Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ica Marlina

NIM : 04111706041
Web of Caution Sepsis Neonatorum
Faktor Risiko
Penyebab neonatus sepsis/sepsis neonatorum adalahZat-zat pathogen berupa bakteri penyebab omfalitis
1. Faktor maternal (seperti : rupture selaput
berbagai macam kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau
ketuban yang lama, demam maternal)
jamur.
2. Pengaruh lingkungan (seperti : buruknya
- Bakteri escherichia koli

- Klepsiella

Rangsangan endotoksin /eksotoksin

praktek cuci tangan, pemberian susu formula)

3. Faktor penjamu (seperti : bayi premature,


BBLR)

- Streptococus group B - Listeria monocytogenes

System imunologi terganggu

- Stophylococus aureus- Enterococus

Aktivasi makrofagSekresi berbagai sitokinin dan mediatorAktivasi complement dan neutrofil

Disfungsi dan kerusakan endotel


Penatalaksanaan
1. Suportif
a. Monitoring

Pemeriksaan Spesifik
1. APGAR score
2. Frekuensi kardiovaskular
3. System neurologis

Aktivasi sistem koagulasi dan trombosit


cairan

glukosa
b. Koreksi jika

elektrolit

dan

Pemeriksaan Penunjang

1. Kultur darah
hipovolemia,Gangguan perfusi ke berbagai jaringan dan disfungsi organ multiple
2. Analisis
kultur
urine
dan
cairan
hipokalsemia dan hipoglikemia
sebrospinal (CSS)
c. Bila terjadi SIADH batasi cairan
3. DPL menunjukan peningkatan hitung sel
d. Atasi syok, hipoksia, dan asidosis
terjadi

metabolic.
e. Awasi adanya hiperbilirubinemia
f. Transfuse tukar bila perlu
g. Pertimbangkan nurtisi parenteral
2. Kausatif, pemberian antibiotic sesuai

SEPSIS

darah putih (SDP)


4. Laju endah darah, dan protein reaktif-c
(CRP)

5. Pemeriksaan lain tergantung indikasi


seperti pemeriksaan bilirubin, gula darah,

dengan kuman penyebab

analisa gas darah, foto abdomen, USG


kepala
Sepsis dini

Sepsis lanjutan

Invasi ke seluruh tubuh

Hati

Organ pernapasan

Peningkatan
metabolisme Gangguan sirkulasi O2 dan CO2
Berespon menghasilkan panas
tubuh

Diare

Muntah

Peningkatan evaporasi
Gangguan
Peningkatan suhu tubuh
Napas
cuping
hidung
keseimban
Sesak napas
Retraksi dinding dada
gan cairan
dan
elektrolit
Risiko kekurangan volume cairan
Hipertermi

Anoreksia

Pemenuhan
nutrisi
kurang dari
kebutuhan
tubuh

Lisis elektrolit >>

Fungsi tidak optimal

Hiperbilirubin

Jaundice
Ketidakefektifan pola napas
Pengelolaan elektrolit
Pengelolaan gangguan makan
Pengelolaan cairan
Pengelolaan nutrisi
Pemantauan cairan
Bantuan menaikkan berat badan
Masuk ke otak
Pengelolaan hipovolemia
Pengelolaan jalan napas
Terapi intravena
Pemantauan pernapasan
Pengelolaan syok, volume
Ensepalopati

ngobatan demam
Autotransfusi
waspadaan Hipertermi Maligna
Pengelolaan elektrolit
gulasi Suhu
Pengelolaan cairan
gulasi Suhu; Intraoperasi
Pemantauan cairan
mantauan Tanda Vital Pengelolaan hipovolemia

Terapi intravena
Pengelolaan syok, volume

Kejang
Risiko cedera
Pemantauan janin secara elektrolit
Mencegah jatuh
Induksi persalinan
Kewaspadaan terhadap lateks
Kewaspadaan terhadapa hipertermia maligna

Daftar Pustaka
Bobak. Keperawatan Maternitas ed.4.2004.EGC:Jakarta
Harianto, Agus. 2008. Sepsis Neonatorum. http://www.pediatrik.com/artikel/sepsis-neonatorium , diakses tanggal 22 Juli
2012
Mansjoer Arief. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius. Jakarta: FKUI.
NANDA, Nursing Diagnoses : Definition and Classification 2005-1006, NANDA International, Philadephia, 2005.
Ngastiyah, 1997, Perawatan Anak Sakit, EGC, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Bina Pustaka
Vietha. 2008. Askep pada Sepsi Neonatorum.
neonatorum/, diakses tanggal 22 Juli 2012

http://viethanurse.wordpress.com/2008/12/01/askep-pada-sepsis-

Wilkinson, J.M. 2002. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Jakarta : EGC
Wong, L. Donna, Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Vol. 1. Jakarta: EGC, 2009