Anda di halaman 1dari 6

BAB 3

PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN, DAN PASAR


Dalam kegiatan perekonomian, masalah pertama yang dihadapi adalah tentang apa yang
harus diproduksi dan berapa jumlahnya. Kita dapat mengetahui apa yang akan diproduksi
dengan melihat kondisi di masyarakat atau pasar, masyarakat membutuhkan barang/jasa apa
saja dan berapa jumlah barang/jasa yang dibutuhkan/diminta oleh masyarakat? Berdasarkan hal
tersebut, kemudian perusahaan/penjual memproduksi barang/jasa yang diminta masyarakat
(konsumen) dengan harga tertentu. Dengan mempertemukan permintaan oleh pembeli dan
penawaran oleh penjual muncullah interaksi antara penjual dan pembeli yang menentukan harga
keseimbangan dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan.

A. PERMINTAAN (DEMAND)
1. Pengertian
Bu Anwar seorang guru sekaligus ibu rumah tangga. Ia pergi ke supermarket "Tania"
untuk membeli telur untuk keperluan hidup keluarganya. Biasanya ia membeli 3 kg yang
digunakan selama satu bulan. Diketahui bahwa harga 1 kg telur Rp. 5.000,00 Jika pada saat ia
membeli, harga telur mengalami kenaikan yaitu Rp. 15.000,00/kg. Sehingga permintaan Bu
Anwar akan menurun yaitu dengan hanya membeli 1 kg telur. Dengan melihat contoh di atas,
Permintaan (demand) adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu
dengan tingkat harga tertentu, tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
2. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
a. Harga Barang Itu Sendiri;
Semakin tinggi harga suatu barang, semakin sedikit barang yang diminta. Sebaliknya,
semakin turun harga suatu barang, semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Hal
ini sesuai dengan hukum permintaan yang menyatakan bahwa jika harga barang naik, ceteris
paribus (keadaan faktor lain tetap sama), jumlah barang yang diminta per unit waktu akan
berkurang. Sebaliknya, jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta per unit waktu
akan bertambah.
b. Pendapatan Konsumen;
Hubungan antara pendapatan dan jumlah barang yang diminta bersifat searah (positif). Hal
ini berarti, jika pendapatan konsumen naik, konsumen tersebut akan meminta jumlah barang
yang lebih tinggi per unit waktu, dan sebaliknya. Pernyataan ini berlaku terhadap barang
normal. Adapun pada barang inferior yaitu barang yang rendah kualitasnya, naiknya pendapatan
konsumen akan menyebabkan permintaan terhadap barang tersebut berkurang per unit waktu.
Begitupun sebaliknya, turunnya pendapatan konsumen akan menyebabkan permintaan terhadap
barang tersebut bertambah. Jadi, dalam barang inferior, hubungan antara pendapatan dan
jumlah barang yang diminta bersifat berlawanan arah (negatif).
c. Harga Barang Substitusi dan Komplementer
Pada umumnya, barang konsumsi memiliki penggunaan yang saling berhubungan.
Penggunaan yang saling berhubungan antara barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu saling mengganti (substitusi) dan saling melengkapi (komplementer). Contoh:
1) Pada saat harga gas elpiji (LPG) naik, ibu-ibu rumah tangga menggantikannya dengan
minyak tanah.

