Anda di halaman 1dari 17

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Hai, apa kabar rekan sekalian ? Semoga saja Allah memberikan kita sehat selalu.

Amiin. 

Pada kesempatan ini saya akan berbagi-bagi ilmu kepada rekan-rekan sekalian, ya walaupun

sudah banyak yang menuliskan tutorial seperti ini, tidak salah saya menuliskannya kembali

dengan gaya bahasa sendir . Tutorial ini dikutip dari hasil pembuatan laporan pada saat

saya melaksanakan PKL, ini menjelaskan lebih rinci dari yang saya tulis di

http://simb3tora.blogspot.com/2009/03/future.html. (Hehe.. - -“)

Well, langsung saja kita ke TKP (Tutorial Kerja Lapangan). Hehe canda..

A. Pengertian Jaringan

Jaringan adalah kumpulan dari komputer, printer dan peralatan jaringan lainnya yang

saling berhubungan membentuk satu kesatuan.

Klasifikasi jaringan berdasarkan skala :

1. LAN

Jaringan yang menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya dengan

jarak yang terbatas.

2. MAN

Sama dengan LAN, hanya saja jaraknya lebih luas. Sekitar 10 – 50 km.

3. WAN

Jaringan yang menghubungkan komputer antar negara bahkan benua.

4. Internet

Jaringan yang menghubungkan antara komputer dari seluruh penjuru dunia.

13
B. Pengertian MikroTik

MikroTik merupakan sistem operasi berbasis linux yang diperuntukan sebagai

network route. Walaupun MikroTik ini turunan dari Kernel Linux, tapi Router OS ini berlisensi

atau tidak gratis. Kelebihan dari MikroTik sendiri, yaitu sebagai berikut :

1. Mempunyai kemudahan bagi penggunanya dan administrasinya juga bisa

dilakukan melalui windows aplication (WinBox).

2. Proses instalasinya cukup dengan PC yang spesifikasinya rendah, karena MikroTik

Router OS ini tidak berbasis GUI melainkan teks.

3. Quality of services (pembagian bandwidth menggunakan Queues)

4. Sebagai gateway jaringan, dan lain-lain.

C. Pengertian Router

Router ialah perangkat keras jaringan komputer yang mengirim data dari

jaringan/internet ke tujuannya. Router berfungsi untuk menghubungkan antara dua jaringan

atau lebih yang berbeda kelas. Semisal, di sekolah terdapat dua laboratorium komputer.

Laboratorium komputer satu menggunakan IP address kelas C dan yang satunya

menggunakan IP address kelas B. Maka untuk dapat menghubungkan dua jaringan yang

berbeda kelas tersebut harus menggunakan router.

D. Mempersiapkan Untuk MikroTik Router OS

1. Menghitung IP Address

Well, Sebelum kita memasang MikroTik ke PC Router, ada langkah-langkah yang

harus dikerjakan terlebih dahulu, yaitu menghitung IP address. Untuk saat ini saya

menggunakan alamat kelas B. Langkah - langkahnya sebagai berikut :


a. Langkah pertama, hitung banyaknya Host atau jumlah PC yang

terdapat di Laboratorium komputer. Misalkan, jumlah Host di Laboratorium

komputer ada 40.

b. Setelah itu buat tabel bilangan binernya.

Bit ke - Nilai
1 20 = 1
2 21 = 2
3 22 = 4
4 23 = 8
5 24 = 16
6 25 = 32
7 26 = 64
8 27 = 128

c. Seperti yang ditunjukan pada tabel diatas, bahwa nilai 1 2 4 8 16 32

64 128 adalah subnet mask (255.255.255.255), yang mempunyai nilai 8-bit di

tiap oktetnya yang dipisahkan oleh titik. Langkah selanjutnya, hitung banyak

PC dengan nilai dari tabel dibawah.

