Anda di halaman 1dari 15

INKUBATOR

INKUBATOR

Pengertian
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol
(umumnya di atas suhu ambient) serta dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.
Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan perubahan suhunya saat pintu inkubator
dibuka.
Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada didalam dengan memperhatikan pola
penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu.
Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara
sekilas bertujuan supaya tidak terjadi penurunan suhu.

Berdasarkan kegunaannya secara khusus


(Collins etal, 2004) :
1. Shaker incubator: inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
2. Cooled incubator: inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
3. CO2 incubator: inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
4. Automatic temperature change incubator: inkubator yang dilengkapi dengan
pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke
inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap
5. Portable incubator: inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya
diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.
6.

Incubator room: suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan
keperluan dan syarat mikrobiologisnya.

Kalibrasi Inkubator:
1. Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum memulai bekerja

2. Bila penyimpangan suhu melebihi 20 , maka pengaturan suhu perlu di setel kembali
3. Bagian dalam inkubator dan rak harus dibersihkan secara teratur dengan disinfektan
GAMBAR:

Daftar pustaka :
http://tugasinstrumen.blogspot.co.id/2013_02_01_archive.html

STANDART OPERATIONAL PROSEDURE OF INCUBATOR:


STANDART OPERATIONAL PROSEDURE OF INCUBATOR Gandhung Herda .L
4411411041 Nuraini 4411411055 Biologi , S1 Rombel 2

Introduction:
Basic textured: Stainless steel. Power Rating: 230 Volt. Temperature Range from +30 C
(however, at least 5 C above ambient) up to +70 C. Inkubator adalah alat pengontrol
temperatur , kelembaban , dan kondisi lainnya yang memungkinkan untuk pertumbuhan
kultur mikrobiologi . Kelemahan inkubator adalah pada saat penggunaan kelembaban karena
seringkali terkontaminasi oleh fungi. Introduction

The Incubator in Our Laboratory:


The Incubator in Our Laboratory Trade merk ( merek dagang ): Memert Type : ICP-500 and
UNB-200

The Parts of Incubator:


The Parts of Incubator

Keterangan Panel Indikator pada tipe ICP 600 EN:


Keterangan Panel Indikator pada tipe ICP 600 EN Perbedaan panel indikator pada tipe UNB
200 EN dan ICP 600 EN yang dimiliki laboratorium biologi Unnes hanya terletak pada poin
21, dimana tipe 200 tidak menggunakan kartu/ID Card/Chip Card, sedangkan tipe 600
menggunakan Chip Card dalam pengaturan sistemnya.

Prinsip Kualifikasi Inkubator:


Prinsip Kualifikasi Inkubator Menguji penyebaran suhu udara dalam inkubator . (Incubator
qualification principle) Prinsip yang pertama Untuk mengetahui penyebaran suhu , maka

yang harus dilakukan : mempelajari struktur / bentuk inkubator , letak sumber panasnya ,
sensor, dan sirkulasi udaranya ( perhatikan letak exhaust , bila ada ) gunakan thermocouple
dan thermorecorder yang sudah terkalibrasi untuk merekam dan memantau suhu dalam
inkubator selama waktu tertentu ( biasanya berdasarkan waktu pemakaian ) 1 2

PowerPoint Presentation:
Pemantauan suhu setiap titik pengukuran saat inkubator dibuka dan ditutup kembali . Prinsip
yang Kedua Faktor yang mempengaruhi perubahan suhu inkubator yaitu udara luar yang
masuk akibat dibukanya pintu inkubator Hasil yang baik adalah bila inkubator mampu
menjaga stabilitas suhunya saat pintu dibuka dan ditutup kembali .

PowerPoint Presentation:
Antisipasi bila terjadi pemadaman listrik ( power failure ). Prinsip yang Ketiga I nkubator
dimatikan beberapa saat sambil dipantau penurunan suhunya , lalu dinyalakan kembali dan
dipantau suhunya hingga mencapai suhu setting . Hasil kualifikasi yang diharapkan adalah
inkubator mampu menjaga suhunya pada waktu yang maksimal saat listrik padam , hingga
generator pabrik dinyalakan , dan penyesuaian suhu saat inkubator dihidupkan tidak
memerlukan waktu lama.