2) Pada saat harga daging sapi naik, konsumen akan membeli lebih banyak daging kambing
atau daging ayam.
3) Pada saat harga tempe naik, konsumen akan membeli lebih banyak tahu.
Dalam analisis ekonomi, permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harga.
Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang terutama dianalisis adalah hubungan antara
jumlah permintaan suatu barang dan harga barang tersebut.
d. Selera Konsumen (Taste)
Selera konsumen bersifat subjektif karena selera konsumen bergantung pada penilaian terhadap
barang tersebut. Selera juga dipengaruhi oleh unsur tradisi dan agama. Selera konsumen dapat
memengaruhi permintaan terhadap suatu barang. Naiknya selera konsumen terhadap suatu barang
mengakibatkan naiknya permintaan terhadap barang tersebut. Begitupun sebaliknya, jika selera
konsumen turun, permintaan konsumen akan berkurang. Misalnya, jika selera Anda terhadap
makanan fast food turun, permintaan Anda terhadap makanan fast food akan turun. Sebaliknya, jika
selera Anda terhadap makanan tradisional naik, permintaan Anda terhadap makanan tradisional juga
akan naik.
e. Jumlah Penduduk
Semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara, semakin tinggi permintaan suatu
barang untuk harga tertentu. Sebagai contoh, jumlah penduduk Republik Rakyat Cina (RRC) yang
lebih dari 1 miliar jiwa, akan lebih banyak permintaan terhadap pakaian dan makanan dibandingkan
penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih kurang 220 juta jiwa.
3. Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan
Hukum permintaan merupakan rumusan yang menjelaskan hubungan antara harga suatu
barang dan jumlah barang yang diminta pada jumlah barang yang diminta merupakan variabel yang
dipengaruhinya. Hukum permintaan berbunyi:
Jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta per unit waktu akan turun. Begitu
sebaliknya, jika harga suatu barang turun, jumlah barang yang diminta per unit waktu akan
naik.
Adapun asumsi yang mendasari hukum permintaan adalah faktor-faktor lain selain harga yang
memengaruhi jumlah barang yang diminta dalam keadaan tetap sama (ceteris paribus). Keadaan lain
yang harus tetap sama antara lain pendapatan konsumen, harga barang lain, dan selera konsumen.
Perhatikan tabel permintaan berikut:
Titik

Harga (P)

1
2
3
4
5

Rp 50.000,00
Rp 40.000,00
Rp 30.000,00
Rp 20.000,00
Rp 10.000,00

Jumlah yang
Diminta (Q)
200
400
600
800
1000

Gambar 3.1 Kurva permintaan


Keterangan:
Pada kurva permintaan DD terdapat 5 titik yaitu 1, 2 , 3, 4, dan 5. Keadaan 1 terjadi apabila
harga satu tas Rp50.000,00 jumlah tas yang dibeli adalah 200. Apabila harga turun ke

Rp40.000,00 jumlah tas yang dibeli 400 buah. Demikian seterusnya, akibatnya kurva
permintaan bergerak menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini disebabkan oleh hubungan
harga dan jumlah yang diminta mempunyai hubungan terbalik/tidak searah/negatif. Jika P
maka Q , dan sebaliknya jika P maka Q , sehingga kurva permintaan mempunyai
kemiringan (slope) negatif. Ada perbedaan permintaan dan jumlah barang yang diminta.
Permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan
keadaan keseluruhan daripada hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Dalam hal
permintaan digambarkan dengan kurva DD. Sedangkan jumlah barang yang diminta adalah
permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Sebagai contoh, titik 4 menggambarkan bahwa
pada harga Rp20.000,00 jumlah barang (tas sekolah) yang diminta adalah 800 buah.
Pergeseran kurva permintaan dinamakan pergeseran permintaan (shift in demand) atau
disebut pula perubahan permintaan (change in demand). Hal ini terjadi jika perubahan harga
(change of price) tidak dipengaruhi pendapatan naik, jumlah barang yang diminta pada tingkat
harga tertentu per unit waktu akan cenderung meningkat. Hal ini menyebabkan kurva
permintaan akan bergeser ke kanan. Begitupun sebaliknya.
Selain dapat digambarkan dalam kurva, hubungan antara harga dan jumlah barang yang
diminta juga dapat dirumuskan secara matematis dalam sebuah fungsi permintaan. Melalui
fungsi permintaan, dapat diketahui hubungan antara variabel bebas (independent variable) yaitu
harga dan variabel tidak bebas (dependent variable), yaitu jumlah barang yang diminta, dengan
asumsi faktor-faktor lain tetap. Fungsi Permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Fungsi permintaan:
Qd = a - bP
atau
Pd =
Q
Keterangan:
Qd = jumlah (Quantity)
a = konstanta (jumlah barang ketika harga Rp 0)
b = koefisien pengarah (slope)
P = tingkat harga
Contoh: Suatu fungsi permintaan jika diketahui a = 4, b = 2, dan P = Rp10,00. Berapakah jumlah
barang yang diminta?
Fungsi Permintaan = Qd = a - bP
= 4 - 2P
= 4 - 2.10
= 16
Jadi apabila harga Rp10,00 jumlah barang yang diminta adalah 16. Jika digambarkan dalam grafik
dengan fungsi permintaan Qd = 4 - 2P adalah sebagai berikut:
Jika, P = 0 maka Q = 4
Jika, Q = 0 maka P = 2

Gambar 3.2 Kurva permintaan dari fungsi

B. PENAWARAN (SUPPLY)
1.

Pengertian
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar
tertentu, periode tertentu dan pada tingkat tertentu.

