Anda di halaman 1dari 7

OUTLINE MATA KULIAH PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JEMBER


Dosen Pengampu : Rijal Mumazziq Z., MH.I
Pertemuan

Tema

Pengantar
Pendidikan
Anti Korusi

II

Korupsi

Materi
Indikator
a; Pemahaman dasar tentang a; Untuk menumbuhkan kepekaan dan
korupsi
membangun
kerangka
berfikir
b; Korupsi dan pendidikan
mahasiswa
terhadap
persoalan
anti korupsi dalam
korupsi.
berbagai perspektif
b; Menumbuhkan
kemampuan
keilmuan
mahasiswa dalam menganalisa kasus
c; Pendekatan pendidikan
korupsi dalam berbagai pendekatan.
anti korupsi
d; Tujuan pendidikan anti
korupsi dan standar
kompetensinya
a; Pengertian Korupsi
a; Mahasiswa mampu menjelaskan arti
b; Sejarah Korupsi
kata dan definisi korupsi secara tepat
c; Bentuk-Bentuk Korupsi
dan benar.
b; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
sejarah korupsi dan pemberantasan
korupsi di Indonesia dengan benar.
c; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
bentuk-bentuk korupsi dan perilaku
koruptif dengan benar.
d; Mahasiswa mampu membedakan
bentuk tindak pidana korupsi dan
perilaku koruptif.
e; Mahasiswa mampu menganalisis
perbuatan korupsi dan perilaku
koruptif di masyarakat.
f; Mahasiswa mampu mengevaluasi dan

Buku Acuan
1; Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi Kemendikbud, Pendidikan Anti
Korupsi Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta, 2011.
2; Azwar S, Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta, 2006
3; Budiningsih, C.A, Pembelajaran Moral: Berpijak pada Karakteristik Siswa dan
Budayanya, Bhineka Cipta, Jakarta, 2004
4; Utomo
Dananjaya, Media Pembelajaran Aktif, Penerbit Nuansa,
Bandung,2010
5; C Wade & C Tavris, Psikologi (ed.9 jilid 2), Penerbit Erlangga, Jakarta, 2007
6; Wijayanto, et.al, Korupsi Mengorupsi Indonesia, PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 2010
1;Ali, Muhammad (1993), Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, Jakarta :
Pustaka Amani Andrea, Fockema (1951),
2;Rechtsgeleerd Handwoordenboek, Groningen Djakarta, Bij J B Wolter
Uitgevermaatschappij, 1951 (Kamus Hukum, terjemahan), Bandung: Bina
Cipta
3;Andi Hamzah, (2002), Pemberantasan Korupsi Ditinjau Dari Hukum Pidana,
Jakarta: Penerbit Pusat Hukum Pidana Universitas Trisakti
4;Evi Hartanti, (2008), Tindak Pidana Korupsi, Jakarta : Sinar Grafika
5;WJS Poerwadarminta, (1982), Kamus Lengkap Inggris-Indonesia Indonesia
Inggris, Bandung : Penerbit Hasta.
6;Rahayu, Amin, Analis Informasi llmiah pada Pusat Dokumentasi dan Informasi
Ilmiah LIPI,
7;Subekti dan Tjitrosoedibio (1973), Kamus Hukum, Jakarta : Pradnya Paramita

memahami berbagai bentuk tindak


korupsi dan perilaku koruptif

III

Faktor-Faktor
Penyebab
Korupsi

a; Penyebab Korupsi dalam


perspektif teori
b; Faktor Internal dan
Eksternal Penyebab
Korupsi

a; Mahasiswa mampu menjelaskan faktor


pendorong terjadinya korupsi.
b; Mahasiswa dapat membedakan faktor
internal dan factor eksternal penyebab
terjadinya korupsi.
c; Mahasiswa
dapat
menyimpulkan
faktor internal dan factor eksternal
pendorong perilaku korup
d; Mahasiswa mampu mengeliminir
sikap diri sendiri yang cenderung
mendorong perilaku korup
e; Mahasiswa dapat menumbuhkan sikap
anti korupsi