PowerPoint Presentation:
Pengujian kualitas inkubator harus dilakukan pada beberapa kondisi : kosong , terisi penuh ,
dan terisi sebagian . Prinsip yang Keempat Hasil yang diinginkan adalah suhu tetap
terdistribusi rata sesuai dengan setting dan display saat kondisi kosong , penuh , maupun
terisi sebagian .

Cara Penggunaan:
Cara Penggunaan Sambil menekan tombol set, geser panel power ke kanan untuk mengatur
suhu sesuai keinginan Lepaskan tombol set

Cara Penggunaan:
Cara Penggunaan Hubungkan kabel power ke stop kontak . Putar tombol power ke arah kiri
( lampu power hijau menyala ). Atur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set.
Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebeklah kanan atas tombol set hingga
mnencapai suhu yang di inginkan . Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur , lepaskan
tombol set. Inkubator akan menyesuaikan settingan suhu secara otomatis setelah beberapa
menit .

Prosedur Tetap untuk Perawatan Inkubator :

Prosedur Tetap untuk Perawatan Inkubator Bersihkan bagian dalam dan rak incubator setiap
bulan dengan desinfektan . Catat suhu incubator pada kartu setiap hari sebelum mulai bekerja
. Perbedaan suhu yang melebihi , pengatur suhu perlu disetel kembali . Suhu yang masih
dapat diterima adalah dari suhu yang diinginkan . (Fixed Prosedure to Incubator Protection)

PowerPoint Presentation:
SOP dari produk Memmert dapat dilihat di bawah ini atau di sini 1. Scope This Standard
Operating Procedure (SOP) applies to the staff and students using and/or maintaining the
Memmert Universal Oven in the laboratories of the Pharmacy Department, University of
Malta. 2. Objective To give an account of the procedure for the installation, operation and
maintenance of the Memmert Universal Oven.

PowerPoint Presentation:
3. Definitions 3.1 Air slide: Fresh air supply control. Levels range from 0 to 6, zero giving
free internal convection circulation whilst six giving maximum entry of fresh air. Ideally this
should be set at intermediate positions to permit selection of the appropriate mixing ratio
since a large proportion of fresh air may not always allow the selected setpoint temperature to
be reached. 3.2 Main switch: On and Off or Timer Operation. 3.3 Signal lamps: 3.3.1 Green:
Ready for operation 3.3.2 Red: Over temperature protection or fault 3.3.3 Orange: Heating
3.4 Set point button: Push-button to allow the temperature knob to operate. 3.5 LCD display:
Digitally displays setpoint and the actual indication of the thermostat. 3.6 Screw lock: Locks
temperature set point to prevent undesirable change in setting. 3.7 Knob (black): Temperature
knob used to select the desired temperature setpoint . 3.8 Knob (red): Over-temperature
protection adjustment knob to prevent overheating.

PowerPoint Presentation:
4. Responsibility 4.1 The members of the Department of Pharmacy (staff and students) are
responsible for following this SOP. 4.2 The designated Laboratory Officer or Laboratory
Assistant are responsible for ensuring that this SOP is followed. 5. Procedure 5.1 Installation
5.1.1 Accurately position oven horizontally, using a spirit level if necessary. 5.1.2 Allow at
least a distance of 15cm between the back of the oven and the wall. 5.1.3 Alow a distance of
not less than 20cm between the ceiling and the oven. 5.1.4 Adjust oven door if required.

PowerPoint Presentation:
5.2 Operation 5.2.1 Set the main switch on. 5.2.2 Depress the set point button continuously.
Subsequently manipulate the temperature knob to the desired temperature. At this stage, the
digital temperature indication switches to set-point selection and this is indicated by a
blinking point in the display. 5.2.3 Move the temperature knob quickly to adjust set-point in
large steps. 5.2.4 Move the temperature knob slowly to adjust set-point in single steps. 5.2.5
Lock the scale with the screw lock to prevent unintentional changes. 5.2.6 Set the adjustable
overheat controller, with the red knob, above the selected working temperature by an

appropriate amount ( eg . by 5C). 5.2.7 Wait until a steady temperature is reached, i.e. when
the desired temperature is available on the LCD display for a period of at least 15 minutes, to
insert items into the oven using the different shelving options available. 5.2.8 Move the red
knob down until the oven does not operate when handling heat senstive loads to protect them
against over-temperature. Perform this set-point reduction very slowly, step by step by one
digit slightly above the actual steady temperature.