2. Faktor yang Mempengaruhi Penawaran


a. Harga Barang Itu Sendiri; Produsen atau perusahaan akan menawarkan lebih banyak
barang jika harga naik. Begitupun sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang
ditawarkan akan semakin sedikit.
b. Biaya Produksi; Produsen membutuhkan berbagai faktor produksi untuk dapat
menghasilkan barang dan jasa. Faktor-faktor produksi tersebut harus dibeli oleh produsen
dari pemilik faktor-faktor produksi (konsumen). Oleh karena itu, semakin murah harga
faktor produksi, biaya produksi akan sedikit sehingga produsen dapat lebih banyak
memproduksi barang yang ditawarkan. Sebaliknya, jika harga faktor produksi tinggi, barang
yang ditawarkan produsen akan menurun pada setiap tingkat harga.
c. Tingkat Teknologi; Penggunaan teknologi memiliki peranan penting dalam kegiatan
produksi. Perusahaan yang menggunakan teknologi pada tingkat yang lebih tinggi dapat
meningkatkan hasil produksinya dengan cepat. Di samping itu, penggunaan teknologi yang
tinggi juga akan menyebabkan biaya produksi semakin murah. Peningkatan hasil produksi
dan biaya produksi yang semakin murah akan menyebabkan jumlah barang yang
ditawarkan semakin banyak pada tingkat harga tertentu.
d. Kebijakan Pemerintah; Kebijakan pemerintah di antaranya dalam hal pajak dan subsidi.
Semakin besar pajak, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun, begitu pula
sebaliknya. Adapun semakin besar subsidi, jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah.
Sebagai contoh, pada waktu pemerintah masih memberikan subsidi bahan bakar minyak
(BBM), perusahaan dapat melakukan proses produksi dengan biaya yang relatif lebih
murah. Setelah kebijakan subsidi BBM dikurangi, biaya produksi meningkat dan jumlah
barang yang ditawarkan perusahaan menurun.
e. Faktor Alam; Pengaruh alam terutama akan memengaruhi penawaran produk pertanian
dan perikanan. Misalnya, bagi para petani, iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan
gagal panen sehingga jumlah barang yang ditawarkan (contohnya beras) akan berkurang.
3. Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran
Hukum penawaran merupakan rumusan yang menjelaskan hubungan antara harga suatu
barang dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan pada berbagai tingkat harga selama
jangka waktu tertentu. Hukum penawaran berbunyi:
Jika harga suatu barang naik, ceteris paribus (keadaan lain tetap sama), jumah barang
yang ditawarkan per unit waktu akan bertambah. Begitu sebaliknya, jika harga suatu barang
turun, ceteris paribus, jumlah barang yang ditawarkan per unit waktu akan turun.
Asumsi yang mendasari hukum penawaran adalah faktor-faktor lain selain harga yang
memengaruhi jumlah barang yang ditawarkan ceteris paribus. Faktor-faktor lain yang harus
tetap sama antara lain biaya produksi, harga barang lain, dan tingkat teknologi.
Perhatikan tabel penawaran berikut:
Jumlah yang
Titik
Harga (P)
Ditawarkan (Q)
1
Rp 50.000,00
1000
Gambar 3.3
2
Rp 40.000,00
800
Kurva penawaran
tas sekolah
3
Rp 30.000,00
600
4
Rp 20.000,00
400
5
Rp 10.000,00
200

