Anda di halaman 1dari 6

FORMULA SABUN TRANSPARAN SEBAGAI ANTIBAKTERI

Monografi
1. NaOH (Dirjen POM, 1979).
Nama resmi

: Natrii hydroxydum

Nama lain

: Natrium hidroksida

Berat molekul

: 40,00 g/mol

Rumus molekul

: NaOH

Pemerian

: Bentuk batang, butiran, massa hablur atau keping, kering, rapuh dan
mudah meleleh basah. Sangat alkalis dan korosif. Segera menyerap
CO2

Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan etanol (95%) .

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kandungan

: Mengandung tidak kurang dari 97,5% alkali jumlah dihitung sebagai


NaOH dan tidak lebih dari 2,5% Na2CO3

Khasiat

Kegunaan

Konsentrasi

2. Etanol
Nama Resmi

: Etil Alkohol / etanol

Nama Lain

: Etil alkohol; hidroksietana; alkohol; etil hidrat; alkohol absolut

Berat molekul

: 46,07 g/mol

Rumus Molekul

: C2H5OH

Rumus Bangun

Pemerian

: cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan

merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari


Kegunaan

Konsentrasi

3. Sukrosa
Rumus Molekul

: C11H22O11

Berat Molekul

: 342,30.

Pemerian

: Hablur putih atau tidak berwarna; masa hablur atau berbentuk kubus,
atau serbuk hablur putih; tidak berbau, rasa manis, stabil di udara.
Larutannya netral terhadap lakmus.

Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air medidih;
sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.

Titik Leleh

: 1600oC 1680oC

Kegunaan

Konsentrasi

OTT

: Serbuk sukrosa mungkin saja terkontaminasi dengan logam berat


yang dapat menjadi inkompatibel dengan bahan penolong seperti asam
askorbat. Sukrosa juga mungkin saja terkontaminasi sulfit yang pada
konsentrasi sulfit tinggi menyebabkan perubahan warna saat
penyalutan tablet.

Stabilitas

: Sukrosa mempunyai stabilitas yang bagus pada temperatur ruangan


dan kelembaban sedang, dapat menyerap 1% bau yang dilepaskan
ketika dipanaskan pada suhu 900 C. Membentuk karamel ketika
dipanaskan diatas 1600 C . Bisa disterilkan dengan autoklaf atau
penyaringan. Pada suhu 1100 C 1450 C dapat mengalami inversi
menjadi dekstrosa dan fruktosa. Inversi dipercepat pada suhu diatas
1300 C dan dengan adanya asam.

Penyimpanan

: Wadah tertutup baik.

4. Asam Sitrat (FI III, 1979)


Nama Resmi

: Acidum Citricum

Nama Lain

: Asam Sitrat

Rumus Molekul

: C6H8O. 7H2O

Berat Molekul

: 210,14

Pemerian

: Hablur tak berwarna atau serbuk putih, rasa asam kuat, agak
higroskopis merapuh dalam udara kering dan panas.

Kelarutan

: Larut dalam kurang dari 1 bagian air dan dalam 1,5 bagian etanol
(95%) P, sukar larut dalam eter P.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

Konsentrasi

5. VCO
Nama Lain

: Minyak kelapa, Coconut oil

Nama Tanaman Asal


Keluarga

: Cocos nucifera

: Palmae

Pemerian

: Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas tidak
tengik

Kegunaaan

Konsentrasi

6. Asam Stearat
Fungsi

: Pengemulsi, solubilizing agent

Kelarutan

: Larut dalam 1 : 5 bagian Benzena,1 : 6 bagian CCL 41 : 2 bagian


Kloroform1 : 15 bagian Etanol1 : 3 bagian Eter. Praktis tidak larut air (
untuk zat murni ). Sangat mudah larut dalam Benzen, CCL 4,
Kloroform dan Eter. Larut dalam Etanol, Heksan, PEG, praktis tidak
larut air ( untuk zat dimurnikan ).

Titik lebur

: 66 69 oC

Pemerian

:Padat putih atau kuning pucat kadang agak mengkilat, kristal padat
atau serbuk putih kekuningan, baunya menyengat dan rasanya seperti
talk.

Incompatibilitas

: Inkompatible dengan oksigen

Pemeriaan

: Zat padat keras mengkilap menunjukkan susunan hablur; putih atau


kuning pucat; mirip lemak lilin

Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%)P;
dalam 2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P

Kegunaan

Konsentrasi

7. Gliserin (FI IV hal 413, Handbook of Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 283).
Rumus Molekul

: C3H8O3.