PowerPoint Presentation:
5.3 Maintenance 5.3.1 Lubricate the moving parts on the door (hinges and door lock) with a
thin silicone grease once a year. Lubricate 4 times a year if oven is continuously being used.
5.3.2 Adjust the door at the hinges and/or the locking plate area to ensure that the door closes
properly. 5.3.3 Diagram of Door Hinge (Left) and Locking Plate (Right) 5.3.3.1 Adjust door
hinges by releasing screw 16 and then, by means of a screwdriver, turn part 17 in the
direction of the arrow displayed. Also, adjust the upper part of the door hinge (part 18) in the
direction of the arrow by releasing the 2 screws present at the top and bottom of the door.
5.3.3.2 Adjust locking plate in the direction of the arrow by releasing screw 19.

PowerPoint Presentation:
5.4 Flow Charts 5.4.1 Installation

PowerPoint Presentation:
5.4.2 Operation

PowerPoint Presentation:
5.4.3 Maintenance

PowerPoint Presentation:
6. Precautions 6.1 Be aware of the physical and chemical properties of the load ( eg . Ignition
Temperature) to prevent considerable damages to load, oven and its surroundings. 6.2 For
heat sensitive and valuable items: 6.2.1 Oven is to be continually observed and monitored by
an operator. 6.2.2 Oven is to be fitted with over temperature protection to DIN Class 2
(adjustable temperature limiter) or Class 3.1 (adjustable temperature monitor). 6.3 Position
the instrument horizontally to ensure that optimum control and thermal conditions are
maintained. 6.4 Take special care when working at high temperatures. Outside case
temperature may be high. 6.5 Do not use the oven for drying or heating items giving off
vapours which are inflammable when mixed with air. 6.6 Do not pack load tightly to ensure
free air circulation. 6.7 Do not place anything on the bottom, against the sides or underneath
the top of the working space (heating ribs). 6.8 Use a drip tray for wet loads. 6.9 Close the

flap of the oven completely or else the oven may take a very long time to reach the selected
temperature.

PowerPoint Presentation:
7. References Memmert GmbH+Co . KG. Operating Instructions for Electronically
Controlled Ovens UE/BE/ULE 400-800. Germany: Memmert GmbH+Co . KG; 1990. 8.
Appendices N/A 9. Revision History

PowerPoint Presentation:
Lets see the video ^^ Memmert Shel Lab

PowerPoint Presentation:
Ita : perbedaan inkubator panel dan kartu Tyas : perbedaan antara memmert dan shel lab. Dan
perbedaan dengan yang ada di lab mikro ? Kamila : apakah sample padat cair dapat
diinkubasi ?
http://www.authorstream.com/Presentation/nuraininaini-1931240-incubator-sop/

Incubator sop
1. 1. STANDART OPERATIONAL PROSEDURE OF INCUBATOR Gandhung
Herda .L 4411411041 Nuraini 4411411055 Biologi, S1 Rombel 2
2. 2. Basic textured: Stainless steel. Power Rating: 230 Volt. Temperature Range
from +30 C (however, at least 5 C above ambient) up to +70 C. Inkubator adalah
alat pengontrol temperatur, kelembaban, dan kondisi lainnya yang memungkinkan
untuk pertumbuhan kultur mikrobiologi. Kelemahan inkubator adalah pada saat
penggunaan kelembaban karena seringkali terkontaminasi oleh fungi.
3. 3. The Incubator in Our Laboratory Trade merk (merek dagang): Memert Type :
ICP-500 and UNB-200
4. 4. Keterangan Panel Indikator pada tipe ICP 600 EN Perbedaan panel indikator pada
tipe UNB 200 EN dan ICP 600 EN yang dimiliki laboratorium biologi Unnes hanya
terletak pada poin 21, dimana tipe 200 tidak menggunakan kartu/ID Card/Chip Card,
sedangkan tipe 600 menggunakan Chip Card dalam pengaturan sistemnya.
5. 5. Prinsip Kualifikasi Inkubator Menguji penyebaran suhu udara dalam inkubator.
(Incubator qualification principle) Prinsip yang pertama Untuk mengetahui
penyebaran suhu, maka yang harus dilakukan : mempelajari struktur/bentuk