Keterangan:
Dalam kurva penawaran tas sekolah terdapat titik-titik 1, 2, 3, 4, dan 5 yang
menggambarkan keadaan 1, 2, 3, 4, dan 5. Kurva penawaran juga dibedakan menjadi dua
pengertian, yaitu: penawaran dan jumlah yang ditawarkan. Dalam analisis ekonomi, penawaran
berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah
barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Dalam hal ini penawaran
digambarkan dengan kurva SS. Sedangkan "jumlah barang yang ditawarkan" adalah penawaran
pada suatu tingkat harga tertentu. Sebagai contoh, titik 3 menggambarkan bahwa pada harga
Rp30.000,00 jumlah barang (tas sekolah) yang ditawarkan adalah 600 buah.
Gambar kurva di atas bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Terdapat hubungan positif
(searah) di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Jika P maka Q , sehingga
kurva permintaan mempunyai kemiringan (slope) positif. Artinya, apabila harga naik, jumlah
penawaran juga naik dan apabila harga turun, jumlah barang yang ditawarkan juga
menurun.
Selain dapat digambarkan dalam kurva, hubungan antara harga dan jumlah barang yang
ditawarkan dapat dirumuskan secara matematis dalam sebuah fungsi penawaran. Melalui fungsi
penawaran, dapat diketahui hubungan antara variabel bebas yaitu harga dan variabel terikat
yaitu jumlah barang yang ditawarkan, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Adapun bentuk
umum dari fungsi penawaran dapat dirumuskan sebagai berikut.
Fungsi Penawaran Qs = - a + bP atau Ps = -

Contoh:
Fungsi penawaran Qs = - 6 + 3P. Berapakah jumlah barang yang ditawarkan bila harga barang
yang ditawarkan adalah Rp 3,00 ?
Jawab: Jika, P = 0 maka Q = - 6
Jika, Q = 0 maka P = 2
Fungsi penawaran Q = - 6 + 3P, dengan P = 3
= - 6 + 3. 3
Qs= -6+3P
=3

yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut
dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan
dengan rumus berikut ni.

Keterangan:
Q : perubahan jumlah permintaan
P : perubahan harga barang
P : harga mula-mula
Q : jumlah permintaan mula-mula
Ed : elastisitas permintaan

Contoh:
Pada saat harga Rp400,00 jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi
Rp360,00 jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!

Jawab:

a. Macam-macam Elastisitas Permintaan


Jenis Elastisitas
Rumus
1. Permintaan elastis
E>1%
2. Permintaan inelastis
E<1%
3. Permintaan uniter/normal E = 1 %
4. Perm. elastis sempurna
E=~%
5. Perm. inelastis sempurna
E=0%

Contoh
Keb. lux atau mewah
Keb. primer/pokok
Keb. sekunder
Keb. dunia (gandum, minyak)
Keb. tanah, air minum

b. Kurva Elastisitas Permintaan


1) Permintaan elastis

2) Permintaan inelastis

C. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN


1.

Elastisitas Permintaan
Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu masyarakat atau negara menunjukkan
bahwa kegiatan permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya harga
barang yang berlaku. Dengan demikian perubahan harga akan memengaruhi besarnya jumlah
barang yang diminta (permintaan)dan jumlah barang yang ditawarkan (penawaran). Seberapa
besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang dapat dihitung dengan menggunakan
rumus elastisitas.
Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau
yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala
ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap
besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang

4) Perm. elastis sempurna

5) Perm. Inelastis sempurna

3) Permintaan uniter

2. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap
besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang
yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien elastisitas
penawaran adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan jumlah barang
yang ditawarkan dengan perubahan harganya. Besar kecilnya koefisien elastisitas penawaran
dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai berkut.
Keterangan :
Q : perubahan jumlah penawaran
P : perubahan harga barang
P : harga barang mula-mula
Q : jumlah penawaran mula-mula
Es : elastisitas penawaran
Contoh: Pada saat harga Rp500,00 jumlah barang yang ditawarkan 40 unit, kemudian harga
turun menjadi Rp 300,00 jumlah barang yang ditawarkan 32 unit. Hitunglah besarnya koefisien
elastisitas penawarannya!
Jawab:

