Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau
dengan berbagai suku bangsa yang bernaung dalam bentuk Negara
kesatuan Republik Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa Indonesia memiliki
kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang
pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola
sumber daya alam yang melimpah diharapkan Sistem Pemerintahan
Negara Indonesia mempunyai suatu sistem birokrasi dengan SDM nya
yang berkualitas, yaitu PNS Profesional yang saat ini dikenal dengan
istilah ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Aparatur Sipil
Negara (ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian
dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas
Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Pembinaan terhadap ASN sangat diperlukan dalam rangka menciptakan
ASN yang mempunyai SDM yang berkualitas.
Pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai salah satu cara
untuk meningkatkan kualitas dan dan profesionalisme PNS. Menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa Diklat
yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang
profesional seperti tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini
dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN yang
1

nantinya akan diaktualisasikan di tempat tugas, sehingga nilai-nilai dasar


profesi ASN tersebut terpatri kuat dalam diri ASN tersebut.
Pada masa sekarang masyarakat semakin kritis terhadap segala
aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan dan
tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin
meningkat, baik pelayanan yang bersifat preventif, promotif, kuratif
maupun rehabilitatif. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat
terhadap kesehatan telah semakin meningkat, terlihat dari banyaknya
kunjungan pasien ke RSUD dr. M. Zein Painan. Maka dari itu perlu
pelayanan kesehatan yang tepat, cepat, dan akurat dengan berdasarkan
nilai-nilai ANEKA yaitu : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
B. Tujuan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
Penyelenggaraan Diklat Prajabatan bertujuan untuk membentuk
PNS yang professional yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh nilainilai dasar profesi PNS, sehingga mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara professional sebagai pelayan masyarakat dengan
kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar yaitu :
1. kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas
jabatannya
2. kemampuan

mengedepankan

kepentingan

nasional

dalam

melaksanakan tugas jabatannya


3. kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan
tugas jabatannya
4. kemampuan berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam
melaksanakan tugasnya
5. kemampuan untuk tidak melakukan korupsi dalam melakukan
tugasnya.
C. Ruang Lingkup Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS

Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi meliputi

operan,

mengikuti visite, menerima pasien baru, memberikan obat, membuat


asuhan keperawatan, melakukan pemasangan infus, mengukur tanda-tanda
vital dan melakukan penyuluhan di RSUD dr. M. Zein Painan yang
menerapakan

nilai-nilai

akuntabilitas,

nasionalisme,

etika

publik,

komitmen mutu, dan anti korupsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pelaksanaan aktualisasi dimulai dari tanggal 9 September 2015 hingga
tanggal 30 September 2015 yang bertempat di Ruangan Interne RSUD dr.
M. Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

BAB II
ISI / KONTEN
A. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Ada dua tahap pembelajaran dalam Diklat Prajabatan untuk mencapai
kompetensi PNS yang profesional, yaitu :
3

1. Tahap internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS


Tahap ini membekali peserta diklat dengan nilai-nilai dasar yang
dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai PNS secara profesional
sebagai pelayan masyarakat yang meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi. Kelima nilai-nilai dasar
ini untuk selanjutnya diakronimkan menjadi ANEKA.
2. Tahap aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
Pada tahap ini peserta diklat dapat menerapkan nilai-nilai dasar tersebut
di tempat tugasnya masing-masing.
Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap Aparatur Sipil Negara
untuk menciptakan PNS yang profesional adalah :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan
responsibiltas atau tanggung jawab. Namun, pada dasarnya kedua konsep
tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban
untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai (Lembaga Administrasi Negara,
2015).
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang
tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik
praktis, melayani masyarakat secara adil dan konsisten dalam
menjalankan tugas dan fungsinya.
Terdapat beberapa nilai dasar yang merujuk kepada akuntabilitas, yaitu
1. Jujur
Terkait dengan kepatuhan tehadap hukum dan peraturan yang diterapkan
2. Integritas
Kewajiban mematuhi semua peraturan, dan dapat memberikan
kepercayaan publik
4