inkubator, letak sumber panasnya, sensor, dan sirkulasi udaranya (perhatikan letak
exhaust, bila ada) gunakan thermocouple dan thermorecorder yang sudah terkalibrasi
untuk merekam dan memantau suhu dalam inkubator selama waktu tertentu (biasanya
berdasarkan waktu pemakaian) 1 2
6. 6. Pemantauan suhu setiap titik pengukuran saat inkubator dibuka dan ditutup
kembali. Prinsip yang Kedua Faktor yang mempengaruhi perubahan suhu inkubator
yaitu udara luar yang masuk akibat dibukanya pintu inkubator Hasil yang baik adalah
bila inkubator mampu menjaga stabilitas suhunya saat pintu dibuka dan ditutup
kembali.
7. 7. Antisipasi bila terjadi pemadaman listrik (power failure). Prinsip yang Ketiga
Inkubator dimatikan beberapa saat sambil dipantau penurunan suhunya, lalu
dinyalakan kembali dan dipantau suhunya hingga mencapai suhu setting. Hasil
kualifikasi yang diharapkan adalah inkubator mampu menjaga suhunya pada waktu
yang maksimal saat listrik padam, hingga generator pabrik dinyalakan, dan
penyesuaian suhu saat inkubator dihidupkan tidak memerlukan waktu lama.
8. 8. Pengujian kualitas inkubator harus dilakukan pada beberapa kondisi: kosong, terisi
penuh, dan terisi sebagian. Prinsip yang Keempat Hasil yang diinginkan adalah suhu
tetap terdistribusi rata sesuai dengan setting dan display saat kondisi kosong, penuh,
maupun terisi sebagian.
9. 9. Cara Penggunaan Hubungkan kabel power ke stop kontak Menekan knob power ke
arah inkubator (hingga panel pada posisi panjang) Tekan tombol set Sambil menekan
tombol set, geser panel power ke kanan untuk mengatur suhu sesuai keinginan
Lepaskan tombol set
10. 10. Prosedur Tetap untuk Perawatan Inkubator Bersihkan bagian dalam dan rak
incubator setiap bulan dengan desinfektan. Catat suhu incubator pada kartu setiap
hari sebelum mulai bekerja. Perbedaan suhu yang melebihi , pengatur suhu perlu
disetel kembali. Suhu yang masih dapat diterima adalah dari suhu yang
diinginkan. (Fixed Prosedure to Incubator Protection)
11. 11. 5.4 Flow Charts 5.4.1 Installation
12. 12. 5.4.2 Operation
13. 13. Lets see the video ^^ Memmert Shel Lab
14. 14. Ita : perbedaan inkubator panel dan kartu Tyas : perbedaan antara memmert dan
shel lab. Dan perbedaan dengan yang ada di lab mikro ? Kamila : apakah sample
padat cair dapat diinkubasi ?
http://www.slideshare.net/Nuraini_Aini/incubator-sop

