Anda di halaman 1dari 38

KULIT MANGGIS

Dian Ayu Anggorowati


Haryo Rahmat
Riana Dewi Arianti
Sulthan Zahir
Yulistya Prabandari
Zaky Nurfaiz
Kelas 7.G

Latar Belakang
Manggis berasal dari Indonesia atau kawasan Asia
Tenggara. Manggis atau nama latinnya Garcinia
mangostana merupakan tumbuhan tropis. Tumbuhan ini
diperkirakan berasal dari wilayah Asia Tenggara dan
tumbuh baik di wilayah pada kelembaban tinggi.
Tanaman ini dikenal karena mempunyai buah yang
berwarna ungu pekat dan rasa buah yang manis dan
menyegarkan. Buah mangis dikenal juga dengan julukan
ratu segala buah. Hampir keseluruhan bagian yang
terdapat dalam buah Manggis, mulai dari buahnya yang
segar, kulit buahnya, daun bahkan kulit kayunya memiliki
aneka khasiat untuk kesehatan manusia. Kulit kayunya
dapat mengobati penyakit disentri, diare, dan sariawan
mulut. Sehingga, buah ini layak digolongkan kedalam
salah satu tanaman obat.

Klasifikasi tanaman Manggis:


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyte
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Guttiferanales
Family : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L.
Nama Daerah:Manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung),
Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat), Mangih
(Minangkabau), Mangustang (Halmahera), Manggis (Jawa).
Nama Asing:Manggistan (Belanda), Manggosteen (Inggris),
Mangastane (Jerman), Mangostao (Portugis), Mangustan (Hindi),
Mengop/Mengut (Burma), Mangostan (Perancis), Mangusta
(Malaysia).

Morfologi
1. Batang
Manggis mempunyai batang pohon jelas, kulit batang coklat dan
memiliki getah kuning. Batang pohon manggis ini berkayu, bulat,
tegak bercabang, simodial dan berwarna hijau kotor. Pohon
manggis memiliki ketinggian sekitar 6-20 meter.
2. Daun
Daun manggis tunggal, duduk daun berhadapan atau bersilang
berhadapan, lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata,
pertulangan menyirip, panjang 20-25 cm, lebar 6-9 cm, tebal,
tangkai silindris hijau.
3. Bunga
Manggis mempunyai bunga betina 1-3 di ujung batang, susunan
menggarpu dan garis tengah 5-6 cm. Kelopak daun manggis
dengan dua daun kelopak terluar hijau kuning, dua yang terdalam
lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat dan tumpul. Manggis
mempunyai 4 daun mahkota, bentuk telur terbalik, berdaging
tebal, hijau kuning, tepi merah atau hampir semua merah. Benang
sari mandul (staminodia) biasanya dalam tukai (kelopak). Bakal
buah beruang 4-8, kepala putik berjari-jari 5-6.

4. Buah
Buah manggis berbentuk bola tertekan garis tengah 3,5-7 cm, ungu
tua, dengan kepala putik duduk (tetap), kelopak tetap, dinding
buah tebal, berdaging, ungu, dengan getah kuning. Buah sering
kali, bersalut lemak dengan warna coklat keunguan. Manggis
mempunyai waktu berbunga antara bulan Mei-Januari
5. Biji
Biji buah manggis diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair,
putih,dapat dimakan (termasuk biji yang gagal tumbuh sempurna).
Biji bulat berdiameter 2 cm dalam satu buah terdapat 5-7 biji
6. Kulit buah manggis
Kandungan kimia kulit buah manggis adalah xanthon, mangostin,
garsion, flavonoit, tanin dan senyawa lainnya. Metabolit sekunder
utama dari kulit buah manggis adalah inti xanthon. Xanthon
merupakan derivate dari campuran polifenol yang mempunyai
aktivitas biologis yang signifikan dalam sistem invitro. Sebagian
besar xanton ditemukan dalam tumbuhan tinggi yang dapat di
isolasi dari empat suku, yaitu Guttiferae, Moraceae, Polygalaceae,
dan Gantianaceae.

