Anda di halaman 1dari 7

Teori

Karakteristik

1. Teori ini menitik beratkan pandangan bahwa sifat


diri, syarat pekerjaan, dan pertimbangan segi-segi
seperti kognitif, nonkognitif itu akan
mempengaruhi pilihan karir seseorang.
2. Individu mempunyai pola kemampuan unik
atau traitsyang dapat diukur secara objektif dan
berkorelasi dengan tuntutan berbagai jenis
pekerjaan.
3. Inti dari teori ini adalah menggabungkan antara
kemampuan bawaan individu dengan faktor-faktor
yang ada di sekeliling individu.
Trait and factor

Ginzberg

Pilihan pekerjaan merupakan proses pengambilan


keputusan yang berlangsung sepanjang hayat, teori ini
mengusulkan individu untuk melakukan penilaian
berulang-ulang. Teori ini arah pilihan karier lebih
menekankan pada perkembangan individu yaitu tiga
tahap fantasi, tentatif dan realistik.
1. Pilihan karier individu dipengaruhi dari keluarga,
dan kehidupan pada masa kecilnya.
2. Keluarga membentuk kepribadian individu dan
kepribadian itulah yang membentuk individu
dalam memilih jabatan.

Anne Roe
1. Individu mengalami perubahan seiring waktu dan
pengalamannya.
2. mengalami kemajuan melalui tahapan
perkembangan vokasional yaitu Crysrallization,
Spesifikasi, Implementasi, Stabilisasi, Konsolidasi.
Donald E. Super

Krumboltz
Holand

Teori ini mengenali empat kategori faktor yang


mempengaruhi pengambilan keputusan karier sesorang
yaitu, faktor-faktor genetik, lingkungan, belajar, dan
ketrampilan menghadapi tugas atau masalah.
1. Jabatan merupakan hasil interaksi antara faktor
keturunan dan pengaruh budaya.

2. Pilihan pekerjaan merupakan usaha untuk


mengungkapkan diri di dalam kehidupan kerja.

B.

Perkembangan Psikis

Teori

Perkembangan Psikis

1. Kecocokan orang dengan pekerjaan, bagi setiap


orang yang paling cocok adalah bekerja di suatu
jenis pekerjaan tertentu.
2. Sekelompok pekerja dalam pekerjaan-pekerjaan
yang berlainan mempunyai ciri psikologis yang
berlainan pula.
3. Menilai tinggi kemampuan manusia untuk berpikir
rasional dan memandang masalah konseli sebagai
problem yang harus dipecahkan dengan
menggunakan kemampuan itu (problem-solving
approach).

Trait and factor


Ginzberg

Ada tiga tahap selama proses pemilihan pekerjaan yaitu


mencakup fantasi, tentatif dan realistik dan setiap
tahapan tersebut individu mengalami perkembangan
psikis.

Fantasi yang mencakup usia kurang dari 11 tahun


dimana individu dalam memilih pekerjaan masih
bersifat sembarangan.

Masa tentatif yang mencakup usia 11 17 tahun,


pertimbangan karier hanya karena minat dan
kesenangan.

Masa realistik yaitu usia sekitar 17 tahun sampai


masa dewasa awal individu sudah bisa berpikir,
menilai dan memutuskan pekerjaan apa yang akan

ia pilih.

1. Pola asuh orang tua saat kecil pada pemilihan


jabatan individu saat beranjak dewasa. Ada tiga
pola asuh 1) terlalu melindungi dan banyak
menuntut, 2) menolak secara emosional dan
mengabaikan kebutuhan fisik anak, 3) menerima
anak (karena ketidakpedulian atau karena
sayang).
2. Pembawaan sikap positif dan negatif individu yang
diturunkan dari orangtua akan mempengaruhi
bagaimana individu tersebut bersikap dan sikap
individu akan mempengaruhi sikapnya terhada
pekerjaan yang ia dapatkan.
Anne Roe
Donald E. Super

Individu memiliki tugas-tugas perkembangan dalam


pekerjaan yaitu

Preferensi pekerjaan (14-18 tahun), individu


mengembangkan sebuah tujuan vokasional yang
mungkin untuk diraih. Pada tahap ini kondisi psikis
individu masih kurang stabil dan masih perlu
banyak informasi tentang pekerjaan yang akan
individu ambil.

Spesifikasi preferensi (18-21 tahun), individu telah


mampu menegaskan tujuan vokasional. Pada
tahap ini kondisi psikis individu telah lebih matang
dari tahap sebelumnya.

