Anda di halaman 1dari 4

Rahasia Kedokteran

Rahasia kedokteran adalah suatu norma yang secara tradisional dianggap sebagai
norma dasar yang melindungi hubungan dokter dengan pasien. Sumpah Hippocrates
berbunyi: Sampurna B., Syamsu Z., Siswaja T.D. Bioetik, Kode etik kedokteran Indonesia,
Rahasia kedokteran, Informed consent, Pelanggaran etik dan disiplin profesi kedokteran.
Bioetik

Dan

Hukum

Kedokteran

Pengantar

Bagi

Mahasiswa

Kedokteran

Dan

Hukum.Pustaka Dwipar. Jakarta; 2007. pg 29-32,49-51,53, 77-83,138 9.


What I may see or hear in the course of treatment or even outside of the treatment in
regard to the life of men, which on no account one must spread abroad, I will keep to
myself holding such things shameful to be spoken about. All that may come to my
knowledge in the exercise of my profession or not in the connection with it, or in daily
commerce with men, which ought not be spoken abroad, I will not divulge abroad and
will never reveal.
Demikian pula di dalam kode etik kedokteran Internasional terdapat pasal yang
berbunyi: A doctor shall preserve absolute secrecy on all he knows about his patients
because of the confidence entrusted in him.
Peraturan pemerintah No.10 tahun 1966 yang mengatur tentang wajib simpan rahasia
kedokteran mewajibkan seluruh tenaga kesehatan untuk menyimpan segala sesuatu yang
diketahuinya selama melakukan pekerjaan dibidang kedokteran sebagai rahasia. Namun PP
tersebut memberikan pengecualian sebagaimana terdapat dalam pasal 2, yaitu apabila
terdapat peraturan perundang-undangan yang sederajat (PP) atau yang lebih tinggi (UU) yang
mengaturnya lain.
Baik UU Kesehatan maupun UU Praktik Kedokteran juga mewajibkan tenaga
kesehatan untuk menyimpan rahasia kedokteran. Selanjutnya UU Praktik Kedokteran
memberikan peluang pengungkapan informasi kesehatan secara terbatas, yaitu dalam pasal
48 ayat (2): Sampurna B., Syamsu Z., Siswaja T.D. Bioetik, Kode etik kedokteran Indonesia,
Rahasia kedokteran, Informed consent, Pelanggaran etik dan disiplin profesi kedokteran.
Bioetik

Dan

Hukum

Kedokteran

Pengantar

Bagi

Mahasiswa

Hukum.Pustaka Dwipar. Jakarta; 2007. pg 29-32,49-51,53, 77-83,138 9.


a

Untuk kepentingan kesehatan pasien.

Kedokteran

Dan

Untuk memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan

c
d

hukum.
Permintaan pasien sendiri.
Berdasarkan ketentuan undang-undang.
Sesuatu rahasia hanya boleh dibuka jika adanya ijin atau persetujuan atau kuasa dari

pasien itu sendiri, perintah jabatan(pasal 51 KUHP), daya paksa (pasal 48 KUHP) dan dalam
rangka membela diri (pasal 49 KUHP)

serta dalam menyampaikan penyakit wabah,

karantina,pelaporan statistik kesehatan dan pembuatan visum et repertum. Sampurna B.,


