Anda di halaman 1dari 124

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sejarah Pipa
Pipa (pipe) ditemukan saat manusia
dulu kesulitan membawa air dari sumber air
ke rumah atau pemukiman mereka. Dengan
adanya pipa maka pekerjaan membawa air
menjadi lebih mudah. Pipa pertama terbuat
dari bambu (bamboo).Pada peradaban Mesir
dan Aztec, pipa terbuat dari lempung yang
dibakar. Pipa logam pertama dibuat pada
masa

Yunani

membuatnya

dan
dari

Romawi

timbal

dan

dengan
bronze

(perunggu, Cu-Sn). Pipa besi dibuat setelah


adanya

penemuan serbuk senjata (gun

powder) karena serbuk senjata memerlukan

pipa besi yang lebih kuat untuk dilewati


peluru. Sejak saat itu berbagai produk pipa
dari logam berkembang pesat dan menjadi
produk khusus saat ini.
Sejarah Produksi Pipa
Sejarah manusia memproduksi pipa
dimulai ketika manusia mulai membutuhkan
aliran air dari suatu tempat ketempat lain
tanpa harus mengangkutnya menggunakan
tenaga manusia. Pada kota-kota dijaman
pertengahan digunakan kayu gelondongan
yang dilubangi yang berfungsi memenuhi
ketersediaan air di kota. Penggunaan pipa
besi di Inggris dan Perancis mulai umum di
awal abad ke 19. Aliran pertama pipa besi
(cast-iron) untuk Philadelphia dibangun pada
1817, dan untuk kota New York pada tahun
1832.

Baru

pipa

digunakan

untuk

pengangkutan bahan bakar (minyak & gas)


dimulai di Inggris menggunakan lembaran
besi yang dibentuk menggunakan silinder
kemudian sisi-sisinya di las. Lalu pada tahun
1887 di Amerika dibuatlah pipa pertama
berbahan baja (Betlehem steel) .
Pada pertengahan abad 19 barulah
pipa seamless (tanpa celah / sambungan)
dicoba untuk diproduksi untuk beberapa
kebutuhan. Di Jerman dikembangkan proses
yang dinamakan Mannesmann process pada
tahun 1885 dan mulai digunakan di Inggris
pada tahun 1887. Di Amerika dibangun
pabrik pipa seamless pada tahun 1895.
Memasuki abad ke 20 seamless tube
mulai dibutuhkan di berbagai belahan dunia
menyusul revolusi industri yang melahirkan

teknologi Otomotif, pengolahan minyak,


pengaliran minyak, sumur bor, serta boiler.
Pada waktu itu tube yang menggunakan
welding kurang dapat diandalkan.
Produksi dan konsumsi dunia akan
produk pipa besi dan baja mencakup hampir
14 persen dari penggunaan baja mentah
diseluruh dunia. Dan terus akan berkembang
seiring dengan pertumbuhan industri serta
meningkatnya populasi. Perbedaan tingkat
kebutuhannya tentu saja bergantung pada
tingkat perkembangan kegiatan ekonomi tiap
negara seperti kegiatan eksplorasi minyak,
pembangunan

pembangkit

listrik,

atau

produksi otomotif. Sebagai contoh, pada


negara dengan harga minyak yang rendah,
kegiatan investasi untuk eksplorasi minyak

akan melemah. Konsekuensinya, produksi


pipa untuk kegiatan tersebut akan berkurang.
Material Pipa
Pipa adalah istilah untuk benda
silinder yang berlubang dan digunakan untuk
memindahkan zat hasil pemrosesan seperti
cairan, gas, uap, zat padat yang dicairkan
maupun

serbuk

halus.

Material

yang

digunakan sebagai pipa sangat banyak


diantaranya adalah: beton cor, gelas, timbal,
kuningan

(brass),

tembaga,

plastik,

aluminium, besi tuang, baja karbon, dan baja


paduan. Pemilihan material pipa akan sangat
membingungkan sehingga perlu pemahaman
mendalam untuk apa saluran/sistem pipa itu
dibuat, mengingat setiap material memiliki
keterbatasan

dalam

setiap

aplikasinya.

Material yang paling umum digunakan


adalah pipa baja karbon.
Definisi Sistem Saluran dan Pembuangan
System saluran dan pembuangan
adalah suatu konstruksi yang mengatur
pemasukan atau penyuplaian air bersih guna
kebutuhan

manusia

dan

pengeluaran

pembuangan air
bekas/limbahnya ketempat tertentu.
Serta pembuangan atau pengaliran air hujan,
air rawa, dan sebagainya, hal ini penting
guna menjamin kesehatan manusia.
Seorang pekerja selain mempunyai
pengetahuan

dan

keterampilan

cara

mempergunakan peralatan dengan aman. Ia


harus mengetahui juga bahan-bahan yang
dipergunakan dalam pekerjaan. Suatu hasil

pekerjaan tidak aka nada artinya bila


menggunakan bahan yang salah. Untuk itulah
pengetahuan

tentang

bahan-bahan

yang

dipergunakan pada suatu pekerjaan menjadi


sangat

penting.

bahan-bahan

Pengetahuan

yang

mengenai

dipergunakan

pada

pekerjaan system saluran dan pembuangan


meliputi

jenis

dan

fungsi

pipa,alat

penyambung, peralatan saniter dan bahanbahan untuk pembuatan saluran.


Pengertian dari pekerjaan pipa itu
sebenarnya sangat luas sekali, tapi dalam
garis besarnya dapat dibagi dalam dua
kelompok yaitu :
a. Jaringan pipa dalam
Jaringan
pemasangan

pipa
atau

dalam

adalah

penyambungan

pipa-pipa untuk pemasukkan dan

pipa

pengeluaran

khusus

yang

terdapat di dalam bangunan untuk


segala

keperluan

alat

plambing,

seperti : kamar mandi, wc, tempat


cuci

piring

(sink),

tempat

cuci

tangan, tempat buang air kecil


(urinoir), jaringan pipa gas, jaringan
pipa untuk keperluan rumah, dan
lain-lain.
b. Jaringan pipa luar
Jaringan pipa luar adalah
pemasangan atau penyambungan

pipa-pipa di luar bangunan. Batasan


tanggung

jawab

perawatan

dan

perbaikan kerusakan adalah sebagai


berikut :
-

dari

meteran

ke

dalam

( instalasi dalam rumah )


adalah tanggungjawab yang
punya rumah ( gedung ).
-

dari meteran ke luar adalah


tanggungjawab PDAM atau
pihak penjual jasa.

Jenis dan fungsi pipa


Jenis pipa yang umum digunakan
pada oekerjaan pipa, baik didalam bangunan
maupun diluar bangunan adalah:
Pipa galvanis

Pipa galvanis adalaah pipa besi lunak


yang dilapisi dengan timah, pipa
galvanis diproduksi dengan berbagai
ukuran
dindingnya,

maupun
disesuaikan

ketebalan
dengan

kegunaannya ukuran panjang standar


adalah 6 m.
Pipa besi tuang
Pipa besi tuang dalam pekerjaan
system saluran dan pembuangaan
digunakan untuk instalasi air bersih
dan air kotor, pipa ini diproduksi
dengan 2 15 dengan panjang 36 m.
Pipa tembaga
Pipa tembaga dalam pekerjaan system
saluran dan pembuangan dipakai
untuk instalasi air bersih, terutama
untuk instalasi air panas karena
tembaga merupakan bahan pengantar

panas yang baik, ringan, mudah


disambung, tahan terhadap karat.
Pipa PVC (Polyvinyl Clorida)
Pipa PVC (polyvinyl clorida) dalam
pekerjaan ini dipergunakan untuk
instalasi air bersih maupun air kotor,
pipa PVC dibagi dalam 4 kelas yaitu :
-

Kelas

AW

(VP)

dengan

tekanan kerja 10 kg/cm2.