Implementasi preferensi (21 25 tahun), individu


telah melakukan pelatihan dan menghasilkan
pekerjaan. Kondisi psikis individu sudah mulai
stabil karena telah dipercaya untuk melakukan
pekerjaan.

Tahap stabilisasi (25-35 tahun), individu telah


bekerja dan menegaskan pilihan karir. Kondisi
psikis individu telah jauh lebih stabil karena telah
mampu mengambil keputusan karir yang sesuai
dengan kemampuannya.

Tahap konsolidasi status dan kemajuan (masa


akhir usia 30-an dan pertengahan usia 40-an),

individu telah mengalami peningkatan dalam karir.


Pada tahap ini kondisi psikis individu dalam
vokasional telah benar-benar matang dan jauh
lebih stabil karena telah konsisten dengan
pekerjaan.

1. Krumboltz menekankan bahwa pengalaman


belajar yang unik dari masing-masing individu
selama hidupnya menyebabkan berkembangnya
pengaruh-pengaruh primer yang mengarahkan
pilihan karirnya.
2. Kesuksesan-kesuksesan dan kegagalan-kegagalan
yang tumbuh dalam hidup individu mempengaruhi
individu dalam memilih serangkaian tindakan
dalam pengalaman-pengalaman pembelajaran
selanjutnya.

Krumboltz

Holand

1. C.

Teori

Kemampuan psikis dalam teori ini berasal dari faktor


hereditas, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk
berubah, karena pada teori ini interaksi pada lingkungan
sekitar sangat ditonjolkan dan dapat mempengaruhi
setiap individu. Kemudian orang cenderung memilih
pekerjaannya sesuai dengan apa yang bisa membuat
mereka nyaman dan apa yang diinginkannya.

Pengaruh Lingkungan

Pengaruh Lingkungan

Teori ini berpendapat bahwa perkembangan kepribadian


manusia tentukan oleh faktor pembawaan maupun
lingkungannya. Pada tiap orang ada sifat-sifat umum dan
sifat khusus terdapat pada seseorang yang merupakan sifat
yang unik. Hal ini terjadi karena pembawaan dan lingkungan
tiap orang tidak sama. Pendirian ini memandang bahwa
kepribadian adalah suatu sistem saling ketergantungan
dengan trait and factor seperti kecakapan, sikap, tempramen
Trait and Factor dan lain-lain.

Ginzberg

Pada teori Ginzberg pengaruh lingkungan cukup berpengaruh


khususnya pada fantasi dimana seorang anak memilih
pekerjaan secara sembarangan dan memilih pekerjaan
berdasarkan apa yang ia lihat dari pekerjaan tersebut.
Contohnya seorang anak berumur lima tahun ingin menjadi
tentara karena kegagahannya. Teori Ginzberg juga
berpendapat bahwa individu terus-menerus mencari
kecocokan optimal antara tujuan karier dan kenyataan dunia
kerja. Ini menunjukkan seseorang dalam menentukan
pekerjaan harus memperhatikan keinginan untuk kariernya
dan tuntutan dari dunia kerja.
1. Berbagai pola asuh yang diterima individu pada masa
anak-anak akan mempengaruhi bagaimana pilihan
karirnya di masa depan. Selain itu, suasana dan iklim
yang ada di keluarga juga memiliki kontribusi besar
terhadap pilhan karir individu. Suasana yang terjadi
tersebut dapat saja berupa hal yang positif, seperti:
kasih sayang, penuh perhatian, dan saling
menghargai. Suasana negatif, misalnya: perlakuan
kasar, kekerasan, acuh tak acuh dan keluarga yang
broken home.
2. Dalam perkembangan jabatan Anne Roe menekankan
dampak dari keseluruhan pengalaman anak kecil
dalam lingkungan keluarga inti. Gaya interaksi orang
tua dan anak, serta pengaruh pola pendidikan
keluarga menjadi kebutuhan perkembangan anak yang
berhubungan dengan kebutuhan pribadi dan gaya
hidup dewasa nanti.

Anne Roe

Super
Krumboltz

Pada teori Donald E. Super lingkungan juga berpengaruh


pada pemilihan karier. Seperti yang telah dipaparkan sepuluh
proposisi-proposisi Super. Pada pola karier orang ditentukan
oleh taraf sosioekonomi orangtua, kemampuan mental, ciri
kepribadian, dan oleh tersedianya kesempatan. Yang
dimaksud dengan pola karier ialah tingkat pekerjaan yang
dicapai dan bagaimana sekuensi (runtutan), frekuensi
(keseringan), dan durasi (lama kelangsungan) pekerjaanpekerjaan yang masih bersifat uji coba dan yang sudah
mantap.
Dasar dari teori pemilihan karir dari Krumboltz ini
memandang bahwa manusia memilih karirnya sebagai hasil
dari pengalaman dan pengaruh yang di miliki dalam
hidupnya. Pengalaman dan pengaruh ini termasuk orang tua,
guru, hobi atau ketertarikkan yang menggerakkan individu
untuk mengenal serta mengeksplorasi pekerjaan yang
diasosiasikan dengan elemen dalam hidupnya. Faktor
lingkungan yang berpengaruh pada pengambilan kerja,
berupa kesempatan kerja, kesempatan pendidikan dan
pelatihan, kebijaksanaan dan prosedur seleksi, imbalan,