3. Adil
Memperlakukan warga secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik
4. Tanggung jawab
Konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan
5. Mendahulukan kepentingan publik
Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi
6. Transparan
Mendorong komunikasi dan kerjasama serta memberikan perlindungan
dari pengaruh yang tidak seharusnya dan korupsi dalam pengambilan
keputusan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan
masyarakat
7. Kejelasan wewenang
Gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi kewenangan, tujuan dan
hasil yang diharapkan
8. Konsisten
Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan
9. Netral
Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis
Agar nilai akuntabilitas dapat diterapkan secara profesional terdapat
beberapa indikator keberhasilan akuntabilitas, yaitu
1. Menginternalisasi nilai-nilai dasar akuntabilitas dan kepentingan publik
2. Mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan pribadi,
kelompok, dan sektor

3. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah


keterlibatan PNS dalam politik praktis
4. Memperlakukan

masyarakat

secara

sama

dan

adil

dalam

penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik


5. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.
2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bukan
sekedar

wawasan

saja

tetapi

kemampuan

mengaktualisasikan

nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal


yang lebih penting. ASN yang memiliki nasionalisme yang kuat memiliki
orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara,
serta

mampu

menerapkan

nilai-nilai

Pancasila

dan

semangat

nasionalisme serta wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi


dan tugasnya sesuai bidangnya masing-masing (Lembaga Administrasi
Negara, 2015).
Nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme pancasila
diantaranya adil dan tidak diskriminasi, profesional dan berintegritas,
menjunjung tinggi keadilan, disiplin. Untuk mewujudkan ASN dengan
semangat nasionalisme tinggi, beberapa indikator yang dilakukan untuk
mencapai keberhasilan adalah sebagai berikut :
1. Memiliki pemahaman tentang keragaman bangsa dilihat aspek
sejarah, budaya, dan tingkat kemajuan sosial ekonomi dan
implikasinya terhadap manajemen kebijakan dan pelayanan public
2. Mengenali nilai- nilai perjuangan kemerdekaan, keteladanan dari para
pendiri bangsa, dan menjadikannya sebagai sumber motivasi dan
inspirasi dalam penyelenggaraan pemerintahan
3. Menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong dan
kebersamaan sebagai modal sosial dan kultural penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.
6

3. Etika Publik
Etika publik merupakan

refleksi tentang standar/norma yang

menentukan baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan


untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik. Integritas publik menuntut para
pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan
mempertimbangkan

keseimbangan

antara

penilaian

kelembagaan,

dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan didalam pelayanan publik


(Haryatmoko, 2001).
Sementara itu, nilai-nilai dasar etika publik yaitu,
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
7

Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada


pelanggan (costumer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan
bahkan melampaui harapan. Mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mencapai hasil kerja. Mutu juga dapat digunakan
sebagai alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis
lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing.
Dalam meningkatkan mutu terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi,
yaitu, efektifitas, efisiensi, kreatifitas dan inovasi.
Efektifitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai
tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang
dikerjakannya. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performance untuk mencapai target sesuai rencana baik dari aspek
mutu, kuantitas, ketepatan waktu, dan alokasi sumber daya, melainkan
juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan
(customers)
Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk
mencapai tujuan organisasional. Efisiensi dapat diukur dari ketepatan
realisasi penggunaan sumber daya
dilaksanakan

dan bagaimana pekerjaan

sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan

sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan


mekanisme yang keluar alur (penghematan biaya, waktu, tenaga dan
pikiran dalam menyelesaikan kegiatan)
Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba
menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban
baru terhadap suatu masalah. Kreativitas pada umumnya berkaitan
dengan kemampuan dan keuletan untuk berupaya menemukan ide-ide
ataupun hal-hal baru. Tuntutan globalisasi yang tengah melanda dunia
di berbagai sektor pelayanan publik menjadikan masyarakat semakin
kritis untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah. Oleh
karena itu setiap pelayanan harus diupayakan selalu dapat dicari

pemecahan permasalahan yang ada untuk dapat dicarikan solusi yang


dapat segera dikerjakan secara kreatif.
Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan dan
menawarkan jasa atau barang baik yang sifatnya baru, lebih baik atau
lebih murah dibandingkan dengan yang tersedia sebelumnya. Sebuah
inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru, teknologi proses
produksi yang baru, sistem struktur dan administrasi baru atau rencana
baru bagi anggota administrasi (Richard L. Daft, 2010).

