Anda di halaman 1dari 16

KURIKULUM

PUSAT KEGIATAN BELAJAR


MASYARAKAT (PKBM)
CAHAYA
TP 2015/2016

KEL.BUKIT NENAS
KEC.. BUKIT KAPUR
KOTA DUMAI

BAB I
PENDAHULUAN

A. RASIONAL
1. Latar Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh
sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Cahaya di Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai

akan terwujud apabila

kegiatan pembelajaran mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses
pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang terencana dan terukur.
Pengembangan Kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya di Kelurahan
Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai mengacu pada standar nasional pendidikan untuk
menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi,
Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Standar
Srana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian.
2. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2
dan Pasal 51 Ayat 1
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat
2 dan Pasal 49 Ayat 1
3. Peraturan Mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.
4. Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
5. Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permen 22 dan 23.
6. Peraturan Mendiknas Nomor 06 tahun 2007 tentang perubahan permen no. 24 tahun 2006
7. Peraturan Mendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah
8. Peraturan Mendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang standar pengawas
9. Peraturan Mendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang standar pendidik dan kependidikan

10. Peraturan Mendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan .
11. Peraturan Mendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian
12. Peraturan Mendiknas Nomor 34 tahun 2007 tentang standar ujian Nasional.
13. Peraturan Mendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses pembelajaran

B. Visi PKBM CAHAYA


Menjadi mitra masyarakat menuju kehidupan yang lebih cerdas, sejahtera dan bermartabat .
C. Misi PKBM CAHAYA
Misi PKBM Cahaya Kalurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai adalah
sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan layanan pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat
b. Menyelenggarakan layanan konsultasi berbagai bidang kehidupan dan kebutuhan masyarakat.
c. Membantu akses yang dibutuhkan oleh masyarakat.
d. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lintas pelaku terkait.
e. Mendorong dan membantu setiap Peserta didik untuk mengenali potensi dirinya sehingga
dapat dikembangkan secara optimal.
E. TUJUAN PKBM CAHAYA
Tujuan pendirian PKBM Cahaya di Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota
Dumai adalah sebagai berikut:
1. Sebagai wadah untuk mengelola program-program Pendidikan Luar Sekolah di Kelurahan
Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.
2. Mengidentifikasi, merencanakan, mengelola dan mengarahkan potensi pendidikan khususnya
Pendidikan Luar Sekolah di Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program-program Pendidikan
Luar Sekolah.
4. Turut serta untuk menyukseskan Wajib Belajar 9 tahun
5. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui jalur pendidikan nonformal di
Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.

BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,
serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan, peserta didik
harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan
dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan
pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Komponen kurikulum PKBM Cahaya
di Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai berisi Mata Pelajaran , Muatan lokal,
dan Pengembangan diri.
Kelompok mata pelajaran terdiri atas Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa,
Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olahraga, dan Keterampilan/Atas.
Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia
kerja.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan
dengan potensi daerah yang materinya tidak dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.
Muatan lokal yang diselenggarakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya
Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai

di

sesuai dengan anjuran Pemerintah

Daerah adalah pendidikan Menjahit dan pertanian.


Pengembangan diri di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi SMA. Kegiatan pengembangan
diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan
dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan
dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier peserta didik.
Pengembangan diri bagi peserta didik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya terutama
ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier, melalui olahraga prestasi dan
kesenian.
Struktur kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya meliputi substansi
pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, mulai kelas X sampai
dengan kelas XII. Struktur kurikulum SMA disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan
standar kompetensi mata pelajaran.

Pengorganisasian kelas-kelas pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya dibagi ke
dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik,
dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas dua program: Program Ilmu
Alam dan Program Ilmu Sosial.
1. Kurikulum Paket C Kelas X
a. Kurikulum Paket C Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan
diri.
b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum. Sesuai dengan ketentuan satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum
4 jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
c. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
d. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
1. Struktur Kurikulum Paket C Kelas X
Alokasi /Waktu
NO

URAIAN
Semester 1

Semester 2

Mata Pelajaran

Pendidikan Agama

Pendidikan Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Matematika

(4 + 1)5

(4 + 1) 5

Fisika

Biologi

(2 + 1)3

(2 + 1)3

Kimia

Sejarah

10

Geografi

(1 + 1)2

(1 + 1)2

11

Ekonomi

( 2 + 1)3

(2 + 1)3

12

Sosiologi

13

Seni Budaya

14

Pendidikan Jasmani

15

Teknologi Informasi dan Komunikasi

B.

