Anda di halaman 1dari 19

PETA RAWAN BENCANA LONGSORAN

DAERAH KLAMPIS,PROVINSI JAWA


TIMUR.

KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.
5.
6.

ATIKA ARIFIANI 072.11.017


HANS HABEL 072.11.050
KHAIRATUL WIZA 072.11.069
M.YUSWIANTO R 072.11.076
PANDE PUTU SEPTIANANDA.E 072.11.090
RIZKA FEBRIA 072.11.099

PENDAHULUAN
Daerah penelitian terletak di Kabupaten Bangkalan
dengan koordinat (112o50 - 112o55 BT dan 6o55 7o55LS).
Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Klampis
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Geger
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Burneh
dan Bangkalan
Sebelah Barat berbatasan dengan Laut jawa

LOKASI DAERAH

TABEL UNIT SATUAN KESESUAIAN LAHAN PETA LITOLOGI


N
O

SATUAN

NILAI

1.

Lunak

2.

Kurang
Resisten

3.

KETERANGAN

Resisten

Luas penyebaran satuan ini adalah 9 %


dari keselurahan luas peta. Daerah ini
memiliki
litologi
batuan
berupa
endapan alluvial yang berumur kuarter
dengan
yaitu
berupa
kerikil,kerakal,pasir,lempung
dan
setempat pecahan cangkang fosil.
Luas penyebaran satuan ini adalah 63
% dari keseluruhan luas peta. Daerah
ini memiliki litologi yang kurang
resisten karena merupakan napal
pasiran
bersisipan
dengan
batugamping,batupasir
kuarsa
bersisipan dengan batugamping, dan
batulempung gampingan.
Luas penyebaran satuan ini adalah
28% dari keseluruhan luas peta.
Daerah ini memiliki litologi yang
resisten karena merupakan

PENILAIAN
BOBOT NILAI X BOBOT

0,3

0,3

0,3

0.2

0.3

0.6

TABEL UNIT SATUAN KESESUAIAN LAHAN PETA KELERENGAN


NO

SATUAN

KETERANGAN

PENILAIAN
NILAI

BOBOT

NILAI X BOBOT

1.

Dataran

Luas penyebaran zona ini 76 % dari


keselurahan luas peta. Daerah ini
memiliki kelerengan yang cenderung
datar yaitu 0-2%. Ini bisa terlihat dari
bentukan
kontur
yang
sangat
renggang dan didominasi oleh batuan
napal pasiran dan batugamping yang
sudah tererosi.

0,5

0,25

0,125

2.

Bukit
Bergelomba Luas penyebaran zona 24 % dari
ng
keseluruhan luas peta. Daerah ini
memiliki kelerengan yang cenderung
bergelombang yaitu 2-22%. Hal ini
terlihat dari bentukan kontur yang
lebih rapat dan didominasi oleh
batugamping.

0,8

0,25

0,2

TABEL PETA SATUAN KESESUAIAN LAHAN PETA TUTUPAN LAHAN


PENILAIAN
NO

KETERANGAN

Pemukiman
1

Sawah dan
ladang
2

Hutan
3

INFORMASI

NILAI

BOBOT

NILAI *
BOBOT

0.15

0.65

0.0975

Unit SKL ini menempati 24% daerah


penelitian. Daerah ini digolongkan
sawah dan ladang berdasarkan
berdasarkan informasi Google Earth.

0.15

1.5

0.225

Unit SKL ini menempati 73% daerah


penelitian. Daerah ini digolongkan
rawa
berdasarkan
berdasarkan
informasi Google Earth.

0.15

1.2

Unit SKL ini menempati 3% daerah


penelitian. Daerah ini digolongkan
pemukiman berdasarkan informasi
Google Earth.

0.18

TABEL UNIT SATUAN KESESUAIAN LAHAN PETA


KEBASAHAN LAHAN
NO

SATUAN

KETERANGAN
NILAI

1.