Nilai-nilai dasar dalam menjalankan komitmen mutu yaitu,


1. Adanya komitmen bagi kepuasan masyarakat
2. Pemberian layanan yang cepat, tepat dan senyum
3. Pemberian layanan yang dapat memberikan perlindungan kepada publik
4. Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
5. Upaya perbaikan secara berkelanjutan
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan
sebagai kejahatan luar biasa karena dampaknya yang luar biasa
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
masyarakat, dan kehidupan yang lebih luas yang tidak hanya berdampak
buruk dalam kurun waktu yang pendek, namun juga secara jangka
panjang (Lembaga Administrasi Negara, 2015).
Adapun nilai-nilai anti korupsi yang diidentifikasi oleh KPK yaitu jujur,
peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras sederhana, berani
dan adil.
Agar prilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa
indikator keberhasilan, yaitu
1

Mampu mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mengarah dan atau


termasuk prilaku korupsi.
9

1. Mampu menjelaskan cara-cara menghindari prilaku korupsi.


2. Mampu menjelaskan risiko dari tindakan korupsi bagi dirinya, keluarga,
dan masyarakat secara keseluruhan.
B. Daftar Kegiatan Yang Akan Dilakukan Di Tempat Tugas
Adapun
rancangan
kegiatan
yang
akan
dilaksanakan

dalam

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN tersebut yaitu :


1. Melakukan operan dinas
2. Mengukur tanda-tanda vital (TTV)
3. Mengikuti visite dokter
4. Melakukan pemberian obat
5. Membuat laporan asuhan keperawatan
6. Menerima pasien baru di ruangan
7. Melakukan penyuluhan kesehatan
8. Melakukan pemasangan infus

C. Uraian Keterkaitan Antara Kegiatan Dengan Nilai Dasar


Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU No. 5 Tahun 2014,
tentang tugas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan
sebagai perekat dan pemersatu bangsa, seorang ASN yang memiliki nilai-nilai
dasar, sesuai dengan standar kompetensi jabatannya. Oleh sebab itu, dalam
rancangan aktualisasi ini, penulis mencoba untuk membuat rancangan
aktualisasi kegiatan yang mengandung 5 (lima) nilai dasar

seperti yang

terlihat pada tabel berikut.


Tabel 1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan
No
1

Kegiatan
Nilai Dasar
Melakukan operan 1.1 Akuntabilitas

Uraian Pelaksanaan Kegiatan


Sebelum memulai kegiatan dinas, terlebih

dinas

1.2 Nasionalisme

dahulu di ruangan melakukan operan

1.3 Etika publik

dinas.

1.4 Anti Korupsi

menyampaikan keadaan pasien dengan

Pada

saat

operan

saya

akan

cermat dan teliti, serta tidak akan


membedakan pasien. Jika ada kesulitan
atau keraguan mengenai terapi pasien
10

maka saya akan berkonsultasi kepada tim


dengan cara yang sopan.
bersikap

jujur

dan

Saya akan
tidak

akan

memanipulasi data mengenai keadaan


2

Mengukur tanda- 2.1 Akuntabilitas

pasien.
Untuk mengetahui keadaan pasien lebih

tanda vital (TTV)

2.2 Nasionalisme

lanjut perlu dilakukan pengukuran tanda-

2.3 Etika publik

tanda vital, meliputi : pengukuran tekanan

2.5 Anti Korupsi

darah, pernafasan, suhu dan nadi. Sehingga


saat melakukannya saya melakukannya
secara profesional. Saya tidak akan
membeda-bedakan

pasien

dan

akan

berkomunikasi dengan ramah dan sopan


pada pasien. Saya akan bersikap jujur
pada saat mendokumentasikan hasilnya
3

Mengikuti

pada status rekam medik pasien.