Muatan Lokal

2*)

2*)

41

41

Pertanian
C.

Pengembangan Diri
Jumlah

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

2. Kurikulum Paket C Kelas XI dan XII


a. Kurikulum Paket C Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan
Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 3,4,5 dan 6.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang
disesuaikan dengan daerah masing-masing yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Muatan lokal yang akan
dilaksanakan di PKBM CAHAYA adalah Pendidikan Alquran
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan
dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau
tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan
pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah
diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum 4 jam pembelajaran per
minggu secara keseluruhan.
b. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. Minggu efektif dalam satu tahun
pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
2. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPS

NO

URAIAN

A
1
2
3

Mata Pelajaran
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraa
Bahasa Indonesia

4
5
6
7
8
9
10
11
12
B

Bahasa Inggeris
Matematika
Sejarah
Geografi
Ekonomi
Sosiologi
Seni Budaya
Penjaskes
TinKom
Muatan Lokal

Pertanian
Pengembangan Diri
Jumlah

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

KELAS XI IPS

KELAS XII IPS

Smst. I

Smst. 2

Smst. 1

Smst. 2

2
2
4

2
2
4

2
2
4

2
2
4

(4 + 1)5
(4 + 1)5
3
3
4
3
2
2
2
2

(4 + 1)5
(4 + 1)5
3
3
4
3
2
2
2
2

(4 + 1)5
(4 + 1)5
3
3
(4 + 2)6
3
2
2
2
2

(4 + 1)5
(4 + 1)5
3
3
(4 + 2)6
3
2
2
2
2

2
2*)
41

2
2*)
41

2*)
41

2*)
41

B. PROGRAM MUATAN LOKAL PERTANIAN


1. Latar Belakang
Kelurahan Bukit Nenas

merupakan daerah agraris dan sebahagian besar

masyarakatnya

bermata pencaharian sebagai petani, Agar dapat menghasilkan produk pertanian yang mempunyai
produksi yang optimal dan harga jual tinggi peserta didik perlu dibekali dengan jiwa, semangat, dan
keterampilan dalam bercocok tanam dan hasilnya di olah menjadi bahan pangan yang beraneka ragam
kemudian di pasarkan di tempat-tempat tertentu. Dengan mempertimbangkan hasil analisis potensi dan
kebutuhan Pandeglang, analisis minat dan bakat peserta didik, analisis daya dukung baik internal
maupun eksternal, ditetapkan Pertanian sebagai pilihan tepat untuk dikembangkan sebagai muatan
lokal di PKBM Cahaya.
Pengembangan kemampuan dan keterampilan pertanian, bermuara pada peningkatan dan
pengembangan kecakapan hidup, yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi untuk bertahan
hidup, serta mampu menyesuaikan diri agar berhasil dalam kehidupan bermasyarakat. Standar
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) muatan local Pertanian dikembangkan dari Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) dan berfungsi sebagai acuan pengembangan silabus yang disesuaikan
dengan potensi dan karakteristik sekolah.SKL, SK, dan KD muatan lokal pertanian untuk PKBM
Cahaya dikembangkan bersama oleh tim kerja pengembang muatan lokal, guru muatan lokal di PKBM
Cahaya .
Muatan lokal Pertanian dimaksudkan agar peserta didik dapat mengaktualisasikan diridalam
dunia pertanian. Isi muatan lokal pertanian difokuskan pada perilaku kegiatan bercocok tanam,
perbanyakan tanaman dan pengolahan hasil pertanian sebagai fenomena empiris yang terjadi di
lingkungan peserta didik. Berkaitan dengan hal tersebut, peserta didik dituntut untuk lebih aktif
mempelajari pertanian yang terjadi di lingkungannya. Pembelajaran muatan local pertanian dapat
menghasilkan perilaku kecintaan terhadap tanaman dan mengelola usaha hasil pertanian untuk
membekali peserta didik agar dapat berusaha secara mandiri.

