Anda di halaman 1dari 8

PENENTUAN CHN (CARBON HIDROGEN DAN NITROGEN)

PADA BATUBARA

OLEH :
KELOMPOK II
APRIANSYAH

(061440411697)

NUR AZIZAH YASMIN

(061440411709)

M ARIQ PERDANA

(061440411706)

GEDE MARAWIJAYA

(061440411702)

M ARI BASTARI

(061440411704)

NILA WULANDARI

(061440411708)

OCI OKTARINI

(061440411710)

KELAS

: 3 EG C

DOSEN PEMBIMBING

: Ir.Hj.Sutini Pujiastuti l .,M.T

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PRODI TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG
2014-2015

PENENTUAN KADAR KARBON, HIDROGEN DAN NITROGEN


MENGGUNAKAN INSTRUMEN TRUSPEC CHN

1. TUJUAN
Setelah melakukan praktikum, mahasiswa diharapkan dapat :
- Menjelaskan pengertian dan peranan karbon, hidrogen dan nitrogen yang
-

terkandung dalam batubara


Melakukan analisis menggunakan alat instrumen dengan baik dan benar

2. ALAT DAN BAHAN


Alat
- 1 set alat instrumen Truspec CHN
- Neraca analitik
- Spatula
-

Bahan
Sampel batubara

3. GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)


4. DASAR TEORI
Analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kadar karbon (C), hidrogen (H), oksigen
(O), nitrogen (N) dan sulfur (S). Seiring dengan perkembangan teknologi, analisis ultimat
batubara sekarang sudah dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Analisis ultimat ini
sepenuhnya dilakuakn oleh alat yang sudah terhubung dengan komputer. Prosedur analisis
ultimat ini cukup ringkas, cukup dengan memasukkan sampel batubara ke dalam alat dan
hasil analisis akan muncul kemudian pada layar komputer.
KARBON DAN HIDROGEN
Penentuan kandungan karbon dan hidrogen dapat dilakukan dengan metode Liebig
ataupun metode temperatur tinggi Scheffeld. Kedua metode ini menggunakan sampel
sebanyak 0,1 0,5 gram yang dimasukkan ke dalam pipa pembakaran (combustion pipe), lalu
dibakar. Co2 maupun H2O yang terjadi, lalu diserap dengan menggunakan pipa absorbsi. Dari
penambahan berat yang terjadi lalu dihitung persentase kandungan karbon dan hidrogen.
Karbon merupakan parameter yang penting untuk menunjukkan tingkat pembatubaraan dan
persentase kandungan karbon. C % dihitung dalam kondisi kering dan bebas abu (dry ash free
basis). Pada saat terjadi pembakaran, semua oksigen di dalam batubara dianggap bereaksi
dengan hidrogen membentuk air hidrogen yang tersisa yang merupakan hidrogen di dalam

batubara yang siap dimanfaatkan secara efektif, disebut dengan available hydrogen dan dari
persamaan berikut ini
Available Hydrogen (%) = Hydrogen (%) Oxygen (%) / 8
Available hydrogen memiliki hubungan dengan tingkat pembatubaraan. Semakin tinggi
oksigen yang semakin berkurang akibatnya available hydrogen akan naik. Nilai ini menjadi
maksimum pada kandungan karbon sekitar 86 %. Setelah itu, pada zona antrasit, kandungan
oksigen maupun hidrogen akan turun. Sehingga available hydrogen juga turun. Available
hydrogen digunakan dalam perhitungan teoritis mengenai jumlah udara dari niali kalori pada
pembakaran
NIRTOGEN
Penentuan kandungan nitrogen dilakukan dengan metode kjedahl atau metode semimikri kjedahl. Di dalam batubara, terdapat kandungan nitrogen sekitar 0,6-2,0 %. Pada saat
terjadi pembakaran sebagian nitrogen pada batubara akan berubah menjadi NOx dan dilepas
ke udara, sehingga berpengaruh terhadap lingkungan. Rasio/persentase perubahan ini sangat
bergantung kepada kondisi persenyawaan dalam batubara dan kondisi pembakarannya itu
sendiri. Sebenarnya tidak terdapat hubungan yang khusus antara kandungan nitrogen di
dalam batubara dengan tingkat pembatubaraan. Namun terdapat kecenderungan bahwa
kandungan nitrogen cukup tinggi untuk batubara berasap dan sedikit untuk batubara antrasit.