Mengikuti visite dokter saya

akan

3.2 Nasionalisme

melakukannya

yang

3.3 Etika publik

professional,

3.4 Anti Korupsi

dengan dokter. Saya juga akan bersikap

visite 3.1 Akuntabilitas

dokter

dengan
dan

akan

cara

bekerjasama

ramah dan sopan dalam berkomunikasi


dengan pasien mengenai penyakitnya.
Saya

akan

menyampaikan
4

bersikap
keadaan

jujur
dan

dalam
keluhan

Melakukan

4.1 Akuntabilitas

pasien.
Dalam memberikan obat kepada pasien

pemberian obat

4.2 Nasionalisme

saya akan bekerja secara professional, dan

4.3 Etika publik

dengan tidak membeda-bedakan pasien.

4.5 Anti Korupsi

Memberikan obat sesuai dengan aturan


pemakaian. Dalam menjelaskan aturan
minum obat pada pasien saya akan
berkomunikasi dengan sopan dan ramah.
11

Saya akan bersikap jujur pada pasien pada


5

Membuat Laporan 5.1 Akuntabilitas

saat memberikan obat.


Saya akan membuat

Asuhan

5.2 Nasionalisme

keperawatan secara professional. Dalam

Keperawatan

5.4 Komitmen mutu

pembuatan

5.5 Anti Korupsi

bekerjasama dengan rekan yang lain. Dan

askep

laporan
ini

saya

asuhan
akan

akan melengkapi data pasien secara benar


dan sistematis. Dalam mengisi askep saya
akan
6

bersikap

jujur

dan

tidak

Menerima pasien 6.1 Akuntabilitas

memanipulasi data pasien.


Pada saat menerima pasien baru saya akan

baru di ruangan

6.2 Nasionalisme

melakukannya secara professional dan

6.3 Etika publik

akan bekerjasama dengan tim. Saya juga

6.5 Anti Korupsi

akan menjelaskan kepada pasien dan


keluarga tentang peraturan yang ada di
ruangan, lalu kemudian saya akan meminta
keluarga pasien untuk mengisi inform
concent / persetujuan tindakan yang akan
dilakukan diruangan dan saya tidak akan
memaksa jika ada keluarga yang tidak
setuju. Saya akan menjelaskan dengan
jujur

tentang biaya perawatan sesuai

Melakukan

7.1 Akuntabilitas

dengan ruang rawatan.


Salah satu kegiatan untuk meningkatkan

penyuluhan

7.2 Nasionalisme

pengetahuan pasien tentang kesehatannya,

kesehatan

7.3 Etika publik

maka

7.4 Komitmen mutu

kesehatan. Saya akan melakukannya secara

7.5 Anti Korupsi

professional.

perlu

dilakukan
Jika

ada

penyuluhan
pasien

yang

mengutarakan pendapat atau bertanya,


maka saya akan menghargai pendapat
pasien dan akan menjawabnya secara
benar. Saya akan menyampaikan informasi
12

yang benar dan menggunakan bahasa


yang jelas, dan dalam menyajikan materi
saya akan menggunakan alat yang kreatif.
Dalam memberikan penyuluhan saya akan
8

Melakukan

8.1 Akuntabilitas

berlaku jujur.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan serta

pemasangan infus

8.2 Nasionalisme

pemberian obat untuk pasien, maka saya

8.3 Etika publik

melakukan pemasangan infus. Saya akan

8.4 Komitmen mutu

melakukan

8.5 Anti Korupsi

penuh tanggung jawab, dan bekerjasama


dengan

pemasangan
tim.

pemasangan

infus

Sebelum
infus

dengan

melakukan
saya

akan

memperkenalkan diri dulu kepada pasien


dengan

sopan

dan

ramah,

serta

menjelaskan tujuan dari pemasangan infus


tersebut.

Saya

akan

melakukan

pemasangan infus dengan efektif. Saya


akan bersikap jujur dalam pemberian
terapi pasien dan sesuai dengan orderan
dari dokter.

D. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar


Tabel 2. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
No
1

Nilai

Dasar

dan

Aktualisasi

Teknik

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai


Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak Lain dan

Melakukan operan dinas

Perwujudan Visi Organisasi.


