Anda di halaman 1dari 11

RENOGRAF

(ANALISIS DAN UJI FUNGSI GINJAL)


MAKALAH FISIKA MEDIS

Di Susun oleh:
Muhamad Mustain

(M0209033)

Amrina Mustaqim

(M0210009)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya di bidang alat-alat kedokteran maka berbagai manfaat dalam proses
pendeteksian penyakit dapat dilakukan dengan lebih mudah. Salah satu
pemanfaatan teknologi tersebut adalah untuk pendeteksian kerusakan fungsi pada
ginjal manusia. Ginjal berperan penting dalam kehidupan manusia, terutama
dalam membuang sampah metabolisme dan racun dalam darah melalui urine.
Tidak berfungsinya ginjal dapat berakibat serius, bahkan dapat berujung pada
kematian. Dewasa ini, jumlah penderita kerusakan fungsi ginjal meningkat
terutama di kotakota besar, disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, stress,
kurang berolahraga, makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan lainnya.
Oleh sebab itu penulis ingin membahas tentang penggunaan dan cara kerja
renograf serta radioisotop yang digunakan dalam pemeriksaan fungsi ginjal secara
cermat sehingga kerusakan fungsi ginjal dapat diatasi sejak dini.
B. Batasan Masalah
Pada makalah ini kami membatasi beberapa masalah yang akan kami kaji,
yaitu sebagai berikut;
1. Bagaimana Prinsip kerja dari Alat Deteksi Fungsi Ginjal (Renograf)?
2. Bagaimana data output dari Alat Renograf?
3. Bagaimana Analisis Alat Deteksi Fungsi Ginjal (Renograf) ?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan mengenai Alat Deteksi Fungssi Ginjal ini
adalah sebagai berikut;
1. Mengetahui Prinsip Kerja dari Alat Deteksi Fungsi Ginjal (Renograf)
2. Mengetahui hasil (output) dari Alat Deteksi Fungsi Ginjal (Renograf
3. Mengetahui Proses Pendeteksian Kerusakan Fungsi Ginjal
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Teknik Renografi untuk memeriksa fungsi ginjal telah dikenal sejak tahun
1950-an. Teknik ini pada awalnya menggunakan dua buah detektor (probes)
dengan keluaran berupa kurva urodinamik/renogram pada kertas chart recorder.
Teknik dual probes sempat terdesak dengan berkembangnya teknologi kamera
gamma yang dpat menyajikan citra (image) dan sekaligus data pendukung
diagnotik yang lebih baik. Dengan perkembangan elektronika dan penguasaan
teknologi komputer saat ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional telah berhasil
mengembangkan perangkat renograf berbasis komputer personal (PC). Sistem ini
telah tervalidasi pada Workshop on Refurbishing of Aged Renograph and Thyroid
Up Take System di Yangon, Myanmar, Januari 2001, yang disponsori oleh
International Atomic Energy Agency. Meskipun tidak menjanjikan pencitraan
(imaging), namun teknik berbasis komputer ini selain mampu memberikan kurva
renogram yang dapat disimpan dalam bentuk data digital, juga memberikan
parameter hasil olahan perangkat lunak sebagai data pendukung diagnostik yang
akurat.
Overview Mengenai Renografi
Pada dasarnya metoda renografi adalah memonitor kedatangan, sekresi,
ekskresi (arrival, uptake, transit and elimination) dari radiofarmaka pada ginjal
sesaat setelah injeksi intravena. Pemonitoran dari luar tubuh ini dimungkinkan
karena radiofarmaka yang digunakan mengandung isotop yang memancarkan
radiasi gamma. Hasil pengukuran adalah berupa kurva renogram. Fisiologis
renogram (normal) terdiri atas 3 segmen (fase) :
Fase I :
Memberikan informasi tentang kapasitas respon renovaskuler. Kurva memiliki
up-slope yang tajam dan berlangsung cepat (sekitar 30 detik).
Fase II :

Memberikan informasi tentang kapasitas uptake, konsentrasi dan sekresi jaringan


parenchym ginjal (nephron). Kurva memiliki up-slope yang lebih landai dan
berlangsung kurang dari 5 menit.
Fase III :
Memberikan informasi tentang kapasitas ekskresi atau eliminasi kedua ginjal. Kurva
menurun (downslope) dimulai dari puncak fase II sampai akhir pemeriksaan.
Ketiga fase merupakan refleksi keadaan urodinamik kedua ginjal. Gangguan pada
masing-masing fase memiliki makna klinis yang berbeda. Walaupun secara
komprehensip dapat saling mempengaruhi.
Perangkat Keras :
Bagian utama dari perangkat keras peralatan renograf adalah :
1.

