Anda di halaman 1dari 9

TEKNOLOGI

OZONISASI

Ozon merupakan zat aktif yang jika bereaksi


dapat membunuh bakteri. Teknologi ozon
yang dikembangkannya menggunakan
metode pengolahan sterilisasi dengan
menggunakan air berozon. Teknologi ozon
mulai dikembangkan untuk menangani
sayuran pascapanen yang masih banyak
mengandung peptisida dan cepat busuk
karena mengandung bakteri, dapat
dihilangkan Dengan menggunakan teknologi
ozon, hasil pertania seperti sayur dan buah
dicuci dan disemprot sehingga bakterinya
terbunuh dan pestisidanya luruh.

Melalui pencucian dengan air yang


mengandung ozon, selama 27 hari sayur dan
buah tetap segar meski tidak dimasukkan ke
pendingin. Hal ini disebabkan ozon bisa
membunuh bakteri yang menyebabkan
sayuran dan buah membusuk. Bila berada di
air, maka ozon menjadi radikal bebas yang
bisa melubangi selaput air bakteri. Inilah yang
menyebabkan bakteri mati.

Manfaat Teknologi Ozon


a. Ozon membunuh bakteri sehingga membuat

bahan makanan menjadi awet


b. Menghilangkan bau, menguraikan senyawa
organik hingga menghilangkan warna
c. menghilangkan pestisida yang biasanya
menempel pada hasil panen dan sulit
dibersihkan, sehingga makanan selain
menjadi awet juga bebas pestisida.

Kelemahan Ozon :
Ozon dapat meracuni manusia bahkan bisa sampai
membawa pada kematian apabila terhirup dengan
konsentrasi 50 ppm selama kurang lebih 1 jam.
Batas kadar konsentrasi penggunaan gas ozon dalam
berbagai kegiatan industri adalah 0.1 ppm, sedangkan
kadar ozon dalam air hingga 0.05 ppm tidak
membahayakan tubuh manusia. Ozon, species aktif yang
mempunyai sifat radikal ini, memerlukan perhatian khusus
dalam penyimpanannya. Kadar 100 persen ozon pada
suhu kamar mudah sekali meledak. Ozon akan aman
disimpan pada suhu di bawah -1830C dengan kadar ozon
dalam campuran ozon dan oksigen dibawah 30 persen.
Sekarang ozon kebanyakan disimpan dalam bentuk
ozonized-water atau ozonized ice.

Keunggulan Ozon :
Desinfeksi (membunuh kuman)
Dalam hal desinfeksi / sterilisasi air, teknologi
Ozon paling unggul dan sangat efektif. Ozon
dapat menghancurkan kuman, bakteri, virus,
jamur, spora, kista, lumut dan zat organik
lainnya. Selain itu, juga dapat menetralisir zat
inorganik / mineral yang berlebihan / beracun.
Penggunaan Ozon tidak menghasilkan zat sisa
yang membahayakan kesehatan. Bahkan
sebaliknya, akan menambah kadar oksigen
dalam air sehingga lebih segar dan sehat

Detoksifikasi (menetralkan zat beracun)


Aplikasi teknologi ozon dalam hal ini misalnya
dalam industri pengolahan daging, dan proses
pengawetan buah dan sayur dalam
pengiriman. Daging, buah dan sayuran
tersebut disimpan dalam udara berOzon dan
dicuci dengan menggunakan air yang berozon
untuk mengurangi efek zat-zat beracun
seperti pestisida / herbisida, untuk
meningkatkan penampilan, kesegaran, dan
untuk memperlambat pembusukan.

Deodorisasi (menghilangkan bau tidak


enak) dalam air dan udara.
Teknologi Ozon juga digunakan untuk
meningkatkan kualitas air di danau / tambak /
sungai yang tercemar, dan pengolahan limbah
pabrik. Ozon juga menghilangkan bau tak
sedap di pabrik / rumah / kantor / mobil
seperti bau asap rokok, bau cat, bau karpet
baru dsb. Pengobatan ikan dalam akuarium
juga telah menggunakan teknologi ozon.
Kolam renang dan spa modern menggunakan
ozon untuk menjernihkan dan membunuh
kuman. Karenanya, iritasi mata / mata merah
sehabis berenang tidak lagi menjadi masalah.

Cara pembuatan Ozon:


Oksigen dimasukkan ke dalam alat yang ada
listrik bertegangan 6.000 volt. Alat ini berupa
reactor.Batas ozon di air adalah 0.02 ppm.Setelah
30 menit, biasanya kandungan ozonnya hilang.
Reaktor ozon sendiri ada tiga jenis yang
bisa dikembangkan,
a. Air berozon bagi bahan pangan seperti sayurmayur (tomat, sawi, cabe, paprika dan lain-lain)
b.Ozon gas untuk pengawetan bagi bahan pangan
yang tidak bisa menggunakan air.
c.Ozon es yang dimanfaatkan untuk pengawetan
ikan.

Anda mungkin juga menyukai