Bit ke- 8 7 6 5 4 3 2 1
d. S e k a r a n g
Nilai 128 64 32 16 8 4 2 1

harus pas atau lebih. Maka, 1+2+4+8+16+32=63, kemudian kurang 1 (sudah rumus) 63-

1=62. Untuk jumlah host yang mendekati sudah ditemukan, yaitu 62. Jika mendekati

walaupun kurang dari host yang dibutuhkan, maka tidaklah bisa.


e. Langkah selanjutnya, jumlahkan dari bit yang tersisa, yaitu bit ke-7

sampai bit ke-8. 64+128=192.

Valid host : 62
Subnet mask : 255.255.255.192
Network ID : 256 – 192 = 64
Gateway : 180.24.92.65

Angka 65 digunakan untuk IP ether2 ke lokal yang nantinya menjadi gateway jaringan lokal

(LAN).

2. Memasang dan Mengkonfigurasi MikroTik di PC Router

Setelah melakukan penghitungan IP Address, maka langkah selanjutnya

mempersiapkan untuk pemasangan MikroTik di PC Router. Adapun Langkah-

langkahnya sebagai berikut :

1. Siapkan PC minimal Pentium 3 dengan kapasitas RAM 256MB, Hard Disk

minimal 2GB – 4GB dan 2 buah lan card. Apabila sudah terdapat lan card

onboard, maka tambahkan satu lan card lagi yang eksternal.

2. Siapkan juga CD MikroTik yang Bootable.

3. Susunlah kabel UTP dengan susunan Straight dua buah, kabel yang satu untuk

PC di lan card internal di hubungkan ke Modem. Dan kabel satu lagi untuk lan

card eksternal di hubungkan ke Switch atau Hub.

4. Setelah semuanya siap, langsung mulai menghidupkan komputer, masuk ke

BIOS dan atur First boot CD-ROM. Setelah itu Save and Exit.

5. Masukan CD bootable MikroTik ke CD-ROM, tunggu beberapa saat.


6. Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, artinya sudah masuk ke Setup

MikroTik.

Gambar 1

7. Gambar di atas menunjukan daftar packages dari MikroTik. Untuk memilih

tekan spasi dan untuk memilih semua tekan Spasi+A. Misalkan kita pilih :

1. System 6. Security
2. Advanced-tools 7. Synchronous
3. Routerboard 8. User-manager
4 Routing 9. Web-proxy
5. Routing-test 10. Webproxy-test

8. Apabila sudah memilih, langsung tekan i untuk memasang.


9. Setelah menekan i, nanti akan muncul pesan “Do you want to keep old

configuration? [y/n]: maka tekan tombol n.

10. kemudian muncul lagi pesan “continue? [y/n]: maka tekan tombol y.

11. Tunggu hingga proses pemasangan selesai.


Gambar 1.2

12. Setelah selesai akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Maka

proses pemasangan sudah selesai.

Gambar 1.3

13. Keluarkan CD bootable dari CD-ROM, setelah itu tekan Enter untuk merestart

komputer dan memulai konfigurasi MikroTik.

14. Tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan MikroTik Log in. Kalau sudah

tampil, isikan login dengan nama admin dan untuk password di kosongkan

saja langsung tekan enter.


Gambar 1.4

15. Setelah masuk, langkah selanjutnya ketikkan perintah interface print untuk

melihat apakah Lancardnya sudah terpasang 2 atau tidak. Kalau sudah, akan

muncul seperti gambar di bawah ini. Ether1 untuk IP Public (internet) dan

etehr2 untuk IP Local (LAN). Tanda R menandakan Running.

Gambar 1.5
16. Karena penyusun menggunakan IP kelas B, maka langkah selanjutnya

menambahkan IP Public atau ether1 dan IP Local atau ether2. Ketikkan

perintah ip address add adress=192.168.1.65 netmask=255.255.255.192

interface=ether1 lalu tekan Enter. Selanjutnya lakukan perintah yang sama

dengan mengganti IP address dan interfacenya, ip address add

address=180.24.92.65 netmask=255.255.255.192 interface=ether2 lalu tekan

Enter.

