Anda di halaman 1dari 5

Ruang IGD Non Bedah

RSUP. DR. Wahidin Sudirohusodo

RESUME KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


Tn. S DI RUANG IGD NON BEDAH RSWS

Fuad Amiruddin
C121 10 271

CI LAHAN

CI INSTITUSI

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN

Nama Pasien/No.RM

: Tn. Stefanus / 201003

Ruang Rawat

: IGD Non Bedah

Tanggal

:27 September 2015

Prioritas
Breathing :
- Dyspnea
- R : 30x/m
- Penggunaan
otot bantu
pernapasan
Exposure :
- Nyeri dada
tembus ke
belakang
menjalar ke
leher
- P: penyempitan
pembuluh
darah
- Q: tertusuktusuk
- R: dada
- S: 3
- T: >20 menit

Diagnose
Keperawatan
Pola Nafas tidak efektif

27 September 2015

Nyeri dada

27 September 2015

Tanggal Ditemukan

Tanggal Teratasi

RENCANA KEPERAWATAN

Nama Pasien/No.RM

: Tn. Stefanus / 201003

Ruang Rawat

: IGD Non Bedah

Tanggal

:27 September 2015

NO.

Diagnosa Keperawatan
Pola Nafas tidak efektif

Nyeri dada

Kriteria Objektif
Menunjukkan
jalan nafas yang
paten
(klien
tidak
merasa
tercekik, irama
nafas, frekuensi
pernafasan
dalam rentang
normal,
tidak
ada suara nafas
abnormal)
Tanda
Tanda
vital
dalam
rentang normal
(tekanan darah,
nadi,
pernafasan)
- Pasien
melaporkan
nyeri berkurang
- Menyatakan
rasa nyaman
setelah nyeri
berkurang
-

Intervensi Keperawatan
Posisikan
pasien
untuk
memaksimalkan ventilasi
Berikan terapi O2
Auskultasi suara nafas, catat
adanya suara tambahan
Monitor respirasi dan status
O2
Pertahankan jalan nafas yang
paten
Observasi adanya tanda tanda
hipoventilasi
Monitor vital sign
Informasikan pada pasien dan
keluarga
tentang
tehnik
relaksasi untuk memperbaiki
pola nafas.
Monitor pola nafas
- Kaji tingkat nyeri secara
komprehensif
- Kaji reaksi verbal dan
nonverbal
dari
ketidaknyamanan
- Pemberian posisi nyaman
untuk mengurangi nyeri
- Ajarkan tentang teknik non
farmakologi: napas dala,
relaksasi,
distraksi,
kompres hangat/ dingin
- Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
- Observasi tanda-tanda vital

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN & EVALUASI

Nama Pasien/No.RM

: Tn. Stefanus / 201003

Ruang Rawat

: IGD Non Bedah

Tanggal

:27 September 2015

Diagnosa Kep.
Pola Nafas tidak
efektif

Jam
01.45

01.45

01.45

01.50

Implementasi
Mengukur tanda
tanda vital
Hasil : TD : 130/80,
N : 80x/m,R ;
30x/m, S ; 36.80C
- Mengevaluasi
frekuensi
pernapasan dan
penggunaan otot
bantu pernapasan.
Hasil : Frekuensi
napas 28x/m,
menggunakan otot
bantu pernapasan
- Memberikan terapi
O2
Hasil : terpasang
Nasal kanul dengan
3 liter/menit
- Meninggikan kepala
tempat tidur,
letakkan pada posisi
duduk tinggi atau
semi fowler.
Hasil : Pasien
diposisikan dengan
posisi duduk tegak
atau semi fowler
-

Jam

Evaluasi (SOAP)
S : Pasien masih mengeluh
sedikit sulit bernapas
O : pasien masih terlihat
sesak, tidak menggukan
otot bantu pernapasan,
terpasang O2 nasal kanul 3
lpm P : 26x/m
A : Pola nafas tidak efektif
P : melanjutkan intervensi
- Lanjutkan
pemberian O2
- observasi fungsi
pernafasan, catat
frekuensi
pernafasan,dispnea
atau perubahan
tanda-tanda vital.

Nyeri

01.50

02.00
02.00
-

02.30
-

04.15

Mengkaji
karakterisrik nyeri
Hasil : P :
penyempitan
pembuluh darah Q :
tertusuk-tusuk R :
Dada tembus
kebelakang S : 3 T :
>20 menit
Pengambilan sampel
darah
Pemeriksaan EKG
Hasil : ST elevasi di
II, III, aVf, V7, V8
Pasang Infus NaCl
0,9%
Hasil : Terpasang
infus NaCl 0,9%
(20tpm)
Pasang Monitor dan
Saturasi
Hasil : SpO2 : 78%
Mengkaji kulit
terhadap pucat dan
sianosis
Hasil : Tampak
pasien pucat dan
konjungtiva anemis
Memberikan terapi
pemberian obat
Hasil : injeksi
Actilyse 100mg, 50
intravena, dan 50
mg drips (30tpm)

S : Klien mengatakan nyeri


berkurang
O : klien tampak lemah,
TD: 130/80; N: 80x/m
A : Nyeri
P : Lanjutkan intervensi
- Kaji karakteristik
nyeri
- Observasi TTV
- Monitor EKG