1; Andi Hamzah, (1991), Korupsi di Indonesia: Masalah dan Pemecahannya


Jakarta: PT
2; Gramedia.
3; __________, Pemberantasan Korupsi Melalui Hukum Pidana Nasional dan
Internasional, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
4; Eko Handoyo, (2009) Pendidikan Anti Korupsi, Semarang: Widyakarya
Press
5; Hermien H.K. (1994) Korupsi di Indonesia: dari Delik Jabatan ke Tindak
Pidana Korupsi, Bandung : Citra Aditya Bakti
6; ICW (2000) Peran Parlemen dalam Membasmi Korupsi Jakarta: ICW
7; Robert Klitgaard, (2005), Membasmi Korupsi (Penerjemah Hermojo),
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
8; ------------- dkk (2002), Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam
Pemerintahan Daerah, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia & Patnership for
Governance in Indonesia
9; Mardiasmo (2003), Konsep Ideal Akuntabilitas dan Transparansi Organisasi
Layanan Publik, Majalah Swara MEP, Vol. 3 No. 8 Maret, MEP UGM,
Yogyakarta.
10; Mochtar Masoed (1997), Politik, Birokrasi dan Pembangunan
Yogyakarta : Pustaka Pelajar,
11; Jaremy Pope, (2003) Strategi Memberantas Korupsi: Elemen Sistem
Integritas Nasional, Jakarta: Yayasan Obormas Indonesia
12; Satjipto Rahardjo (1983) Hukum dan Perubahan Sosial: suatu Tinjauan
Teoretis Serta Pengalaman-pengalaman di Indonesia, Bandung: Alumni
13; TS Saptaatmaja,. (2004), Korupsi dan Hipokrisi, Kompas, 8 September

2004
14; Isa Sopanah & Wahyudi, (2004), Analisa Anggaran Publik : Panduan TOT,
Jakarta: Malang Corruption Watch (MCW) dan Yappika
15; HT Sulistyantoro,. (2004), Etika Kristen dalam Menyikapi Korupsi,
Kompas, Senin, 2 Agustus 2004
16; I.S Tunggal. dan A.W Tunggal (2000), Audit Kecurangan dan Akuntansi
Forensik, Jakarta: Harvarindo

IV

VI

a; Bidang Ekonomi
b; Bidang Sosial dan
kemiskinan Masyarakat
Dampak Masif
c; Bidang Birokrasi
Tindakan
pemerintahan
Korupsi Bagian I
d; Bidang Politik dan
demokrasi

a; Mahasiswa
mengetahui
akibat
perbuatan korupsi;
b; Mahasiswa dapat memiliki empati
pada korban korupsi;
c; Mahasiswa
mampu
menghindari
perbuatan dan perilaku korupsi

d; Bidang Penegakan Hukum a; Mahasiswa


mengetahui
akibat
e; Bidang Pertahanan dan
perbuatan korupsi;
keamanan
b; Mahasiswa dapat memiliki empati
Dampak Masif
f; Bidang kerusakan
pada korban korupsi;
Tindakan
lingkungan
c; Mahasiswa
mampu
menghindari
Korupsi Bagian
perbuatan
dan
perilaku
korupsi
II
a; Presentasi tugas dan Focus a; Mahasiswa dapat memahami alur
Group Discussion
materi perkuliahan
b; Mahasiswa dapat menguasai dan
mengaplikasikan materi perkuliahan
Review dan
dalam kesehariannya, baik dalam
evaluasi Materi
rangka menganalisa kondisi sosial,
menganggulangi dan mencegah tindak
korupsi sejak dini.

1; Badan Pusat Statistik (2011), Berita Resmi Statistik; Profil Kemiskinan di


Indonesia Maret 2011, No.45/07/Th. XIV, 1 Juli 2011
2; http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/06/14/54601/UtangIndonesia-Capai Rp1_716-Triliun, (Selasa 14 Juni 2011)
3; http://berfingultom.wordpress.com/category/serba-serbi, (26 Mei 2011)
4; http://www.greenradio.fm/news/latest/6578-2020-hutan-kalimantanselatan-musnah-,(11 Agustus 2011)
5; http://library.forda-mof.org/libforda/data_pdf/897.pdf
6; http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/05/10/dampak-masif-korupsiterhadap-eksistensi-negara-bangsa/#more-115
7; http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/04/12/brk,20110412327055,id.html, (12 April 2011)

