Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian Penduduk
Penduduk adalah mereka yang berada di dalam dan bertempat tinggal atau
berdomisili di dalam suatu wilayah negara (menetap)-lahir secara turun-temurun dan
besar di negara tersebut. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang
menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi 2, yaitu :
1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain
orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti
kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
B. Masalah Kependudukan
Masalah-masalah yang timbul di dalam Kependudukan antara lain seperti berikut :
1. Demografis
a.

Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population),


Besarnya jumlah penduduk di Indonesia, jumlah penduduk di Indonesia di
perkirakan akan mencapai angka 300 juta jiwa pada tahun 2015 ini, memang
angka yang begitu tinggi dan penyebab meningkatnya jumlah penduduk yang
begitu besar adalah imigrasi, urbanisasi dan program KB yang tidak sukses.

b.

Permasalahan pertumbuhan penduduk


Pertumbuhan penduduk di Indonesia Berkisar antara 2,15% pertahun hingga
2.49% pertahun, tingkat pertumbuhan penduduk seperti itu di pengaruhi oleh
Tiga

Faktor

Utama

yaitu:

Faktor

kelahiran(Ferbilitas),

Faktor

kematiaan(Mortalitas), dan faktor Perpindahan Penduduk. Peristiwa kelahiran


di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk,
kalou peristiwa kematian dapat menambah maupun mengurangi jumlah
penduduk di suatu daerah, sedangkan peristiwa perpindahan penduduk terjadi

karena di pengaruhi oleh keadaan sosial, ekonomi, budaya, Lingkungan,


kesehatan dsb.
c.

Masalah kepadatan penduduk.


Permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah pesebarannya yang tidak
merata, kondisi demikian banyak menimbulkan permasalahan, misalnya
Kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh,dsb.

2. Non Demografis Bersifat Kualitatif


a. Tingkat kesehatan penduduk yang rendah
Dalam hal kesehatan yang akan menjadi sorotan bagaimana gambaran tingkat
kesehatan adalah angka kematia bayi. Besarnya kematian yang terjadi
menunjukan bagaimana kondisi lingkungan dan juga kesehatan pada
masyarakat.
b.

Pendidikan yang Rendah


Kesadaran masyarakat akan pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah.
Dari UU yang dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk
Indonesia masih terbatas 9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan
angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya. Namun bagi Indonesia
sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan tuntas mengingat
banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh berbagai
fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011 pun
rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini
pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia.
Akan tetapi, sebenarnya tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator
untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM
berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya
tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi.

c. Banyaknya jumlah penduduk miskin


Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Akibat
dari malas bisa mengakibatkan kemiskinan karena kemiskinan adalah bagian
dari masyarakat yang malas dalam bekerja, Walau Indonesia bukan termasuk
negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta
rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan
lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika
meihat bagaimana kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang
kaya ini.
Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat
signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati
penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri
mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015 ini.
Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat
jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah
diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara
Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Indonesia bisa menjadi negara yang
penduduknya miskin padahal kaya sedangkan banyak negara yan miskin
sumber daya namun menjadi negara-negara kaya yang menguasai dunia.
Jawabannya kembali ke sumber daya manusia. Kemakmuran berbanding lurus
dengan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM penduduk, semakin
tinggi pula tingkat kemakmurannya. Ini dibuktikan oleh negara yang miskin
sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi seperti
Jepang. Kurangnya perhatian terhadap SDM Indonesia menjadikan rakyat
banyak yang menderita. Seharusnya kenyataan ini menjadikan dasar
pertimbangan kebenaran UUD pasal 33. Dalam hal ini tetap kemakmuran

rakyat merupakan hal utama yang harus di perhatikan demi terciptanya


Indonesia yang merdeka seutuhnya.
Semua

masalah-masalah

di

atas

menimbulkan

juga

kurangnya

ketenagakerjaan, muara dari permasalahan ketenagakerjaan ini adalah


semakin tingginya tingkat pengangguran. Apa lagi tingginya tingkat
penganguran ini semakin di perparah dengan adanya PHK(pemutusan
hubungan tenagan

kerja). Penganguran ini akan berakibat luas dalam

perspektif pembangunan ekonomi Negara. Banyaknya jumlah pengganguran


merupakan faktor penghambat pembanggunan ekonomi Negara dan pemicu
terganggunya kestabilan sosial dan politik.
Sekarang kita mencoba mengidentifikasi kerusakan lingkungan yang disebabkan
tingkah laku manusia yaitu masalah kependudukan. Berikut contoh-contoh identifikasi
masalah kependudukan yang dapat merusak lingkungan :
1. Jumlah penduduk yang meningkat tiap tahun, baik secara kelahiran maupun arus
urbanisasi/imigrasi, menyebabkan banyaknya lahan untuk dijadikan pemukiman
sehingga lahan hijau terutama di daerah perkotaan semakin sempit.
2. Penduduk suku-suku primitif yang masih memakai sistem berpindah tempat
tinggal menyebabkan banyak lahan hutan yang dibuka sebagai pemukiman
penduduk menjadi gundul karena tidak adanya penggantian pohon kembali
(reboisasi).
3. Meningkatnya jumlah penduduk berarti juga peningkatan produksi sampah harian
atau limbah. Limbah-limbah itu ada kalanya berupa sampah biologis manusia
(feses), sampah rumah tangga, pertanian, industri, transportasi, dan lain-lain.
Sampah-sampah tersebut merupakan sumber polusi, baik polusi tanah, air,
maupun udara dan ini sangat berpengaruh pada kesehatan.
4. Tuntutan bahan pangan yang terus meningkat menyebabkan pengalihfungsian
suatu lahan menjadi tempat penghasil bahan pangan tersebut, seperti

penggundulan bukit resapan air menjadi lahan bercocok tanam sayur dan
akibatnya terjadi longsor.
5. Terjadinya ekplorasi ataupun eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan
maupun sumber daya alam, seperti kegiatan pertambangan, penimbunan rawarawa untuk pemukiman, dan pendirian bangunan liar di daerah aliran sungai
(DAS).
6. Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah kebutuhan
air tanah yang berarti meningkatnya jumlah sumur untuk memenuhi jumlah
kebutuhan air tersebut dan berarti akan terjadi peningkatan perusakan permukaan
bumi karenanya.
7. Pada suatu lingkungan padat penduduk berarti semakin banyak dilakukan
pembangunan tempat tinggal yang berarti dilakukan pembukaan lahan untuk
memenuhi kebutuhan tersebut yang mengakibatkan menurunya tingkat
produktivitas tanah, yang tadinya subur menjadi gersang karena berkurangnya
tumbuhan penghasil zat hara.
8. Pada lingkungan padat penduduk di hasilkan banyak gas buang seperti gas
karbon monoksida (CO) maupun gas karbon dioksida (CO2) yang tidak
diimbangi dengan berlimpahnya O2 karena berkurangnya jumlah tanaman di
lahan tersebut sehingga hal ini menyebabkan menurunya kualitas udara.