17. Ketikkan perintah ip address print, untuk melihat apakah IP Public dan IP

Local sudah masuk atau belum. ether1 digunakan untuk IP Public yang

sambungannya ke Modem kemudian langsung nyambung ke Internet dengan

syarat harus mengisi DNS terlebih dahulu. Ether2 digunakan untuk IP Local

yang nantinya akan dihubungkan ke Jaringan LAN.


Gambar 1.6

18. Langkah selanjutnya menambahkan IP gateway. Ketikkan perintah ip route

add gateway=192.168.1.1. Pada pengisian IP gateway tidak bebas, harus

disesuaikan dengan IP Modem yang di pakai.

19. Untuk melihat IP gateway, ketikkan perintah ip route print. r menandakan

Running.

20. Langkah berikutnya, tambahkan IP DNS. Ketikkan perintah ip dns set primari-

dns=203.130.196.155 secondary-dns=203.130.196.161 allow-remote-

requests=yes tekan Enter. Pada pengisian IP DNS disesuaikan dengan IP DNS

masising-masing.

21. Untuk memastikan bahwa IP DNS sudah masuk, ketikkan perintah ip dnsprint.

Gambar 1.8
22. Selanjutnya, ketikkan perintah /ip firewall nat add action=masquerade

chain=srcnat out-interface=ether1. Isikan interface dengan ether1 yang

menghubungkan ke Internet (IP Public). NAT (Network Address Translation),

ialah metode untuk mengubungkan komputer lebih dari satu ke jaringan

internet dengan menggunakan satu IP address.

23. Setelah itu lakukan tes koneksi ke internet, gunakan perintah ping

google.com lalu tekan Enter.

Gambar 1.9

24. Apabila hasilnya seperti gambar diatas, maka konfigurasi MikroTik Router OS

sudah selesai dan terhubung ke internet.

3. Pengalokasian Bandwidth

Nah, Setelah memasang dan mengkonfigurasikan MikroTik Router OS, maka

langkah terahir adalah pengalokasian bandwidth ke tiap client dengan sama rata.

Metode ini dilakukan agar setiap client memiliki kecepatan koneksi sendiri
sehingga tidak mengganggu client yang lainnya. Untuk pengalokasian bandwidth

bisa menggunakan winbox aplikasi. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

a. Masukkan IP address ether2 di address bar pada Jendela Browser

180.24.92.65, tekan Enter.

Gambar 2.0

b. Klik download it yang dibagian Winbox untuk mengunduhnya.

c. Setelah di download, jalankan aplikasi winbox. Pada kotak Connect to isikan

dengan IP gateway 180.24.92.65, tekan Enter atau klik Connect.


Gambar 2.1

d. Tampilan jendela Winbox awal. Langkah selanjutnya pilih menu Queues,

Simple Queues, kemudian pilih tanda tambah yang berwarna merah (add).
Gambar 2.2

e. Pilih General, isikan Name, Target address untuk alamat yang akan di berikan

bandwidth, isikan juga upload dan download limitnya. Misalkan upload 4k dan

download 256k. Setelah itu, klik apply kemudian Ok. Lakukan dengan cara

yang sama ke tiap client lainnya.


Gambar 2.3

Gambar 2.4
Setelah pengalokasian bandwidth selesai, langkah terakhir yaitu tes koneksi ke gateway dan

internet. Apabila telah terhubung atau terkoneksi ke internet berarti sudah berhasil

membangun PC Router menggunakan MikroTik Router OS.

Gambar 2.5 (ping ke gateway 180.24.92.65)

Gambar 2.6 (ping ke internet server seal 202.43.161.120)


Profil Penulis

Nama Lengkap : Zul Hilmi


Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Tasikmalaya, 24 Desember 1992
Alamat : Kp.Sindangsari Kel.Panyingkiran Kec.Indihiang Kota

Tasikamalaya
Kode pos : 46112
Agama : Islam
Sekolah : SMK DCI Tasikmalaya
Jurusan : Teknik Komputer Jaringan (TKJ)
Program keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Email : zul_hilmi24@yahoo.com