5. PROSEDUR KERJA
- Kalibrasi metode
1. Menganalisa standar yang masing masing telah ditentukan masing masing 3
2.
3.
4.
5.
6.
7.

5x
Mensorot hasil analisa yang telah dilakukan
Mengklik configuration , calibration kemudian new calibration
Memilih cell yang akan dikalibrasi
Menentukan kurva kalibrasi yang akan digunakan
Memperhatikan kurva kalibrasi yang akan digunakan
Menentukan standard sampl yang akan digunakan untuk driff dengan member
tandasilang pada kolom driff

8. Melakukan langkah 4-7 untuk cell lainnya klik ok


9. Pilih kalibrasi cell yang diinginkan dengan member tanda silang pada setiap
perssamaan kurva kalibrasi
10. Mengklik save untuk menyimpan persamaan
-

Analisis Sampel
1. Mengetik nama sampel pada kolom nama
2. Memilih metode yang akan digunakan (metode yang sudah dikalibrasi di atas)
3. Menimbang sampel yang akan digunakan dengan tinfoil tekan tombol print
pada timbangan untuk mengirim data beat sampel ke computer
4. Membungkus sampel dengan rapih kemudian masukkan ke dalam sampel
carose
5. Menekan analyze atau tombol f5 untuk memulai analisa
6. Tunggu sampai analisa selesai

6. DATA PENGAMATAN

Nitrogen 4,47 %
Karbon 49,1 %
Hidrogen -0,70497 %.
7. ANALISA PERCOBAAN

Setelah melakukan percobaan Penentuan kadar Karbon, Hidrogen, dan


Nitrogen menggunakan instrument Truspec CHN(CARBON HIDROGEN
DAN NITROGEN) maka dapat dianalisa bahwa, penentuan kadar dari batubara
meliputi penentuan kadar CHN merupakan salah parameter untuk mengetahui
kualitas dan mutu dari batubara. Manfaat dari menganalisa kadar CHN ini
adalah untuk dapat mengklasifikasikan batubara (lignit, sub-bituminus,
bituminous, atau antrasit) dan untuk menentukan harga jual semakin tinggi
kadar carbon semakin mahal batubara tersebut.sedanglan untuk kadar hydrogen
dan nitrogen sebaliknya karena kadar nitrogen dan hydrogen yang tinggi dapat
mengakibatkan pencemaran lingkungan karena jika nitrogen dan hidrogen jika

bereaksi dengan udara dapat mengakibatkan hujan asam

Penentuan kadar

karbon, hydrogen, dan Nitrogen ini menggunakan instrument Truspec CHN


yang analisanya terbaca pada computer.
Setelah itu melakukan analisa sampel batubara dengan massa 0,0771
gram maka pada computer terbaca nilai % Nitrogen 4,47 % ; Karbon 49,1 % ;
dan Hidrogen -0,70497 %.

8. KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum Penentuan kadar Karbon, Hidrogen, dan Nitrogen,
dapat dianalisa bahwa:
- Nilai CHN pada analisa sampel batubara dengan massa 0,0771 gram adalah
-

Nitrogen 4,47 % ; Karbon 49,1 % ; dan Hidrogen -0,70497 %.


Semakin tinggi kadar karbon semakin tinggi peringkatnya
Semakin tinggi kadar hydrogen dan nitrogen maka semakin rendah peringkatnya

9. DAFTAR PUSTAKA
Ridwan,K.A. 2012. Petunjuk Praktikum Hidrokarbon. Palembang : POLSRI.

GAMBAR ALAT