7. Syarat Tumbuh
a. Penyebaran
Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari
hutan tropis yang teduh dikawasan Asia Tenggara yaitu hutan
belantara Kalimantan Timur di Indonesia atau Semenanjung Malaya.
Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah
dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawai,
dan Australisa Utara.
b. Iklim
Dalam budidaya manggis, angin berperan dalam penyerbukan bunga
untuk tumbuhnya buah. Angin yang baik tidak terlalu kencang.
Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang
memiliki curah hujan tahunan 1500-2500 mm/tahun dan merata
sepanjang tahun. Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran
22-32 derajat celcius.
c. Media Tanam
Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang
subur, gembur, mengandung bahan organik. Derajat keasaman tanah
(pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5-7. Untuk
pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase
baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50200 meter.
d. Ketinggian Tempat

Manfaat Kulit Manggis Secara


Empiris
Tanaman manggis selain digemari buahnya,
kulit buahnya juga dikenal sebagai peluruh
haid, obat sariawan, penurun panas, pengelat
(adstringen), obat disentri. Antosianin yang
memberikan warna ungu dalam kulit buah
manggis dapat digunakan sebagai alternatif
pewarna alami untuk makanan dan tekstil. Kulit
buah manggis secara in vitro mempunyai
aktivitas anti plasmodium falsiparum,
antibakteri, antioksidan, menginduksi apoptosis
pada sel leukemia, antijerawat dan anti TBC.

Cara pengolahan kulit manggis


secara tradisional

Ada berbagai cara mengolah kulit manggis, yaitu:


1. Menyeduh atau Merebus Kulit Manggis
Cuci kulit manggis hingga bersih , seduh kulit manggis
menggunakan air mendidih, diamkan hingga warnanya
keunguan, setelah itu minum selagi hangat
2. Mengukus Kulit Manggis
Rendam kulit manggis dalam air selama 1 jam, setelah itu cuci
bersih kulit manggis, kukus selama 3-5 menit, blender kukusan
kulit manggis dan endapkan sebelum dikonsumsi.
Tujuan pengukusan untuk menghilangkan getah yang
terkandung di dalamnya.
3. Membuat Serbuk Kulit Manggis
Iris kecil-kecil manggiS, jemur kulit manggis hingga kering,
giling irisan kulit manggis yang telah kering hingga menjadi
serbuk, serbuk kering kulit manggis dapat dikonsumsi
langsung dengan cara dilarutkan dengan air atau dapat
dimasukkan ke dalam kapsul kosong.
Apabila mengkonsumsi kulit manggis dalam bentuk serbuk
maka harus mengimbanginya dengan minum air putih yang

4. Jus Kulit Manggis


Kupas kulit luar yang keras dari buah Manggis yang
mengandung tannin dan saponin, yang memiliki efek
menyamak. Bila terkonsumsi maka saponin
mengakibatkan penutupan pori-pori sel usus,
akibatnya usus kejang dan memicu muntah hingga
diare, atau campurkan kulit dengan buah dan biji,
tujuan pencampuran ini sebagai penawar dari efek
samping bagian buah yang lain dan juga
pencampuran ini bisa menghilangkan rasa sepat pada
kulit manggis.
Cara Pembuatan Jus Manggis:
Buah manggis matang, kupas kulit bagian luar,
potong-potong atau cacah seluruh bagian hingga
menjadi kecil, masukkan seluruh potongan buah
manggis kedalam blender, blender hingga halus,
saring jus manggis

Kandungan Kulit Manggis


1. Xanthone
Xanthone merupakan kelas utama phenol dalam tanaman.
Xanthone memiliki kandungan senyawa yang meliputi mangostin,
mangostenol, mangostinon A, mangostenon B,
trapezifolixanthone, tovophyllin B, alpha-mangostin, -mangostin,
garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin.
Turunan xanthone yangberupa alpha-mangostin merupakan
komponen yang paling banyak terdapat pada kulit manggis.
Selain jumlahnya yang lebih banyak, alpha-mangostin juga
memiliki aktivitas biologi yang paling baik.
2. Tanin
Tanin, sendiri mampu membentuk kompleks kuat dengan protein
sehingga dapat menghambat penyerapan protein dalam
pencernaan. Oleh sebab itu, kadar tanin dalam produk-produk
pangan patut diperhatikan dan diformulasikan secara cermat
supaya kadarnya aman untuk pencernaan manusia.
3. Antosianin
Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan yang
baik dan memiliki peranan yang cukup penting dalam mencegah
beberapa penyakit seperti kanker, diabetes, kardiovaskuler, dan
neuronal. Antosianin merupakan kelompok pigmen yang terdapat

