Anda di halaman 1dari 3

1.

jlaskan knsep dsar mtode pmisahan


2.jlskn scra ringks fktor" yg dpertimbgkn dlm pmilihn mtode ekstraksi
3.jlskn scra ringks prinsip mtode" ekstraksi infus, refluks, sokhlet, msrasi, perkolsi, dstilasi
4.jlskan prinsip dan fungsi dri alt rotary evportor.
5.jlaskn scra ringkas mtode" fraksinasi scra umum
6.jlaskn scr ringks prinsip dri alt kromatgrafi: kolom, kolm vkum, centrifugal, lpis tipis preparatif, flash
kolom
7.tuliskn tknik" pmurnian isolt(seny. Hsil isolt)
8.jlaskn 7an mgitung nilai Rf pd KLT dan bgaimana mnangani berck yg tdk bult

alam keseharian seorang yang mempunyai hubungan erat dengan sains, kita pastinya sudah
harus bisa mengetahui beberapa nama instrumen beserta fungsi, cara kerja dan prinsip kerja.
Karena suatu saat suatu instrumen akan berguna bagi kita pada waktu dimana kita sangat
memerlukannya. Untuk itu kita harus tahu beberapa pengertian, fungsi, cara kerja serta
prinsip kerja dari suatu instrumen tersebut. Salah satu instrumen yang ingin sedikit saya
jelaskan disini adalah rotary vakum evaporator.
Rotary vakum evaporator merupakan suatu instrumen yang tergabung antara beberapa
instrumen, yang menggabung menjadi satu bagian, dan bagian ini dinamakan rotary vakum
evaporator. Rotary vakum evaporator adalah instrumen yang menggunakan prinsip destilasi
(pemisahan). Prinsip utama dalam instrumen ini terletak pada penurunan tekanan pada labu
alas bulat dan pemutaran labu alas bulat hingga berguna agar pelarut dapat menguap lebih
cepat dibawah titik didihnya. Instrumen ini lebih disukai, karena hasil yang diperoleh
sangatlah akurat. Bila dibandingkan dengan teknik pemisahan lainnya, misalnya
menggunakan teknik pemisahan biasa yang menggunakan metode penguapan menggunakan
oven. Maka bisa dikatakan bahwa instrumen ini akan jauh lebih unggul. Karena pada
instrumen ini memiliki suatu teknik yang berbeda dengan teknik pemisahan yang lainnya.
Dan teknik yang digunakan dalam rotary vakum evaporator ini bukan hanya terletak pada
pemanasannya tapi dengan menurunkan tekanan pada labu alas bulat dan memutar labu alas
bulat dengan kecepatan tertentu. Karena teknik itulah, sehingga suatu pelarut akan menguap
dan senyawa yang larut dalam pelarut tersebut tidak ikut menguap namun mengendap. Dan
dengan pemanasan dibawah titik didih pelarut, sehingga senyawa yang terkandung dalam
pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi.

Pada gambar diatas, akan saya jelaskan beberapa nama beserta fungsinya :
1. Hot plate : berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang
diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2. Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi
sampel
3. Ujung rotor sampel : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.
4. Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya
disedot oleh pompa vakum.
5. Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari
fasa gas ke fasa cair.
6. Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
7. Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.
8. Ujung rotor penampung : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung
bergantung.
Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan menggunakan
hot plate yang dibantu dengan penurunan tekanan pada labu alas bulat sampel yang
dipercepat dengan pemutaran pada labu alas bulat sampel. Dengan bantuan pompa vakum
yang mengalirkan air dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi
oleh kondensor kepada wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini
berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dinding-dinding
kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yg dinamakan proses kondensasi,
yaitu proses yang mengalami perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian,
proses penguapan ini dilakukan hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada
labu alas bulat penampung dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada
labu alas bulat sampel dan terbentuk gelembung-gelembung pecah pada permukaan zatnya.

Rotary evaporator menggunakan prinsip vakum distilasi. prinsip utama alat ini
terletak pada penurunan tekanan sehingga pelarut dapat menguap pada suhu dibawah
titik didihnya. rotary evaporator ini lebih di sukai karena mampu menguapkan pelarut
dibawah titik didih sehingga zat yang terlarut dalam pelarut tidak rusak oleh suhu
tinggi.
CARA KERJA ALAT INI :

Sample atau ekstrak cair yang ingin di uapkan di masukan kedalam labu alas bulat
dengan volume 2/3 bagian dari volume labu alas bulat yang digunakan. kemudian
waterbath di panaskan sesuai dengan suhu pelarut yang digunakan. setelah suhu
tercapai, labu alas bulat yang telah terisi sample atau ekstrak cair di pasang dengan
kuat pada ujung toror yang menghubungkan dengan kodensor. aliran air pendingin
dan pompa vakum di jalankan, kemudian tombol rotor diputar dengan kecepatan
tertentu (5-8 putaran).
Proses penguapan ini dilakukan hingga memperoleh ekstrak yang ditandai dengen
terbentuknya gelembung- gelembung udara yang pecah pada permukaan ekstrak atau
jika sudah tidak ada lagi pelarut yang menetes pada alas bulat penampung.
Setelah proses penguapan selesai, Rotary Evaporator di hentikan dengan cara terlebih
dahulu dilakukan pemutaran tombol rotor ke arah nol ( menghentikan putaran rotor )
dan temperatur pada watherbath di nol kan. Pompa vakum di nol kan, kemudian
pompa labu alas bulat di keluarkan setelah sebelumnya kran mengetur tekanan pada
ujung kondensor di buka.,