Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
Sejarah Hidup
Telur yang disimpan dimulai pada musim semi
dan musim panas melalui, mereka disimpan dalam
kelompok 20 dan putih dan bulat dengan punggung
heksagonal. Panjang inkubasi telur berkisar 12-40 hari,
tergantung pada suhu. Total waktu dari telur hingga
dewasa yang matang secara seksual (instar ketujuh)
adalah sekitar lima bulan pada 50 F, menurun menjadi
sekitar tiga bulan pada 70 F dan kurang dari dua bulan
pada 77 F. Hal ini dimungkinkan untuk memiliki dua
generasi lengkap setahun pada suhu tanah yang lebih
tinggi. Semua tahapan kehidupan yang ditemukan di
dalam tanah. Tidak seperti cacing tanah, mereka tidak
mampu untuk menggali melalui tanah dan harus
menggunakan pori-pori yang ada dan retak untuk
bergerak.
Layaknya kelabang-kelabang lainnya, kelabang
berkaki panjang adalah hewan nokturnal yang berarti
mereka melakukan aktivitasnya di malam hari. Di siang
hari, mereka lebih banyak bersembunyi di tempat yang
gelap misalnya di bawah batu atau di celah pohon. Bukan
tanpa alasan mengapa kelabang memiliki pola hidup
demikian. Kelabang tidak memiliki semacam penutup
pada lubang pernapasannya (spirakel) sehingga kelabang
mudah kehilangan cairan dalam bentuk uap saat
beraktivitas. Untuk mencegah dehidrasi akibat suhu
1

lingkungan yang tinggi & pengeluaran uap air secara


berlebihan, kelabang pun selalu berusaha menghindari
cahaya yang intensitasnya berlebihan.

BAB II
DETERMINASI DAN KLASIFIKASI
2.1 Determinasi
1b. Hewan multiseluler; tubuh berjaringan atau
berlapisan
sel-sel;
biasanya
berukuran
makroskopik .....5
5b. Bentuk tubuh cukup regular, tidak berpori
ataupun berbukaan besar 6
6b. Simetri tidak radial ataupun biradial; asimetris
atau bilateral..................13
2

13a.Tidak ada celah insang ataupunbukaan lateral di


daerah faring; jika ada anggota tubuh maka
berpasangan 3 atau lebih ..14
14b.Anggota tubuh bersend .............................
....filum arthropoda 29
29a. Ada pasangan antenna .30
30b. Ada satu pasang antenna .31
32a.Satupasang kakijalan tiap segmen tubuh .
...Kelas Chilopoda
2.2 Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Myriapoda
Ordo : Chilopoda
Famili : Scutigerellidae
Genus : Scutigerella
Spesies : Scutigerella sp, Lithobius forticatus dan
Scolopendra morsitans

BAB III
3

HABITATIO
1. Perawakan
Biasa juga disebut sebagai "kelabang berkaki
panjang", tubuhnya berwarna putih, agak pipih dan
pendek dengan 15 buah segmen, 15 pasang kaki yang
sangat panjang, dan yang pasangan kaki terakhir
paling panjang yang berukuran lebih panjang bila
dibandingkan dengan kelabang-kelabang pada
umumnya. Memiliki antena sangat panjang.
2.
Habitat
Scutigerella mudah ditemukan di daerah yang
diarsir seperti bagian bawah daun-daun mati, batu,
gua, hutan, dan bahkan bagian dalam rumah. Mereka
biasanya ditemukan di daerah iklim seperti padang
pasir, pegunungan, dan hutan. Mereka adalah
arthropoda soliter (bila disatukan, Anda melawan
dengan kematian salah satu dari dua) dan malam. Pada
siang hari mereka pergi untuk mencari perlindungan
di lahan basah dan gelap. Jika cuaca terlalu basah atau
terlalu kering, mereka mencari tempat lain untuk
datang berlindung di dalam rumah. Spesies yang
hidup di zona beriklim panas biasanya lebih kecil
(hingga 10 cm) dari mereka menghuni daerah
khatulistiwa yang lembab, yang dapat melebihi 30 cm.
BAB IV
DISKRIPTIO
4.1 Organ Gerak
4