Detektor Probes

Detektor yang digunakan sebagai probes adalah jenis Scintilasi (Nal(TI)). Detektor
dilengkapi dengan kolimator dari bahan timbal untuk mengarahkan ke masingmasing ginjal dan menghindari cross talk antar ginjal, serta menekan gangguan latar
(back ground). Probes ini dapat terpasang secara khusus pada kursi pasien, maupun
pada statif tegak. Dengan statif tegak nenubgkinkan penggunaan sistem ini untuk
keperluan lain, misalnya dengan perangkat lunak khusus sebagai pengukur Thyroid
Uptake, atau untuk keperluan prosedur lain yang dikembangkan lebih lanjut.

Gambar 2.1. Perangkat keras renograf dual probes


(PRPN BATAN, 2007)
2. Catu daya detektor dan unit pemroses sinyal.

Catu daya detektor memberikan tegangan tinggi (sekitar 1000 VDC) yangdiperlukan
untuk operasi detektor. Pemroses sinyal memperkuat sinyal dari detektor, membentuk
sinyal menjadi pulsa gaussian, memisahkan pulsa sesuai pilihan energi isotop dengan
teknik Single Channel Analyzer (SCA), serta mencacah pulsa per 4 detik. Saat ini unit
detektor terdiri dari Modul Tegangan Tinggi dan Add-On Card untuk ISA bus. Untuk
mengikuti trend perkembangan komputer sedang dikembangkan modul akuisis data
dengan memanfaatkan teknologi Universal Serial Bus (USB)

Gambar 2.2 Set Alat Renograf (Alat Deteksi Fungsi Ginjal)

Gambar 2.3 Tampilan perangkat lunak Reno XP


(Sumber: PRPN BATAN, 2007)
Perangkat Lunak (software)

Tersedia beberapa versi software yang digunakan dengan sistem operasi DOS,
Window 98, dan Window XP. Versi DOS memungkinkan pemanfaatan komputer lama
jenis 486, sedangkan versi Windows yang memerlukan PC Pentium (dengan memori
minimum 16 MB untuk Window 98 dan 32 MB untuk Window XP) lebih menawarkan
kemudahan bagi operator (user friendly). Operasi perangkat lunak renograf
mengharuskan operator setiap hari melakukan uji kualitas alat (spectum check, ULDLLD setting, Chi-Square Test) sebelum digunakan untuk pemeriksaan pasien. Secara
umum aplikasi renograf terdiri dari : akuisisi data pasien baru, menyimpan data
pasien, membuka kembali/memeriksa/menganalisa file data pasien, dan mencetak
data hasil pemeriksaan. Parameter yang ditampilkan meliputi cacah (count)
maksimum masing-masing ginjal beserta waktu pencapaiannya, waktu pencapaian
2/3 dan T1/2, reno indeks, up-take relatif, serta cacah pada menit ke sepuluh.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Deskripsi dan Mekanisme Kerja


Renograf merupakan suatu

alat

yang

menggunakan

prinsip

spektroskopi gamma. Yang mana terdiri dari hardware serta software dimana
pada hardware berfungsi sebagai penangkap radiasi dari sinar gamma yang
dipancarkan oleh ginjal serta mengubahnya menjadi pulsa-pulsa listrik dan
kemudian akan diubah lagi menjadi grafik oleh software.
Prinsip kerja dari renograf adalah sinar radiasi gamma yang datang
akan diterima oleh detektor NaI (Tl) dan oleh detektor akan diubah
menjadi pulsa listrik, selanjutnya pulsa keluaran detektor akan dibentuk
menjadi pulsa semi gaussian dan dikuatkan oleh penguat awal, kemudian
dikuatkan lagi pada penguat utama sehingga pulsa keluaran berupa pulsa
gaussian dengan tinggi pulsa yang sudah memenuhi syarat untuk dianalisa dan
diubah menjadi bentuk digital pada TSCA yang selanjutnya pulsa digital akan
dicacah pada counter. Pulsa keluaran TSCA disamping masuk ke counter juga
sebagai masukan interface untuk ditampilkan dalam bentuk grafik pada layar
monitor.