Standar Operasional Prosedur (SOP) Inkubator

1. Inkubator

Inkubator merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan


mengontrol kondisi lingkungan, seperti suhu dan kelembapan. Sering
digunakan unuk pertumbuhan bakteri, atau memberikan lingkungan yang
cocok untuk kondisi biologis atau reaksi kimia.
Dalam penggunaanya pada proses percobaan di laboratorium, fungsi
inkubator dikategorikan kedalam dua macam yakni:
Dalam mikrobiologi, inkubator adalah sebuah perangkat untuk
mengontrol suhu, kelembapan, dan kondisi yang mikrobiologikal.
Dalam bioteknologi, inkubator digunakan untuk mengatur suhu
lingkungan suatu objek pengamatan. Berbagai macam inkubator
diproduksi oleh perusahaan manufaktur dan beredar dipasaran dengan
spsifikasi yang berbeda.Diantaranya yaitu inkubator model CB 150 model
inkubator satu pintu dengan satu kaca display. Berikut adalah spesifikasi
dari inkubator model CB 150.
Dalam biologi, inkubator adalah alat yang digunakan untuk tumbuh
dan memelihara budaya mikrobiologi atau kultur sel. Inkubator
mempertahankan suhu optimal, kelembaban dan kondisi lain seperti
karbon dioksida (CO2) dan kandungan oksigen dari atmosfer di dalam.
Inkubator sangat penting untuk banyak pekerjaan eksperimental dalam
biologi sel, mikrobiologi dan biologi molekuler dan digunakan untuk kultur
bakteri baik serta sel eukariotik.
Inkubator yang lebih rumit juga dapat mencakup kemampuan untuk
menurunkan suhu (melalui pendinginan), atau kemampuan untuk
mengendalikan kelembaban atau tingkat CO 2.Hal ini penting dalam
budidaya sel mamalia, dimana kelembaban relatif biasanya> 95% dan pH
yang agak asam dicapai dengan mempertahankan tingkat CO2 dari 5%.
Kebanyakan inkubator menggunakan timer, beberapa juga dapat
diprogram untuk siklus melalui temperatur yang berbeda, tingkat
kelembaban, dll Inkubator dapat bervariasi dalam ukuran dari meja ke
unit-unit ukuran kamar kecil.

Inkubator juga digunakan dalam industri perunggasan untuk bertindak


sebagai pengganti ayam.Ini sering mengakibatkan tingkat menetas lebih
tinggi
karena
kemampuan
untuk
mengendalikan
suhu
dan
kelembaban.Berbagai merek inkubator yang tersedia secara komersial
untuk peternak.
2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian
Dalam proses pemasangan atau perakitan ada beberapa prosedur yang
harus
diperhatikan
yaitu:
1. Memasang Rak.
Periksa bagian kiri dan kanan tempat siku-siku terpasang dengan benar.
Sangkutan di bawah mengarah ke bawah ditempatkan di sisi depan dan
sangkutan
samping
ditempatkan
di
paling
dalam.
Masukan sangkutan samping ke dalam suatu lubang dari siku sebagai
pendukung
dan
tekan
sisi
belakang
dengan
benar.
Masukan sangkutan bawah ke dalam suatu lubang dari siku sebagai
pendukung
dan
pasang
dengan
benar.
Pastikan bahwa masing-masing siku terpasang horisontal dan terpasang
semua
dengan
benar.
Atur semua siku dan periksa siku sebelah kiri dan kanan pastikan
terpasang
di
ketinggian
yang
sama.
Letakkan suatu rak di siku yang sudah terpasang.

2. Meletakkan sample dan bejana ke dalam bilik inkubator


Menghilangkan uap lembab dari sample atau bejana
Buka pintu. pintu tersebut akan menutup oleh magnet
Tempatkan sample di suatu jarak aman pada rak yang seragam.
Tutup pintu dengan hati-hati hingga benar-benar tertutur rapat.
Jika pintu itu tidak tertutup dengan sepenuhnya, pengoperasian tidak akan
berjalan.
3. Menghubungkan steker induk
Pastikan bahwa switch power dan saklar induk dalam keadaan padam.
Sambung steker induk pada saluran AC.

Tahap selanjutnya adalah pengoperasian inkubator. Dalam prakteknya ada


beberapa hal yang harus dilakukan agar alat berjalan dengan baik yaitu:
1. Pengaturan Pengaman Suhu
Pengaturan untuk pengaman suhu. Putar pengatur untuk melakukan
penyesuaian hingga menunjuk pada suhu aman. Umumnya suhu yang
diatur 10C yang lebih tinggi dibanding pengaturan suhu dalam bilik
inkubator.
Jangan menetapkan suhu pada 70C atau yang lebih tinggi.

2. Pengaturan, memulai dan menghentikan penunjuk kendali


Menyalakan tombol komponen dan power. Dalam 5 detik akan muncul cP
dan indikator suhu.
Pengaturan suhu dapat dilakukan baik ketika dioperasikan atau tidak.
Untuk mengatur penunjuk kendali tekan tombol run/stop. LED suhu akan
berkelip. LED pemanas menyala jika telah aktif.
Menghentikan pengaturan penunjuk kendali dengan menekan tombol
run/stop. Kelipan LED suhu berubah menjadi bercahaya.
Pastikan penunjuk kendali telah mati sebelum mematikan tombol power.
Jika tidak, alarm peringatan akan berbunyi.
Jika tidak digunakan dalam waktu yang lama, matikan tombol power dan
komponen serta cabut steker dari terminal AC.

