Anda di halaman 1dari 12

POMPA SENTRIFUGAL ( CENTRIFUGAL PUMPS )

Pompa ini digerakkan oleh motor. Daya dari motor diberikan pada poros pompa
untuk memutar impeler yang dipasangkan pada poros tersebut. Akibat dari putaran
impeler yang menimbulkan gaya sentrifugal, maka zat cair akan mengalir dari tengah
impeler keluar lewat saluran di antara sudu-sudu dan meninggalkan impeler dengan
kecepatan yang tinggi.
Zat cair yang keluar dari impeler dengan kecepatan tinggi kemudian melalui
saluran yang penampangnya semakin membesar yang disebutvolute, sehingga akan
terjadi perubahan dari head kecepatan menjadi head tekanan. Jadi zat cair yang keluar
dari flens keluar pompa head totalnya bertambah besar. Sedangkan proses pengisapan
terjadi karena setelah zat cair dilemparkan oleh impeller, ruang diantara sudu-sudu
menjadi vakum, sehingga zat cair akan terisap masuk.
Selisih energi persatuan berat atau head total dari zat cair padaflens keluar
dan flens masuk disebut sebagai head total pompa. Sehingga dapat dikatakan bahwa
pompa sentrifugal berfungsi mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran
fluida. Energi inilah yang mengakibatkan pertambahan head kecepatan, head tekanan
dan head potensial secara kontinu.

Prinsip Kerja Pompa sentrifugal

Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal


Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat sepert gambar
berikut :

Bagian - Bagian Pompa

a. Stuffing Box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa
menembus casing.
b. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui
poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
c Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan
tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.
d. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan pada
stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing dan
interstage atau distance sleever.
e. Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
f. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen
yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat
memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi
energi dinamis (single stage).
g. Eye of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
h. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi
kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap

secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang
masuk sebelumnya.
i. Wearing Ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan
impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara casing
dengan impeller.
j. Bearing
Beraing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar dapat
berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan poros
untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek
menjadi kecil.
k. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen
yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat
memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi
energi dinamis (single stage).

1.
2.
3.
4.
5.

Keuntungan Pompa Sentrifugal


Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa lain :
Pada head dan kapasitas yang sama, dengan pemakaian pompa sentrifugal umumnya
paling murah.
Operasional paling mudah
Aliran seragam dan halus.
Kehandalan dalam operasi.
Biaya pemeliharaan yang rendah.
Kekurangan Pompa Sentrifugal
Kekurangan pompa sentrifugal antara lain :

1. Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri {tidak dapat
memompakan udara}.
2. Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume yang kecil.

Fitting dibagi dalam berbagai jenis, fitting fitting tersebut akan sangat berperan dalam sebuah sistem
pemipaan. Lalu apakah fitting itu? Fitting adalah salah satu komponen pemipaan yang memiliki
fungsi untuk merubah aliran, menyebarkan aliran, membesar atau mengecilkan aliran. Fitting
merupakan salah satu pemain utama dalam pemipaan, karenanya kita akan selalu menggunakan
komponen ini. Untuk mengetahui gambaran umum pengunaan fitting dalam pemipaan, ada baiknya
anda membaca sejarah dan teori dasar pemipaan
Fitting bukanlah nama untuk individu, melainkan nama yang digunakan untuk pengelompokan.
Karena di dalam fitting sendiri terdapat berbagai macam komponen lain pemipaan, yang anda harus
memahaminya satu persatu fungsi dan kegunaanya. Adapun jenis dari fitting Antara lain adalah.

