Anda di halaman 1dari 2

kelebihan dan kekurangan kurikulum KTSP

Kelebihan kurikulum 2006 (KTSP)

Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki


kelebihan masing-masing tergantung pada situasi dan kondisi pada saat kurikulum diberlakukan.
Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain :
1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam pendidikan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum damasa lalu
adalah adanya penyeragaman kurikulum diseluruh Indonesia, tidak melihat situasi riil
dilapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Untuk itulah kehadiran KTSP
diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di
Indonesia. Dengan semangat otonomi itu, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara
bersama-sama merumuskan kurikulum sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi lingkungan.
2. Mendorong guru, kepala sekolah dan pihak manajemen untuk semakin meningkatkan
kreatifitasnya dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Dengan berpijak pada panduan KTSP sekolah diberi kebebasan untuk merancang,
mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi
dan potensi keunggulan local yang bisa dimunculkan oleh sekolah.
3. KTSP sangat memungkinkan bagi tiap sekolah untuk mengembangkan mata pelajaran tertentu
bagi kebutuhan siswa.
KTSP menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling membutuhkan
siswanya. Sebagai contoh sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih
menfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan
lainnya.

4. KTSP mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20
persen.
Dengan diberlakukannya KTSP beban belajar siswa berkurang karena KTSP lebih sederhana.
Tetapi tetap memberikan tekanan bagi perkembangan siswa. Alasan diadakannya pengurangan
jam pelajaran ini karena menurut pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah
selama ini terlalu banyak. Sehingga suasana yang tercipta pun terkesan sangat formal. Akibat
yang lebih jauh lagi dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Hal ini dirasakan oleh siswa
SD yang masih anak-anak dan mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk
mengembangkan kepribadiannya secara alami.
5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk
mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhannya.
Kelemahan kurikulum 2006 (KTSP)
Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia disamping memiliki Kelebihan juga memiliki
kelemahan. Kelemahan-kelemahan KTSP antara lain:
a.Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan
pendidikan yang ada.
Pola penerapan KTSP terbentur pada masih minimnya kualitas guru. Sebagian guru belum bisa
diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan
KTSP. Selain itu juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreatifitas
guru.
b.Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari
pelaksanaan KTSP.
Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap merupakan salah satu syarat yang paling
penting bagi pelaksaan KTSP. Sementara kondisi di lapangan menunjukan masih banyak satuan
pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang lainnya.
c.Masih banyaknya guru yang belum memahami KTSP secara komprehensip baik konsepnya,
penyusunannya, maupun praktek pelaksaannya di lapangan. Masih rendahnya kuantitas guru
yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan
sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh.
d.Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran berdampak pada
pendapatan guru.
Sumber:Tugas Makalah Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran di UP