D. HARGA DAN JUMLAH KESEIMBANGAN


Perlu kamu ketahui bahwa dalam hukum permintaan, konsumen bertindak rasional, yaitu
hanya akan meningkatkan pembeliannya bila harga turun dan menurunkan pembeliannya bila
harga naik. Sedangkan hukum penawaran produsen atau penjual yang bertindak rasional, yaitu
hanya akan memperbanyak penjualannya bila harga naik dan menurunkan penjualannya bila
harga turun.
Saat terjadi jual beli di pasar, akan terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli,
sehingga tercapai suatu kesepakatan harga tertentu. Kesepakatan harga inilah yang dinamakan
keseimbangan harga atau keseimbangan pasar. Harga keseimbangan (equilibrium price) disebut
juga harga pasar. Jadi, harga keseimbangan merupakan harga yang disepakati oleh penjual dan
pembeli sebagai akibat interaksi antara permintaan dan penawaran.
Keseimbangan (equilibrium) pasar terjadi jika jumlah barang yang ditawarkan penjual pada
harga tertentu sama dengan jumlah barang yang diminta oleh pembeli pada harga tersebut. Jadi,
secara grafis harga keseimbangan ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan dengan
kurva penawaran.
Fungsi permintaan = Qd = a - bP
Fungsi penawaran = Qs = -a + bP
Rumus Keseimbangan (Equilibrium) : Qd = Qs

Contoh 1
a. Macam-macam Elastisitas Penawaran
Jenis Elastisitas
Rumus
1. Penawaran elastis
E>1%
2. Penawaran inelastis
E<1%
3. Penawaran uniter/normal
E=1%
4. Penawaran elastis sempurna E = ~ %
5. Penawaran inelastis sempurna E = 0 %

Contoh
Keb. lux atau mewah
Keb. primer/pokok
Keb. sekunder
Keb. dunia (gandum, minyak)
Keb. tanah, air minum

b. Kurva Elastisitas Permintaan


1) Penawaran elastis

4) Penawaran elastis
sempurna

2) Penawaran inelastis

5) Penawaran Inelastis
sempurna

3) Penawaran uniter

Diketahui fungsi permintaan dan penawaran adalah sebagai berikut.


I ------- Fungsi permintaan Qd = 15 - 2P
II -------- Fungsi penawaran Qs = - 5 + 2P
Hitunglah harga dan output keseimbangan !
Qd = Qs
maka,
15 - 2P = - 5 + 2P
Qd = 15 - 2P
15 + 5 = 2P + 2P
= 15 - 2 (5)
20 = 4P
=5
P = 20 : 4 = 5
Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga sebesar Rp5,00 dan output sebanyak 5 unit.

Contoh 2
Di kota Pontianak terdapat 20.000 orang yang membeli ponsel "X" diketahui bahwa fungsi
permintaan masing-masing adalah Qd = 10 - 4P. Jumlah orang yang menjual ponsel "X" sebanyak
500 orang dengan fungsi penawaran masing-masing adalah Qs = 400P. Berapakah harga dan
jumlah keseimbangannya!
Jawab:
Fungsi permintaan pasar: Qd = 20.000 (10 - 4P)
= 200.000 - 80.000P
Fungsi penawaran pasar: Qs = 500 (40P)
= 20.000P
Keseimbangan pasar: Qd = Qs
200.000 - 80.000P = 20.000P
100.000P = 200.000
P=2
Langkah selanjutnya untuk menentukan jumlah masukkan persamaan fungsi permintaannya.

Q = 200.000 - 80.000P
atau Q = 500 (40p)
= 200.000 - 80.000 (2)
atau Q = 500.40.2
= 40.000
= 40.000
Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga Rp2,00 dan jumlah keseimbangan sebanyak 40.000
unit.
6
1

