Anda di halaman 1dari 13

Penyelidikan Tanah dan Instruentasi | 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga
perencana dapat menyelesaikan makalah Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi ini dengan
cukup baik.
Dalam penulisan makalah ini, penulis membahas tentang Dilalometer Test (DMT), yaitu
pengertian pengujian DMT, peralatan pengujian, proses pengujian dan hasil pengujian. Dengan
pembahasan yang disajikan tersebut, penulis memberi makalah ini judul Dilalometer Test
(DMT).
Rasa terima kasih diucapkan kepada dosen pembimbing Bapak Dr. Syawal Syatibi, M.T,
yang telah membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini. Dan juga diucapkan terima
kasih kepada teman-teman serta keluarga yang telah ikut membantu dalam penyelesaian
makalah ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan,
untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini di masa mendatang.
Semoga tugas makalah Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi ini bermanfaat bagi rekanrekan mahasiswa teknik sipil umumnya dan juga bagi penulis sendiri khususnya.

Pekanbaru,

November 2015

Penulis

Penyelidikan Tanah dan Instruentasi | 2015

DAFTAR ISI
Judul

Hlm.

KATA PENGANTAR...........................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
1.3 Tujuan..................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 2
2.1 Gambaran Umum Alat Dilatometer Test (DMT) ................................................ 2
2.2 Detail Kerja Alat Dilalometer Test (DMT) .......................................................... 4
2.3 Hasil Uji DMT........................................................................................................ 8
2.4 Interpretasi Hasil Uji DMT .................................................................................. 9
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Uji DMT ................................................................. 9

BAB III PENUTUP........................................................................................................... 10


3.1. Kesimpulan........................................................................................................... 10

ii

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini data pengujian lapangan (in-situ test) telah menjadi tujuan utama dalam
investigasi geoteknik dan uji laboratorium melengkapinya. (Schmertmann, 1998). Hasil uji
lapangan menghindari dan mengurangi perubahan keadaan tegangan asli akibat disturbansi
pada saat pengambilan contoh tanah asli untuk keperluan uji laboratorium. Alat uji lapangan
yang paling baru adalah Flat Dilatometer (para ahli geoteknik biasa menyebut Marchetti
DMT) yang telah menjadi standar uji ASTM D 6635-01, sejak tahun 2001. Maka dari itu, perlu
diketahui apa itu Dilalometer Test (DMT) dan bagaimana prinsip kerjanya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan Latar Belakang tersebut, maka rumusan masalahnya adalah :
1. Apa itu Dilatometer Test (DMT)?
2. Apa Kegunaan alat Dimatometer Test (DMT) tersebut?
3. Apa saja bagian - bagian dari alat Dilatometer Test (DMT)?
4. Bagaimana Detail Kerja Alat Dilatometer Test (DMT) ?
5. Bagaimana hasil dan korelasi data dari pengujian Dilatometer Test (DMT) tersebut?
6. Apa kelebihan dan kekurangan pengujian Dilalometer Test (DMT)?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari rumusan masalah di atas adalah :
1. Untuk mengetahui apa itu alat DMT.
2. Untuk mengetahui apa saja kegunaan alat DMT.
3. Untuk mengetahui apa saja bagian-bagian dari alat DMT.
4. Untuk mengetahui detail kerja alat DMT.
5. Untuk mengetahui hasil dan korelasi data dari pengujian DMT.
6. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pengujian DMT.

Hlm. 1

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Gambaran Umum Alat Dilatometer Test (DMT)


Uji dilatometer datar (DMT = Dilatometer Test) adalah suatu metode uji yang

menggunakan alat baca tekanan melalui pelat daun runcing yang didorong masuk ke dalam
tanah, untuk membantu memperkirakan stratigrafi tanah dan tegangan lateral dalam keadaan
diam (at rest lateral stresses), modulus elastisitas dan kuat geser pasir, lanau dan lempung.

Gambar 2.1 Alat Dilatometer Test (DMT)

Flat Dilatometer Test (DMT) dibuat dan dikembangkan di Italia oleh Silvano Marchetti
pada tahun 1975. Pada awalnya diperkenalkan di Amerika Utara dan Eropa pada tahun 1980
dan saat ini telah digunakan di lebih dari 40 negara sebagai alat uji penetrasi in-situ dalam
bidang investigasi geoteknik. Peralatan DMT, metode pengujian dan korelasi awal disajikan
dan digambarkan oleh Marchetti pada tahun 1980 dalam In-situ Test by Flat Dilatometer, dan
selanjutnya DMT telah secara luas digunakan dan di kalibrasi terhadap endapan tanah yang
diuji di seluruh dunia. Telah banyak penelitian dilakukan dengan uji DMT oleh para ahli
geoteknik, namun sebagian besar dilakukan pada tanah sedimen, yang menghasilkan banyak
persamaan korelasi empiris.