Kelas A2 dengan tekanan

kerja 8 kg/cm2.
Kelas D (VU)

tekanan kerja 5 kg/cm2.


Kelas C untuk saluran kabel

dengan

listrik.
Panjang standar pipa PVC adalah
4 m dan 6 m per batangg. Pipa PVC
kelas AW (VP) and AZ digunakan
untuk instalasi air bersih, saluran
pembuangan,

irigasi,

pembuangan

dan ventilasi pada gedung, saluran


bahan kimia dan sprinkler. Pipa PVC
kelas A2 dan D (VU) digunakan
untuk

pembuangan

pembuangan

pada

jalan

irigasi
raya,

pembuangan pada bangunan, pipa


PVC

kelas

digunakan

untuk

instalasi listrik dan penerangan.


Alat Sambung
Ukuran panjang standar panjang pipa
per batang umumnya adalah 6m. Pada suatu
instalasi pipa (baik air bersih maupun air
kotor) banyak dijumpai sambungan, belokan,
perubahan ukuran diameter atau hubungan
lainnya. Untuk keperluan tersebut telah
diproduksi bermacam-macam alat sambung
dari berbagai ukuran maupun jenis bahan
yang sesuai dengan bahan pipanya.

Peralatan Saniter
Peralatan saniter adalah suatu alat
untuk

keperluan

manusia

yang

ada

hubungannya dengan kebutuhan air dan


pembuangannya, sehingga manusia dapat
terjamin kesehatannya.
Bahan yang banyak digunakan adalah
keramik, besi, atau baja yang dilapisi email,
berbagai jenis plastic, fiber glass, dan baja
anti karat. Peraltan saniter seperti kloset,
peturasan, bidet

dan bak cuci tangan

umumnya dibuat dari bahan keramik. Bahan


ini sangat popular karena pembuatannya
cukup murah dan ditinjau dari segi sanitasi
sangat baik. Bahan lain yang banyak
digunakan adalah teraso, walaupun untuk
membersihkannya lebih sulit daripada bahan
keramik. Bahan lainnya saat ini mulai banyak

digunakan terutama untuk bak mandi rendam


(bath tube) adalah FRP atau resin polyester
yang diperkuat dengan anyaman serat gelas
yang

tergolong

mewah

menggunakan

marmer kualitas tingi.


Macam-Macam Pipa
Pipa ada beberapa macam, yaitu :
1. Pipa penghantar, adalah pipa yang
mengantarkan air dari sumber air
digunung, sungai atau sumber air
lannya

ke

reservoir/bak/kolam

penampung.
2. Pipa

induk,

adalah

pipa

yang

mengalirkan air dari reservoir pada


jaringan pipa di dalam kota untuk
sampai ke rumah-rumah.

3. Pipa bagi atau distribusi, adalah pipa


yang mengalirkan air ke rumahrumah atau ke konsumen.
Bahan-Bahan Pipa
Untuk pembuatan pipa dibutuhkan bahan
yang bermacam-macam, yaitu :
a. Untuk pipa penghantar dan pipa induk

Pipa besi tuang


Pipa ini sangat cocok digunakan
untuk mengalirkan zat yang bersifat
pelumas seperti minyak.

Pipa baja
Pipa jenis ini biasanya digunakan
untuk
seperti

mengalirkan
minyak.

zat

Pipa

pelumas
jenis

ini

mempunyai kekuatan yang lebih baik


daripada jenis pipa tuang.

Pipa beton

Pipa PVC ( Polyvinil Chloride )

Pipa asbes semen.

b. Untuk pipa pembagi / distribusi


Pipa galvanis

Pipa PVC
Pipa tembaga
Pipa besi tuang
Pipa kuningan
Pipa timah hitam

Dari berbagai jenis bahan pipa diatas,


untuk jaringan pipa pembagi/distribusi yang
paling banyak digunakan adalah pipa PVC
dan galvanis.
Sifat-sifat pipa galvanis :
1. permukaan licin
2. kuat

3. mudah dibentuk
4. tahan karat jika tidak terkelupas
Keuntungan pipa galvanis :
1. tahan pecah
2. tahan lama
3. sambungannya menggunakan ulir
4. permukaannya kuat
Pipa PVC mempunyai banyak kelebihan
daripada pipa galvanis, adapun keuntungan
pipa PVC dibandingkan dengan pipa galvanis
adalah :

Ringan, tahan karat, dan permukaan

dalamnya licinElastisitasnya tinggi


Tidak mudah terbakar
Beratnya 1/5 kali berat pipa galvanis
Dapat dipakai sebagai isolasi yang

baik
Kekuatannya cukup besar
Tahan terhadap zat kimia
Mudah dibentuk

Meskipun pipa PVC banyak kelebihan


dibandingkan dengan pipa galvanis, tetapi
pipa PVC juga mempunyai kekurangan, yaitu
:

Tidak tahan panas


Mudah pecah karena dibuat dari plastic
Pipa yang sudah dibentuk sulit diubah
kembali.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran


air pada lintasan instalasi pipa adalah:
1. Diameter Pipa
Semakin besar ukuran pipa atau
semakin besar diameter pipa maka

semakin banyak air yang dapat


dialirkan.
2. Panjang pipa
Semakin

panjang

pipa

semakin

panjang perjalanan air maka semakin


besar

gesekan

yang

terjadi

di

permukaan dalam pipa oleh air.


3. Keadaan Pipa
Air lunak yang kaya akan O2 dan air
keras

yang

banyak

mengandung

garam akan mempercepat terjadinya


karat pada permukaan dalam pipa, hal
ini dapat menghambat aliran air.
4. Perubahan Arah Aliran
Belokan

yang

tajam

akan

memperlambat laju aliran air, oleh


karena

itu

dalam

merencanakan

jaringan pipa diusahakan seminimal


mungkin merubah arah aliran.
5. Mutu sambungan
Bram / serpih di ujung pipa, mutu
uliran dan lilitan threat type akan
mempengaruhi aliran air.
6. Pemasangan Valves
Dalam

jaringan

direncanakan

pipa

perlu

pemasangan

valves

(kran) untuk menghentikan sementara


aliran air apabila terjadi perbaikann
pipa.
7. Pembesaran Ukuran
Agar pengaliran air akan tetap lancar,
perubahan
Reducing

ukuran
Socket)

(pemakaian
dibuat

bertahap / tidak terlalu drastis.

secara

Ukuran Nominal Pipa


(mm)
6
8
10
15
20

(inchi)
1/8

3/8

(mm)
100
125
150
175
200

(inchi)
4
5
6
7
8

25
32

1
1

225
250

9
10

40
50
65

1
2
2

300
350
400

12
14
16

2 1/3
500
Penyambungan Pipa

20

90

Untuk membuat suatu instalasi pasti


kita membutuhkan banyak pipa, karena
keterbatasan panjang, dan bentuk pipa yang
dijual di pasaran dan diproduksi dari pabrik,
maka dalam pekerjaan suatu instalasi kita tak
terlepas dari penyambungan-penyambungan

pipa. Adapun macam-macam alat sambung


tersebut adalah sebagai berikut :
1. Socket
Digunakan untuk
memperpanjang

pipa

(menyambung pipa lurus)