2
3
5

4
8

10

12

13

14

11

E. PASAR BARANG
Pada pasar barang atau pasar output (produk barang dan jasa), yang bertindak sebagai
penjual adalah perusahaan dan sebagai pembeli adalah rumah tangga konsumen. Pada setiap
pasar barang terdapat berbagai bentuk persaingan, baik persaingan yang sangat ketat,
persaingan longgar, persaingan yang sangat lemah maupun pasar tanpa persaingan. Persaingan
antarpenjual ada beberapa bentuk dan menghasilkan berbagai jenis pasar. Jenis-jenis pasar
dalam pasar barang meliputi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.
1. Pasar Persaingan Sempurna
Bentuk pasar yang terdiri dari banyak penjual dan banyak pembeli, dengan jenis barang
yang diperdagangkan sejenis (homogen), dan tidak ada satu perusahaan (penjual) maupun
konsumen (pembeli) yang secara individual dapat memengaruhi harga yang berlaku di pasar.
Contoh pasar persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.
Beberapa karakteristik dari pasar persaingan sempurna, yaitu:
a. Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak
Di pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli dan penjual. Banyaknya penjual
yang ada di pasar mencerminkan kecilnya bagian setiap penjual dalam menghasilkan barang
dibandingkan keseluruhan yang dihasilkan di pasar. Oleh karena itu, seorang penjual hanya
merupakan bagian kecil dari seluruh penjual yang ada di pasar. Kondisi ini menyebabkan apa
pun yang dilakukan produsen untuk menaikkan atau menurunkan harga di pasar dan
menaikkan atau menurunkan jumlah produksi tidak akan mampu memengaruhi harga di pasar.
Di sinilah disebut bahwa penjual ataupun pembeli di pasar persaingan sempurna adalah price
taker, artinya apa pun tindakan penjual yang ada di pasar tidak dapat menentukan atau
mengubah harga di pasar. Harga di pasar ditentukan oleh interaksi antara seluruh penjual dan
seluruh pembeli di pasar.
b. Barang yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen (Identik)
Semua penjual dalam pasar persaingan sempurna menghasilkan barang yang hampir sama
(homogen). Barang yang diperjualbelikan di pasar persaingan sempurna harus sama dalam
semua segi sehingga harus dapat menggantikan satu sama lain (substitusi sempurna).
Konsumen dapat membeli dari penjual mana saja tanpa khawatir produk antarpenjual ada
perbedaan.
c. Produsen Bebas Membuka atau Menutup Usaha
Jika seorang penjual mampu memperoleh keuntungan lebih, maka akan banyak penjual baru
yang masuk ke pasar, dan membuka usaha untuk menghasilkan barang yang sama dengan
penjual sebelumnya yang meraih keuntungan. Hal ini berakibat pada jumlah barang yang
ditawarkan di pasar meningkat. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan menurunkan tingkat
keuntungan penjual. Saat penjual tidak mampu lagi memproduksi barang secara efisien dan
menjual produknya pada harga yang terjadi di pasar, penjual akan mengalami kerugian. Saat itu,
penjual dapat segera menutup usahanya dan keluar dari pasar.
d. Pelaku Pasar Mempunyai Informasi Sempurna Mengenai Pasar
Informasi pasar yang diketahui pelaku pasar mencakup harga pasar, kuantitas, maupun
kualitas barang. Pembeli dianggap mengetahui tingkat harga yang berlaku beserta
perubahanperubahannya. Kondisi ini menyebabkan penjual tidak dapat menjual barangnya
dengan harga lebih tinggi daripada harga yang berlaku. Informasi bagi penjual bisa berupa

informasi mengenai perubahan harga bahan baku, perubahan upah minimum yang
memengaruhi biaya produksi dan harga jual produknya.
2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna akan terbentuk jika salah satu syarat dari pasar sempurna
tidak terpenuhi.
a. Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan pasar yang hanya terdapat satu penjual barang, dimana barang
tersebut tidak ada penggantinya yang sama persis. Karena hanya ada satu penjual, maka dalam
pasar ini tidak terdapat pesaing, sehingga penjual berkuasa untuk mengubah jumlah dan harga
barang di pasar. Di Indonesia pasar monopoli dikenal pada Perusahaan Listrik Negara (PLN),
perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perusahaan Air Minum (PDAM).
b. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli dapat diartikan sebagai pasar yang hanya terdiri atas beberapa perusahaan
atau penjual yang menjual produk homogen (sejenis). Produk yang dijual dapat berupa produk
yang identik (homogen) maupun produk yang terdiferensiasi. Produk yang identik (homogen)
misalnya, sama-sama menjual besi. Adapun yang dimaksud dengan diferensiasi produk adalah
produk yang memiliki karakteristik yang bervariasi. Misal, produk telepon seluler masing-masing
memiliki banyak karakteristik yang berbeda baik dari ukuran, berat, model, dan fitur. Contoh:
Yamaha, Honda, Panasonic, Philips, Polythron, Samsung, Nokia, dsb.
c. Pasar Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat
banyak produsen, tetapi ada diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di
antara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen. Model pasar persaingan
monopolistik pada dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna, hanya saja dalam
pasar monopolistik terdapat diferensiasi produk, sehingga produk yang dijual bersifat heterogen
(beragam). Jadi, yang dimaksud dengan pasar monopolistik adalah suatu pasar di mana terdapat
banyak produsen/perusahaan yang menjual barang/komoditas yang berbeda corak (differentiated
product). Contoh: swalayan, rumah makan, perusahaan angkutan.