Hlm. 2

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015


Keuntungan yang dapat diperoleh dari pengujian DMT sangat banyak, antara lain
mendapatkan parameter geoteknik sepanjang kedalaman pengujian dalam keadaan asli,
mengurangi pengaruh disturbansi pada tanah yang diuji di laboratorium.
Peralatan uji ini terdiri atas mata pisau nirbaja yang meruncing dengan baji bersudut 180,
yang didorong masuk secara vertikal ke dalam tanah pada interval kedalaman 200 mm (atau
interval alternatif 300 mm) dengan kecepatan 20 mm/det. Mata pisau (panjang 240 mm, lebar
95 mm dan tebal 15 mm) dihubungkan ke alat ukur tekanan di permukaan tanah melalui pipa
kawat khusus melewati batang bor (drill rod) atau batang konus (cone rod).
Suatu membran baja fleksibel berdiameter 60 mm yang dipasang pada salah satu sisi dari
mata pisau yang dipompa secara pneumatik, digunakan untuk menghasilkan dua jenis tekanan.

Gambar 2.2 A) Mata Pisau Nirbaja dan B) Membran Baja Fleksibel Alat DMT

Gambar 2.3 Peralatan Dilatometer Datar, A) Sistem Alat Ukur Tekanan Rangkap, B) Alat Ukur
Tekanan Tunggal dan C) Sistem Data Akuisisi dengan Komputer

Hlm. 3

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

B
A

Gambar 2.4 A) Batang Konus dan B) Kabel Pneumatic - Electrik

Gambar 2.5 A) Tabung Gas Sumber Tekanan dan B) Mobil Alat

2.2 Detail Kerja Alat Dilatometer Test (DMT)


Prosedur uji yang diberikan oleh ASTM D 6635 dan Schmertmann (1986) serta Gambar
2.6 memberikan gambaran alat dan urutan pengoperasiannya. Dua buah kalibrasi yang
dilakukan sebelum pendugaan, digunakan untuk mendapatkan koreksi kekakuan membran di
udara.

Hlm. 4

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

Gambar 2.6 Susunan dan Prosedur Alat Uji Dilatometer Pelat Datar

Berikut uraian pekerjaan uji dilatometer:


A) Persiapan.

Gambar 2.7 Persiapan Mobil Alat di atas Lokasi Tanah yang akan Diuji

Hlm. 5

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

B) Pemasangan kabel pneumatic-electric ke dalam batang konus.

Gambar 2.8 Proses Pemasangan Kabel Pneumatic-Electric

C) Penyambungan dilatometer ke batang konus.

Gambar 2.9 Proses Penyambungan

D) Pemasangan batang konus yang sudah disambung dengan dilatometer ke mobil alat.

Gambar 2.10 Proses Penyambungan ke Mobil Alat

Hlm. 6

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015


E) Pemasangan penutup atas sebelum dilakukan penekanan ke batang konus

B
A

Gambar 2.11 A) Proses Penyambungan Bagian Penutup B) Alat yang akan menekan Batang Konus

F) Dilakukan proses penekanan ke batang konus hingga kedalaman tertentu

Gambar 2.12 Dilatometer Yang Masuk Kedalam Tanah

G) Proses pembacaan data (p0 dan p1)

Gambar 2.13 Proses Pembacaan

Hlm. 7

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

2.3 Hasil Uji DMT


Pada gambar 2.6, pembacaan A yaitu tekanan dorong balik (lift off) yang menyebabkan
membran meluncur dengan bidang mata pisau (d = 0); dan pembacaan B yaitu tekanan
pengembangan yang bergantung pada defleksi sebelah luar d = 1,1 mm pada sumbu membran.
Suatu peniti beban pegas (spring loaded pin) yang kecil sekali pada sumbu membran akan
memantau perpindahan dan meneruskan (relay) pada bel listrik/galvanometer dari alat ukur
baca. Untuk pengujian biasanya digunakan gas nitrogen sebab kadar airnya rendah, walaupun
karbon dioksida atau udara dapat juga digunakan.
Pembacaan A diperoleh kira-kira 15 detik setelah pemasukan dan pembacaan B diperoleh
15 30 detik kemudian. Setelah pembacaan B selesai dilakukan, membran dengan cepat
dikempeskan dan mata pisau didorong sampai kedalaman uji berikutnya. Walaupun tidak
dianjurkan alat dapat dipancang setempat, jika tidak dapat didorong karena tekanan hidraulik
yang terbatas (seperti pasir padat). Tekanan yang terkoreksi A dan B masing-masing dicatat
sebagai p0 dan p1, dapat dihitung dengan persamaan berikut (Marchetti, 1980).

p0 A + A ..................................................................................... (1)
p1 = B - B - Zm .............................................................................. (2)

dengan:
A dan B = faktor-faktor kalibrasi kekakuan membran di udara.