VII

VIII

Ujian
Tengah
semester

a; Nilai-Nilai Pendidikan Anti a; Mahasiswa mampu menjelaskan nilaiKorupsi


nilai anti korupsi untuk mengatasi
b; Prinsip-Prinsip Pendidikan
faktor internal penyebab terjadinya
Anti Korupsi
korupsi;
b; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
prinsip-prinsip anti korupsi yang
berpedoman pada nilai-nilai anti
korupsi untuk mengatasi faktor
eksternal penyebab terjadinya korupsi
agar korupsi tidak terjadi;
c; Mahasiswa
mampu
memberikan
Nilai dan Prinsip
contoh penerapan prinsip-prinsip dan
Pendidikan Anti
nilai-nilai anti korupsi dalam suatu
Korupsi
organisasi/institusi/ masyarakat untuk
mencegah terjadinya korupsi dalam
setiap kegiatannya

1; BAPPENAS RI (2002), Public Good Governance: Sebuah Paparan


Singkat, Jakarta: Bappenas RI
2; Harmin (2011), Karakteristik Mahasiswa yang Bertanggung Jawab, artikel
dari harmin newworld.blogspot.com.
3; Kurniawan (2010), Akuntabilitas Publik: Sejarah, Pengertian, Dimensi dan
Sejenisnya, Jakarta.
4; Jon Pierre, (2007), Handbook of Public Administration, London : SAGE
Publication Ltd.
5; Eko Prasojo, Teguh Kurniawan, Defny Holidin (2007), Refomasi dan
Inovasi Birokrasi: Studi di Kabupaten Sragen, Jakarta: Departemen Ilmu
Administrasi FISIP UI dan Yappika-CIDA.
6; Eko Prasojo, (2005), Demokrasi di Negeri Mimpi: Catatan Kritis Pemilu
2004 dan Good Governance, Depok: Departemen Ilmu Administrasi FISIP
UI.
7; Puslitbang BPKP (2001), Evaluasi Perkembangan Akuntansi Pemerintah
Pusat dan Daerah, Jakarta: BPKP
8; Siswandi (2009), Mengembangkan Disiplin Siswa, artikel dari
www.nazwadzulfa.wordpress. com.
9; Hetifah Sjaifudin, (2002), Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance,
Jakarta.
10; Dendy Sugono, (2008), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional
11; Endang Supardi, (2004), Kewirausahaan SMK: Kiat Mengembangkan
Sikap Mandiri, Bandung

IX

a; Konsep Pemberantasan
Korupsi
b; Upaya Penanggulangan
Kejahatan Korupsi dalam
perspektif hukum pidana
Upaya
c; Strategi dan upaya
Pencegahan dan
pencegahan,
Pemberantasan
penanggulanan dan
korupsi
pemberantasan korupsi

a;
b;

c;
Gerakan
Kerjasama Dan
Instrumen
d;
Pencegahan
Korupsi

a; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
berbagai
upaya
pemberantasan
korupsi;
b; Mahasiswa mampu membandingkan
berbagai kelebihan dan kelemahan
upaya pemberantasan korupsi dari
berbagai sudut pandang;
c; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
berbagai upaya apa yang dapat
dilakukannya dalam rangka mencegah
dan memberantas korupsi baik di
lingkungannya
maupun
dalam
masyarakat
Gerakan Dan Kerjasama a; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
Internasional
Penegakan gerakan-gerakan
internasional
Korupsi.
pencegahan korupsi;
Instrumen
Internasional b; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
Pencegahan Korupsi
kerjasama-kerjasama
internasional
Studi
Komparasi pencegahan korupsi;
Pencegahan Korupsi Di c; Mahasiswa
mampu
menjelaskan
Masing-Masing Negara
beberapa instrument internasional
Ratifikasi Konvensi
pencegahan korupsi;
Internasional Tentang Anti d; Mahasiswa mampu membandingkan
Korupsi Dan Manfaatnya
kelemahan-kelemahan dan kelebihanBagi Indonesia
kelebihan pemberantasan korupsi di
Negara lain;
e; Mahasiswa mampu menjelaskan arti
penting ratifikasi Konvensi Anti
Korupsi bagi Indonesia