F. PASAR INPUT (PASAR FAKTOR PRODUKSI)


Pasar faktor produksi adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran faktor-faktor
produksi yang berupa alam (tanah), tenaga kerja, modal (uang), dan pengusaha (entrepreneur).
Penawaran faktor produksi berasal dari konsumen dan permintaan faktor produksi berasal dari
produsen, sehingga akan dihasilkan output yang nantinya akan dual kepada konsumen. Tempat
jual beli hasil produksi (output) tersebut dinamakan pasar hasil produksi.
Pasar Faktor Produksi
Pasar Hasil Produksi
1. Penawaran berasal dari konsumen atau 1. Penawaran berasal dari produsen atau
masyarakat
pengusaha
2. Permintaan berasal dari produsen atau 2. Permintaan berasal dari konsumen atau
pengusaha
masyarakat
3. Menawarkan faktor-faktor produksi (alam, 3. Menawarkan barang hasil produksi
tenaga kerja, modal, dan pengusaha)
(barang jadi atau setengah jadi)
4. Hasil yang diperoleh berupa sewa, upah dan 4. Hasil yang diperoleh berupa uang hasil
gaji, bunga dan laba
penjualan barang

Pasar input terdiri atas faktor-faktor produksi yang meliputi pasar sumber daya alam (tanah),
sumber daya manusia (tenaga kerja), modal, dan pengusaha.
1. Pasar Faktor Produksi Sumber Daya Alam/Tanah
Faktor produksi tanah adalah semua kekayaan alam yang terkandung dalam tanah, lautan,
dan udara atau sering disebut sumber daya alam (natural resources). Jumlah tanah adalah
tetap atau penawarannya tetap, maka kurva penawaran tanah bersifat inelastis sempurna
(berbentuk garis lurus), sedangkan permintaan akan tanah terus bertambah, sehingga harga
tanah akan semakin meningkat.
2. Pasar Faktor Produksi Tenaga Kerja/Sumber Daya Manusia
Faktor produksi tenaga kerja adalah semua tenaga kerja baik jasmani maupun rohani, serta
terdidik atau tidak terdidik, atau sering disebut dengan sumber daya manusia (human
resources) yang melakukan kegiatan produksi barang/jasa. Sumber daya manusia yang
berkualitas akan dapat meningkatkan produktivitas. Pada suatu perusahaan selalu mengalami
peningkatan sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk. Permintaan tenaga kerja oleh
suatu perusahaan dipengaruhi beberapa faktor di antaranya sebagai berikut.
1) Kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara.
2) Banyak sedikitnya barang yang dihasilkan.
3) Tinggi rendahnya laba pengusaha.
4) Adanya investasi dari pengusaha
3. Pasar Faktor Produksi Modal
Pasar faktor produksi modal adalah tempat ditawarkannya barang-barang modal untuk
kepentingan proses produksi. Pengertian barang modal tidak hanya berupa mesin-mesin
ataupun peralatan saja, tetapi juga modal uang (yang merupakan dana untuk membeli
barang-barang modal). Modal yang berupa uang diperoleh dari tabungan dan pinjaman, yang
nantinya akan digunakan untuk investasi. Diharapkan dengan investasi tersebut, permintaan
dan penawaran akan barang modal mengalami penigkatan, sehingga kurva permintaan (D)
dan kurva penawaran (S) bergeser ke kanan.
4. Pasar Faktor Produksi Pengusaha/Skill (Kewirausahaan)
Faktor produksi pengusaha merupakan orang-orang yang berjiwa wiraswasta atau
mempunyai kecakapan dalam tata laksana perusahaan (managerial skill). Pengusaha
mempunyai peranan yang sangat menentukan, yaitu mengorganisasi faktor produksi alam,
tenaga kerja dan modal untuk mendapatkan hasil yang maksimal.