Sebelum memulai kegiatan dinas, terlebih dahulu di

1.1 Akuntabilitas

ruangan melakukan operan dinas. Pada saat operan

Cermat dan teliti dengan teknik saya akan menyampaikan keadaan pasien dengan
menyampaikan kondisi pasien cermat dan teliti dengan teknik menyampaikan
13

secara lengkap dan sistematis

kondisi pasien dengan lengkap dan sistematis, serta

1.2 Nasionalisme

tidak akan membedakan pasien dengan teknik

Tidak akan membedakan pasien akan memberikan pelayanan yang sama walaupun
dengan teknik akan memberikan dengan kelas rawatan yang berbeda. Jika ada
pelayanan yang sama walaupun kesulitan atau keraguan mengenai terapi pasien maka
dengan

kelas

rawatan

yang saya akan berkonsultasi kepada tim dengan cara yang

berbeda

sopan dengan teknik menggunakan bahasa yang

1.3 Etika Publik

baik.

Sopan

dengan

Saya akan bersikap jujur dan tidak akan

teknik memanipulasi data mengenai keadaan pasien

menggunakan bahasa yang baik

dengan teknik menyampaikan keadaan pasien yang

1.4 Anti korupsi

sebenarnya, hal ini dilakukan agar pengobatan pasien

Jujur

dan

tidak

memanipulasi

data

akan bisa dilakukan dengan tepat.


dengan

teknik menyampaikan keadaan


2

pasien yang sebenarnya


Mengukur tanda-tanda

vital Untuk mengetahui keadaan pasien lebih lanjut perlu

(TTV)

dilakukan pengukuran tanda-tanda vital, meliputi :

2.1 Akuntabilitas

pengukuran tekanan darah, pernafasan, suhu dan

Professional

dengan

teknik nadi.

Sehingga

saat

melakukannya

saya

melakukan pengukuran sesuai melakukannya secara profesional. Saya tidak akan


dengan SOP

membeda-bedakan pasien dengan teknik akan

2.2 Nasionalisme

memberikan pelayanan yang sama walaupun dengan

Tidak akan membeda-bedakan kelas rawatan yang berbeda dan akan berkomunikasi
pasien

dengan

memberikan

teknik

akan dengan ramah dan sopan pada pasien dengan teknik

pelayanan

yang 5 S (senyum, salam, sapa, sentuh, dan santun ). Saya

sama walaupun dengan kelas akan bersikap jujur dengan teknik akan mencatat
rawatan yang berbeda

secara

benar

hasil

pengukuran

pada

saat

2.3 Etika publik

mendokumentasikan hasilnya pada status rekam

Ramah dan sopan dengan teknik medik pasien, karna hasilnya akan berpengaruh
5 S (senyum, salam, sapa, terhadap penanganan pasien selanjutnya.
sentuh, dan santun)
14

2.4 Anti korupsi


Tidak akan memanipulasi data
dengan teknik mencatat secara
3

benar hasil dari pengukuran


Mengikuti visite dokter

Mengikuti visite dokter saya akan melakukannya

3.1 Akuntabilitas

dengan cara yang professional dengan teknik cermat

Professional

dengan

teknik dan teliti dalam mencatat order dari dokter, dan akan

cermat dan teliti dalam mencatat bekerjasama

dengan

dokter

dengan

teknik

order dari dokter

menyampaikan kondisi dan perkembangan pasien.

3.2 Nasionalisme

Saya juga akan bersikap ramah dan sopan dengan

Bekerjasama

dengan

menyampaikan

teknik teknik 5 S (senyum, salam, sapa, sentuh, dan santun)

kondisi

dan dalam berkomunikasi dengan pasien mengenai

perkembangan pasien.