1; M. Riefqi Muna, (2002), Korupsi di Tubuh Tentara Nasional Indonesia,


dalam Hamid
2; Basyaib et.al (ed), (2002), Mencuri uang Rakyat : 16 Kajian Korupsi di
Indonesia, Buku 2 tentang Pesta Tentara, Hakim, Bankir, Pegawai Negeri,
Jakarta : Aksara Foundation
3; Barda Nawawi Arief, (2008), Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana,
Jakarta: Kencana
4; Barda Nawawi Arief (1998), Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan
Pengembangan Hukum Pidana, Bandung : Citra Aditya Bakti
5; Jeremy Pope, (2003), Strategi Memberantas Korupsi : Elemen Sistem
Integritas Nasional, Buku Panduan Transparency Internasional 2002,
Jakarta: Yayasan Obor
1; Hibnu Nugroho, (2011), Spirit Integralisasi untuk KPK, Wacana Nasional,
dalam Suara Merdeka, 8 Agustus 2011
2; Jeremy Pope, (2003), Strategi Memberantas Korupsi : Elemen Sistem
Integritas Nasional, Buku Panduan Transparency Internasional 2002,
Jakarta : Yayasan Obor
3; Hendraman Supandji, (2009), Tindak Pidana Korupsi dan
Penanggulangannya, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

XI

XII

a; Sejarah
Pemberantasan a;
Tindak Pidana Korupsi
b; Latar Belakang Lahirnya b;
Delik
Korupsi
Dan
Tindak Pidana
Peraturan
PerundangKorupsi dalam
Undangan Tentang Korupsi
Peraturan
c; Korupsi Menurut UU No.
Perundang31 Tahun 1999 Junto UU c;
Undangan di
No. 20 Tahun 2001 Tentang
Indonesia
Pemberantasan
Tindak
Pidana Korupsi
d;
d; Gratifikasi

Peran
Mahasiswa
Dalam Gerakan
Anti Korupsi di
Indonesia

a; Gerakan Anti Korupsi


a;
b; Peranan Mahasiswa atas
gerakan anti korupsi
c; Keterlibatan
mahasiswa
dalam gerakan anti korupsi
b;
c;
a; Presentasi tugas dan Focus a;
Group Discussion
b;

XIII

Review dan
evaluasi Materi

Mahasiswa
memahami
sejarah 1; Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi Kemendikbud, Pendidikan Anti
pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Korupsi Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta, 2011
Mahasiswa memahami alasan dan latar 2; UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
belakang
perubahan
peraturan 3; UU No. 20 Tahun 2001 Jo UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan
perundang-undangan Tindak Pidana
Tindak Pidana Korupsi
Korupsi dan peraturan perundang- 4; UU No. 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi
undangan lain yang terkait
5; UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Mahasiswa mengetahui Tindak Pidana 6; PP No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Pelaksanaan Peran serta Masyarakat dan
Korupsi dalam peraturan perundangPemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
undangan;
Korupsi
Mahasiswa
mampu
menjelaskan
bentuk-bentuk perbuatan korupsi yang
dilarang
Mahasiswa
mampu
memahami 1; Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi Kemendikbud, Pendidikan Anti
perilaku
korupsi
dengan Korupsi Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta, 2011
memperhatikan berbagai peristiwa 2; UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
yang terjadi di lingkungan keluarga, 3; UU No. 20 Tahun 2001 Jo UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan
kampus, masyarakat sekitar, dan
Tindak Pidana Korupsi
nasional.
4; UU No. 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi
Mahasiswa mampu dan berani untuk 5; UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
melakukan berbagai bentuk tindakan 6; PP No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Pelaksanaan Peran serta Masyarakat dan
pencegahan korupsi.
Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
Mahasiswa mampu menginternalisasi
Korupsi
perilaku anti korupsi ke dalam
kehidupan sehari-hari
Mahasiswa dapat memahami alur
materi perkuliahan
Mahasiswa dapat menguasai dan
mengaplikasikan materi perkuliahan
dalam kesehariannya, baik dalam
rangka menganalisa kondisi sosial,
menganggulangi dan mencegah tindak
korupsi sejak dini.

XIV

Ujian Akhir
Semester

Jember, 01 September 2014

Rijal Mumazziq Z., MH.I

Anda mungkin juga menyukai