1. Fitting Ebow
Elbow adalah jenis fitting yang pertama, elbow merupakan komponen pemipaan yang berfungsi
untuk membelokan arah aliran. Layaknya tikungan kalau kita sedang berada di jalan, tikungan
tersebut mau tidak mau membuat kita berbelok arah ketika melaluinya, begitu pula elbow yang
bertugas untuk membelokan aliran fluida. Elbow terdiri dari dua jenis yang paling umum yaitu 45 dan
90 derajat. Untuk memperoleh sudut di selain sudut diatas, terkadang elbow tersebut di potong. Atau
bisa juga dengan mengunakan dua elbow yang disatukan untuk memperoleh sudut tertentu.
Dipasaran, elbow dibagi menjadi dua tipe, tipe sort radius dan long radius. Namum umumnya
digunakan long radius, yang memiliki diameter belokan 1.5 kali NPS (nominal Pipe size)nya. Ada
pula yang sampai dengan 3D atau bahkan 6D, yang biasa digunakan untu flare.

Contoh menghitung radius elbow seperti ini, kita menghitung pipa yang dengan diameter 2". Maka
radiusnya adalah,1.5 x 2" = 3 " (76.2 mm), yang dikalikan adalah nominal diameter dari pipa nya,
NPSnya, bukan actual diameter dari pipanya seperti yang peranah saya singgun di sejarah dan teori
dasar piping.
Elbow pada umumnya memiliki diameter yang sama antara masukan dan keluaran, walaupun ada
juga yang memiliki ukuran berbeda, yang kita sebut dengan reducing elbow. Selain itu, ada satu
komponen fitting yang mirip elbow, sama sama berfungsi untuk membelokan aliran, namun di buat
dari potongan pipa, kita menyebutnya dengan miter.

2. Fitting Tee
Tee dalam fitting bertugas untuk membagi aliran, adalah koneksi fitting yang memiliki cabang.
Biasanya cabangnya ini ukurannya sama dengan ukuran pipa utamanya, kita menyebutnya dengan

straight tee. Sedangkan kalau berbeda, kita menyebutnya dengan reducing tee.

Seperti kalau di jalan, kalau tee ini kita analogikan sebagai pertigaan. Ngomong tentang pertigaan,
berarti tidak semua nya harus tegak lurus dong? Benar, memang ada tee yang tidak tegak lurus, ia
membentuk sudut 45 derajat. Kita mengenalnya dengan lateral Tee, yang penggunaanya biasanya
untuk pressure yang rendah.

Kalau ada pertigaan, berarti ada perempatan dong? loh lama lama ko malah mbahas jalan, nanti
bisa bisa nanya ada lampu merah juga dong.. hehe, sudah cukup sampai di perempatan, kita turun
di perempatan. Dalam fitting juga ada perempatan, kita mengenalnya dengan crosses. Namun
pengunaan crosses ini amat sangat jarang, diperuntukan hanya untuuk space yang terbatas.

3. Fitting Reducer
Reducer, sesuai namanya fitting jenis ini bertugas untuk me-reduce (mengurangi) aliran fluida.
Mengurangi disini bukan seperti valve, tapi ukuran pipanya saja yang berkurang. Jadi reducer ini
akan bertugas untuk mengabungkan dari diameter yang lebih besar ke yang kecil, atau sebaliknya.

Dalam reducer ini, kita akan mengenal dua jenis reducer yaitu concentrik reducer dan satu lagi
adalah eccentrik reducer. Keduanya memiliki peran yang berbeda, kita akan membahasnya lebih
dalam di artikel perbedaan eccentrik dan concentrik reducer.

4. Stub-in

Stub-in, adalah jenis fitting yang fungsinya mirip dengan tee, yaitu membagi aliran. Bedanya dengan
tee, kalau tee adalah item yang terpisah, ia mengabungkan beberapa pipa. namun kalau stub-in,
percabangan langsung dari pipa utamanya yang fungsinya mengantikan reducing tee.