penyakitnya. Saya akan bersikap jujur dengan teknik

3.3 Etika publik

tidak menutup-nutupi informasi tentang keadaan

Ramah dan sopan dengan teknik pasien dalam menyampaikan keadaan dan keluhan
5 S (senyum, salam, sapa, pasien.
sentuh, dan santun)
3.4 Anti Korupsi
Jujur

dengan

teknik

menutup-nutupi
4

tidak

informasi

tentang keadaan pasien


Melakukan pemberian obat

Dalam memberikan obat kepada pasien saya akan

4.1 Akuntabilitas

bekerja

Professional

dengan

secara

professional

dengan

teknik

teknik menggunakan prinsip 5 benar dalam pemberian obat

menggunakan prinsip 5 benar (benar orang, benar dosis, benar obat, benar waktu
dalam pemberian obat (benar dan benar cara pemberian), dan dengan tidak
orang, benar dosis, benar obat, membeda-bedakan pasien dengan teknik akan
benar waktu dan benar cara memberikan pelayanan yang sama walaupun dengan
pemberian)

kelas rawatan yang berbeda. Memberikan obat sesuai

4.2 Nasionalisme

dengan aturan pemakaian. Dalam menjelaskan aturan

Tidak membeda-bedakan pasien minum obat pada pasien saya akan berkomunikasi

15

dengan teknik akan memberikan dengan sopan dan ramah dengan teknik 5 S
pelayanan yang sama walaupun (senyum, salam, sapa, sentuh, dan santun). Saya akan
dengan

kelas

rawatan

yang bersikap jujur pada pasien pada saat memberikan

berbeda

obat dengan teknik tidak memungut biaya tambahan

4.3 Etika publik

selain yang ditetapkan Rumah Sakit agar lebih

Sopan dan ramah dengan teknik meningkatkan

kepercayaan

masyarakat

tentang

5 S (senyum, salam, sapa, pelayanan Rumah Sakit.


sentuh, dan santun)
4.4 Anti korupsi
Jujur

dengan

memungut

teknik

biaya

tidak

tambahan

selain yang ditetapkan Rumah


5

Sakit.
Membuat

Laporan

Asuhan Saya akan membuat laporan asuhan keperawatan

Keperawatan

secara professional dengan teknik menggunakan

5.1 Akuntabilitas

tulisan yang jelas dan mudah dibaca. Dalam

Professional

dengan

teknik pembuatan askep ini saya akan bekerjasama dengan

menggunakan tulisan yang jelas teknik meminta saran dan pendapat kepada rekan
dan mudah dibaca

yang lain. Dan akan melengkapi data pasien secara

5.2 Nasionalisme

benar dan sistematis sistematis dengan teknik

Bekerjasama

dengan

teknik membuat askep sesuai dengan kerangka yang ada di

meminta saran dan pendapat Ruangan. Dalam mengisi askep saya akan bersikap
kepada rekan yang lain

jujur dan tidak memanipulasi data pasien dengan

5.3 Komitmen mutu

teknik mencatat pekerjaan yang memang telah

Secara benar dan sistematis dikerjakan, hal ini akan berpengaruh terhadap
dengan teknik membuat askep pemberian terapi selanjutnya kepada pasien.
sesuai dengan kerangka yang
ada di Ruangan
5.4 Anti korupsi
Jujur dan tidak memanipulasi
data dengan teknik mencatat
16

pekerjaan yang memang telah


6

dikerjakan
Menerima

pasien

baru

di Pada

saat

menerima

pasien

baru

saya

akan

ruangan

melakukannya secara professional dengan teknik

6.1 Akuntabilitas

melakukannya sesuai dengan prosedur yang ada di

Professional

dengan

teknik ruangan, dan akan bekerjasama dengan teknik

sesuai

dengan berbagi tugas dengan tim dalam penerimaan pasien

melakukannya

prosedur yang ada di ruangan

baru. Saya juga akan menjelaskan kepada pasien dan

6.2 Nasionalisme

keluarga tentang peraturan yang ada di ruangan, lalu

Bekerjasama

dengan

teknik kemudian saya akan meminta keluarga pasien untuk

berbagi tugas dengan tim dalam mengisi inform concent / persetujuan tindakan yang
penerimaan pasien baru

akan dilakukan diruangan dan saya tidak akan

6.3 Etika publik

memaksa

dengan

teknik

menghargai

apapun

Tidak akan memaksa dengan keputusan pasien dan keluarga jika ada keluarga yang
teknik

