Anda di halaman 1dari 1

KAJIAN EVALUASI KINERJA PEMERINTAHAN TERHADAP PENERAPAN KONSEP SMART GOVERNANCE,

STUDY CASE: PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG


Indriany Putri Rahmani
113.12.016
Perencanaan Wilayah dan Kota
Institut Teknologi dan Sains Bandung

Kota Bandung merupakan kota yang penuh dengan daya pikat. Baik dari segi cuaca, alam, hingga
masyarakatnya yang kreatif menjadi daya tarik tersendiri, namun Bandung juga memiliki sederet
permasalahan dari masalah transportasi, sosial, bencana, dsb. Untuk itu diperlukan solusi yang kreatif
dan inovatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu bentuk solusi yang dimaksud
adalah konsep smart city. Smart city adalah sebuah konsep perencanaan kota dengan memanfaatkan
teknologi yang akan membuat hidup lebih mudah dan sehat dengan tingkat efisien dan efektifitas yang
tinggi. Smart city terdiri dari 8 komponen, yaitu smart governance, smart living, smart people, smart
environment, smart mobility, dan smart economy.
Salah satu komponen terpenting dalam implikasi smart city adalah smart governance. Smart governance
lebih ditekankan pada salah satu aktor pembangunan yaitu pemerintah. Peran pemerintah sebagai
kordinator dalam menentukan arah perkembangan kota sehingga perlu diberikan perhatian khusus.
Pemerintah diharapkan memiliki terobosan baru sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan lebih
baik, mudah dan tepat sasaran. Kota Bandung sudah sangat serius mengembangkan smart governance
dengan mewajibkan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Camat dan Lurah di Bandung
untuk memiliki sosial media hal ini diharapkan dapat membangun komunikasi antara masyarakat dengan
pemerintah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja Pemerintahan Kota Bandung terhadap
penerapan konsep smart government. Terdapat empat kriteria yang harus dipenuhi untuk terwujudnya
smart governance, yaitu antipatif, objektif, inovatif dan kompetitif. Langkah yang dibutuhan untuk
mencapai keempat kriteria tersebut adalah dengan menjabarkan masing-masing kriteria menjadi
indikator-indikator yang dapat mengukur tingkat kecerdasan tata kelola suatu kota. Indikator-indikator
tersebut kemudian dievaluasi sesuai dengan kondisi eksisting kinerja pemerintahan Kota Bandung
dengan melakukan survey kuesioner maupun wawancara dengan pihak terkait. Setelah melakukan
pengumpulan data dengan metode kuesioner dan wawancara diharapkan dapat menjawab pertanyaan
penelitian yaitu 1). Apakah Pemerintahan Kota Bandung sudah berhasil menerapkan smart governance?
2). Sejauh mana konsep smart governance berpengaruh terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung. 3).
Apakah kendala penerapan konsep smart governance?
Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintahan Kota Bandung sehingga dapat
bekerja lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai pihak, seperti masyarakat umum, pihak
swasta, dan pemerintah.

Kata Kunci: Smart Governance, Pemerintahan, Indikator.