Isolasi Kulit Buah


Manggis

Hasil Uji Skrining Fitokimia Kulit Buah Manggis

UJI PRAKLINIK

UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA IN VIVO


DARI BEBERAPA FRAKSI EKSTRAK KULIT
BUAH MANGGIS (Garcinia manggostana
Linn) PADA MENCIT (Mus musculus)
YANG DIINFEKSI DENGAN Plasmodium
berghei.
Peneliti: Muhammad Iqbal, Zulham Effendi,
Yaum Aamruna, Suryawati
Dari: Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala dan Bagian Ilmu
Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas
Syiah Kuala

Penelitian eksperimental laboratorik dengan post test


only with control group design dan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) ini terdiri dari 1 kelompok kontrol
negatif dan 4 kelompok perlakuan.
Pembuatan ekstrak dilakukan di Laboratorium Kimia
Dasar FMIPA Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi FK
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian dimulai
dari bulan Februari hingga Juni 2013
Subjek dalam penelitian ini adalah P. berghei strain
ANKA dan mencit (Mus musculus) galur Swiss, jenis
kelamin jantan, sehat, berat badan antara 20-30
gram, umur 1,5-2,5 bulan yang diperoleh dari
Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada.

Jumlah mencit yang digunakan untuk masing-masing


fraksi adalah 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok
dan tiap kelompoknya terdiri atas 5 ekor. Jumlah
mencit yang dibutuhkan 75 ekor untuk menguji ke
tiga fraksi (heksan, etil asetat, dan metanol) ekstrak
kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.).
Hewan coba diaklimatisasi selama 1 minggu sebelum
penelitian dilakukan dengan cara dipelihara dikandang
berukuran 50 x 30 x 50 cm yang diberi alas sekam
padi. Tiap kandang berisi 5 ekor mencit jantan yang
ditempatkan di dalam ruangan bersih dengan siklus
cahaya 12 jam terang dan 12 jam gelap. Makanannya
berupa pellet, diberikan air minum secukupnya.
Sebelum perlakuan mencit dipuasakan selama 12 jam
tetapi air minum tetap diberikan, selanjutnya
diadaptasi di ruang penelitian. Makanan hewan coba
diberikan kembali 6 jam setelah pemberian sediaan

Preparasi sediaan dan dosis obat uji


Sediaan obat uji adalah fraksi heksan (A), fraksi etilasetat (B)
dan fraksi metanol (C) ekstrak kulit buah manggis. Dosis obat
uji dimulai dari 10; 30; 90; dan 270 mg/kg BB.
Cara inokulasi Plasmodium berghei pada hewan coba
Mencit yang terinfeksi P. berghei diambil darahnya melalui ekor
dan ditentukan persentase parasitemianya. Setelah diketahui,
mencit sumber infeksi diambil semua darahnya melalui punksi
jantung dengan menggunakan spuit 3 ml yang telah diberi
antikoagulan, lalu diencerkan dengan media RPMI -1640
sampai konsentrasinya 1x107 Larutan ini digunakan untuk
menginfeksi hewan coba secara injeksi intraperitoneal
sebanyak 0,2 ml.
Uji aktivitas antimalaria secara In Vivo
Pada hari pertama uji aktivitas antimalaria (H0), mencit
diinfeksi dengan P.berghei. Kemudian diberi sediaan obat uji
sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Darah mencit
diambil pada hari ke-2 sampai ke 5 (H1 s/d H4) dengan cara
dipotong ujung ekornya (dekapitasi) untuk diperiksa
parasitemianya. Preparat sediaan apus darah tipis dibuat

Parameter penelitian
Parameter yang diukur adalah persentase
parasitemia H4 dari sediaan darah yang diperiksa di
bawah mikroskop cahaya. Pemeriksaan ini dilakukan
untuk setiap 1000 eritrosit.
Analisa Data
Persentase parasitemia dihitung berdasarkan jumlah
sel darah merah yang terinfeksi P. berghei per 1000
sel darah merah dengan rumus:
Jumlah parasit 1000 eritrosit x 100%
Persentase penghambatan pertumbuhan parasit
malaria dihitung berdasarkan rumus:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil


asetat kulit buah manggis memiliki aktivitas
antimalaria in vivo pada mencit paling kuat
dengan nilai ED50 63,272 mg/Kg BB
dibandingkan dengan fraksi heksan dan fraksi
metanol kulit buah manggis dengan nilai ED50
1930,021 mg/Kg BB dan 217,616 mg/Kg BB