Diameter pipa yang disambung
sama dengan penyambungan
Memakai ulir dalam
2. Elbow
Digunakan untuk membelokkan
aliran
Menggunakan ulir dalam
3. Bend
Digunakan untuk membelokkan
arah aliran beradius besar
Menggunakan ulir dalam F dan
M
4. Tee Stuck

Digunakan untuk membagi aliran


menjadi dua arah
5. Reducer Elbow
Digunakan untuk memperkecil
aliran yang dibelokkan
6. Reducer Socket
Digunakan untuk memperkecil
aliran
7. Cross
Digunakan untuk membagi aliran
menjadi 3 arah
8. Barrel Union
Digunakan untuk menyambung
pipa permanent ( mati ) yang
terdiri dari 3 bagian
9. Dop ( F )
Digunakan untuk menutup aliran
pada ujung pipa
10. Plug

Digunakan untuk menutup pipa


pada sambungan
11. Stop Kran ( Gate Valve )
Digunakan untuk mengatur aliran
Dipasang sebelum meteran
Dapat menutup / menghentikan
aliran pada saat perbaikan
12. Kran
Digunakan untuk penutupan atau
pengeluaran air
13. Bushis
Digunakan untuk menyambung 2
buah pipa yang berlainan ukuran
diameternya
Mempunyai ulir luar pada sisi luar
dan ulir dalam pada sisi dalam
14. Hexagonal Nipple
Digunakan
mengencangkan

untuk
sambungann

pipa, bentuk sambungan ini segi

enam, ditengah alat ini digunakan


untuk

mengencangkan

sambungan dengan bantuan kunci


pipa.
Macam-macam Penyambungan Pipa :
1. Dengan uliran
2. Dengan lem / perekat khusus
3. Dengan pengelasan
4. Dengan system flens
5. Dengan beel dan spigot ( ring karet )

Cara Menentukan Ukuran Panjang Pipa :


1. Dari pusat fitting ke pusat fitting
termasuk fitting yang ada diantaranya
2. Dari ujung luar fitting ke ujung luar
fitting
3. Dari pusat fitting ke ujung uliran
4. Dari ujung uliran ke ujung uliran

5. Panjang efektif pipa

Panjang Uliran Pipa


pipa (inchi)

Jumlah

ulir

per Panjang ulir (mm)

inchi

1
1
1
2
2
3
4

14
14
11
11
11
11
8
8
8

19
19
22
25
25
25
38
38
41

Sistem penyediaan air bersih


yang banyak digunakan saat ini dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
System Sambungan Langsung

Dalam

system

didistribusikan

ini,

pipa

dalam

gedung

disambung langsung dengan pipa


utama

penyediaan

air

bersih

(misalnya dari PDAM). Selain itu,


system ini terutama dapat diterapkan
untuk perumahan dan gedung-gedung
kecil

dam

disebabkan

rendah.

Hal

tersebut

terbatasnya

tekanan

dalam pipa utama dan dibatasinya


ukuran pipa cabang (pipa dinas) dari
pipa utama tersebut.
System Tangki Atap
System ini, air ditampung lebih
dahulu dalam tangki bawah ( dibuat
pada lantai terendah bangunan atau
bawah

muka

tanah),

kemudian

dipompakan ke suatu tangki yang


terletak

diatas

atap

atau

lantai

tertinggi bangunan. Dari tangki atap

ini,

air

didistribusikan

keseluruh

ruangan/bangunan.
Pada

pembuatan

instalasi

dalam

melakukan

penguliran

pipa,

lapisan

galvanisnya

akan

terbuang,

dan

dalam

penyambungannya dengan alat sambungnya


sering

sebagian

ulir

(yang

bagian

pangkalnya) tidak tertutup, sehingga sangat


rentan terhadap serangan karat. Oleh sebab
itu diperlukan bahan yang dapat memperkuat
sambungan, sekaligus untuk memepermudah
dalam pemasangan dan pembongkaran serta
mencegah terjadinya korosi.

Macam-macam penguat sambungan pipa :


1. Seal

seal

tape

(bahan

campuran karet dan plastic)


2. Tali rami

3. Tali rapia
4. Plastic
Pada setiap penyambungan, pipa selalu
diberi seal tape pada ulirannya kemudian
dilabur atau dilapisi dengan menie besi, hal
ini dimaksudkan untuk :
1. Mencegah kebocoran
2. Mencegah karat
3. Memudahkan pembongkaran,
Cara pemasangan seal tape yaitu
dengan melilitkannya searah jarum jam pada
uliran, sebanyak 2-4 lapis sampai semua
uliran tertutup.
Langkah kerja penguliran adalah sebagai
berikut :
1. Tentukan panjang ulir
2. Tiruskan ujung pipa
3. Stel T dies / mata ulir / snef yang
cocok

4. Jepit pipa dengan kuat atau kaku


5. Lakukan penguliran secara bertahap
sambil diberi atau ditetesi oli sampai
batas uliran.
Dalamnya Penanaman Pipa
Pipa air minum (pipa baja maupun
PVC)

ditanam

kedalaman

yang

dalam

tanah

dengan

harus

sesuai

dengan

ketentuan yang ditetapkan oleh instansi yang


berwenang, misalnya PAM. Kalau ketentuan
yang mengatur tersebut belum ada, dapat
diikuti pedoman sebagai berikut :
a. 40 cm atau lebih untuk daerah dimana
tidak ada lalu lintas kendaraan.
b. 60 cm atau lebih untuk daerah dibawah
jalan lalu lintas kendaraan ringan.

c. 90 cm atau lebih untuk daerah dibawah


jalan dengan lalu lintas kendaraan umum
atau kendaraan berat.
d. 20 cm atau lebih dibawah pondasi jalan
yang diaspal.

Kerusakan dan Perbaikan Instalasi


Kerusakan / kebocoran pipa dapat
disebabkan oleh :
1. Kerusakan pada pipa / dari pabriknya
2. Kerusakan

pada

alat-alat

sambungnya
3. Penguliran yang terlampau dalam
atau terlalu tipis

4. Pemasangan

klem

yang

tak

sebanding ( jarak pasang terlalu


jauh )
5. Pengkaratan
6. Pipa tidak kuat menerima tekanan air
yang terlalu besar

Perbaikan instalasi, dapat dibagi


menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Perbaikan Sementara
Perbaikan

sementara

dengan

menggunakan klem dan baut serta


dilapis karet penahan, hal ini bisa
dilakukan untuk semua jenis pipa.
2. Perbaikan Tetap / Permanent
a. Untuk pipa besi,
Langkah kerjanya :

Setelah ditemukan lokasi


yang rusak, matikan aliran

airnya.
Gali tanah disekitar lokasi

pipa yang bocor


Ukur pipa yang

dibuang
Buang / potong pipa yang
rusak

dan

akan

bersihkan

bramnya
Ulir kedua ujung pipa
Sambung pipa dengan
menggunakan barrel union
atau yang lain.

b.