Holland

D.

undang-undang, dan peraturan perburuhan, peristiwa alam,


sumber alam, kemajuan teknologi, perubahan dalam
organisasi sosial, sumber keluarga, sistem pendidikan,
lingkungan tetangga dan masyarakat sekitar, pengalaman
belajar.
Holland mengenali adanya stereotip pekerjaan dan
menurutnya orang cenderung memandang pekerjaan sesuai
stereotip itu. Dan interaksi itu menghasilkan pilihan kerja.
Pernyataan tersebut sangat jelas menunjukkan bahwa
lingkungan berpengaruh pada teori pilihan ini. Apabila
seseorang sering berinteraksi dengan pengusaha kelas
kakap, maka secara tidak langsung dia pasti akan
berkeinginan untuk minimal sama hebatnya dengan orang
tersebut.

Wawasan yang Diperoleh Konselor

TEORI

WAWASAN BAGI KONSELOR

Teori Trait and Factor dapat bermanfaat bagi konselor dalam


membantu konseli, selain itu menjadi sebuah pengalaman yang baru
bagi konselor yang masih awam tentang bagaimana cara mengatasi
sebuah permasalahan/kasus pada umumnya dan khususnya mengenai
kasus yang di selesaikan melalui pendekatan trait and factor karena
Trait
teori dengan teori ini konselor dapat memperoleh wawasan
and
seperti Exploration (Eksplorasi),Assurance (Keyakinan), Evaluation (Ev
Factor aluasi). Startle(mengejutkan).
Konselor memperoleh pengetahuan bahwa saat seseorang ingin
menentukan pekerjaan ia melewati tiga tahap yaitu masa fantasi,
tentatif dan realistik dan konselor bisa memberikan bantuan kepada
Ginzbe individu sesuai dengan masa yang mereka lewati sesuai dengan
rg
pemahaman diri inidividu.
Konseling karir membantu anak usia 3 tahun dalam mengembangkan
kesadaran diri, membantu anak usia 12 tahun dalam memahami apa
yang baik dan apa yang dia suka, membantu remaja usia 17 tahun
dalam memilih perguruan tinggi atau pekerjaan, membantu klien
mempertimbangkan kepentingan relatif untuk menjadi orangtua dan
bekerja di sebuah pekerjaan tertentu, membantu orang yang bekerja
melalui isu-isu setengah baya, membantu individu ketika ia
menyiapkan diri untuk pensiun, dan mengenang masa lalu dengan
orang yang lebih tua tentang hidupnya. Konselor dapat membantu
Anne mendidik dengan tepat selagi masih ada kesempatan untuk
Roe
memberikan arahan yang tepat.
Super Pada teori Donal E. Super ini, konselor dapat mengetahui bahwa
individu mengalami perkembangan dari sejak lahir sampai masa tua
atau pensiun. Hal ini peran konselor yaitu memberikan kesadaran akan
perencanaan kedepan pada diri klien, membantu meningkatkan
kemampuan pembuatan keputusan untuk klien sendiri. Dan juga
memberikan gambaran dunia umum dari informasi pekerjaan untuk

klien. Hal ini dapat dilakukan oleh konselor agar klien menjalankan
pemilihan karir sesuai dengan setiap tahap dan tugas-tugas
perkembangan pekerjaannya.
Berdasarkan teori pengambilan keputusan karir behavioral Krumboltz
tersebut, konselor dapat mengetahui bahwa dalam karir terdapat
faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier
Krumb seseorang yang meliputi faktor genetik, kondisi lingkungan, faktor
oltz
belajar, dan keterampilan menghadapi tugas (task-approach skills).
Dalam konseling karir, konselor memberikan informasi dan
pemahaman kepada konseli tentang apa yang diinginkan dan apa
yang menjadi kesenangannya. Itu merupakan kepribadian dari individu
Hollan tersebut dan konselor dapat mengarahkan individu tersebut namun
d
segala keputusan tetap berada konseli

Anda mungkin juga menyukai