Aktivitas antimalaria in vivo pada mencit paling


baik jika pada dosis 100 mg/KgBB/hari memiliki
persentase penghambatan pertumbuhan parasit
malaria sama dengan atau lebih besar dari 50%
Aktivitas antimalaria baik jika pada dosis 250
mg/KgBB/hari memiliki persentase penghambatan
sama dengan atau lebih besar dari 50%
Sedangkan aktivitas sedang jika pada dosis 500
mg/KgBB/hari memiliki persentase penghambatan
pertumbuhan parasit sama dengan atau lebih
besar dari 50%
Fraksi etil asetat ekstrak kulit buah manggis
mempunyai potensi paling baik sebagai antimalaria
dengan ED50 63,272 mg/Kg BB

Kesimpulan
Ketiga fraksi ekstrak kulit buah manggis
yang diberikan secara oral memiliki
aktivitas antimalaria pada mencit yang
diinfeksi Plasmodium berghei. Tetapi
Fraksi etil asetat ekstrak kulit buah
manggis mempunyai potensi paling baik
sebagai antimalaria dengan ED50 63,272
mg/Kg BB dibandingkan fraksi heksan dan
metanol ekstrak kulit buah manggis
dengan nilai ED50 1930,021 mg/Kg BB;
217,616 mg/Kg BB secara oral.

Uji Toksisitas

ACUTE TOXICITY TEST OF ETANOL


EXTRACT FROM MANGOSTEEN
PERICARP (Garcinia mangostana
L. ) AGAINST ARTEMIA SALINA
LEACH LARVAE USING BRINE
SHRIMP LETHALITY TEST (BST)
Peneliti: Fatimawali, Adithya
Yudistira, Frenly Wehantow
Program Studi Farmasi, FMIPA
UNSRAT Manado

Penyiapan larva udang dilakukan dengan menetaskan telur


udang 48 jam sebelum dilakukan uji. Penetasan dilakukan
dengan cara merendam telur tersebut dalam air laut
secukupnya dengan menerangi bagian wadah yang tidak
ditempati telur udang dengan sinar lampu.
Pada penelitian ini larva udang dibagi dalam lima kelompok
perlakuan secara acak, yaitu:
a. Kelompok K adalah 10 larva udang dalam media, tidak diberi
ekstrak buah manggis( kontrol).
b. Kelompok P1 adalah 10 larva udang, diberi ekstrak buah
manggis [100 ppm] dalam media.
c. Kelompok P2 adalah 10 larva udang, diberi ekstrak buah
manggis [200 ppm] dalam media.
d. Kelompok P3 adalah 10 larva udang, diberi ekstrak buah
manggis [500 ppm] dalam media.
e. Kelompok P4 adalah 10 larva udang, diberi ekstrak buah
manggis [1000 ppm] dalam media.
Masing-masing kelompok dibuat pengulangan sebanyak 5 kali.

Uji toksisitas dilakukan dengan memasukkan


10 larva udang yang berumur 48 jam ke dalam
seri tabung uji yang berisi masing-masing 5 ml
media air laut yang mengandung ekstrak kulit
buah manggis sesuai pengelompokan
perlakuan (K, P1, P2, P3, P4). Tabung uji lalu
diletakkan di bawah penerangan selama 24
jam, kemudian dihitung jumlah larva udang
yang mati.
Data yang dikumpulkan adalah data primer
yang didapatkan dari jumlah larva udang yang
mati 24 jam setelah perlakuan pada tiap-tiap
kelompok perlakuan.

Hasil

Hasil dari analisis probit


menunjukkan harga LC 50 dari
ekstrak kulit buah manggis adalah
418 ppm.

Dari hasil penelitian menunjukkan


bahwa ekstrak kulit buah manggis
mempunyai potensi toksisitas akut
terhadap larva Artemia salina Leach
yang ditunjukkan dengan harga LC
50 adalah 418 < 1000 g/ml (ppm)
menurut metode BST.

Uji Klinik
UJI IRITASI EKSTRAK ETANOL
KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia
mangostana L.)
Peneliti: Laras A.A.I.S., Swastini D.A.,
M. Wardana, Wijayanti N.P.A.D.
Jurusan Farmasi Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana, dan Bagian
Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah
Denpasar

