu besar di bawah.
Air saringan di olah lebih lanjut.[7]

Gambar 1. plate and frame


Pada lubang atas adalah untuk memasukan
umpan. Pada plate akan tertahan cake.
Kemudian filtrat akan keluar melalui
lubang bagian bawah.[5]
3. Metode Penelitian
3.1 Diagram Alir
3.1.1

Diagram
Peralatan

Alir

Persiapan

Memastikan tangki pencampur


tidak bertekanan
Memasang kain penyaring
dengan benar
Mengeratkan rangkaian sel
penyaring

Menutup kerangan dan


memasukan suspensi

Mengatur pully motor pengaduk


pada kedudukan yang diinginkan

Menyampurkan filtrat dan


mengaduk dalam satu wadah

Gambar 2. Diagram Alir Persiapan


Percobaan
3.1.2 Diagram
Percobaan

Alir

Pelaksanaan

Tangki

Mengaduk suspensi agar larutan


homogen

Membuka kerangan udara


perlahan-lahan

Membuka kerangan masukan


suspensi
Mencatat waktu dan volume
filtrat yang di tampung

Menjaga tekanan dengan


mengukur kerangan tekanan
selama penyaringan

Mengambil sampel sebanyak


100 mL

Menyaring cake yang ada pada


sampel

Menimbang hasil saringan lalu


dikeringkan setelah itu ditimbang
kembali dan mencari
efektivitasnya
Gambar 3. Diagram Alir Pelaksanaan
Percobaan

3.1.3 Diagram Alir Pengambilan Data


Mengosongkan tangki pencampur

Memasikan semua kerangan


tertutup

Membuka kerangan udara


Membongkar rangkaian plate and
frame
Mengambil massa padatan yang
ada pada plate and frame,
ditimbang lalu dikeringkan dan
ditimbang kembali massa
keringnya
Membandingkan berat basah dan
berat kering dari cake di filter

Membuka kerangan suspensi


setelah 1 Ka t/cm2

Menutup kerangan suspensi dan


kerangan udara
Gambar 4. Diagram Alir Pengambilan
data

3.1.4 Diagram Alir Perawatan dan


Pemeliharaan
Memastikan tangki pencampur
tidak bertekanan

4.1 Hubungan tahanan cake dengan jumlah


plate
8.00E+13
6.00E+13
konsentrasi
1%
4.00E+13

konsentrasi 1.25%

(m/kg)

2.00E+13
0.00E+00

Membersihkan seluruh rangkaian


secara terbuka

konsentrasi 1.5% 0.5

1 1.5 2 2.5 3 3.5

jumlah plate

Mengalirkan air ke dalam tangki


pengaduk

Gambar 6. Hubungan antara tahanan cake


dengan jumlah plate

Gambar 5. Diagram Alir Perawatan dan


pemeliharaan

Berdasarkan gambar grafik diatas didapat


nilai tahanan cake pada masing-masing
plate mengalami data yang naik turun.
Seharusnya semakin banyak plate yang
digunakan , maka akan semakin kecil nilai
tahanan cake yang diperoleh. Kesalahan
tersebut dapat terjadi dikarenakan tekanan
didalam tangki yang konstan sehingga
mempengaruhi nilai alfa yang diperoleh

3.2 Alat & Bahan


3.2.1 Alat
1. Peralatan filtrasi Plate and frame
2. Penampung filtrat
3. Erlenmeyer
4. Penyaring Buchner
5. Vakum
3.2.2 Bahan
1. CaCO3
2. Air
3. Kain jeans
4. Kertas saring
3.3 Prosedur Percobaan
Prosedur percobaan ini dilakukan dengan
pencampuran
air
dengan
CaCO3.
Kemudian mengaduknya dan membuka
kerangan udara. Menyaring dengan
membuka kerangan lalu memasukkan
suspensi. Mencatat waktu dan volume
filtrat yang ditampung. Membongkar
rangkaian alat plate and frame.
Mengumpulkan padatan yang tertinggal
dalam frame. Menentukan kadar air
padatan CaCO3.
Bab 4. Hasil Dan Pembahasan

4.2 Hubungan
konsentrasi

tahanan

cake

dengan

8.00E+13
6.00E+13
4.00E+13

plate & frame 1

(m/kg)

plate & frame 2

2.00E+13
0.00E+00
0.8

plate & frame 3

1.2 1.4 1.6

konsentrasi (%)

