Anda di halaman 1dari 3

Lakeside Company :

Auditing Cases
Observasi atas Penghitungan Fisik Sediaan
Perusahaan Lakeside di Richmond, Virginia melakukan penghitungan fisik terhadap
sediaannya setiap akhir tahun kalender. Perusahaan biasanya melakukan prosedur ini pada
hari Sabtu pertama di bulan Januari. Tingkat sediaan relatif sedikit pada saat-saat ini (Awal
tahun). Setiap manajer dan asisten manajer menghitung merchandise di dalam toko mereka
sementara anggota dari departemen sediaan perusahaan Lakeside menentukan kuantitas atau
jumlah persediaan di gudang perusahaan. Karena Lakeside menerapkan sistem perpetual,
maka perhitungan terakhir dari setiap item dapat direkonsiliasi dengan catatan sediaan
perusahaan pada tanggal 31 Desember. Semua variasi penting antara kuantitas secara fisik
yang ada dan catatan secara perpetual merupakan pengecekan ganda pada tanggal
kedepannya.
Kantor Akuntan Publik (KAP) Abernethy and Chapman memutuskan bahwa, karena
saldo sediaan adalah material, observasi pada tanggal 3 Januari 2007 akan diperlukan. Dan
Cline, partner audit dalam penugasan, menyarankan agar KAP melakukan observasi sediaan
fisik di gudang seperti perhitungan yang dilakukan di dua dari enam toko yang dimiliki
perusahaan Lakeside. Kedua toko tersebut akan ditentukan secara acak (random). Wallace
Andrews, manajer audit dalam penugasan ini, ditugaskan untuk mendiskusikan proses ini
kepada manajemen Lakeside. Cline ingin memastikan bahwa prosedur penghitungan fisik
sediaan dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, Ia (Cline) dan Andrews meninjau secara
hati-hati salinan memo (disajikan dalam Exhibit 8-1) yang telah dibagikan kepada semua
anggota tim penghitungan Lakeside. Memo ini didesain untuk meyakinkan bahwa semua
personil benar-benar paham atas tugas yang diperintahkan.
Seperti yang dapat dilihat dalam memo di Exhibit 8-1, Lakeside menggunakan sebuah
Tag System untuk penghitungan sediaan. Sebelum penghitungan sebenarnya, sediaan
dibagi ke dalam kelompok atas item yang sama. Karyawan kemudian melengkapi dan
mencantelkan atau menempelkan label pre-numbered pada setiap kelompok. Label ini
termasuk deskripsi dari merchandise dan kuantitas saat ini. Kemudian, setelah semua sediaan
dihitung dan diberi label, label dilepas dan dikembalikan ke kantor pengawas untuk
dibuatkan daftarnya. Daftar ini menyediakan catatan atas semua barang dagangan yang masih

disimpan oleh Lakeside. Sesudah itu, kantor pengawas memasukkan kos unit atas setiap item
tersebut. Total kos kemudian dikomputerisasi dengan melipatgandakan kuantitas waktu atas
kos unit. Jumlah individu tersebut ditambahkan untuk mencapai biaya kotor pada sediaan
akhir 3 Januari. Lakeside perlu melakukan penyesuaian atas angka ini ke saldo 31 Desember
dengan mengurangi pengaruh dari transaksi pada 1 Januari dan 2 Januari. Sebagai langkah
akhir dari proses ini, total saldo yang telah disesuaikan pada 31 Desember harus dikurangi
dengan diskon yang telah diberikan untuk memperoleh jumlah sediaan (merchandise) saat
ini. Saldo yang dihasilkan akan dilaporkan sebagai kos sediaan Lakeside.
Carol Mitchell telah ditugaskan oleh Abernethy and Chapman untuk mengamati
penghitungan sediaan fisik yang dilakukan di gudang klien. Sebelum tanggal 3 Januari, ia
meninjau memo (Exhibit 8-1) penghitungan fisik Lakeside untuk memahami proses yang
telah digunakan. Pada hari Sabtu pagi, Mitchell tiba sebelum 08.00 AM dan memulai
pekerjaannya dengan mendiskusikan prosedur penghitungan dengan karyawan Lakeside yang
telah hadir. Ia kemudian melanjutkan ke file departemen sediaan dan menemukan laporan
yang diterima dan tagihan untuk minggu lalu. Ia mencatat nomor dokumen dan tanggalnya
termasuk kuantitas dan deksripsi barang dagangan (merchandise) yang diterima dan dikirim.
Ketika Mitchell kembali pada perhitungan sebenarnya, ia mempunyai beberapa tugas
audit spesifik untuk dilakukan :
1. Ia menguji apakah label telah diberi nomor secara teratur.
2. Ia mengamati dan mengevaluasi reliabilitas (keterpercayaan) prosedur yang
digunakan oleh klien. Lakeside menggunakan Two-person System dimana satu
orang menghitung sediaan sementara yang lain mencatat informasi yang relevan pada
labelnya. Mitchell memastikan bahwa semua karyawan mengerti tugas mereka dan
mengikuti instruksi dengan baik.
3. Ia memeriksa sediaan klien atas tanda-tanda kerusakan, usang, atau masalah lain
untuk mencegah barang dagangan yang rusak dan usang tersebut terjual dengan harga
normal.
4. Ia mencari berbagai bukti yang mungkin memperlihatkan item sediaan sedang
dikonsinyasikan atau beberapa sediaan mungkin bukan milik Lakeside.
5. Ia juga mencari sediaan yang tersembunyi atau tak terlihat pada proses penghitungan.
6. Setelah semua item telah dihitung dan dilabeli, ia mencatat nomor label terakhir yang
digunakan.

7. Pada basis sample, ia menghitung sediaan yang sebenarnya untuk mengetahui bahwa
jumlah ini didukung dengan angka yang tertulis di labelnya. Ia mencatat setiap tes
penghitungan dalam dokumen auditnya.
8. Ia mengesahkan karyawan yang mengumpulkan label sediaan.