menghargai

apapun tidak setuju . Saya akan menjelaskan dengan jujur

keputusan pasien dan keluarga

tentang biaya perawatan sesuai dengan ruang rawatan

6.4 Anti korupsi

dengan teknik tidak akan memungut biaya tambahan

Jujur dengan teknik tidak akan kepada pasien selain dari biaya yang ditetapkan
memungut

biaya

tambahan Rumah Sakit. Hal ini akan semakin meningkatkan

kepada pasien selain dari biaya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang
7

yang ditetapkan Rumah Sakit


diberikan di Rumah Sakit.
Melakukan
penyuluhan Salah satu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan
kesehatan

pasien tentang kesehatannya, maka perlu dilakukan

7.1 Akuntabilitas

penyuluhan kesehatan. Saya akan melakukannya

Professional

dengan

teknik secara professional dengan teknik mempersiapkan

mempersiapkan secara matang secara matang kegiatan penyuluhan. Jika ada pasien
kegiatan penyuluhan

yang mengutarakan pendapat atau bertanya, maka

7.2 Nasionalisme

saya akan menghargai pendapat pasien dengan

Menghargai pendapat dengan teknik akan menerima pendapat pasien dengan


teknik akan menerima pendapat terbuka dan akan menjawabnya secara benar. Saya
pasien dengan terbuka

akan menyampaikan informasi yang benar dan

17

7.3 Etika publik

menggunakan bahasa yang jelas dengan teknik

Bahasa yang jelas dengan teknik menggunakan bahasa yang bisa dimengerti pasien,
menggunakan bahasa yang bisa dan

dalam

menyajikan

materi

saya

akan

dimengerti pasien

menggunakan alat yang kreatif dengan teknik

7.4 Komitmen mutu

membuat leaflet yang bisa menarik perhatian peserta.

Kreatif dengan teknik membuat Dalam memberikan penyuluhan saya akan berlaku
leaflet

yang

bisa

menarik jujur dengan teknik tidak akan meminta biaya

perhatian peserta

tambahan

kepada

pasien

untuk

mengikuti

7.5 Anti korupsi

penyuluhan. Dengan begitu maka pasien dan

Jujur dengan teknik tidak akan keluarga akan merasa puas dengan pelayanan yang
meminta biaya tambahan kepada diberikan di Rumah Sakit.
pasien
8

untuk

mengikuti

penyuluhan
Melakukan pemasangan infus

Untuk memenuhi kebutuhan cairan serta pemberian

7.1 Akuntabilitas

obat

untuk

Tanggung jawab dengan teknik pemasangan

pasien,
infus.

maka
Saya

saya

melakukan

akan

melakukan

melakukan pemasangan infus pemasangan infus dengan penuh tanggung jawab


dengan hati-hati dan teliti

dengan teknik melakukan pemasangan infus dengan

7.2 Nasionalisme

hati-hati dan teliti, dan bekerjasama dengan tim

Bekerjasama
mengajak

dengan

rekan

untuk

teknik dengan teknik mengajak rekan untuk ikut membantu


ikut dalam

pemasangan

infus.

Sebelum melakukan

membantu dalam pemasangan pemasangan infus saya akan memperkenalkan diri


infus

dulu kepada pasien dengan sopan dan ramah

7.3 Etika publik

dengan teknik 5 S (senyum, salam, sapa, sentuh, dan

Sopan dan ramah dengan teknik santun), serta menjelaskan tujuan dari pemasangan
5 S (senyum, salam, sapa, infus tersebut. Saya akan langsung melakukan
sentuh, dan santun)

pemasangan infus dengan efektif dengan teknik tepat

7.4 Komitmen mutu

waktu tidak akan menunda-nunda waktu untuk

Efektif

dengan

teknik

tepat pemasangan infus. Saya akan bersikap jujur dalam

waktu tidak akan menunda- pemberian

terapi

pasien

dengan

teknik

akan

nunda waktu untuk pemasangan menggunakan alat pemasangan infus sesuai prosedur
18

infus

dan sesuai dengan orderan dari dokter. Hal ini saya

7.5 Anti korupsi

lakukan

Jujur

dengan

teknik

agar

tidak

terjadi

kesalahan

akan pemberian terapi pasien.

menggunakan alat pemasangan


infus sesuai prosedur.