Kalibrasi A didapatkan dengan menerapkan hisapan pada membran, dan B diperoleh


dengan memberi tekanan pada membran di udara (keduanya dicatat sebagai nilai positif).
Untuk tanah kaku persamaan (1) dan (2) biasanya akan menambah hasil perhitungan tekanan
kontak p0 dan tekanan pengembangan p1.
Akan tetapi untuk lempung lunak dan lanau, prosedur koreksi yang lebih akurat diberikan
dengan persamaan berikut (Schmertmann, 1986).

p0 = 1,05 (A + A - Zm) 0,05 (B - B - Zm) ................................. (3)


p1 = B - B - Zm .............................................................................. (4)

Hlm. 8

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

2.4 Interpretasi Hasil Uji DMT


Dua buah pembacaan DMT (p0 dan p1) yang digunakan untuk memberikan tiga petunjuk
yang dapat memberikan informasi perlapisan, jenis tanah dan evaluasi parameter tanah, adalah:

Indeks material, ID = (p1 p0)/(p0 - u0) .......................................... (5)


Modulus dilatometer, ED = 34,7 (p1 p0) ....................................... (6)
Indeks tegangan horizontal, KD = (p0 u0)/vo ............................. (7)

dengan:
u0 = Tekanan air pori hidrostatik
vo = Tegangan overburden vertikal efektif

Untuk klasifikasi perilaku tanah, lapisan tanah diinterpretasikan sebagai lempung jika ID
< 0,6, lanau jika 0,6 < ID < 1,8 dan pasir jika ID > 1,8.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Uji DMT


Kelebihan uji DMT
1) Sederhana dan kuat.
2) Dapat diulang dengan cepat oleh operator yang berbeda-beda.
3) Cepat dan ekonomik.

Kekurangan uji DMT


1) Sulit untuk mendorong ke dalam material padat dan keras.
2) Handal untuk hubungan korelatif.
3) Membutuhkan kalibrasi untuk geologi setempat.

Hlm. 9

Penyelidikan Tanah dan Instrumentasi | 2015

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1. Dilalometer Test (DMT) merupakan suatu metode uji lapangan (in-situ test) yang
menggunakan alat baca tekanan melalui pelat daun runcing yang didorong masuk ke
dalam tanah, untuk membantu memperkirakan stratigrafi tanah dan tegangan lateral
dalam keadaan diam (at rest lateral stresses), modulus elastisitas dan kuat geser pasir,
lanau dan lempung.
2. Peralatan yang digunakan adalah membran baja fleksibel DMT, batang konus, kabel
pneumatic-electric, alat penekan batang konus (tabung gas sumber tekanan) dan panel
khusus pembacaan hasil uji DMT.
3. Pengujian dilakukan dengan proses:
a. Perakitan alat-alat DMT (panel pembaca hasil + gas tekanan batang konus + kabel
pneumatic-electric + batang konus + membran baja fleksibel DMT).
b. Penekanan batang konus yang telah terpasang baja fleksibel DMT dan terhubung
dengan panel pembaca hasil menggunakan kabel pneumatic-electric hingga
kedalaman pengujian yang diinginkan.
c. Pembacaan hasil uji DMT pada panel pembacaan hasil.
4. Hasil uji berupa data p0 dan p1 yang dengan rumus empirik dapat menghasilkan data
indeks material (ID), modulus dilalometer (ED) dan indeks tegangan horizontal (KD)
sehingga dapat memberikan informasi perlapisan, jenis tanah dan evaluasi parameter
tanah.
5. Keuntungan uji DMT adalah:
a. Sederhana, kuat, cepat dan ekonomik
b. Dapat diulang dengan cepat oleh operator yang berbeda-beda.
c. Menjaga keaslian tanah (pengaruh disturbansi yang kecil)
6. Keuntungan uji DMT adalah:
a. Sulit untuk dilakukan material padat dan keras (hanya cocok pada tipe tanah lunak)
b. Handal untuk hubungan korelatif.
c. Membutuhkan kalibrasi untuk geologi setempat.

Hlm. 10