Bergerak dengan 15 pasang kaki yang sangat panjang


4.2 Organ Pencernaan
Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya
dari mulut sampai anus dan mempunyai kelenjar
ludah. Kedalam pencernaan makanan ini menempel
dua buah saluran Malpighi yang berfungsi sebagai
alat eksresi. Chilopoda bersifat karnivora dengan gigi
beracun pada segmen I.
4.3 organ sirkulasi
Sistem sirkulasi atau peredaran darah pada
Myriapoda bersifat terbuka. Sistem sirkulasi terdiri
dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang di
sekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol.
Darah pada myriapoda disebut juga hemolimfa.
Hemolimfa masuk ke jantung melalui lubang yang
diatur katup. Hemolimfa dipompa melalui pembuluh
pendek dan mengalir kembali ke hemosol.
4.4 organ pernafasan
Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang
bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka
hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea
berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas.
4.5 Organ Ekskresi
Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh
Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang
mengandung unsur Nitrogen (N).
4.6 Organ Koordinasi dan Indra

Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan


alat penerima rangsang berupa satu pasang mata
tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
4.7 Organ Reproduksi
Alat reproduksi terpisah, pembuahan terjadi secara
seksual yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma
(fertilasi internal), dan alat reproduksi ini
dihubungkan dengan beberapa kelenjar accessories.
Telur yang telah dibuahi akan diletakkan di bawah
batu, di bawah sampah, atau ditutupi oleh tanah.

BAB V
PERAN DAN MANFAAT
PERAN
Kelompok hewan ini adalah predator yang akan
membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata
lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan
kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, maka akan
menyerang mangsanya dengan cara menggigit
menggunakan kaki beracun yang berguna untuk
melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak
kemudian racun disuntikkan melalui taring dan kemudian
dirobek-potong oleh rahang dan bagian-bagian lunak
dimakan.
MANFAAT
6

Kelabang dianggap sebagai hewan berbisa


meskipun berbisa kelabang kurang mematikan manusia,
tetapi kelabang biasa dikonsumsi di Thailand dan di
beberapa bagian Afrika. Bahkan pengobatan Cina
memotong atau menggunakan bagian dari kelabang
sebagai obat untuk penggunaan oral, meskipun efektivitas
pengobatan ini belum terbukti secara ilmiah.

BAB VI
RINGKASAN
Scutigerella termasuk kelas Myriaphoda tubuhnya
berwarna putih, agak pipih dan pendek 15 pasang kaki
yang sangat panjang. Scutigerella mudah ditemukan di
daerah yang diarsir seperti bagian bawah daun-daun mati,
batu, gua, hutan, dan bahkan bagian dalam rumah. Alat
pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari
mulut sampai anus. melakukan aktivitasnya di malam
hari. Di siang hari, mereka lebih banyak bersembunyi di
tempat yang gelap misalnya di bawah batu atau di celah
pohon. Kelompok hewan ini adalah predator yang akan
membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata
lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan
kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, maka akan
menyerang mangsanya dengan cara menggigit
menggunakan kaki beracun yang berguna untuk
melumpuhkan mangsa.
7

DAFTAR PUSTAKA
Alan, W. 1994. Arthropods of Human and Domestic
Animals. A Guide to Preliminary I dentification.
1stEd. Chapman & Hall.
Djuhanda, Tatang. 1980. Kehidupan dalam Setetes Air.
ITB: Bandung.
Hala, Yusminah. 2007. Dasar Biologi Umum II. Alauddin
Press: Makassar.
Jasin, M. 1987. Zoologi in Vertebrata. Sinar Wijaya:
Surabaya.
Levine, N. D. 1990. Parasitologi Veteriner. Terjemahan
gatut Ashadi. UGM Press: Surabaya.
Radiopoetro. 1996. Zoologi. Erlangga: Jakarta.
Soulsby, E. J. L. 1982. Helminths, Arthropods, and
Protozoa of Domesticated Animals. 7thEd.
Bailliere Tindal London.

LAMPIRAN

Gambar 1 : Struktur tubuh Scutigerella

Gambar 2 : Struktur tubuh Scolopendra morsitans

Gambar 3 : Struktur tubuh Lithobius forticatus

10