5. Fitting Cap

Pipe caps fitting berfungsi untuk menghentikan aliran pada ujung pipa, fitting ini di las langsung pada
pipa utama. Ada juga penutup aliran fluida yang dapat di bongkar dan dilepas, namun biasanya
menggunakan sambungan flange, lebih tepatnya blind flange. Mengenai apa itu flange? kita akan
bahas di jenis-jenis flange

Gate valve

Gate valve mudah dikenali karena mempunyai body dan stem yang panjang. Kegunaan utama
dari gate valve adalah hanya untuk menutup dan membuka aliran (fully closed & fully opened position),
on/off control dan isolation equipment.
Gate valve tidak bisa digunakan untuk mengatur besar kecilnya aliran (regulate atau trotthling). Karena
akan merusak posisi disc nya dan mengakibatkan valve bisa passing pada saat valve ditutup (passing =
aliran tetap akan lewat, walaupun valve sudah menutup), disc tidak menekan seat dengan baik yang
diakibatkan karena posisi disc sudah berubah (tidak rata lagi).
Pada saat Gate valve terbuka sebagian (misal 50% opening), maka aliran fluida akan sebagian lewat
dibawah disc yang menyebabkan turbulensi (turbulensi = aliran fluida yang bergejolak) pada aliran
tersebut, turbulensi ini akan menyebabkan 2 hal:
Disc mengayun (swing) terhadap posisi seat, sehingga lama kelamaan posisi disc akan berubah terhadap
seat sehingga apabila valve menutup maka disc tidak akan berada pada posisi yang tepat, sehingga bisa
menyebabkan passing.
Akan terjadi pengikisan (erosion) pada badan disc.
. Globe

valve

Globe valve merupakan salah satu jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida
(regulate atau trotthling). Pada dasarnya bagian utama dari Globe valve ini sama saja dengan Gate
Angle valve

Needle valve

Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengatur secara lebih akurat aliran yang pressure rendah.
Bentuk disc nya panjang dan kecil seperti paku.

Rotation valve

Dikatakan rotation valve karena valve membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc. Valve - valve
dibawah ini berbeda dengan gate valve dan globe valve dalam hal cara membuka dan menutup valve.
Pada gate valve dan globe valve, kita diharuskan memutar handwell, namun untuk rotation valve, kita
bisa membuka dan munutup valve hanya dengan memutar handle valve sebesar 90 derajat. Oleh karena
itu valve jenis ini bisa membuka dan menutup lebih cepat dari gate valve ataupun globe valve.
Handle pada valve tipe ini adalah pengganti handwell pada gate valve dan globe valve. Hal penting yang
harus diperhatikan adalah, pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau
pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa,
melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.

Yang termasuk jenis ini adalah: Plug valve, Ball valve dan Butterfly valve.

Plug Valve
Secara umum, kegunaan dari plug valve adalah untuk fully open dan fully close (isolation atau on/off
control).
Bagian - bagian utama plug valve sama saja dengan gate valve ataupun globe valve. Yaitu body, stem,
packing bolt, seal, plug. Seal sama fungsinya dengan packing, packing bolt sama fungsinya dengan
gland nut atau gland, sedangkan plug sama fungsinya dengan disc tapi bentuknya berbeda.
Plug ini digunakan untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve, plug mempunyai
celah atau lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open position maka plug akan
berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan melewatkan aliran. Namun pada
saat handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian
yang tak bercelah akan menahan aliran, sehingga aliran pun akan berhenti.
Jenis - jenis valve yang lain yang masih termasuk plug valve adalah:
Three way plug valve
Yaitu jenis plug valve yang mempunyai 3 port (sambungan), 1 untuk inlet dan 2 untuk outlet. Dengan
menggunakan valve ini maka dengan mudah kita dapat mengarahkan outlet kearah aliran/pipa yang
dikehendaki.
. Four way plug valve
Biasa digunakan pada fluida cooling water yang melewati heat exchanger, dimana aliran cooling water
bisa dengan mudah dibalikkan arahnya dengan tujuan untuk membersihkan heat exchanger tersebut dari
kotoran-kotoran (fouling, sediment, solids).