Gambar 7. Hubungan tahanan cake dengan


konsentrasi
Berdasarkan gambar grafik didapat nilai
tahanan cake naik dan turun. Seharusnya
nilai tahanan cake akan semakin besar
apabila konsentrasinya semakin besar.
Konsentrasi
semakin
tinggi
akan
menghasilkan
cake
yang
lebih
banyak,maka akan menghasilkan nilai
besar pula. Kesalahan yang terjadi dapat

disebabkan karena tekanan didalam tangki


tidak konstan. Hal ini dapat mempengaruhi
laju alirannya , yang mana laju aliran juga
mempengaruhi pembentukan tahanan cake.
4.3 Hubungan tahanan medium filter
dengan jumlah plate

8.00E+12
6.00E+12
Rm (m-1) 4.00E+12
2.00E+12
plate & frame 1

plate & frame 2

0.00E+00
0.8 1 1.2 1.4 1.6

plate & frame 3

konsentrasi (%)

8.00E+12
6.00E+12
konsentrasi4.00E+12
1%

Rm (m-1)

konsentrasi 1.25 %

2.00E+12
0.00E+00
0

konsentrasi 1.5%

jumlah plate

Gambar 8. Hubungan antara medium filter


dengan jumlah plate
Dari grafik diatas didapat ketiga grafik
menunjukan penurunan nilai Rm yang
signifikan pada penggunaan 2 plate,dan
mengalami kenaikan pada pengguanaan 3
plate. Seharusnya nilai Rm yang didapat
semakin besar seiring dengan banyak plate
dan frame yang digunakan. Kesalahan
tersebut dapat terjadi karena laju alir yang
tidak
konstan
akibat
terjadinya
pengendapan didalam pipa, dimana bila
laju alir besar maka nilai medium filternya
kecil. Dan juga bila laju alirannya kecil,
maka nilai medium filternya besar, dan
kontak antara medium filter dengan slurry
yang sangat cepat akan membuat padatan
didalam slurry dapat lolos dengan mudah.
Sehingga hal tersebut membuat nilai
tahanan medium filter kecil.
4.4 Hubungan nilai medium filter dengan
konsentrasi

Gambar 9. Hubungan antara nilai medium


filter dengan konsentrasi
Dari gambar diatas didapat ketiga grafik
menunjukkan nilai Rm mengalami
kenaikan dan penurunan. Seharusnya
semakin besar konsentrasinya, maka nilai
Rm yang diperoleh akan semakin besar.
Karena hal ini menunjukkan bahwa
semakin banyaknya butiran cake yang
masuk dan menempel pada pori-pori
medium saring. Kesalahan yang terjadi
dapat disebabkan oleh tekanan yang tidak
konstan sehingga mempengaruhi laju
aliran berubah (lebih besar/ lebih
kecil).sehingga membuat padatan halus
CaCO3 tidak dapat terjaring dengan
sempurna dan mengakibatkan grafiknya
naik dan turun.
4.5 Hubungan efisiensi H2O dengan
konsentrasi
100
plate & frame 1

95

plate & frame 3

90
0.8 1 1.21.41.6

efisiensi H2O ( %)

plate & frame 2

konsentrasi (%)

Gambar 10. Hubungan antara efisiensi


H2O dengan konsentrasi
Berdasarkan gambar grafik didapat nilai
efisiensi H2O mengalami kenaikan dan
penurunan. Seharusnya semakin besar

konsentrasi CaCO3 didalam slurry, maka


efisiensi H2O yang keluar akan semakin
kecil. Hal itu dapat terlihat dari hasil filtrat
yang keluar lebih keruh dibanding dengan
konsentrasi yang lebih kecil. Sehingga
efisiensi H2O akan semakain kecil.
Kesalahan yang terjadi pada percobaan ini
dapat disebabkan oleh tekanan yang tidak
konstan dalam
4.6 Hubungan efisiensi H2O dengan
jumlah plate
100
konsentrasi 1%

efisiensi H2O ( %)
konsentrasi 1.5%

konsentrasi 1.25%

95
konsentrasi 1%

90
0 1 2 3 4
konsentrasi 1.25%

konsentrasi 1.5%

jumlah plate

Gambar 11. hubungan antara efisiensi


H2O dengan jumlah plate
Pada grafik diatas merupakan hubungan
antara efisiensi H2O dengan jumlah plate
disetiap masing-masing konsentrasi. Pada
grafik didapat nilai efisiensi H2O
mengalami kenaikan dan penurunan pada
masing-masing plate. Seharusnya semakin
banyak plate yang digunakan dalam proses
filtrasi maka H2O yang keluar akan lebih
sedikit, hal ini dikarenakan bila plate yang
digunakan banyak maka jumlah cake yang
tertahan di medium filter akan semakin
kecil disetiap plate and framenya, sehingga
tahanan cakenya akan semakin kecil dan
menyebabkan filtrat yang diperoleh lebih
keruh dibandingkan dengan menggunakan
plate and frame yang lebih sedikit
sehingga
menyebabkan jumlah filtrat
banyak mengandung padatan CaCO3.
4.7 Hubungan efisiensi CaCO3 dengan
jumlah plate