Syamsu Z., Siswaja T.D. Bioetik, Kode etik kedokteran Indonesia, Rahasia kedokteran,
Informed consent, Pelanggaran etik dan disiplin profesi kedokteran. Bioetik Dan Hukum
Kedokteran Pengantar Bagi Mahasiswa Kedokteran Dan Hukum.Pustaka Dwipar. Jakarta;
2007. pg 29-32,49-51,53, 77-83,138 9.
Kepercayaan merupakan bagian penting dalam hubungan dokter-pasien. Untuk dapat
menerima perawatan medis, pasien harus membuka rahasia pribadi kepada dokter mengenai
informasi yang mungkin tidak ingin diketahui orang lain. Mereka memerlukan kepercayaan
yang kuat untuk mempercayai orang yang memberikan perawatan bahwa dokter mereka tidak
akan membocorkan informasi tersebut. Kepercayaan merupakan standar legal dan etis dari
kerahasiaan dimana profesi kesehatan harus menjaganya. Tanpa pemahaman bahwa
pembeberan tersebut akan selalu dijaga kerahasiaannya, pasien mungkin akan menahan
informasi pribadi yang dapat mempersulit dokter dalam usahanya memberikan intervensi
efektif atau dalam mencapai tujuan kesehatan public tertentu.
Rahasia Pasien
Kerahasiaan merupakan pembatasan pengungkapan informasi pribadi tertentu. Dalam hal ini
mencakup tanggungjawab untuk menggunakan, mengungkapkan, atau mengeluarkan
informasi hanya dengan sepengetahuan dan ijin individu. Informasi yang bersifat rahasia
dapat berupa tulisan ataupun verbal. Kode Etik Kedokteran Indonesia Dan
Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Majlis Kehormatan
Etik Kedokteran (MKEK). Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Fakultas
Kedokteran USU;2006. Diunduh dari
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/652/1/Kode%20Etik
%20Kedokteran.pdf . Diakses tanggal 13 Januari 2015.

Dasar dari kerahasiaan pasien adalah autonomy, rasa hormat dan kepercayaan pasien.
Kepercayaan adalah bagian paling penting dalam hubungan dokter-pasien sehingga seorang
dokter tidak dibenarkan untuk membuka rahasia pasien tanpa kebenaran dari pasien itu
sendiri kecuali diminta oleh hukum. Dokter juga dibenarkan untuk membuka rahasia pasien
apabila pasien tidak mampu untuk mengambil keputusan sendiri.
Tugas dokter untuk menjaga kerahasian informasi pasien merupakan dasar pokok
dalam etka kedokteran sejak zaman Hippocrates. Sumpah Hippocrates menyebutkan: Apa
yang mungkin aku lihat atau dengar dalam perawatan atau bahkan di luar perawatan yang
saya lakukan yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang tidak disampaikan ke luar,
saya akan menyimpannya sebagai sesuatu yang memalukan untuk dibicarakan. Sumpah ini,
dan versi yang lebih baru, tidak menempatkan perkecualian dalam tugas menjaga
kerahasiaan.
Kode Etik Kedokteran Internasional dari World Medical Association (WMA) menyatakan
Seorang dokter harus menjaga kerahasiaan secara absolute mengenai yang dia ketahui
tentang pasien-pasien mereka bahkan setelah pasien tersebut mati.Williams J. World
Medical Association: Medical Ethics Manual.2nd Edition. 2009.
Menurut sumpah dokter sesuai dengan Deklarasi Jenewa 1948 (Geneva Declaration 1948),
Saya akan merahasiakan segala rahasia yang saya ketahui bahkan sesudah pasien
meninggal dunia. Saya tidak akan mengizinkan pertimbangan umur, penyakit dan
disabilitas, kepercayaan, asal etnik, gender, kewarganegaraan, affiliasi politik, ras, orientasi
seksual. Williams J. World Medical Association: Medical Ethics Manual.2nd Edition. 2009.

1 Kepercayaan merupakan bagian penting dalam hubungan dokter-pasien. Untuk dapat


menerima perawatan medis, pasien harus membuka rahasia pribadi kepada dokter
atau orang yang mungkin benar-benar asing bagi mereka mengenai informasi yang
mungkin tidak ingin diketahui orang lain. Mereka pasti mempunyai alas an yang kuat
untuk mempercayai orang yang memberikan perawatan bahwa mereka tidak akan
membocorkan informasi tersebut. Kepercayaan merupakan standar legal dan etis dari
kerahasiaan dimana profesi kesehatan harus menjaganya. Tanpa pemahaman bahwa
pembeberan tersebut akan selalu dijaga kerahasiaannya, pasien mungkin akan
menahan informasi pribadi yang dapat mempersulit dokter dalam usahanya
memberikan intervensi efektif atau dalam mencapai tujuan kesehatan public tertentu.

Mansjoer A., Suprohaita. Wardhani W.I., Setiowulan W. Gonore, AIDS


dalam Penyakit Menular Seksual. Kapita Selekta Kedokteran. 3 rd ed.
Vol.II. Penerbit Media Aesculapius. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Jakarta;2009:pg141-6, 162-6.