3. Pengaturan, memulai dan menghentikan modus pengatur


waktu.
Mengatur suhu dari penunjuk kendali sebelum mengatur nilai dari
pengatur waktu.
Mengatur waktu pada pengatur waktu untuk semua modus operasi.
Pengaturan dapat dilakukan baik dibawah pengendalian maupun
penghentian.
Untuk memulai secara pengoperasian otomatis tekan set dan
pengendalian siap dimulai
Jika waktu telah terhitung habis, maka pengoperasian yang telah diatur
otomatis akan berhenti.
Hentikan modus operasinya terlebih dahulu, Kemudian tekan tombol power
untuk mematikan inkubator.
Jika tidak digunakan lagi dalam waktu lama, tekan tombol power, lalu
cabut steker dari terminal AC.
3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeriksaan Alat
Setelah pemasangan selesai, dan petunjuk pengoperasian dipahami. Ada
satu hal lagi yang harus menjadi perhatian serius agar terhindar dari
kecelakaan saat bekerja yaitu:
1. Memperhatikan tanda peringatan
Bahan pelarut organik atau bahan yang mudah terbakar dan meledak
tidak bisa digunakan dalam ruang inkubator. Misalnya nitrat,peroksida,
garam nitrat, pelarut organik, dll. Ini disebabkan karena fungsi, sifat dan
ciri-ciri beberapa bagian dari inkubator jika dipanaskan akan berada pada
suhu yang tinggi. Jika pengguna menyentuh satu bagian-bagian yang
dilarang selama operasi, atau mengoperasikannya dengan cara yang
salah, bisa dipastikan pengguna akan mengalami kecelakaan yang tak
diduga. Hati-hati dengan tanda peringatan untuk keselamatan dan untuk
mencegah kecelakaan kerja.

Dangerous (Berbahaya).

Mengindikasikan suatu situasi yang sangat beresiko akibat kekeliruan kerja


yang dapat berakibat kematian atau kecelakaan yang serius.

Warning (Peringatan).

Mengindikasikan suatu situasi yang berpotensi beresiko akibat kekeliruan


kerja yang dapat berakibat kematian atau kecelakaan yang serius.

Caution (Perhatian).

Mengindikasikan suatu situasi yang berpotensi beresiko akibat kekeliruan


kerja yang bisa berakibat kecelakaan atau luka fisik.
2. Warning Label ( Label Peringatan )
Suatu label peringatan terdapat pada alat untuk menunjuk suatu
ketentuan yang penting. Menjaga agar alat awet dan kinerjanyapun dapat
baik dalam waktu yang cukup lama tentunya dibutuhkan suatu perawatan
yang berkala dan rutin dilakukan. Ini mencegah timbulnya kerusakan dan
berperan dalam meminimalisir kecelakaan kerja.

4. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan


Berikut beberapa hal
perawatan/pemeliharaan:

yang

harus

diperhatikan

dalam

proses

1. Pengujian sambungan utama


sambungkan steker utama. Nyalakan saklar utama dan tekanan uji tombol
dengan suatu tongkat.Ketika saklar dipadamkan, maka berjalan
normal.Jika tidak bekerja secara normal, hentikan operasi dengan segera
dan hubungi agen.Hal tersebut mungkin disebabkan satu resiko akibat
kejutan
listrik.
2. Perubahan Dari Sekring
Matikan tombol power dan peralatan untuk keselamatan sebelum
mengubah
sekring.
tempatkan ujung obeng minuts ke dalam alur dari sekring . Penyangga
dapat dikeluarkan oleh ujung obeng. Kaitkan sekring baru dengan daya
yang sama. Kapasitas ditunjukkan di bagian logam dari sekring yang
logam. Pada suatu kapasitas tertentu, daya muat sekring tidak bisa
menahan arus berlebih yang terjadi di dalam unit dan mungkin dapat
mungkin menyebabkan satu kecelakaan. Jika sekring yang baru meletup
segera setelah diubah .Hentikan pengoperasian dengan segera dan
memeriksa
unit
yang
sambungkan
ke
terminal
AC.
3. Perawatan
Matikan tombol komponen dan cabut steker dari terminal AC sebelum
dibersihkan.