2. Tujuan
Muatan lokal pertanian bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
a. Memahami dunia pertanian dalam kehidupan sehari-hari,
b. Berwirausaha dalam bidang perbanyakan tanaman
c. Berwirausaha dalam pengolahan hasil pertanian

3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran muatan lokal Pertanian di PKBM Cahaya meliputi aspek- aspek sebagai
berikut.
a. Perbanyakan Tanaman
b. Budidaya tanaman pertanian
c. Pengolahan hasil pertanian

4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Kelas X
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami dasar-dasar bertani

1.1 Menjelaskan cara bertanam

2. Mamahami cara-cara
perbanyakan tanaman

2.1 Menjelaskan pengertian perbanyakan tanaman

3. Mempraktekkan perbanyakan
tanaman dengan cara setek

3.1 Menjelaskan pengertian setek daun

2.2 Menjelaskan macam-macam perbanyakan tanaman

3.2 Mempraktekkan cara-cara setek daun


3.3 Menjelaskan pengertian setek pucuk
3.4 Mempraktekan cara-cara setek pucuk
3.5 Menjelaskan pengertian setek cabang
3.6 Mempraktekkan cara-cara setek cabang

4. Mempraktekkan perbanyakan
tanaman dengan cara cangkok

4.1 Menjelaskan perbanyakan dengan cara cangkok


4.2 Menyebutkan sarana mencangkok
4.3 Menjelaskan cara mencangkok cabang berkayu
4.4 Mempraktekkan cara membuat cangkok
4.5 Menjelaskan cara pemeliharaan cangkok

Kelas XI
Standar Kompetensi
1.

Memahami budidaya pertanian

Kompetensi Dasar
1.1. Memahami sistem pertanian.
1.2. Memahami keadaan pertanian di Indonesia.
1.3 Memahami teknik budidaya.

2.

Mempraktekkan pembuatan
kompos.

2.1.Memahamai pengertian kompos.


2.2.Mempraktekkan cara-cara membuat kompos.

3.

Mempraktekkan budidaya
tanaman cabe rawit.

3.1. Memahami budidaya tanaman cabe rawit.


3.2. Mempraktekkan cara-cara menanam tanaman cabe rawit
3.3. Melakukan pemeliharaan dan proteksi tanaman cabe
rawit.
3.4. Melakukan pemanenan tanaman cabe rawit.

Kelas XII
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami pengertian dan ruang 1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup penanganan
lingkup penanganan pasca panen
pasca panen
2 Mempraktekkan bahan pangan

2.1 Menjelaskan pengertian bahan pangan


2.2 Menjelaskan kerusakan bahan pangan
2.3 Melakukan praktek pengolahan bahan pangan

3. Memahami penanganan dan


pengelolaan buah

3.1 Menjelaskan perlunya penanganan dan pengelolaan buah


3.1 Menjelaskan cara pengawetan buah

C. Program Pengembangan Diri


Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk
mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya dan persoalan kebangsaan.
Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini.
1. Pengembangan diri
1) Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan,
belajar, dan karier peserta didik. Bimbingan Konseling diasuh oleh guru bimbingan konseling.
2) Pengembangan diri yang dilaksanakan di luar Jam tatap muka PBM (ekstrakurikuler) diasuh oleh
guru pembina.

NO
1

Bidang

Kegiatan

Tujuan

Drum band

Mampu memainkan alat musik drum band

Kesenian

Tari dan nyanyi

Menyalurkan bakat dan minat anak pada


berbagai jenis tari dan nyanyi

Keagamaan

Forum Studi Islam/ Remaja Menigkatkan ketaqwaan kepada Tuhan


Mesjid
YME

Karya tulis

Olah raga

Kepemimpinan
dan ketrampilan

Pidato/ceramah agama

Aktif dalam bidang agama

KIR

Meningkatkan pola pikir anak di bidang


ilmiah

Basket ball

Menyalurkan bakat dan minat anak pada


basket ball

Sepak Bola

Menyalurkan bakat dan minat anak pada


Sepak Bola

Pramuka

Menyalurkan bakat dan minat anak pada


pramuka

2. Program Pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang
dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu
belajar di sekolah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah
ditetapkan oleh sekolah.

RUTIN

SPONTAN

KETELADANAN

Upacara

membiasakan antri

berpakaian rapi

Mengumpulkan infak setiap hari Jumat

memberi salam

memberikan pujian

Sholat berjamaah

Membuang sampah
tempatnya
Musyawarah

Kunjungan pustaka

pada tepat waktu


hidup sederhana

Membaca Alquran sebelum PBM


Kultum setiap jumat pagi
Penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi
psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.
D. Pengaturan Beban Belajar
1. Penambahan Jam Pelajaran
Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran di alokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurukulum. Sesuai dengan ketentuan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran
per minggu secara keseluruhan, dengan demikian PKBM Cahaya menambah 4 jam pelajaran tiap
tingkat dalam satu semesternya.

Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.