Serbuk kulit buah manggis di maserasi menggunakan


etanol 96%. Maserat diuapkan dengan rotary evaporator
hingga diperoleh ekstrak kental.
Enam sukarelawan uji pria dan wanita dipilih
berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi:
berumur 20-30 tahun, telah dinyatakan sehat oleh
dokter dengan memperoleh surat keterangan sehat dan
menyetujui dan menandatangani informed consent.
Kriteria eksklusi: tidak memiliki riwayat atopi,
menggunakan obat yang mungkin dapat mengganggu
reaksi kulit (seperti steroid, antialergi, imuno modulator
topikal yang diterapkan dalam waktu 1 bulan sebelum
pengujian)
Uji iritasi dilakukan secara tertutup, bahan penutup
terdiri dari kertas saring berbentuk bulat dengan
diameter 2,5 cm, aluminium foil dan plester. Bahan uji
terdiri dari 0,5% ekstrak etanol kulit buah manggis 0,2
mL dan tanpa zat uji. Bahan uji ditempelkan pada lengan
kanan bagian atas selama 4 jam. Diamati pada 0, 24, 48,

Penilaian Derajat Iritasi

Tanpa eritema: 0
Sangat sedikit eritema (diameter <25 mm): 1
Eritema jelas terlihat (diameter 25,1-30 mm): 2
Eritema sedang (diameter 30,1-35 mm): 3
Eritema berat (gelap merah dengan membentuk eskar,
diameter > 35 mm): 4

Tanpa edema: 0,
Sangat sedikit edema (hampir tidak terlihat): 1
Edema tepi berbatas jelas (ketebalan < 1 mm): 2
Edema sedang (tepi naik 1 mm): 3
Edema berat (tepi naik lebih dari 1 mm dan meluas
keluar daerah pejanan): 4
Selama penilaian sukarelawan diperbolehkan membasuh
kulit tempat aplikasi dengan menggunakan air tanpa
sabun, deterjen atau produk kosmetik

Analisa Data
Masing-masing bahan uji di hitung indeks
iritasi dengan menggunakan rumus

Kesimpulan
Hasil
Pengamatan dan perhitungan indeks
uji iritasi menunjukan bahwa keenam
sukarelawan uji memperoleh indeks
iritasi 0 terhadap semua bahan uji.
Berdasarkan hal tersebut, ekstrak
etanol kulit buah manggis pada
konsentrasi 0,5% tidak menyebabkan
reaksi kulit

Sediaan Kulit Manggis Yang Beredar


Nama Produk: Mastin
Kategori : Obat Herbal Terstandar (OHT)
Klaim Khasiat : Membantu memelihara
Kesehatan
Cara Pemakaian : 2 kali sehari @ 2 kapsul
Penyimpanan : Simpan pada suhu kamar
(25C - 30C)
Nomer Registrasi : POM HT 122 300 191
Kemasan : 30, 60, 100 kapsul @ 550 mg
Produksi : Borobudur Natural Herbal
Industry, Semarang Indonesia

Nama Produk
: Garcia
Kategori
: Jamu
Klaim Khasiat : Memelihara Daya Tahan Tubuh
Cara Pemakaian: 3 kali sehari @ 2 kapsul
Penyimpanan : Simpan pada suhu kamar
(25C - 30C)
Nomer Registrasi : POM TR 1133328811
Kemasan
: 60 kapsul @ 400 mg
Produksi
: Zena Nirmala Sentosa

Nama Produk
: SidoMuncul SARI KULIT MANGGIS
Kategori
: Jamu
Klaim Khasiat : Antioksidan untuk Memelihara
Kesehatan
Kulit dan Tubuh
Cara Pemakaian: Pemeliharaan 3x1 kapsul,
Pengobatan 3x2
kapsul
Nomer Registrasi : POM TR. 112 325 671
Kemasan
: Botol isi 50 kapsul
Produksi
: SidoMuncul

Nama Produk
: Ace Maxs
Komposisi
: Ekstrak Kulit Manggis dan Daun Sirsak
Klaim Khasiat
: Konsumsi malam hari membuat tidur lebih
nyenyak, Konsumsi pagi hari menambah energi dan vitalitas,
Membantu mencegah penuaan dini (anti aging) , Membantu
meningkatkan hormon pada pria dan wanita, Membantu
mengatasi penyakit degeneratif (jantung, kanker, stroke,
diabetes, Alzheimer, HIV/ AIDS) dan berbagai penyakit lainnya.
Fungsi Pencegahan & Pengobatan (preventive dan curative)
Cara Pemakaian : 2 3 x 30 ml/hari
Nomer Registrasi : DEPKES RI P-IRT No. 113317506253
Kemasan
: Botol kaca isi 350 mL
Produksi
: PSB, JAKARTA INDONESIA

TERIMAKASIH