Pada proses pendeteksian sebelumnya, pasien diberikan air minum


(hydrate) sebanyak 250 s/d 500 ml sebelum prosedur pemeriksaan. Pasien
diminta buang air kecil sebelum pengaturan posisi pemeriksaan. Atur posisi
Gambar 3.1 Cara Kerja Renograf
pasien (duduk atau tiduran),
arahkan
masing-masing
Sumber:
Djuningran,
2007 probe ke ginjal kiri dan
kanan,
pasien diminta untuk tidak menggerakkan punggung selama
pemeriksaan. Ketepatan posisi dan pengaturan arah probe sangat menentukan
keberhasilan pengukuran. Injeksikan radiofarmaka melalui pembuluh darah

(intravena) pada lengan kanan atau lengan kiri pasien. Lalu perunut akan
sampai di pembuluh darah ginjal, ditangkap dan dikeluarkan bersama urine.
Pendeteksian dilakukan pada daerah ginjal kiri dan kanan dengan detector NaI
(TI). Detektor NaI (TI) adalah detektor sintilasi yang biasa digunakan untuk
mendeteksi sinar gamma. Waktu pemeriksaanberlangsung antara 15-25 menit
B. Data yang Dapat Diambil
Pada renograph ini data yang dihasilkan berupa grafik hubungan
antara laju pencacahan terhadap waktu.
Berikut grafik hasil deteksi fungsi ginjal;

Gambar 3.2 Grafik hubungan antara laju pencacahan terhadap waktu


(PRPN BATAN, 2007)
C. Analisis Yang Diperlukan
Pada renograf ini output keluarannya berupa grafik yang mana kita
membandingkan dengan grafik yang normal. Dan pada grafik normal
memiliki 3 fase seperti gambar berikut.

Gambar 3.3 Grafik Normal


Jadi jika grafik yang dihasilkan tidak sesuai dengan grafik tersebut
dapat dinyatakan bahwa ginjal tersebut sedang bermasalah.
1. Pada fase I memberikan informasi tentang kapasitas respon renovaskuler.
Kurva memiliki up-slope yang tajam dan berlangsung cepat (sekitar 12
sampai 30 detik). Terjadinya setelah bahan radioisotop disuntikkan ke
dalam pembuluh darah.
2. Pada fase II memberikan informasi tentang konsentrasi, dan sekresi
jaringan parenchym ginjal (nefron). Kurva memiliki up-slope yang lebih
landai dan berlangsung antara 2 sampai 5 menit setelah injeksi.
3. Pada fase III memberikan informasi tentang kapasitas ekskresi perunut
radioisotop dari ginjal. Kurva menurun (down-slope) dimulai dari puncak
fase II sampai akhir pemeriksaan. Laju dan bentuk kurva dari fase ketiga
ini mencerminkan keadaan fungsional segmen ekskresi dari ginjal mulai
dari pelvis renalis sampai ureter.
Ketiga fase tersebut akan berbentuk seperti grafik diatas jika ginjal dalam
keadaan normal dan apabila dalam keadaan sakit maka fungsi ginjal tidak
akan normal sehingga bahan radioaktif akan tertahan dibagian yang sakit atau
rusak sehingga pancaran radioaktifitasnya terpusat pada bagian tersebut
sehingga didapat grafik yang tidak sesuai dengan grafik normal tersebut.

PENUTUP

Kesimpulan
1. Renograf adalah alat untuk mendiagnosa kerusakan fungsi ginjal dengan
memanfaatkan deteksi radiasi sinar gamma dari radioisotop yang
diinjeksikan pada tubuh pasien.
2. Pemeriksaan renograf ini dapat menilai fungsi ginjal secara kualitatif dan
menghasilkan kurva renogram yang berdasarkan bentuk kecuraman kurva
tiap fase dan waktu yang dibutuhkan oleh fase tersebut.
3. Proses pendeteksian fungsi ginjal pada renograf ini terdiri dari beberapa
mekanisme yang mana dibutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak
untuk menentukan kerusakan pada ginjal.
DAFTAR PUSTAKA

Djuningran dan Jumari, 2007, Uji Fungsi dan Rekalibrasi Renograf Dual Probe Type
Bi-756 Periode Tahun 2006 di Balai Elektromekanik,
http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wp-content/uploads/2008/06/22-djuningran-229239.pdf

10

PRPN BATAN, 2007, Renograf Dual Probes Berbasis Komputer Akurat, Aman
dan Ekonomis,
http://www.aagos.ristek.go.id/nuklir/renograf_dual_robes.pdf
Solihat, Neng, 2011, Diagnosa Kerusakan Ginjal Menggunakan Rnograf, Program
Studi Fisika, Pendidikan MIPA, Universitas Riau, Pekanbaru

11