2.Pengaturan Alokasi Waktu Pembelajaran
Kelas

Satu Jam /
menit

X s.d. XII

45

Jlh.Jam
Pembelajaran/
minggu
41

Minggu Efektif /
Tahun

Jlh. Jam/
Tahun

48

2064

3. Pengaturan Tatap Muka, PT dan KMTT


Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMA 0 %
sampai 60 % dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi
waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kopetensi.
E. Ketuntasan Belajar
Kriteria Ketuntasan Minimal Peserta Didik
KELAS
NO MATA PELAJARAN
X
1 Pendidikan Agama
70

KELAS

KELAS

XI IPS
70

XII IPS
70

Kewarganegaraan

70

70

70

Bahasa Indonesia

70

70

70

Bahasa Inggris

65

65

65

Matematika

65

65

65

Kesenian

70

70

70

Penjas Kes

70

70

70

Sejarah

70

70

70

Geografi

70

70

70

10 Ekonomi

70

70

70

11 Sosiologi

70

70

70

13 Fisika

65

14 Kimia

65

15 Biologi

70

16 TIK

70

70

70

18 Muatan Lokal

70

70

70

Pertanian

70

70

70

KKM PKBM
1. Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM
Kompleksitas + Daya Dukung + Intek Siswa
---------------------------------------------------------- x 100 % = ........
9

2. Upaya Sekolah Meningkatkan KKM


Upaya sekolah meningkatkan KKM ideal (100%) sebagai berikut:
a. Meningkatkan kompetensi pendidik memahami materi pembelajaran
b. Melengkapi sarana pendukung untuk pelaksanaan pembelajaran
c. Mengadakan jam tambahan untuk materi kompleksitas
F. Kenaikan Kelas
Peraturan kenaikan kelas dan mutasi berdasarkan keputusan Direktur Jendral Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Depertemen Pendidikan Nasional No. 12/C/KEP/TU/2008
1. Kenaikan kelas XI
1) Memiliki nilai semua mata pelajaran yang diajarkan
2) Memiliki nilai Ekstrakurikuler minimal C
3) Nilai Sikap rata-rata Cukup
4) Nilai rata-rata untuk seluruh mata pelajaran minimal sesuai KKM
5) Kehadiran tidak kurang 85 %
6) Memiliki mata pelajaran yang belum tuntas maksimal 3 mata pelajaran
2. Kenaikan kelas XII

Memiliki nilai untuk semua mata pelajaran yang diajarkan

Memiliki nilai ekstrakurikuler minimal C

Nilai sikap rata-rata minimal cukup

Nilai mata Pelajaran jurusan ( IPA / IPS ) hanya boleh 1 dibawah KKM

Kehadiran tidak kurang dari 85 %

Memiliki nilai dibawah KKM yang belum tuntas maksimum 3 MP selain jurusan

3.Penilaian Hasil Belajar


1) Ulangan harian diberi bobot 80. Ulangan harian dapat dilakukan dengan berbagai macam
teknik penilaian diantaranya:
2) Ulangan tengah semester (UTS) diberi bobot 10
3) Ulangan semester diberi bobot 10
4) Nilai akhir untuk semua mata pelajaran dinyatakan dengan bilangan bulat mulai dari 0 sampai
100. Sedangkan untuk nilai pengembangan diri dinyatakan dalam bentuk huruf: A (sangat
baik), B (baik), C(cukup), dan D (kurang).

5) Nilai akhir (nilai rapor) ditentukan dengan rumus:

Keterangan:
NR : Nilai Rapor
RUH : Rata-rata Nilai Ulangan Harian
UTS ; Nilai Ujian Tengah Semester
UAS : Nilai Ujian Akhir Semester
4. Remedial
1) Dilaksanakan untuk KD atau indikator yang belum tuntas
2) KD/indikator yang berkelanjutan tidak ada batasan remidi
3) KD/indikator yang tidak berkelanjutan remidi dibatasi sebanyak dua kali.
4) Remidi dilakukan di luar jam pelajaran
5) Nilai remidi tidak melebihi dari KKM yang telah ditetapkan
6) Jika nilai remidi lebih rendah dari nilai semula maka diambil nilai yang lebih tinggi.
5. Pengayaan
Pengayaan dilakukan pada jam pelajaran mata pelajaran yang bersangkutan atau di luar jam pelajaran.
1) Pengayaan dilakukan bagi siswa yang telah tuntas;
2) Bentuk pengayaan dapat berupa tugas individu atau kelompok;
3) Nilai pengayaan tidak mempengaruhi nilai ketuntasan;
G.Kelulusan
1. Kriteria kelulusanUjian Nasional (UN)
Peserta dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan :
1) Kriteria kelulusan berdasarkan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat 1, permendiknas dan POS yang terbaru
2). Memiliki nilai rata-rata UN minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan
tidak nilai di bawah 4,00 atau
3). Memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai lima mata pelajaran
lainnya minimal 6,00.
4). Memiliki ujian US rata-rata minimal 6,00, baik ujian tulis maupun ujian praktik