Ball valve
Secara sederhana, Ball valve sama saja dengan plug valve, tetapi bentuk disc nya berbeda. Dinamakan
Ball valve karena bentuk disc nya ini bulat seperti bola, dan bentuk body nya silinder.
Ball valve digunakan juga sebagai on/off valve, fully opened atau fully closed valve, dan handal untuk
aliran fluida yang mengandung partikel-partkel solid (slurry).
Sama seperti plug valve, ball valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga
dapat membuka dan menutup lebih cepat. Ball valve juga mempunyai handle yang sama dengan plug
valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika
posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa,
Butterfly valve
Butterfly valve digunakan untuk mengontrol (trhottling/regulate valve) aliran fluida yang bertekanan
rendah.Bagian-bagian utama pada valve ini sama saja dengan valve-valve yang diatas, yaitu body, disc,
seat, dan handle. Disc nya berbentuk piringan yang tipis. Seat nya, melingkar mengikuti bentuk disc.
Handle nya berbeda dengan type plug valve dan ball valve, karena mempunyai lever yang harus kita
tekan apabila ingin membuka dan menutup valve dan kita lepaskan apabila telah sampai ke posisi yang
kita inginkan. Lever inilah yang akan membantu disc untuk mengunci rapat.

Diaphgram valve (membrane valve)

Diaphgram valve bisa digunakan untuk mengatur aliran (trhottling) dan bisa juga digunakan sebagai
on/off valve. Diaphgram valve handal dalam penanganan material kasar seperti fluida yang mengandung
pasir, semen, atau lumpur, serta fluida yang mempunyai sifat korosif.
Diaphgram valve mudah dikenali karena bentuk bonnet nya yang menggembung seperti lonceng.
Diaphgram valve mempunyai stem, handwell, plunger dan diaphgram stud yang menjadi satu,
diaphgram, seat dan body. Diaphgram valve tidak mempunyai disc, tetapi sebagai pengganti disc adalah
diaphgram itu sendiri. Dimana valve ini akan menutup jika plunger menekan diaphgram, dan akan
terbuka jika plunger naik keatas. Saat menutup valve ini, juga tidak boleh terlalu kencang, karena bisa
merusak diaphgram.

5. Pinch valve

Pinch valve digunakan untuk menangani fluida yang berlumpur, endapan, dan yang mempunyai partikelpartikel solid yang banyak serta fluida-fluida yang mempunyai kecenderungan untuk terjadi kebocoran
(leak).

Check valve

Check valve digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir kesatu arah saja atau agar tidak
terjadi reversed flow/back flow.
Bentuk check valve sama saja dengan gate valve tapi valve ini tidak mempunyai handwell/handle
maupun stem. Secara umum ada 3 macam check valve yang cara kerjanya sama saja namun aplikasi
nya terhadap material fluida yang berbeda. yaitu: Swing check valve, Lift check valve, dan Ball check
valve.
Swing check valve, penggunaan untuk fluida gas ataupun liquid yang tidak mengandung partikel padat
(solid)
Lift check valve, penggunaan untuk fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang tinggi
Ball check valve, penggunaan untuk fluida liquid yang mengandung partikel padatan.
Ball Check valve inside
7. Relieve valve dan Safety valve

Kedua valve ini digunakan untuk melepaskan (release) tekanan (pressure) pada suatu sistem agar tidak
membahayakan alat (equipment), personnel yang sedang bekerja, dan untuk kepentingan proses itu
sendiri.Antara kedua valve ini terdapat penggunaan istilah yang seringkali tertukar satu sama lain.
Kadang Relieve valve dianggap Safety valve dan kadang juga Safety valve dianggap Relieve valve.
Namun, sebenarnya perbedaan mendasarnya adalah cara kerjanya itu sendiri, Relieve valve akan
membuka perlahan-lahan apabila terjadi kelebihan (excess) pressure dan akan menutup kembali apabila
pressure telah kembali normal. Relieve valve lebih cocok diaplikasikan ke fluida liquid. Sedang Safety

valve, akan membuka secara sangat cepat langsung 60% opening apabila terjadi excess pressure. Dan
akan menutup kembali hanya apabila pressure telah berada dibawah pressure normal (set point). Safety
valve sangat cocok diaplikasikan ke fluida gas.