Untuk pipa PVC,


Langkah kerjanya :
Setelah

ditemukan

tempat

yang bocor, matikan aliran air


dan gali tanah disekitar lokasi

Ukur, lalu potong / buang pipa


yang rusak
Bersihkan bekas potongan
Olesi kedua permukaan pipa
yang akan disambung dengan
lem khusus
Sambung pipa dengan alat
sambung yang sesuai.
Didalam
dikenal

penggambaran

simbol-simbol

dalam

rencana
instalasi,

adapun simbol-simbol itu adalah sebagai


berikut :
a. Instalasi Air Kotor

( warna hitam )
b.

Instalasi

( warna biru )

Air

Bersih

c.

Instalasi

Air

Panas

( warna merah )
Memotong Pipa
Memotong pipa ada 3 cara :
1. Dengan menggunakan gergaji besi
Keuntungan penggunaannya :

Bisa dibawa kemana-mana


Dapat digunakan pada tempat yang
sempit

Kerugian penggunaannya :

2.

Pengerjaannya

yang cukup lama


Hasilnya tidak begitu baik

memerlukan waktu

Dengan menggunakan Pipa Cutter


Keuntungan penggunaannya :

Pekerjaan lebih cepat selesai


Hasilnya baik dan rata

Kerugian penggunaannya :

Memerlukan tempat yang cukup luas


Bila terlalu dalam menekan cutternya, diameter pipa akan mengecil.

3.

Gabungan keduanya.
Pekerjaan yang Berhubungan dengan
Kerja Pipa
Ilmu-ilmu ( pekerjaan-pekerjaan ) yang
berhubungan dan mendukung kerja pipa
antara lain :
1. Kerja Plat
Kerja plat biasanya dibutuhkan untuk
pembuatan klem pipa yang dan
pembuatan klem penggantung pipa
serta

pekerjaan

lainnya

berhubungan dengan plat.


2. Kerja las

yang

Pekerjaan ini berhubungan dengan


penyambungan pada pipa besi dan
untuk penyambungan pipa dengan
sistem flens.
3. Kerja intalasi pipa
Kerja ini biasanya adalah untuk
pekerjaan yang berhubungan dengan
proses

pemasangan

pipa

atau

pekerjaan perangkaian pipa.


4. Kerja Drainase
Kerja Drainase dalam pekerjaan
instalasi pipa yaitu pada waktu
pemasangan pipa yang diletakan
didalam tanah agar terhindar dari
keadaan luar yang akan mengganggu
kekuatan pipa itu sendiri.
5. Kerja Sanitasi

Kerja sanitasi merupakan pekerjaan


pemasangan alat-alat sanitasi seperti
bak air, Wastafel, Meja cuci, Bak
mandi serta alat penerima lainnya
yang digunakan untuk menerima air
bersih atau air kotor yang selanjutnya
dibuang ke tempat pembuangan.
Alat-alat tersebut dari bahan keramik
yang bahannya mudah didapat.
Memasang Alat Saniter
Setiap bangunan dihuni oleh manusia,
baik itu rumah tinggal, pertokoan, kantorkantor, sekolah-sekolah ataupun bangunan
industri dan perbengkelan, selalu dilengkapi
dengan

peralatan

plumbing

Sanitary

Fixtures ).
Alat saniter adalah suatu alat untuk
keperluan manusia yang ada hubungannya

dengan kebutuhan air dan pembuangannya,


sehingga

manusia

dapat

terjamin

disebut

peralatan

kesehatannya.
Adapun

yang

plumbing / saniter, yaitu :


1. Tempat cuci tangan ( lavatory )
2. Tempat cuci piring ( sink )
3. Bak mandi
4. Tempat buang air kecil ( urinoir )
5. Tempat buang air besar ( WC )

Adapun bahan yang digunakan untuk


peralatan

saniter

harus

memenuhi

persyaratan sebagai berikut :


1. Tidak menyerap air
2. Tidak berkarat dan tidak mudah aus

3. Relatif mudah dibuat


4. Mudah dipasang

Macam-Macam Alat Saniter :


a. Wastafel ( Bak cuci tangan )
Wastafel biasanya dipasang didalam
kamar mandi, ruang makan atau kamar
tidur

dan

ruang

lain

yang

membutuhkannya. Wastafel mempunyai


bentuk seperti bak air dengan kran dan
alat penahan bau ( leher angsa ). Tinggi
pemasangan wastafel yaitu 80 cm.
b. Sink ( Bak Cuci Piring )
Yaitu digunakan untuk mencuci
barang pecah belah. Biasanya
ditempatkan diruang dapur dan
ketinggian meja cuci hendaknya antara
70 90 cm. Sedangkan untuk mulut

dapat dipasang alat penahan bau yang


berfungsi sebagai alat saringan.
c. Kloset
Kloset dipakai untuk tempat
pembuangan air besar dengan air bilasan.
Air yang dipakai tidak mengandung zat
kimia yang dapat mematikan bakteribakteri kecil yang hidup dalam bak yang
dapat menghancurkan safety tank. Kloset
biasanya ada 2 macam yaitu :

Kloset Jongkok
Kloset

ini

sederhana

bentuk
yang

yang

mudah

paling
didapat

dipasaran juga dapat dibuat sendiri


dari pasangan batu bata dan diplester.
Jenis kloset ini sering digunakan
karena mudah dan praktis.

Kloset Duduk
Dibuat dari bahan kwarsa pasir dan
gips model yang dilengkapi dengan
tangki air pengontrol untuk menyiram
kotoran kloset. Konstruksi penahan
bau dibuat sempurna hingga kotoran
tidak dapat keluar sedikitpun.

d. Bak mandi ( Bath tub )


Bentuknya dirancang seperti bentuk
tempat

tidur,agar

penggunaannya

bisa

dalam
digunakan

sebagai tempat berendam yang dibuat


dengan bentuk senyaman mugkin.
e. Tempat buang air kecil ( urinoir )
Kelompok Alat Saniter

Karena

alat-alat

saniter

banyak

macamnya dan tidak sama kegunaannya,


Serta mengingat air kotor yang didapatkan
dari alat saniter itu tidak sama, maka dapat
dikelompokan menjadi :
a. Alat saniter badan ( ablutionary
fixtures )
Contohnya :
-

Bak mandi rendam

Bak mandi siram

Bak cuci tangan

Shower

b. Alat saniter cucian ( waste water


fixtures )
Contohnya :
-

Bak cuci pakaian

Mesin cuci pakaian

Bak tempat minum

c. Alat saniter lemak (Greasy water


fixtures)
Contohnya :
-

Tempat cuci piring

Mesin cuci piring

d. Alat saniter Kotoran (soil fixtures)


Contohnya :
-

Kloset

Bidet

Peturasan (urinoir )

Alat

pembersih

kotoran

dirumah sakit.

