Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL APPRAISAL

1. Judul
Comparing the Diagnostic Value of IGFBP-1-AFP in Vaginal
Fluid from Premature Rupture of Amniotic Membranes
2. Gambaran Umum
a. Abstrak
Pada artikel ini, umumnya abstrak sudah baik akan
tetapi abstrak terlalu singkat dan tidak dijelaskan latar
belakang penulis untuk membuat artikel tersebut. Tujuan
penelitian dan penulisan artikel ini sudah cukup jelas,
sesuai judul dari artikel tersebut.
b. Pendahuluan
Secara garis besar, pendahuluan jurnal ini telah
memenuhi komponen-komponen yang harusnya terpapar
dalam pendahuluan. Pada pendahuluan, telah dipaparkan
mengenai pengertian PROM maupun insiden yang telah
dilaporkan sebelumnya sudah dicantumkan, tapi tidak
dijelaskan lebih lanjut mengenai PROM dengan IGFBP-1
(Amnioquick) dan combined IGFBP-1-AFP (Amnioquick plus
2) secara lengkap dan lebih lanjut (mengingat berdasarkan
judul artikel yang membandingkan dua metode diagnostik
PROM tersebut). Pada artikel jurnal ini tidak dipaparkan
hipotesis penelitian namun sudah dipaparkan mengenai
tujuan dari penelitian.
c. Metode Penelitian
Metode penelitian jurnal ini cukup lengkap dijelaskan
dan dijabarkan. Pada Metode jurnal ini telah dijelaskan
mengenai populasi dan sampel dimana populasi dalam
penelitian ini adalah pasien ibu hamil dengan keluhan
keluar cairan vagina ,yang telah dicatat data klinisnya dan

dilakukan pengambilan sampel swab cairan vagina dari


ruang kamar bersalin di Rs. Dr Soetomo dan semua
sampel adalah pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi
dan

eksklusi.

Subjek

pasien

juga

dikelompokkan

berdasarkan karakteristik tertentu. Pada metode ini juga


dijelaskan metode design penelitian yang digunakan, yakni
penelitian observasional dengan analisis cross- sectional.
Selain itu juga dijelaskan bagaimana dalam menganalisa
data dan menentukan sampel yang tepat pada penelitian
ini.
d. Hasil Penelitian
Hasil yang didapatkan pada artikel jurnal ini disajikan
dalam bentuk tabel dan gambar sehingga memudahkan
untuk membaca hasil tersebut. Selain itu juga dijelaskan
dan dijabarkan jumlah sampel tersebut dimana dibagi
menjadi 2 kelompok subjek ibu hamil yang mengalami
keluhan keluar cairan dari jalan lahir yakni ibu hamil
dengan PROM dan tanpa PROM. Kemudian oleh penulis
dibagi menjadi beberapa karakteristik dan menunjukkan
hasil homogen antara kedua subjek tersebut (p>0.05).
Setelah itu, pada artikel ini dijabarkan perbandingan
pemeriksaan PROM dengan Amnioquick (IGFBP rapid test)
dan Amnioquick Plus 2 (IGFBP-1-AFP) pada cairan vagina
kelompok subjek tersebut, kemudian dianalisa sensitifitas,
spesifitas, positive predictive value, negative predictive
value, diagnostic efficiency, positive likehood ratio, dan
negative likelihood ratio. Hasil yang didapatkan dalam
penelitian ini sudah relevan dan terkait dengan tujuan dari
penelitian ini yakni pemeriksaan dengan menggunakan
Amnioquick Plus 2 memiliki nilai r (correlation coefficient
value) lebih besar dibanding Amnioquick.

e. Diskusi
Secara garis besar, pembahasan yang dituliskan oleh
peneliti sudah baik dimana hubungan asosiasi dan analogi
yang dilakukan peneliti telah dijelaskan dan berdasarkan
judul artikel jurnal. Akan tetapi ada kekurangan pada
pembahasan artikel ini dimana tiba-tiba muncul data
penelitian lain yang membandingkan antara 2 variabel
yang sesuai judul dengan variabel lain (ferning test dan
litmus paper test) sehingga topik pembahasan tidak
terfokus pada pembahasan awal dan meluas. Oleh sebab
itu, kemungkinan untuk terjadinya bias semakin besar.
Dalam artikel jurnal ini, peneliti juga tidak
menyebutkan

kekurangan

dalam

penelitian

yang

dilakukannya. Kekurangan dalam penelitian ini justru


penting untuk disebutkan karena dapat dijadikan sebagai
saran untuk penelitian selanjutnya.
f. Kesimpulan
Kesimpulan pada artikel jurnal ini sebenarnya sudah
jelas yakni pemeriksaan PROM dengan Amnioquick Plus 2
(IGFBP-1-AFP) memiliki korelasi standard pemeriksaan
yang lebih kuat dibandingkan Amnioquick (IGFBP rapid
test).

