Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN ULANG RISIKO PASIEN JATUH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG

Nomor Dokumen :

Nomor Revisi :

Halaman :

69/SPO/KKP/RSI-SA/V/2013

1/4

Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur Utama

1 Mei 2013
Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes

Pengertian

Tujuan

Suatu langkah-langkah atau cara yang harus dilakukan oleh perawat dan atau
bidan untuk mengidentifikasi ulang kemungkinan pasien
tersebut
mempunyai risiko atau kemungkinan yang besar atau tidak untuk terjadinya
jatuh sehingga dapat diambil tindakan pencegahan.
Sebagai acuan untuk menentukan langkah-langkah pengkajian ulang risiko
pasien jatuh.

Kebijakan
Prosedur

Kebijakan Nomor : 24/KBJ/KKP/RSI-A/IV/2013 Pengkajian Dan


Pencegahan Risiko Pasien Jatuh
A. Pada Pasien Dewasa
1. Pengkajian Ulang
Perawat ruangan melakukan pengkajian ulang risiko jatuh dengan
menggunakan Formulir Manajemen Risiko Jatuh (FMRJ) dengan
menggunakan skala Morse. Perawat mengkaji ulang setiap 3 hari sekali
(dilakukan pada hari ke-4 terhitung mulai saat pengkajian sebelumnya)
atau sewaktu-waktu apabila:
a. Terjadi perubahan status klinis meliputi perubahan kondisi fisik,
fisiologis, maupun psikologis
b. Pasien pindah ruang/unit
c. Penambahan obat yang bisa menimbulkan pasien berisiko jatuh
d. Pasien mengalami insiden jatuh atau nyaris jatuh saat dirawat.
2. Penilaian Risiko Jatuh
Setelah melakukan pengkajian ulang risiko jatuh perawat menilai
risiko jatuh pasien dengan cara :
a. Memilih tidak berisiko jatuh apabila scoring kurang dari < 25
b. Memilih risiko tinggi jatuh apabila scoring 25, dan memasang
kancing gelang warna kuning (risiko jatuh) dan memberikan
penjelasan kepada pasien dan atau keluarga tentang risiko jatuh
pada pasien.

PENGKAJIAN ULANG RISIKO PASIEN JATUH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Nomor Dokumen :

Nomor Revisi :

Halaman :

69/SPO/QMR/RSI-SA/V/2013

2/4

3. Intervensi
Setelah menentukan risiko jatuh pasien, perawat menentukan tindak
lanjut yang akan dilakukan dengan cara:
a. Apabila tidak berisiko jatuh maka perawat dan atau bidan
melakukan pengkajian ulang resiko jatuh 3 hari kemudian atau bila
kondisi berubah.
b. Apabila risiko tinggi jatuh maka perawat dan atau bidan:
(1) Melakukan pengkajian lengkap.
Contoh : pengkajian lengkap mobilitas pasien yang memiliki
kelemahan ekstremitas kiri
(2) Memilih intervensi risiko tinggi jatuh dan memilih intervensi
khusus.
Contoh : intervensi khusus mobilitas
(3) Kaji kebutuhan alat bantu jalan (contohnya tripod, walker),
berikan bantuan saat pasien berjalan atau berpindah, dst.
(4) Memasang gelang identifikasi risiko jatuh (kancing gelang
warna kuning) sesuai prosedur.
(5) Melakukan pendididkan kesehatan kepada pasien dan atau
keluarga tentang risiko pasien jatuh.
(6) Melaporkan pasien risiko tinggi jatuh setiap pergantian shift
4. Perawat dan atau bidan meminta tanda tangan pasien dan atau keluarga
sebagai bukti sudah menerima dan memahami penjelasan risiko jatuh
dan pencegahannya
5. Perawat dan atau bidan ruangan melakukan intervensi yang sudah
dipilih minimal 3 (tiga) atau lebih bila berisiko tinggi jatuh dalam satu
shift.
B. Pada Pasien Anak-anak
1. Pengkajian Ulang
Perawat ruangan melakukan pengkajian ulang risiko jatuh dengan
menggunakan Formulir Pengkajian Humpty Dumpty (FHD). Perawat
mengkaji ulang setiap 3 hari sekali (dilakukan pada hari ke-4 terhitung
mulai saat pengkajian sebelumnya ) atau sewaktu-waktu apabila:

PENGKAJIAN ULANG RISIKO PASIEN JATUH

RS ISLAM
SULTAN AGUNG
SEMARANG
Prosedur

Unit Terkait

Nomor Dokumen :

Nomor Revisi :

Halaman :

69/SPO/QMR/RSI-SA/V/2013

2/4

a. Terjadi perubahan status klinis meliputi perubahan kondisi fisik,


fisiologis, maupun psikologis
b. Pasien pindah ruang/unit
c. Penambahan obat yang bisa menimbulkan pasien berisiko jatuh
d. Pasien mengalami insiden jatuh atau nyaris jatuh saat
2. Penilaian Risiko Jatuh
Perawat menjumlahkan skor yang didapat dari hasil pengkajian dan
menentukan risiko jatuh pasien dengan melihat hasil penjumlahan:
1) Risiko rendah jatuh apabila skor 7-11
2) Risiko tinggi jatuh apabila skor 12
3. Intervensi
Perawat memilih intervensi pencegahan jatuh sesuai skor risiko jatuh
pasien
1) Apabila skor 7-11, maka memilih Intervensi Risiko Rendah Jatuh
2) Apabila skor 12, maka perawat:
Memilih Intervensi Risiko Tinggi Jatuh dan memasang kancing
gelang warna kuning (risiko jatuh) dan memberikan penjelasan
kepada pasien dan atau keluarga tentang risiko jatuh pada pasien.
a) Melengkapi formulir pemantauan pasien risiko tinggi jatuh
b) Memantau dan melaporkan pasien risiko tinggi jatuh setiap
pergantian shift
4. Perawat dan atau bidan meminta tanda tangan pasien dan atau keluarga
sebagai bukti sudah menerima dan memahami penjelasan risiko jatuh
dan pencegahannya
5. Perawat dan atau bidan ruangan melakukan intervensi yang sudah
dipilih minimal 3 (tiga) atau lebih bila berisiko tinggi jatuh dalam satu
shift.
1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap
3. Unit Khusus
4. Tim pasien safety