Kemiringan Pipa
Salah satu yang mendukung atau
mempengaruhi pekerjaan plumbing adalah
kemiringan pipa. Kemiringan pipa adalah
penting agar air yang mengalir lancar tanpa

ada gangguan pada aliran maupun pada pipa


itu sendiri. Artinya kalau kemiringannya
terlalu sedikit bisa mengakibatkan aliran air
kurang

lancar.

kemiringan

Atau

sebaliknya

kalau

besar

dapat

terlalu

mengakibatkan desakan air yang besar pula


sehingga

perlu

kemampuan

pipa

diperhatikan
dalam

batas

hubungannya

dengan tekanan air, yaitu ;


-

Kemiringan pipa tanah

:4
-

Kemiringan pipa PVC

: 60
-

Kemiringan pipa besi lebih


curam

Perubahan arah dari aliran tidak bisa


ditiadakan seluruhnya, karena air yang
dialirkan bukan hanya sumber satu grup
sanitasi,

juga

mengingat

situasi

pada

lapangan dimana pipa akan dipasang. Namun


demikian usahakan sebisa mungkin untuk
diperkecil jumlah perubahan aliran. Semakin
banyak perubahan aliran berakibat akan
memperlambat kecepatan aliran dan juga
semakin banyak alat-alat penyambung yang
dibutuhkan.
Perubahan aliran dibuat sedemikian
rupa

sehingga

jangan

sampai

terjadi

pengurangan kecepatan yang besar. Dapat


disimpulkan

banyaknya

satu

perubahan

aliran akan membutuhkan perawatan yang


besar pula yaitu biaya pembersihan kalau ada
terjadi penyumbatan dan juga menambah
biaya pembuatan.
Jaringan Pipa
Jaringan pipa menurut pemakaiannya
ada 3 macam, Yaitu :

1.

Jaringan pipa induk,


Jaringan

pipa

digunakan

yang
untuk

mengalirkan air langsung


dari sumber air.
2.

Jaringan pipa cabang/


distribusi,
Pipa

yang

digunakan

untuk mengalirkan air dari


pipa

induk

ke

pipa

Plumbing.
3.

Jaringan pipa plumbing,


Jaringan

pipa

digunakan

yang
saat

mengalirkan aliran air dari


pipa

cabang ke rumah-

rumah atau bangunan.

Elektrolisasi

adalah

suatu

proses

gesekan tak langsung antara bahan mentah


dengan arus listrik. Pada pipa air minum
proses ini akan merusak pipa.
Dalam hal ini untuk menghindari
sebaiknya dibungkus dengan bahan fiber glass
atau aspal.
Untuk keperluan instalansi jenis-jenis pipa PVC
dan pipa GALVANIS, yaitu :

Ringan
Berat

: Untuk instalasi listrik


: Untuk instalasi air yang

mempunyai tekanan besar baik


tekanan air atau tekanan gas
dan minyak bumi.

Sedang

: Untuk instalasi air yang

tidak mempunyai tekanan yang


besar.

Cara Pengukuran Posisi Sambungan Pipa


Pengukuran dan pengaturan posisi pipa
sebelum pengelasan pada sambungan pipa
diperlukan peralatan ukur:
1) Penyiku (square)
2) Water pass (spirit level)
3) Penggaris (rule)
Bila posisi dan jarak/gap sesuai yang
direncanakan maka pengelasan dapat dilakukan.
Berikut ini beberapa cara pengukuran sambungan
pipa:

Gambar Pemipaan
Gambar pemipaan dilakukan sebagai bahasa
komunikasi

tentang instalasi pemipaan yang seragam dan


mudah dimengerti

Gambar Proyeksi Sistem Pemipaan

Simbol Pemipaan

BAB III
PENGENALAN ALAT
Pada praktek plumbing ini ada
beberapa macam alat yang biasanya dipakai,
baik alat untuk memotong, mengukur,
mengulir, membersihkan dan alat bantu
untuk memudahkan pekerjaan pipa. Alat-alat
tersebut antara lain :
Alat Pemberi Tanda
1. Penggores baja

Terbuat dari baja yang keras dengan


ujung yang lancip, Berguna untuk
menggores

sebagai

penandaan

pengukuran pada pipa.


Alat Sambung
Untuk membuat suatu instalasi pasti
kita membutuhkan banyak pipa, karena
keterbatasan panjang, dan bentuk pipa yang
dijual di pasaran dan diproduksi dari pabrik,
maka dalam pekerjaan suatu instalasi kita tak
terlepas dari penyambungan-penyambungan
pipa. Adapun macam-macam alat sambung
tersebut adalah sebagai berikut :
1.

Socket

Digunakan untuk memperpanjang

pipa (menyambung pipa lurus)


Diameter pipa yang disambung sama

dengan penyambungan
Memakai ulir dalam

2. Elbow Galvanis

3.

Digunakan untuk membelokkan aliran


Menggunakan ulir dalam
Elbow PVC

4.

Digunakan untuk membelokkan aliran


Bend

Digunakan untuk membelokkan arah

aliran beradius besar


Menggunakan ulir dalam F dan M

5.

Tee Stuck

Digunakan untuk membagi aliran


menjadi dua arah

6. Reducer Elbow

Digunakan untuk memperkecil aliran


yang dibelokkan tanpa mengurangi
kecepatan

7. Reducer Socket

Digunakan untuk memperkecil aliran

8. Cross

Digunakan untuk membagi aliran


menjadi 3 arah

9. Barrel Union

Digunakan untuk menyambung pipa


permanent ( mati ) yang terdiri dari 3
bagian

10.

Dop ( F )

Digunakan untuk menutup aliran pada


ujung pipa

11. Plug

Digunakan untuk menutup pipa pada


sambungan

12.

Stop Kran ( Gate Valve )

Digunakan untuk mengatur aliran

yang masuk dalam gedung


Dipasang sebelum meteran
Dapat menutup / menghentikan aliran
pada saat perbaikan

13.

Kran

Digunakan untuk penutupan atau


pengeluaran air pada tempat tertentu

14. Bushis

Digunakan untuk menyambung 2


buah pipa yang berlainan ukuran

diameternya
Mempunyai ulir luar pada sisi luar
dan ulir dalam pada sisi dalam

15.

Hexakonal Nipple

Digunakan

untuk

mengencangkan

sambungann pipa, bentuk sambungan


ini segi enam, ditengah alat ini
digunakan

untuk

mengencangkan

sambungan dengan bantuan kunci


pipa.
15. Meteran Kran

Digunakan untuk melihat banyaknya


debit air yang dipakai.

Alat Ukur
1.

Siku-siku

Terbuat dari baja atau stainless,


Mempunyai

ukuran

dan

berguna

untuk memeriksa kesikuan dari alat


kerja atau benda-benda kerja.

2. Roll meter

Digunakan untuk mengukur besaran


panjang, lebar dan tinggi.

Alat Pemotong
1.

Gergaji Besi

Mata gergaji terbuat dari baja keras,


Ada yang mempunyai satu sisi dan
ada yang mempunyai dua sisi.

2.

Pipa cutter ( pipa galvanis )

Digunakan untuk memotong pipa


tegak lurus terhadap sumbu panjang
pipa.

3.

Boring Reamer

Berbentuk seperti bor tangan yang


berguana untuk membersihkan bran

pada bagian dalam pipa dengan cara


memasukkan reamer kedalam pipa
kemudian diputar.
Alat Ulir
1. Snay ( alat untuk mengulir )
Alat ini terbuat dari baja yang berbentuk
sedemikian rupa sehingga dapat dipakai
untuk membuat ulir. Alat ini terdiri tangkai
dan mata ulir. Alat ulir ini terbagi menjadi
dua jenis yaitu :
a. Alat ulir manual

b. Mesin ulir

ALAT PENJEPIT
1.