Bersihkan dengan kain yang lembut atau handuk basah.Jika diperlukan


gunakan netral detergen dan lengkap dengan penyekanya. Ketika
membersihkan bilik, keluarkan komponen pendukung dari siku-siku.

5. Standar Operasional Prosedur (SOP) Kalibrasi Inkubator


1. Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum memulai
bekerja.
2. Bila penyimpangan suhu melebihi 20C , maka pengaturan suhu perlu
di setel kembali.
3. Bagian dalam inkubator dan rak harus dibersihkan secara teratur
dengan disinfektan.
6. Prinsip Kualifikasi Inkubator
1.

Menguji penyebaran suhu udara dalam inkubator.Untuk mengetahui


penyebaran suhu, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah
mempelajari struktur/bentuk inkubator, letak sumber panasnya, sensor,
dan sirkulasi udaranya (perhatikan letak exhaust, bila ada).Setelah
memahami
struktur
dan
bentuk
inkubator,
selanjutnya
gunakan thermocouple dan thermorecorder yang sudah terkalibrasi untuk
merekam dan memantau suhu dalam inkubator selama waktu tertentu
(biasanya berdasarkan waktu pemakaian).
Thermocouple (yang seperti kabel) dipasang di port thermorecorder

2.

Pemantauan suhu setiap titik pengukuran saat inkubator dibuka dan


ditutup kembali.Saat inkubator dibuka, ada udara dari luar yang masuk.
Hal ini akan mempengaruhi suhu di dalam inkubator. Terlebih bila
membukanya lama.Penentuan lama waktu membuka-menutup tergantung
pada penggunaan. Dengan pengujian ini, waktu maksimum inkubator
dibiarkan terbuka akan diketahui, begitu pula lama waktu yang diperlukan
inkubator mencapai suhu setting saat inkubator ditutup kembali. Hasil
yang baik adalah bila inkubator mampu menjaga stabilitas suhunya saat
pintu dibuka dan ditutup kembali.

3.

Antisipasi bila terjadi pemadaman listrik (power failure).Mirip dengan


prinsip buka-tutup pintu, yang dilihat waktu stabilitas dan pengembalian
suhu.Pada pengujian ini, inkubator dimatikan beberapa saat sambil
dipantau penurunan suhunya, lalu dinyalakan kembali dan dipantau

suhunya hingga mencapai suhusetting.Hasil kualifikasi yang diharapkan


adalah inkubator mampu menjaga suhunya pada waktu yang maksimal
saat listrik padam, hingga generator pabrik dinyalakan, dan penyesuaian
suhu saat inkubator dihidupkan tidak memerlukan waktu lama.
4.

pengujian kualitas inkubator harus dilakukan pada beberapa kondisi:


kosong, terisi penuh, dan terisi sebagian. Isi yang digunakan juga
tergantung pada pemakaian inkubator tersebut.Biasanya digunakan
media bekas pakai sebagai "dummy".Dengan demikian, dapat diketahui
pemerataan suhu dalam inkubator dengan berbagai kondisi.Hasil yang
diinginkan
adalah
suhu
tetap
terdistribusi
rata
sesuai
dengan setting dan display saat kondisi kosong, penuh, maupun terisi
sebagian.
http://kimiakelompok3.blogspot.co.id/2014/10/standar-operasional-prosedursop.html

Prototipe Inkubator Tiup Menangkan James Dyson Award


author : Chatarina Komala
Friday, 07 November 2014 - 01:00 pm
More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter
http://rddachie.blogspot.co.id/2013/03/instrument-dasar-laboratorium-bag-1.html
http://www.academia.edu/10351057/MAKALAH_BABY_INCUBATOR

http://www.slideshare.net/phienthree/makalah-incubator

http://dokumen.tips/documents/prinsip-kerja-inkubator-2-1.html
http://www.smecda.com/kajian/files/hslkajian/pertumbuhan_inkubator.pdf
http://dokumen.tips/documents/prinsip-kerja-inkubator-2-1.html
http://www.slideshare.net/syukrimnur/konsep-dasar-inkubator