2. Uraian Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah


a. Ujian Nasional
Pelaksanaan Ujian nasional berpedoman pada Permen Diknas dan POS yang dikeluarkan setiap
tahunnya
b. Ujian Sekolah
Pelaksanaan Ujian sekolah berpedoman pada Permen Diknas tentang Ujian Sekolah, BSNP tentang
POS Ujian Sekolah serta surat keputusan Sub Rayon Kabupaten Agam tentang POS Ujian Akhir
Sekolah yang dikeluarkan setiap tahun pelajaran
3. Target Kelulusan
a. Persentase kelulusan setiap tahunnya 100 % IPA dan 95% IPS
b. Nilai rata-rata Ujian Nasional 70 baik IPA maupun IPS
4. Program Sekolah Meningkatkan Kualitas Lulusan
Upaya meningkatkan kualitas lulusan, PKBM Cahaya membuat program sbb;
a. Merencanakan dan melaksanakan tes diagnostik
b. Melakukan analisis hasil tes diagnostik
c. Melaksanakan try out Ujian Nasional
d. Meningkatkan frekuensi try out Ujian Nasional
e. Menyusun dan melaksanakan program remedial dan pengayaan
H. Penjurusan
1. Kriteri Umum Penjurusan
a.Kriteria penjurusan sesuai dengan kebutuhan sekolah yang diatur SK Dirjen Mandikdasmen No.
12/C/Kep/TU/2008
b. Berdasarkan minat dan bakat dilakukan melalui angket/ kuesener serta wawancara
c. Berdasarkan prestasi dibuktikan dengan prestasi akademik
2. Kriteria Khusus Penjurusan Program IPA
1). Nilai Mata pelajaran Matematika pada Semester I dan II > 65
2). Nilai rata-rata untuk mata pelajaran Matematika, Fisika , Biologi dan kimia Semester I dan II >
65

3. Kriteria Khusus Penjurusan Program IPS


1). Nilai mata pelajaran Ekonomi pada semester I dan II > 65
2). Nilai rata-rata untuk mata pelajaran Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Bahasa Inggris semester I
dan II > 65
I. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Pendidikan kecakapan hidup di SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara mencakup:
a.. Kecakapan Pribadi
Kecakapan ini antara lain dikembangkan melalui seluruh mata pelajaran terutama mata pelajaran
yang menumbuhkan sikap religius, etika, estetika, disiplin dan percaya diri. Di samping itu juga
dikembangkan melalui kegiatan pengembangan diri seperti : olahraga ( Sepak Bola, Bola Basket )
Kesenian ( Seni tari, Marching Band ), Pramuka, Agama ( Remaja Mesjid, Pidato Agama ) melalui
kegiatan rutin .
b. Kecakapan sosial
Kecakapan ini dikembangkan melalui mata pelajaran yang mengarah pada kekeluargaan, kerja
sama dan toleransi diantara para siswa. Di samping itu melalui kegitan-kegiatan seperti gotong
royong dan class meeting.
c. Kecakapan akademik
Kecapan ini dikembangkan oleh mata pelajaran yang mengarah kepada kemampuan siswa untuk
memecahkan masalah, berpikir logis, menggunakan strategi belajar yang benar, meng evaluasi diri
dan melakukan penelitian ilmiah. Di samping itu diperkuat melalui kegiatan pengembangan diri
seperti club mata pelajaran yang diolimpiadekan ( Matematika , B.Inggris, Fiska, Kimia, Biologi,
EkonomiAkuntansi, Geografi, Sosiologi dan TinKom )
d. Kecakapan vokasional
Kecakapan ini ditumbuhkan melalui berbagai mata pelajaran yang mengarah pada pembinaan
keterampilan vokasional melalui: pendidikan muatan lokal seperti Budaya Alam Minangkabau
(BAM) dan Pendikan

BAB III
KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah, gunanya mengatur
waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu kegiatan pembelajaran mengacu kepada standar isi,
peserta didik, karaktestik sekolah, pemerintah daerah, dan Dinas Pendidikan Provinsi. Pengaturan
waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun sebagai berikut;