Three Stand

Alat ini terbuat dari besi campur baja


yang dibuat sedemikian rupa dan
diberi ragum agar dapat menjepit pipa
selama

pekerjaan

berlangsung,

Kakinya terbuat dari pipa besi yang

kuat untuk menopang bagian atasnya


bila pipa terlalu panjang, Maka alat
ini disertai alat untuk penyanggaan
yang dapat dinaikkan dan diturunkan.

2.

Ragum Pipa

Alat ini berguna untuk menjepit benda


kerja, Terbuat dari baja, Selain itu
berguna menjepit benda kerja, Terbuat

juga dari alat lainnya yang perlu


diketahui yaitu kunci pipa.

Adapun kunci tersebut :


a. Adjustable Pipe Wrench
b. Straight Pipe Wrench
c. Suay Pipe Wrench
d. Stilson
e. Chain Pipe Wrench
f. Monkey Wrench
2. Ragum Meja

Digunakan untuk menjepit pipa atau


benda kerja.

Alat Penunjang
1.

Sikat kawat

Berguna untuk membersihkan bram


setelah diulir dan membersihkam
benda kerja.

2.

Kunci

Digunakan sebagai alat bantu dalam


pelaksanaan pekerjaan pipa.

3.

Seal Tape

Digunakan

untuk

kebocoran,

mencegah

mencegah
karat,

memudahkan

pemasangan

dan

pembongkaran instalasi pipa.


4.

Cangkul

Sebagai

alat

penunjang

yang

digunakan untuk penggali tanah.


5.

Sendok Spesi

Alat penunjang yang digunakan


untuk pemasangan mortar dalam
pembuatan pondasi saniter.

6.

Ruskam

Alat penunjang yang di gunakan


untuk meratakan dan memadatkan
mortar pada plesteran.

7.

Waterpass

Alat penunjang yang digunakan untuk


mengukur ketegakan, kedataran dan
kemiringan 45 .

8.

Gerobak Dorong

Alat

penunjang

yang

digunakan

sebagai alat pengangkut bahan atau


material dalam jumlah besar.
9.

Ember

Alat

penunjang

yang

digunakan

sebagai alat pengangkut mortar.


10. Linggis

Digunakan untuk menggali tanah.

11. Pahat Beton

Digunakan untuk memahat/melobangi


dinding beton.

12. Palu pemotong bata

Digunakan untuk memotong batu


bata.

13. Mata Bor

Digunakan untuk mengebor dinding


beton.

14. Alat Bor

Digunakan untuk mengebor beton.

BAB IV
URAIAN KERJA PRAKTEK

JOB

:1

JUDUL
: Latihan Memotong dan
Mengulir Pipa Galvanis

A. TUJUAN :
1. Mahasiswa

akan

dapat

memotong pipa galvanis dengan


menggunakan alat potong pipa (
cutter pipe ) dan gergaji besi,
serta dapat membersihkan bekas
potongan dengan menggunakan
borring reamer dengan baik dan
benar.
2. Mahasiswa dapat mengulir pipa
galvanis dengan menggunakan
bermacam-macam

alat

sehingga

disambung

dengan

dapat

menggunakan

ulir,
fitting

( alat sambung ) sesuai standar


yang ada dengan baik dan benar.
B.

INSTRUKSI
UMUM :
1. Pelajari lembaran ini dengan
cermat dan teliti
2. Ikuti petunjuk yang ada pada
lembar ini
3. Bertanyalah apabila masih ada
keraguan
4. Catatlah apabila ada pengertian
yang

sangat

penting

dalam

lembaran ini
KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan
pekerjaan

perhatian
dan

pada

bersihkan

lingkungan pekerjaan dari halhal

yang

pekerjaan.

mengganggu

2. Bekerjalah

sesuai

dengan

petunjuk instruktur. Hindarkan


jari anda dari serpihan ( bram )
dan

penguliran

pipa

dan

taburkanlah serbuk gergaji pada


percikan oli di lantai tempat
anda bekerja.
3. Pakailah alat keselamatan kerja
bila diperlukan.
C. PERALATAN :
1. Ragum pipa
2. Mistar Baja
3. Penggores
4. Pemotong pipa (cutter pipe ) untuk
pipa galvanis
5. Borring Reamer
6. Kikir
7. Alat ulir yang dapat distel (snay )
8. Snay tetap

9. Threading

Machine

mesin

pengulir ).
10. Gergaji besi
E. BAHAN :
1. Pipa galvanis ukuran dengan
ukuran panjang 32 cm
2. Pipa galvanis ukuran dengan
ukuran panjang 32 cm
3. Pipa galvanis ukuran 1 dengan
ukuran panjang 32 cm
4. Pipa galvanis ukuran 1 dengan
ukuran panjang 32 cm
F. LANGKAH KERJA :
1. Mintalah peralatan dan bahan yang
diperlukan.
2. Jepitlah pipa pada ragum pipa.
3. Ukurlah panjang pipa sesuai dengan
kebutuhan.

4. Potonglah salah satu sisi pipa dengan


menggunakan gergaji besi sampai
batas yang telah ditentukan dan sisi
yang lain menggunakan cutter pipe.
5. Pasang cutter pipe pada tanda yang
akan dipotang.
6. Putarlah cutter pipe kebalikan arah
jarum jam.
7. Putar

tangkai

cutter

pipe

agar

pemakaian mata cutter menjada lebih


dalam, Pada waktu memutar tangkai
cutter harus sedikit demi sedikit
(maks 15 derajat ) sampai pipa
tersebut terpotong.
8. Bersihkan ujung-ujung pipa bagian
dalam dengan borring reamer.
9. Ukur dan tandailah panjang ulir yang
akan dibuat untuk masing-masing
pipa sesuai dengan panjang ulir untuk

masing-masing diameter pipa seperti


pada gambar kerja.
a. Panjang ulir untuk pipa galvanis
ukuran dengan ukuran panjang
uliran 12,5 mm dan 15 mm.
b. Panjang ulir untuk pipa galvanis
ukuran dengan ukuran panjang
uliran 15 mm dan 25 mm.
c. Panjang ulir untuk pipa galvanis
ukuran 1 dengan ukuran panjang
uliran adalah 25 mm dan 35 mm.
d. Panjang ulir untuk pipa galvanis
ukuran 1 dengan ukuran
panjang uliran adalah 30 mm dan
40 mm
10. Uliran pipa tersebut sesuai dengan
ukuran yang telah kita tentukan,
Untuk pipa galvanis ukuran , pipa
galvanis ukuran , pipa galvanis 1

dan pipa galvanis ukuran 1

menggunakan alat ulir manual.


11. Periksa pipa yang sudah diulir dengan
menggunakan socket penyambung
yang sesuai. Penguliran berhasil jika
ujung pipa yang sudah diulir dapat
masuk kedalam socket penyambung
atau alat sambung lainnya.

JOB

: 2

JUDUL
: Membuat atau Memasang
Instalasi Pipa Pendek

A. TUJUAN :
1. Agar mahasiswa dapat merencanakan
dan membuat instalasi pipa air bersih
yang pendek dan sederhana dengan
menggunakan alat dan bahan yang
dibutuhkan untuk keperluan instalasi
dengan baik dan benar.
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui
kebutuhan dan ukuran bahan yang
dibutuhkan

untuk

pemasangan

instalasi pipa dengan baik dan benar.