100
95

konsentrasi 1%

efisiensi CaCO3 (%)

konsentrasi 1.25%

90
85
0

konsentrasi 1.5%

jumlah plate

Gambar 12. hubungan antara efisiensi


CaCO3 dengan jumlah plate.
Pada gambar diatas merupakan hubungan
antara efisiensi CaCO3 dengan jumlah
plate, didapat nilai efisiensi CaCO3
mengalami kenaikan dan penurunan.
Seharusnya semakin banyak plate yang
digunakan maka efisiensi CaCO3 akan
semakin kecil, karena semakin banyak
plate yang digunakan tahanan cakenya
lebih sedikit dan menyebabkan hasil filtrat
masih mengandung padatan CaCO3.
Sehingga efisiensi dari CaCO3 kecil.
Kesalahan dapat disebabkan oleh laju alir
yang tidak konstan. Laju alir yang tidak
konstan menyebavkan tahanan cake yang
diperoleh juga naik turun. Tahanan cake
inilah yang mempengaruhi efisiensi
CaCO3 yang diperoleh.
4.8 Hubungan efisiensi CaCO3 dengan
konsentrasi
100
plate & frame 1

95

efisiensi CaCO3 (%)

plate & frame 3

plate& frame 2

90
85
0

konsentrasi (%)

Gambar 13 hubungan antara efisiensi


CaCO3 dengan konsentrasi
Pada grafik hubungan efisiensi CaCO3
dengan konsentrasi, didapat nilai efisiensi
CaCO3 yang mengalami kenaikan dan

penurunan. Seharusnya semakin besar


konsentrasi maka efisiensi CaCO3 akan
semakin kecil, hal itu dapat terlihat dari
hasil filtrat yang lebih keruh dibanding
dengan konsentrasi yang lebih kecil.
Tahanan cake yang terbentuk pada grafik
mengalami kenaikan dan penurunan
sehingga menyebabkan efisiensi CaCO3
juga naik turun.

1,5% dengan jumlah plate 3, didapat


efisiensi H2O sebesar 93,48%
Efisiensi CaCO3 yang diperoleh pada
percobaan seharusnya, semakin besar
konsentrasi maka efisiensi CaCO3
akan semakin kecil. Seperti pada
grafik hubungan antara efisiensi
CaCO3 dengan konsentrasi pada plate
1 dengan konssentrasi 1,5 %, didapat
efisiensi CaCO3 sebesar 97,16371%.

5. Kesimpulan dan Saran

5.2 Saran

5.1 Kesimpulan

Adapun saran yang dapat disampaikan


pada percobaan ini adalah:

Adapun kesimpulan dari percobaan ini


adalah :
1

Nilai yang diperoleh pada percobaan


seharusnya lebih besar seiring dengan
besarnya konsentrasi, seperti pada
grafik hubungan anatara nilai
dengan konsentrasi pada plate and
frame 1 dengan konsentrasi 1,25% ,
didapat nilai sebesar 1.000187x1013
m/kg.
Nilai Rm yang diperoleh pada
percobaan seharusnya semakin besar
seiring dengan banyaknya plate yang
digunakan. Seperti pada grafik
hubungan antara nilai Rm dengan
jumlah plate pada konsentrasi 1,5%
dengan jumlah plate 3 didapat nilai
Rm sebesar 3.38024x1012 m-1.
Efisiensi H2O yang diperoleh pada
percobaan seharusnya semakin banyak
plate yang digunakan maka efisiensi
H2O akan semakin kecil. Seperti pada
grafik hubungan antara efisiensi H2O
dengan jumlah plate pada konsentrasi

1
2

Untuk medium filter yang digunakan


dapat divariasikan menggunakan
bahan jenis yang lainnya.
Perlu diperhatikan lagi perawatan
(pencucian) dan material saringan
yang digunakan untuk menghasilkan
air yang jauh lebih bersih.

DAFTAR PUSTAKA
1

http://www.spalklerfilters.com/images
/stories/whitepapers.cainpdt.pdf.
Diakses pada 2 November 2015
2 Hurisman. I Rapid. Sand Filtration
Lecture Notes. HE Delft Netherland.
1994.
3 Mc Cabe W.L., Smith J.C and Harriot
P. 1990. Operasi Teknik Kimia Edisi
Ke Empat, Jilid II. Erlangga : Jakarta.
4 Cook.1986. Industri Kimia Operasi.
Gramedia : Jakarta
5 Michael .1994. Teknik Penyaringan
.Erlangga. Jakarta