Anda di halaman 1dari 6

Proses Pretreatment

Pada dasarnya proses ini merupakan proses yang dilakukan sebelum


dilakukannya proses extraksi pada pengolahan, dimana proses ini bertujuan
untuk mengoptimalkan pada proses pengolahan atau pemisahan mineral atau
bijih, denga cara menghilangkan beberapa sifat-sifat dari material tersebut,
misalnya sifat oksida, sulifida, dan klorida, bahkan pada proese ini dapat
mengurangi kandungan air pada material tersebut. jadi pada saat proses
ekstraksi nanti akan optimal dikarenakan beberapa zat penggangu dari material
tersebut telah dihilangkan ataupun dikurangi. Di bawah ini merupakan beberapa
proses dari pretreatment :

1.

Drying (Pengeringan)
Yaitu proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang

berasal dari konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation).


Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu antara lain:
a.

Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan


di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).

b.

Shaft drier, ada dua macam, yaitu :


1. tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam saluran
silindris vertikal yang dialiri udara panas (80o 100o).
2. rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam silinder panjang
yang diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara panas yang
berlawanan arah.
Secara umum, alat rotary dryer terdiri dari sebuah silinder yang berputar

di atas sebuah bearing dengan kemiringan yang kecil menurut sumbu horisontal,
rotor, gudang piring, perangkat transmisi, perangkat pendukung, cincin meterai,
dan suku cadang lainnya.. Panjang silinder biasanya bervariasi dari 4 sampai
lebih dari 10 kali diameternya (bervariasi dari 0,3 sampai 3 m). Feed padatan
dimasukkan dari salah satu ujung silinder dan karena rotasi, pengaruh ketinggian
dan slope kemiringan, produk keluar dari salah satu ujungnya (Jumari, A dan
Purwanto A., 2005). Pengering putar ini dipanaskan dengan kontak langsung gas

dengan zat padat atau dengan gas panas yang mengalir melalui mantel luar,
atau dengan uap yang kondensasi di dalam seperangkat tabung longitudinal
yang dipasangkan pada permukaan dalam selongsong.

Gambar 1
Alat rotary dryer

2.

Calcination (kalsinasi)
Proses Kalsinasi yang paling umum adalah diaplikasikan untuk

dekomposisi kalsium karbonat (batu kapur, CaCO 3) menjadi kalsium oksida


(kapur bakar, CaO) dan gas karbon dioksida atau CO2. Produk dari kalsinasi
biasanya disebut sebagai kalsin, yaitu mineral yang telah mengalami proses
pemanasan. Proses Kalsinasi dilakukan dalam sebuah tungku atau reaktor yang
disebut dengan kiln atau calciners dengan berragam desain, seperti tungku
poros, rotary kiln, tungku perapian ganda, dan reaktor fluidized bed. Normalnya
proses kalsinasi dilakukan di bawah temperatur leleh (melting point) dari bahan
produk. Untuk batu kapur, proses kalsinasi umumnya dilakukan pada temperatur
antara 900 1000 celcius.
Contoh Aplikasi dari Proses Kalsinasi Antaranya adalah
1. Dekomposisi mineral karbonat seperti pada kalsinasi calcium karbonat
(limestone) menjadi calsium oksida dan gas carbon dioksida.
2. Dekompisisi mineral hidrat seperti pada kalsinasi bauxsite yang bertujuan
untuk membuang air Kristal
3. Dekomposisi zat mudah menguap yang terkandung pada petroleum coke.

Gambar 2
Proses Kalsinasi

Gambar 3
Contoh Alat Kalsinasi (shatf furnace)

3. Roasting

Adalah pemanasan dengan kelebihan udara dimana udara dihembuskan


pada bijih yang dipanaskan disertai penambahan regen kimia dan pemanasan ini
tidak mencapai titik leleh (didih).
Kegunaan Roasting adalah :
-Mengeluarkan sulfur, Arsen, Antimon dari persenyawaannya
- Merubah mineral sulfida menjadi oksida dan sulfur
- Membentuk material menjadi porous
- Menguapkan impurity yang foltair.
Dapur yang digunakan pada proses roasting, yaitu :
- Hazard Vloer Oven
- Suspensi roasting oven
- Fluiized bed roasting
Jenis-jenis roasting, yaitu :
a. Oksida Roasting Biasanya dilakukan terhadap mineral-mineral sulfida
pada temperatur tinggi (direduksi langsung). Pada temperatur rendah :
- sulfida logam dapat direduksi dengan Carbon membentuk CS dan CS2.
- Tidak dapat direduksi langsung karena sulfida logam-logam lebih stabil
b. Reduksi Roasting Adalah suatu proses pemanggangan dimana suatu
oksida mengalami proses reduksi oleh suatu reduktor gas yang
dimaksudkan untuk menurunkan derajat oksidasi suatu logam. Peristiwa
reduksi ini tidak dapat tercapai untuk suatu oksida yang sangat stabil.
c. Chlor Roasting Dalam proses ini, bijih/konsentrat dipanggang bersama
senyawa klorida (CaCl2,NaCl) atau dengan gas Cl2. Tujuan chlor roasting
adalah : -Menghasilkan senyawa klorida logam dalam air (di ekstraksi)
Menghasilkan senyawa klorida logam-logam yang mudah menguap agar
dapat dipisahkan dari mineral-mineral pengganggu (Metalurgi Halida).
d. Fluor Roasting Pemanggangan ini menggunakan reagent F2.
e. Yodium Roasting Pemanggangan ini menggunakan reagent I2.

Gambar 4
Contoh Alat Roasting

4. Aglomeration
Tujuan :
Mengubah ukuran butiran bijih/ konsentrat mjd gumpalan yg relatif besar agar
tdk menyumbat lubang2 pd tanur yg digunakan utk lewat gas2.
Jenis :
1. Pembriketan (briqueting)
cetak-tekan dgn bhn perekat ( kapur, semen, lempung, minyak residu,
tar), maupun tanpa perekat, dilakukan pd temperatur kamar/ pemanasan.
Pemakaian terbatas, biaya mahal.
2. Nodulasi (nodulizing)
seperti pd pembuatan klinker semen dgn cara pemanasan di dlm tanur
putar, shg terbtk gumpalan2.
3. Sinterisasi (sintering)
banyak digunakan utk preparasi peleburan pd tanur tiup (blast furnace).
Dilakukan dgn mesin khusus DLSM (dwight- lloyd sintering machine)
Proses :
-bijih besi dicampur 5% kokas dan 5-10% air serta kapur sbg bhn imbuh
panaskan pd DLSM. Kokas akan terbakar temperatur naik 1200-1300 C
-aglomerasi tjd krn silikat dlm bijih meleleh / tjd pertumbuhan kristal dan
rekristalisasi.
Utk bijih2/ kosentrat sulfida ( PbS) dilakukan roast sintering.

Gambar 5
Contoh Alat aglomerasi