B. INSTRUKSI UMUM :
1. Pelajarilah

lembaran

ini

dengan

cermat dan teliti


2. Ikuti petunjuk yang ada pada lembar
ini
3. Bertanyalah
keraguan

apabila

masih

ada

4. Catatlah apabila ada pengertian yang


sangat penting dalam lembaran ini.
C. KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan perhatian pada pekerjaan
dan bersihkan lingkungan dari hal-hal
yang mengganggu pekerjaan.
2. Bekerjalah sesuai petunjuk instruktur.
3. Hinda rkan jari anda dari serpihan
( bram ) pemotong dan penguliran
pipa dan taburkanlah serbuk gergaji
pada percikan oli di lantai tempat
anda bekerja.
4. Pakailah alat keselamatan kerja bila
diperlukan.
D. PERALATAN :
1. Ragum pipa
2. Mistar baja
3. Penggores
4. Cutter Pipe

5. Boring Reamer
6. Kikir
7. Snay
8. Kunci pipa

E.BAHAN :
1. Pipa galvanis ukuran diameter
, , dan 1
2. Elbow
3. Reducing
4. Tee stuck
5. Barrel union
6. Kran
7. Sealtape
F. LANGKAH KERJA :

1. Mintalah peralatan dan bahan yang


diperlukan.
2. Pelajari gambar kerja dan buatlah
daftar kebutuhan bahan :
DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN
No.

Jenis Fitting

(Diameter)

1.

Bushis

2.

Bushis

3.

Elbow

4.

Elbow

5.

Elbow

6.

Barrel union

7.

Kran

8.

Socket

9.

Tee

10.

Tee

Jum

11.

Reducing

3. Ukur dan potonglah pipa


sesuai dengan kebutuhan.

4. Bersihkan bekas pemotongan


bagian dalam dari ujung pipa dengan
borring
reamer / kikir bundar.
5. Bersihkan bagian yang akan
diulir dengan kikir halus.
6. Tentukan panjang ulir sesuai
dengan diameter pipa dan alat
sambung yang akan digunakan.
7. Ulirkan pipa tersebut sesuai
dengan ukuran yang telah
ditentukan.
8. Bersihkan ulir tersebut dari
serpihan bekas penguliran.

9. Lilitkan seal tape pada setiap ulir


yang akan dipasang alat
sambung.
10. Rangkailah pipa tersebut dengan
memasang alat sambung sesuai
dengan bentuk, fungsi dan
penempatannya masing-masing
sesuai dengan gambar kerja yang
ada.
11. Kuncilah setiap sambungan
dengan baik dan benar agar tidak
terjadi kebocoran.
12. Tes kebocoran dengan
memasukkan air pada instalasi
yang sudah dirangkai tersebut
dengan menggunakan test
pump.Bersihkan hasil pekerjaan
dan serahkan pada instruktur

JOB

:3

JUDUL
: MEMBUAT INSTALASI
SALURAN RUMAH TINGGAL

A.

TUJUAN :
1. Mahasiswa

dapat

merencanakan

saluran air bersih yang berfungsi


menyalurkan atau mendistriusikan air
ke masing masing kran, seperti pada
bak air, wastafel, dan lain lain.
2. Mahasiswa dapat memasang Pipa
piapa dan alat sambunnya sama
seperti perencanaan.
3. Saluran yang telah dipasang setelah di
lalui air/ digunakan berjalan sesuai
fungsinya

serta

tidak

kebocoran.

B.

INSTRUKSI UMUM :

mengalami

1. Pelajari system perletakan tata ruang


pada rumah yang ingin dipasang
saluran tersebut.
2. Usahakan saluran tidak dipasang
dibawah lantai rumah. Karena bila
saluran pipa atauu pada fitting bocor
maka

tidak

merembes

kedalam

akhir

pendistribusian

rumah.
3. Pada

air

gunakan pipa inchi agar tekanan


menjadi lebih besar.
4. Pelajari pengaturan tentang sistem
sanitasi untuk rumah tangga (bila
objek berupa rumah)
C.

KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan perhatian kepada pekerjaan.
2. Perhatikan
Usahakan

lingkungan
barang

yang

sekitar.
tidak

diperlukan

dijauhkan

dari

lokasi

kerja.
3. Gunakan

seragam

kerja

lengkap

seperti baju bengkel, sepatu safety,


sarung tangan jika perlu.
D

E.

PERALATAN :

Ragum pipa

Mistar baja

Penggores

Cutter Pipe

Boring Reamer

Kikir

Snay

Kunci pipa

Pemompa Air

Meteran

BAHAN :

1. Berbagai

sambungan

Pipa

Galavanis
2. Kran
3. Meteran
4. Selotape
5. Pipa Galvanis

F.

Pipa Galvanis inchi

Pipa Galvanis inchi

LANGKAH KERJA
1. Buatlah

gambar

rencana

pemasangan saluran.
2. Buatlah daftar daftar bahan
yang akan digunakan dan hitung
volumenya.
3. Potong pipa sesuai perencanaan.
4. Set atau pasang pipa saluran
sesuai dengan perencanaan.

5. Tepatkan ukuran sesuai dengan


ketentuan

yang

sesuaikan

dengan

ada

atau

pengguna

rumah.
6. Tes dengan mengunakan pompa,
Bila ada yang bocor perbaiki
hingga tidak bocor.
Tips : Gunakan Selotape pada setiap
uliran. 1 selotape dapat digunakan untuk
10 15 uliran

Gambar saluran air bersih

JOB

:4

JUDUL

: MEMASANG ALAT-ALAT

SANITER

A. TUJUAN
1. Menjelaskan cara

memasang bak

cuci tangan dan kloset duduk dengan


baik dan benar.
2. Memasang bak cuci tangan yang
dipasang

pada

dinding

tembok

dengan sempurna.
3. Dapat memasang kloset duduk dan
kloset jongkok dengan baik dan
benar.
4. Dapat memasang tempat cuci piring
dan tempat cuci tangan dengan baik
dan benar.
5. Menjelaskan cara mengatasi kesulitan
yang timbul dalam pemasangan bak
cuci tangan, bak cuci piring, kloset
jongkok, dan kloset duduk.
B. KESELAMATAN KERJA

1. Pakailah selalu pakaian kerja selama


bekerja.
2. Hati-hati waktu mengangkat dan
memasang alat saniter.
3. Pusatkan perhatian pada pekerjaan
dan bersihkan lingkungan pekerjaan
dari hal-hal yang dapat mengganggu
pekerjaan.
4. Sebelum bekerja periksalah semua
peralatan dan pastikan kondisinya
dalam keadaan baik dan aman.
5. Bekerjalah sesuai petunjuk instruktur.
6. Pakailah alat keselamatan kerja bila
diperlukan.
C. PERALATAN :
1.

Rol meter

2.

Gergaji besi

3.

Pensil

4.

Boring reamer

5. Pemotong pipa
6. Penggores
7. Waterpass
8. Pengulir pipa
9. Palu besi
11.

10. Kunci pipa


Ragum pipa

12.

Obeng strip

13.

Bor beton
14. Pahat besi
15. Spesi
16. Cangkul
17. Hand bor
18. Ruskam
D.BAHAN :
1. Macam-macam alat sambung
sesuai kebutuhan
2. Fisher

3. Pipa Galvanis dan PVC, sesuai


kebutuhan
4. Seal tape
5. Wastafel
6. Bath tube
7. Kloset duduk
8. Pasir
9. Semen
10. Air
11. Batu bata
MEMASANG

BAK

CUCI

TANGAN

( WASTAFEL )
LANGKAH KERJA :
1. Persiapkan
bahan

semua

yang

peralatan

diperlukan

dan
untuk

pekerjaan ini.
2. Pelajari gambar kerja dengan teliti.
3. Ikuti langkah kerja berikut ini.