Akan

tetapi

tidak

dijelaskan

dan

dijabarkan

bagaiman kekurangan maupun saran serta follow up untuk


artikel jurnal tersebut.
3. Penilaian VIA (Validity, Importancy, Applicability)
Komponen

Analisis

Penilaian
Validity / validitas Penelitian ini cukup valid karena dapat
penelitian

menjawab dari tujuan penelitian tersebut


walaupun terdapat keterbatasan dalam
penelitian ini, penelitian ini memasukkan
publikasi

dari

berbagai

bahasa

yang

berasal dari database terpercaya, tinjauan


pustaka dan tinjauan artikel terpercaya,
meskipun referensi yang didapat kurang
update

(>5tahun).

Data

primer

yang

diperoleh juga terpercaya yakni dari data


primer RSU Dr. Soetomo Surabaya. Artikel
yang digunakan dalam penelitian ini juga
memenuhi

kriteria

inklusi

dan

tidak

memenuhi

kriteria

ekslusi.

Artikel

selanjutnya

dianalisis

dengan

analisis

metodologi

penelitian

dan

analisis

statistik. Pada penelitian ini, didapatkan

perbedaan

angka

yang

cukup

bermakna antara IGFBP-1 rapid test


dengan
dalam
Pada

combined

IGFB-1-AFP

penegakan
jurnal

mengenai

diagnosis

juga

telah

test

PROM.

dijelaskan

pengambilan

sampel

(randomization) dan jumlah sampel


(52 sampel sama dari awal sampai
akhir
sampel
Akan

penelitian)
minimal
tetapi

beserta
telah

pada

jumlah

disebutkan.
jurnal

tidak

disebutkan siapa yang menentukan


sampel serta tidak ada intervensi dan
follow up lebih lanjut dalam penelitian
ini. Akan tetapi, pada penelitian juga
terdapat

kekurangan

yakni

didapatkan

pula variabel lain dan penelitian lain


dengan variabel lain (ferning test dan
litmus paper test) sehingga pembahasan
semakin

meluas

(meningkatkan

resiko

bias).
Importance

/ Penelitian ini sebenarnya cukup penting

tingkat kepentingan karena untuk menambah pengetahuan


penelitian

dalam pemilihan pemeriksaan tambahan


yang tepat, efektif,

dan efisien dalam

penegakan diagnosis PROM. Akan tetapi


penelitian

ini

perlu

penelitian

dan

perbaikan yang lebih lanjut dikarenakan


belum adanya tinjauan sistematis dan

Applicability/
seberapa

meta-analisis

mengenai

keabsahan,

keamanan,

kelebihan,

kekurangan

dari

maupun

masing-masing

pemeriksaan yang diteliti.


Penelitian ini sebenarnya cukup aplikatif

aplikatif karena proses di dalam penelitian diuji

penelitian ini

dan

dianalisis

penelitian

menggunakan

yang

metode

sesuai

dalam

membandingkan dua variabel

sehingga

diperoleh data yang kredibel. Selain itu


berdasarkan dari beberapa referensi yang
beragam

walaupun

kurang

update.

tersebut

beserta

Berdasarkan

hal

berdasarkan

kriteria

ekslusi,

maka

diterapkan
Rumah

penelitian

pada
Sakit

inklusi
ini

dan
dapat

pasien-pasien
ataupun

di

fasilitas

kesehatan yang memiliki sarana dan


prasarana tersebut (IGFBP-1 rapid test
atau combined IGFB-1-AFP test) dalam
penegakan

diagnosis

PROM.

Akan

tetapi, perlu perbaikan terlebih dahulu


dalam

penelitian

ini

dengan

menggunakan metode analisa yang


lebih tepat yakni meta analisis yang
berdasar

dari

evidenced

based

medicine dengan referensi kedokteran


yang terbaru.