Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

PENYAKIT HIPERTENSI

Disusun Oleh :
Leny Oktaviani Puji Rahayu

(A01301781)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015
1

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Diagnosa keperawatan

: Kurangnya informasi mengenai penyakit hipertensi

Pokok Bahasan

: Penyakit Hipertensi

Sub Pokok Bahasan

: Mengetahui pengertian,penyebab hipetensi manifesstasi


klinis, diit, dan obat tradisional untuk pasien hipertensi.

Sasaran

: Ny.M dan keluarga

Waktu

: 30 Menit

Pertemuan Ke-

: I ( pertama)

Hari/ Tanggal Pelaksanaan

: Selasa, 13 Oktober 2015

Jam

: 09.00 Wib

Tempat

: Ruang Kenanga B9 RSDS Kebumen

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran kesehatan tentang Hipertensi
selama 30 menit diharapkan Ny.M dan keluarga mampu mengetahui pengertian,
manifesstasi klinis, diit, dan obat tradisional untuk pasien hipertensi.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Mengetahui tentang apa itu Penyakit Hipertensi.
2. Menyebutkan manifestasi klinis hipertensi dengan benar tanpa melihat catatan/
leaflet.
3. Menyebutkan makanan yang dianjurkan untuk pasien hipertensi dengan benar
tanpa melihat catatan/ leaflet.
4. Menyebutkan obat tradisional untuk pasien hipertensi dengan benar tanpa melihat
C.
1.
2.
3.
4.
5.
D.
1.
2.
E.
1.

catatan/ leaflet
Pokok Materi
Pengertian hipertensi
Penyebab hipertensi
Manifestasi klinis hipertensi
Diit untuk pasien hipertensi
Obat tradisional untuk pasien hipertensi
Metode
Ceramah
Tanya jawab
Media
Materi SAP

2. Leaflet
3. Lembar Balik
F. Kegiatan Pembelajaran
No.
1

Kegiatan
Mempersiapkan

Waktu
materi, 2 menit

Metode

Media

Evaluasi

Ceramah

Leaflet

Menjawab

media, tempat, kontrak


waktu.
2

Pembukaan :

5 menit

Membuka pembelajaran,

salam, men-

memberi

dengarkan

salam,

memperkenalkan
menjelaskan
bahasan,

diri,

dan

pokok

mem-

perhatikan

menjelaskan

tujuan
3

Pelaksanaan

13 menit

Ceramah

Leaflet

Menyimak

Menjelaskan

materi

Lembar

dan

penyuluhan

secara

Balik

dengarkan

berurutan dan teratur


Materi :
a. Pengertian hipertensi
b. Penyebab hipertensi
c. Manifestasi
klinis
hipertensi
d. Diit untuk

pasien

hipertensi
e. Obat tradisional untuk
pasien hipertensi

men-

Evaluasi :

7 menit

Memberi

kesempatan

kepada

klien

bertanya

dan

Ceramah,

Leaflet

tanya jawab

Bertanya
dan

untuk

menjawab

memberi

pertanyaan

kesempatan kepada klien


untuk
pertanyaan

menjawab
yang

dilontarkan
5

Penutup :
Menyimpulkan

3 menit

Ceramah

materi

Menjawab
salam

yang telah disampaikan


Menyampaikan

terima

kasih atas kesematanya


dan mengucapkan salam.

G. Sumber
Almatsier S. 2004. Penuntun Diet. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Corwin, Elizabeth J. 2004. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Sheps. 2005. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2. Jakarta : EGC.
Smeltzer, Suzane. C dan Brenda G. Bare. (2004). Buku Ajaran Keperawatan

H.

1.
a.
b.
c.
2.
a.
b.
c.
3.

Medikal Bedah Bruner & Suddarth. Jakarta: EGC.


Soeparman. 2007. Ilmu Penyakit Dalam Edisi 2. Jakarta : FKUI.
Wexler. 2004. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : Prima Medika.
Evaluasi
Prosedur
: Post test
Jenis tes
: Pertanyaan secara lisan
Butir soal
: 4 soal
Evaluasi Struktural
Satuan Acara Pembelajaran sudah siap sesuai dengan msalah keperawatan.
Kontak waktu sudah tepat dengan pasien dan keluarganya.
Media sudah disiapkan yaitu fotocopy materi.
Evaluasi Proses
Media dapat digunakan dengan baik.
Pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai waktu kontrak.
Peserta dapat mengikuti sampai selesai.
Evaluasi Hasil

a. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan penjelasan penyakit hipertensi.


b. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan manifestasi klinis hipertensi 3poin dari
10 poin yang sudah dijelaskan.
c. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan makanan yang dianjurkan untuk pasien
hipertensi 3poin dari 8poin yang sudah dijelaskan.
d. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan 3jenis buah untuk obat tradisional
hipertensi dari 8poin yang sudah dijelaskan.
I. Materi dan Media
Terlampir

Lampiran Materi
HIPERTENSI
A. Pengertian
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi
lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan
diastolik 90 mmHg ( Sheps, 2005 ).
Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus
sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg.
Hipertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah perifer dan kardiak
output ( Wexler, 2004 ).
Sedangkan menurut Smeltzer ( 2004 ) bahwa hipertensi dapat didefinisikan
sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan
diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai
tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi merupakan
peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau
tekanan diastolic sama atau lebih besar 90 mmHg.
B. Penyebab
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian
karena orang yang terserang cukup

banyak dan akibat jangka panjang yang

ditimbulkan, serta mempunyai konsekuensi tertentu.


Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi dalam 2 golongan yaitu :
1.

Hipertensi

primer/esensial

tidak

diketahui

penyebabnya,

biasanya

dihubungkan dengan faktor keturunan, kebiasaan hidup, konsumsi garam dan


lemak tinggi,strees, merokok.
2.

Hipertensi sekunder penyebab pada umumnya dapat diketahui secara pasti,


seperti : gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.

C. Manifestasi Klinis

Manifestasi

klinis atau tanda-tanda pada klien dengan hipertensi menurut

Soeparman (2007) adalah :


1. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg.
2. Sakit kepala
3. Pusing / migraine
4. Rasa berat ditengkuk
5. Penyempitan pembuluh darah
6. Sukar tidur
7. Lemah dan lelah
8. Nokturia
Nokturia (nocturia) adalah buang air kecil yang luar biasa sering di malam hari,
menyebabkan pasien terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air
kecil. Nokturia disebabkan oleh sejumlah penyebab mulai dari sekadar terlalu
banyak minum di malam hari
9. Azotemia
Azotemia adalah kelainan biokimia yaitu peningkatan kadar kreatinin dan
nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular.
Azotemia dapat disebabkan oleh banyak penyakit.
10. Sulit bernafas saat beraktivitas
D. Diit Untuk Pasien Hipertensi
Makanan yang boleh dikonsumsi pada klien hipertensi menurut Corwin (2004)
antara lain, yaitu :
1. Sumber kalori : beras, tales, kentang, macaroni, mie, tepung-tepungan, gula.
2. Sumber protein hewani : daging, ayam, ikan, semua terbatas kurang lebih 50
gram perhari, telur ayam, telur bebek paling banyak satu butir sehari, susu tanpa
lemak.
3. Sumber protein nabati : kacang-kacangan kering seperti tahu, tempe, oncom.
4. Sumber lemak : santan kelapa encer dalam jumlah terbatas.
5. Sayuran : sayuran yang tidak menimbulkan gas seperti bayam, kangkung,
buncis, kacang panjang, taoge, labu siam, oyong, wortel.
6. Buah-buahan : semua buah kecuali nangka, durian, hanya boleh dalam jumlah
terbatas.
7. Bumbu : pala, kayu manis, asam, gula, bawang merah, bawang putih, garam
tidak lebih 15 gram perhari.
7

8. Minuman : coklat encer, juice buah.


Makanan yang tidak boleh dikonsumsi pada klien hipertensi antara lain, yaitu :
1. Makanan yang banyak mengandung garam
Biscuit, cake dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur atau soda.
Abon, daging asap, ikan asin, ikan pindang, sarden ikan teri, telur asin.
Keju, margarine dan mentega.
2. Makanan yang banyak mengandung kolesterol
Makanan dari hewan seperti otak, ginjal, hati, limfa dan jantung.
3. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh
Lemak hewan :sapi, babi, kambing, susu jenuh,c ream, keju, mentega.
Kelapa, minyak kelapa, margarine, alpokat.
4. Makanan yang banyak menimbulkan gas
Kool, sawi, lobak, dll.

E. Obat Tradisional Untuk Hipertensi


Banyak tumbuhan obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat secara
tradisional untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal yang perlu
diinformasikan kepada masyarakat adalah cara penggunaannya, dosis, serta
kemungkinan adanya efek samping yang tidak diketahui. Obat obat tradisional
tersebut menurut Almatsier S. ( 2004 ) diantaranya:
1. Buah Belimbing
Caranya yaitu buah belimbing yang sudah masak diparut halus. Kemudian
parutan belimbing diperas sehingga menjadi satu gelas sari belimbing. Air
perasan ini diminum setiap pagi, lakukan selama tiga minggu sampai satu
bulan. Setelah satu bulan sari belimbing ini dapat diminum dua hari sekali.
Tidak perlu menambahkan gula pasir atau sirup pada air perasan. Bagi mereka
yang sudah terlanjur menderita hipertensi, sebaiknya gunakan buah belimbing
yang besar sehingga air perasannya lebih banyak.
2. Bawang Putih
Caranya dengan memakan langsung tiga siung bawang putih mentah setiap pagi
dan sore hari. Pilih bawang putih yang kulitnya berwarna coklat kehitaman
karena mutunya lebih baik. Jika tidak mau memakannya dalam keadaan mentah
bisa direbus atau dikukus dulu. Namun karena banyak zatnya yang bisa

berkhasiat yang dapat ikut larut ddalam air rebusannya, sebaiknya ditambaah
menjadi 8 sampai 9 siung sekali makan.