4. Angkat dan rapatkan bak cuci tangan


pada dinding tembok ( makan ), dan
bak

cuci

tangan

tersebut

akan

dipasang dan aturlah tingginya sesuai


dengan ukuran yang terdapat pada
lembaran kerja.
5. Tandai dengan pensil pada dinding
tembok, baik tinggi maupun as dari
bak cuci tangan tersebut.
6. Ukur dan beri tanda dengan penitik,
tempat kedudukan besi penggantung
atau lobang fisher pada dinding
tembok.
7. Pasang fisher pada dinding tembok
yang telah diberi tanda tadi dengan
memakai bor tembok.
8. Gantungkan bak cuci tangan pada
dinding tembok dengan menggunakan
baut skrup dan pasang ring penahan.

9. Periksa kedudukan bak cuci tangan


dengan

menggunakan

waterpass,

aturlah sehingga datar dan rapat pada


dinding tembok.
10. Pasang socket pada bagian bawah
kran air yang dipasang pada bak cuci
tangan.
11. Ukurlah jarak dari socket sampai
pada elbow yang akan dipasang pada
pipa pemasukkan.
12. Potong pipa galvanis diameter
sepanjang jarak dari socket sampai
elbow,

dikurangi

panjang

barrel

union.
13. Potong pipa tersebut menjadi dua
sama

panjang,

kemudian

ulirlah

masing-masing kedua ujung pipa


tersebut.

14. Sambungkan kedua pipa tersebut,


masing-masing

pada

socket

dan

elbow, dan bagian ujung yang lainnya


pada barrel union.
15. Kencangkan barrel union dengan
kunci pipa, sehingga kedua pipa
tersebut tersambung dengan baik.
16. Sambungkan trap botol / pipa anti bau
dari

bak

cuci

tangan

ke

pipa

pembuang ( pipa outlet ).


17. Cobalah

periksa

kerapatan

sambungannya dengan mengalirkan


air.
18. Periksakan pada pembimbing apabila
pekerjaan telah selesai.

JOB

:5

JUDUL

MEMBUAT

ALAT

SAMBUNGAN PIPA PVC


A. TUJUAN :
1. Mahasiswa diharapkan akan dapat
membuat alat sambung ( fitting ) pipa
Polyvinil Chloride ( PVC ) dengan
menggunakan alat dan bahan seperti
yang tertera pada lembaran kerja
dengan baik dan benar.

2. Mahasiswa

diharapkan

dapat

membuat mal atau cetakan cowakan


sesuai ukuran dengan baik dan benar.

B. INSTRUKSI UMUM :
1. Pelajarilah lembaran

ini

cermat dan teliti.


2. Ikuti petunjuk yang
lembaran ini.
3. Bertanyalah apabila

dengan

ada

pada

masih

ada

keraguan.
4. Catatlah apabila ada pengertian yang
sangat penting dalam lembaran ini.
C. KESELAMATAN KERJA :
1. Pusatkan perhatian pada pekerjaan
dan bersihkan lingkungan pekerjaan
dari

hal-hal

yang

mengganggu

pekerjaan.
2. Bekerjalah sesuai petunjuk instruktur.

3. Hati-hati mengambil oli yang panas


dan jangan tertumpah pada tungku
pemanas.
4. Pakailah alat keselamatan kerja bila
diperlukan.
D. PERALATAN :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Meteran
Cutter pipe khusus pipa PVC
Kikir halus
Mistar baja
Landasan besi bulat
Oli
Tungku
pemanas
dan

kelengkapannya
8. Penggores
9. Kuali dan centong
10. Ragum pipa
E. BAHAN :
1. Pipa PVC ukuran diameter ,
, 1 dan 1
2. Oli

F. LANGKAH KERJA PEMBUATAN


FITTING :
1. Mintalah peralatan dan bahan yang
diperlukan.
2. Ukur dan potonglah pipa sesuai
dengan gambar kerja.
3. Tandailah bagian pipa yang akan
dibengkokkan.
4. Panaskan oli sampai mendidih.
5. Celupkan bagian ujung-ujung pipa
yang sudah ditandai tadi ke dalam oli
panas satu persatu, kemudian ambil
pipa lain yang memiliki diameter
yang sama dan tekan pipa yang
disiram oli panas tadi pada pipa itu,
sambil diputar-putar agar pelebaran
kepala sambungan merata.
6. Bersihkan

hasil

pekerjaan

serahkan pada instruktur.

dan

BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
1. Mengetahui macam-macam sambungan
pipa yang digunakan dalam pekerjaan
plumbing serta mampu membuat instalasi
pipa aliran air dengan baik dengan
menggunakan alat-alat sesuai dengan
fungsinya.
2. Mengetahui
dimana

bagaimana

kemampuan

dan

sampai

kita

dalam

merancang suatu denah rumah tinggal


yang akan dibuat instalasinya dan juga
hal-hal yang mempengaruhi kita dalam
mengerjakan instalasi tersebut.

3. Mengetahui bagaimana pemasangan alatalat saniter berupa wastafel, kloset duduk,


kloset jongkok, tempat cuci piring, bath
tub dengan teknik pemasangan yang
benar, tepat dan rapi serta memberikan
kenyaman bagi pemakai.
4. Sistem

pemipaan

digunakan

mentransportasikan

untuk
dan

mendistribusikan fluida (segala jenis


cairan) dari suatu tempat ke tempat lain
agar dapat diproses, di simpan maupun
langsung digunakan.
5. Pipa dapat berkarat, dapat menyalurkan
tekanan, tahan terhadap tekanan tinggi,
kuat dan fleksibel tergantung dari jenisjenis pipanya sesuai yang sudah dibahas
pada bab sebelumnya.
6. Pada
proses
pemotongan

pipa

menggunakan mesin potong, pipa harus


di "Boring Reamer dahulu sebelum di

ulir, sehingga gaya yang tercipta akibat


pemotongan

oleh

mesin

tidak

menghasilkan udara atau kebocoran pada


sela-sela sambungan.

Saran
1. Sebaiknya alat-alat yang dipergunakan
haruslah dalam keadaan yang baik dan
utuh serta sesuai fungsinya.
2. Seluruh kegiatan supaya dilaksanakan
tanpa membuang waktu dan selalu tepat
waktu.
3. Diharapkan

kepada

mahasiswa

agar

dalam pekerjaan plumbing ini diperlukan


ketelitian

dan

ketekunan

menghasilkan pekerjaan yang baik.


4. Utamakan keselamatan kerja.

agar

5. Jagalah keutuhan alat yang kita gunakan


dan kembalikan alat yang telah kita
gunakan.
6. Pipa dapat memuai pada saat penguliran,
sehingga pada saat proses penguliran
sebaiknya diiringi dengan penyiraman
air, agar hasil ulirannya baik.
7. Saat penguliran berlangsung diperlukan
adanya kerjasama yang baik antar
pengulir dengan yg menyiramkan air
pada saat mengulir agar waktu lebih
efisien.
8. Pada proses penguliran sebaiknya K3
tetap dilaksanakan agar tidak terjadi halhal yang tidak di inginkan.