Berat Molekul

: 92,09

Pemerian

: Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna; rasa manis; hanya boleh
berbau khas lemah (tajam atau tidak enak). Higroskopis, netral
terhadap lakmus.

Kelarutan

: Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol; tidak larut dalam
kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak, dan dalam minyak
menguap.

Titik Beku

: -1,60 C.

Kegunaan

Konsentrasi

Bj

: Tidak kurang dari 1,249. 1,2620 g/cm3 pada suhu 250 C.

OTT

: Gliserin bisa meledak jika bercampur dengan oksidator kuat seperti


kromium trioksida, potasium klorat atau potasium permanganat.
Adanya kontaminan besi bisa menggelapkan warna dari campuran
yang terdiri dari fenol, salisilat dan tanin. Gliserin membentuk
kompleks asam borat, asam gliseroborat yang merupakan asam yang
lebih kuat dari asam borat.

Stabilitas

: Gliserin bersifat higroskopis. Dapat terurai dengan pemanasan yang


bisa menghasilkan akrolein yang beracun. Campuran gliserin dengan
air, etanol 95 % dan propilena glikol secara kimiawi stabil. Gliserin
bisa mengkristal jika disimpan pada suhu rendah yang perlu
dihangatkan sampai suhu 200 C untuk mencairkannya.

Penyimpanan

: Wadah tertutup rapat.

8. Aquadest (FI Edisi III Hal 96)


Nama Resmi

: AQUA DESTILLATA

Nama Lain

: Aquadest, air suling

Rumus Molekul

: H2O

Berat Molekul

: 18,02

Pemerian

: Cairan tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa

Kelarutan

: Larut dengan semua jenis larutan

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup kedap

Kegunaan

: Zat pelarut

FORMULASI
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Bahan
Jeruk Bali
VCO
Minyak Zaitun
Asam stearat
Larutan NaOH 30%
Gliserin
Etanol 96%
Sukrosa
Asam sitrat
DEA
Aquadest

Konsentrasi (%)
7,5%
9,6%
8%
6,4%
16%
12%
31%
4%
4,6%
4%
4,4%

Range

1-20%
<30%

< 5%

Kegunaan
Zat aktif
Soap
Soap
emulgator
dapar
Emolien & Humectan
pelarut
Meningkatkan viskositas
dapar
Antiiritan pada kulit
pelarut

Perhitungan Bahan:
Jeruk bali

7,5
100

x 100 = 7,5 gram

VCO

9,6
100

x 100 = 9,6 gram

Minyak zaitun

8
100

x 100 = 8 gram

Asam stearat

6,4
100

x 100 = 6,4 gram

Larutan NaOH 30% =

16
100

x 100 = 16 gram

Gliserin

12
100

x 100 = 12 gram

Etanol 96%

31
100

x 100 = 31 gram

Sukrosa

4
100

x 100 = 4 gram

Asam sitrat

4,6
100

x 100 = 4,6 gram

DEA

4
100

x 100 = 4 gram

Aquadest

4,4
100

x 100 = 4,4 gram

Cara Kerja
1. Semua bahan ditimbang terlebih dahulu.
2. Asam stearat dilebur pada suhu 60C di dalam beaker gelas di atas penangas air sampai
lebur, kemudian tambahkan campuran minyak (VCO dan minyak zaitun) ke dalam beaker
gelas dan diaduk hingga homogen.
3. Larutan NaOH 30% ditambahkan ke dalam beaker gelas jika suhu sudah mencapai 7080C dan diaduk selama 2-4 menit hingga terbentuk sabun, suhu diturunkan sampai 5060C.
4. Kemudian ditambahkan campuran gliserin, cocoamide DEA, sukrosa dan asam sitrat
yang telah terlebih dahulu dilarutkan dalam air panas ditambahkan ke dalam campuran
sambil terus diaduk sekitar 7-10 menit hingga campuran menjadi homogen.
5. Terakhir secara perlahanlahan tambahkan etanol 96% sampai terbentuk larutan bening.

6. Perasan ditambahkan pada campuran basis kemudian diaduk pada suhu 40C hingga
homogen dan dimasukkan ke dalam cetakan sabun transparan.