Kering

2.

Lembab

3.

Basah

Luas penyebaran zona ini 3 % dari


keselurahan luas peta. Curah hujan pada
daerah ini adalah 1500 mm/tahun. Selain
itu, lahan pada daerah ini termasuk kering
karena sudah ditutupi oleh pemukiman
warga.
Luas penyebaran zona 12 % dari
keseluruhan luas peta. Curah hujan pada
daerah ini adalah 1500 mm/tahun. Lahan
pada daerah ini adalah termasuk golongan
lembab, karena litologi dari daerah ini
adalah napal pasiran dan batugamping
yang sudah tererosi dan sudah banyak
ditutupi oleh sawah, ladang dan hutan.
Luas penyebaran zona 12 % dari
keseluruhan luas peta. Curah hujan pada
daerah ini adalah 1500 mm/tahun. Lahan
pada daerah ini adalah termasuk golongan
basah, karena litologi dari daerah ini
adalah batu gamping yang sudah banyak
ditutupi menjadi sawah, ladang ataupun

PENILAIAN
BOBOT
NILAI X
BOBOT
0.2
0

0.2

0.2

0.4

0.5

0.2

TABEL PETA SATUAN KESESUAIAN LAHAN PETA RELIEF RELATIF


PENILAIAN
NO

SATUAN

KETERANGAN

NILAI

BOBOT

NILAI x
BOBOT

Daerah dengan kontur <100


memiliki luas 80% dan wilayah
cukup landai, ketinggian berkisar
0-90m, memiliki kerapatan kontur
yang renggang dan nilai relief
(perbedaan tinggi rendah) yang
tidak mencolok.

0.3

0.1

0.3

Daerah dengan kontur 100-300


memiliki luas 20% dan wilayah
agak tinggi dengan ketinggian
antara 100-300m, memiliki kontur
yang agak rapat.

0.6

0.1

0.6

Tabel skema pengkelasan faktor kerawanan terhadap longsoran


pada metode anbalagan (1992)

Tabel skema pengkelasan nilai jumlah estimasi


bahaya longsoran pada metode ambalagan (1992)

TABEL PETA SATUAN KESESUAIAN LAHAN KAWASAN KERAWANAN LONGSORAN


N UNIT SKL
O
1.

2.

KETERANGAN
Sangat Rendah (FEBL=
1,4)

PENILAIAN

Daerah penelitian memiliki luas 3% dari kavling


penelitian dan memiliki nilai faktor evaluasi
bahaya longsoran sebesar 1.4. Nilai ini diperoleh
dari penjumlahan faktor kemiringan lereng 0.6,
faktor litologi 1.1, faktor relief relatif 1.1, faktor
kebasahan lahan 0.9, dan faktor tutupan lahan
1.2. Dapat disimpulkan dari Klasifikasi
Anbalagan (1992) satuan ini termasuk dalam
zona kerawanan longsoran sangat rendah (<3).
Sangat Rendah (FEBL= Daerah penelitian memiliki luas 89% dari kavling
1,9)
penelitian dan memiliki nilai faktor evaluasi
bahaya longsoran sebesar 1.9. Nilai ini diperoleh
dari penjumlahan faktor kemiringan lereng 1.2,
faktor litologi 1.5, faktor relief relatif 1.7, faktor
kebasahan lahan 1.5, dan faktor tutupan lahan
1.7. Dapat disimpulkan dari Klasifikasi
Anbalagan (1992) satuan ini termasuk dalam
zona kerawanan longsoran sangat rendah (<3).
Sangat Rendah (FEBL= Daerah penelitian memiliki luas 7% dari kavling
2.1)
penelitian dan memiliki nilai faktor evaluasi
bahaya longsoran sebesar 2.1. Nilai ini diperoleh
dari penjumlahan faktor kemiringan lereng 2.3,
faktor litologi 1.8, faktor relief relatif 1.9, faktor

TERIMA KASIH