19

dalam

BAB III
RENCANA AKSI

A. Jadwal Implementasi
Tabel 3. Jadwal Implementasi
No
Hari/tanggal
Kegiatan
1
09 september 2015 Melapor kepada mentor
2
09 september 30 Melakukan operan dinas

Target
Fisik
Foto

september 2015
09 september 30 Mengikuti visite dokter

september 2015
09 september 30 Mengukur

september 2015
vital
09 september 30 Menerima pasien baru di Foto

september 2015
ruangan
09 september 30 Melakukan

september 2015
obat
09 september 30 Melakukan penyuluhan

september 2015
09 september 30 Melakukan

september 2015
infuse
09 september 30 Membuat
september 2015

Foto

tanda-tanda Foto

pemberian Foto
Foto

pemasangan Foto
asuhan Foto

keperawatan

Tabel 4. Catatan bimbingan dengan coach

20

Nama Peserta
Instansi
Tempat
Aktualisasi
No
Tanggal
22 Agustus
1
2015

: Ruangan Interne RSUD dr. M. Zein Painan


Kegiatan
Melapor kepada

proposal

September

Rancangan

2015

Aktualisasi BAB I,

September
2015

Output

coach
Mengajukan

5
3

: Ns. Rani Permata Sari, S.Kep


: RSUD dr. M. Zein Painan

Telepon/Sms/Email/dll
Tatap Muka

Sms dan Email

II, III, IV
Bimbingan
langsung proposal
Rancangan

Tatap Muka

Aktualisasi

3
4
5

Tabel 5. Catatan bimbingan dengan mentor


Nama Peserta
Instansi
Tempat
Aktualisasi

: Ns. Rani Permata Sari, S.Kep


: RSUD dr. M. Zein Painan
: Ruangan Interne RSUD dr. M. Zein Painan
21

No
1

Tanggal
20 September
2015
4 September
2015

Kegiatan

Output

Paraf
Mentor

Melapor kepada mentor


Mengajukan proposal
Rancangan Aktualisasi

7 September

BAB I, II, III, IV


Bimbingan langsung

2015

rancangan aktualisasi

4
5

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil
Negara sebagai seorang perawat pelaksana di RSUD dr. M. Zein Painan,
dapat disimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara tugas yang akan
22

diaktualisasikan dengan nilai-nilai dasar ASN yang meliputi : akuntabilitas,


nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi. Diharapkan agar
seorang perawat pelaksana dapat terus mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
tersebut secara berkelanjutan untuk dapat menjadi seorang ASN yang
professional.
B. Rencana Antisipasi Kendala
Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS di tempat kerja, kemungkinan akan terdapat kendala-kendala dan tidak
sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Oleh karena itu, untuk
mengantisipasi masalah tersebut maka saya akan berkonsultasi dengan
mentor maupun coach, selain itu dapat juga berkoordinasi dengan senior saya
di tempat kerja untuk mencari solusi dari kendala tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Bahari, Weldi, 2015, Akuntabilitas Pegawai Negeri Sipil, Modul Pelatihan, Badan
Pendidikan dan Pelatihan Sumatera Barat: Padang
Busra, 2015, Komitmen Mutu, Modul Pelatihan, Badan Pendidikan dan Pelatihan
Sumatera Barat: Padang

23

Gusnida, 2015, Nasionalisme, Modul Pelatihan, Badan Pendidikan dan Pelatihan


Sumatera Barat: Padang
Lembaga Administrasi Negara, 2015, Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I/II dan Golongan III, LAN : Jakarta
Mardiah, 2015, Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS),
Modul Pelatihan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumatera Barat:
Padang
Rahman, Hafizur, 2015, Etika Publik, Modul Pelatihan, Badan Pendidikan dan
Pelatihan Sumatera Barat: Padang

24

Anda mungkin juga menyukai