Anda di halaman 1dari 30

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Bab I Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan


Bab IV Analisa Ratio Keuangan
Bab VI Analisis Sumber Dan Penggunaan Kas

Oleh :
Nama:

NPM:

Halimatus Sadiyah

2012.62.000401

Lilik Nur Arifah


Jumarti

2012.62.000358
2012.62.000357

Dosen : H Raahu SE, MM

Tuesday, September 15, 2015

Neraca Adalah laporan


yang sistematis tentang
aktiva,
hutang
serta,
modal
dari
suatu
perusahaan pada suatu
saat tertentu.

NERACA

MODAL

AKTIVA

HUTANG

AKTIVA LANCAR

Pihutang
Pihutang
Biaya di
PenghasilBayar
Weseldi
an
muka

AKTIVA TIDAK LANCAR


Kas
Pihutang
Persediaan
Dagang

NERACA

Aktiva
Tidak
Aktiva
berwuju
Tetap
d

Beban
Investasi
tidak di
Jangka
tangguhka
Panjang
n

HUTANG

Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang
belum terpenuhi , dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan
yang berasal dari kreditor.
Hutang Dagang

Biaya Yg Masih
di Bayar di Muka

Hutang Lancar
Hutang Wesel

Hutang Pajak

Hutang Jangka Panjang


yg Segera Jatuh Tempo

Penghasilan yg
di Terima di Muka

HUTANG

Hutang Obligasi

Hutang Jangka Panjang


Hutang Hipotik

Pinjaman Jangka Panjang yg Lain

MODAL

Modal merupakan hak atau


bagian yang dimiliki oleh
pemilik perusahaan yang di
tunjukan dalam pos modal
(modal saham), surplus dan
laba yang di tahan. Atau
kelebihan nilai ktiv yang
dimiliki oleh perusahaan
terhadap seluruh hutang
hutangnya .

BENTUK NERACA
Bentuk neraca yang umum digunakan sebagai berikut :

1. Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi perusahaan.

2. skontro

3. vertikal

Skontro

Vertical

LAPORAN RUGI LABA


Adalah suatu laporan yang
sistematis tentang penghasilan ,
biaya, rugi laba yang di peroleh
oleh suatu perusahaan selama
periode tertentu.
BENTUK LAPORAN RUGI LABA

Single Step

Multi Step

Single Step

Multi Step

HUBUNGAN NERACA DENGAN


LAPORAN RUGI LABA

Bagi calon kreditor, untuk mengetahui jaminan


yang disediakan oleh perusahaan atas semua
hutang hutangnya akan dapat dilihat dalam
neraca, tetapi untuk mengetahui kemampuan
perusahaan untuk membayar bunga modal yang
dipinjamnya sangat bergantung kepada
keuntungan dimasa mendatang, hal ini dapat
diketahui dari laporan rugi laba yang dibuat
oleh perusahaan yg bersangkutan.

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

MACAM LAPORAN KEUANGAN

NERACA
(BALANCED SHEET)

terdiri dari elemen pokok :


asset, hutang , dan modal.
pengukuran
terhadap
elemen - elemen neraca
biasanya menggunakan
historical cost

LAPORAN RUGI-LABA
(INCOME STATEMENT)

Meringkaskan aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang dapat memberikan


informasi tentang prestasi
operasional perusahaan.

LAPORAN ARUS KAS


(CASH FLOWS)

Untuk menganalisis aliran kas


masuk dan kas keluar
perusahaan. Tujuannya untuk
melihat efek kas dari kegiatan
operasional,investasi, dan pendanaan suatu perusahaan selama periode tertentu.

Analisis untuk mengukur kinerja yang


secara langsung berhubungan dengan
kekayaan pemegang saham dari waktu
ke waktu

Menganalisis tiap-tiap rekening dalam


laporan Laba-Rugi dan Neraca
menjadi proporsi dari total penjualan
atau dari total aktiva.

1
Analisis
Common
Size

Analisis
Eva

BENTUK-BENTUK ANALISIS
LAPORAN KEUANGAN
2

3
Analisi
Du-Pont
Analisis yang memisahkan
profitabilitas dengan pemanfaatan asset.

Analisis
Rasio
Menganalisis dengan cara membandingkan angka angka yang
terdapat dalam Neraca disatu
sisi dan Rugi-Laba di sisi lain

ANALISA RASIO KEUANGAN

Sebagai alat untuk menilai


dan menganalisis prestasi
operasi organisasi/
perusahaan

FUNGSI

Sebagai kerangka kerja


perencanaan dan
pengendalian keuangan

FUNGSI

Manfaat
Bagi investor

Bagi
manajemen
perusahaan

Bagi
manajer
kredit

JENIS RASIO KEUANGAN

Acid Test Ratio

Current Ratio
yaitu perbandingan antara jumlah
aktiva lancar dengan hutang lancar,
Ratio ini menunjukan bahwa nilai
kekayaan lancar (yang segera dapat
djadikan uang)

Current Ratio
(CR)

LIKUIDITAS :
Kemampuan perusahaan
untuk membayar utangutang jangka pendeknya

Aktiva Lancar
Utang Lancar

Yaitu ukuran kemampuan perusahaan


dalam memenuhi kewajiban kewajibannya
dengan
tidak
memperhitungkan
persediaan.

Quick Ratio (QR)/


Acid Test Ratio

Ak L - Persediaan
=

Utang Lancar

Solvabilitas / Leverage

Rasio hutang modal / Debt to Equity Ratio


Total Asets to Total Debt Ratio/ Debt Ratio
perbandingan
antara
total hutang (hutang
lancar dan hutang
jangka panjang) dan
modal
yang
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajibannya dengan menggunakan modal yang ada

Times Interest Earned


Rasio ini merupakan
perbandingan
antara
total hutang dengan
total aktiva

Time interest earned


merupakan perbandingan
antara
laba
bersih
sebelum bunga dan pajak
dengan beban bunga dan
merupakan rasio yang
mencerminkan besarnya
jaminan keuangan untuk
membayar bunga utang
jangka panjang

PROFITABILITAS / RENTABILITAS
Kemampuan perusahaan memperoleh laba
dari modal yang digunakan

Gross Margin Ratio

Net Profit Margin


(NPM)

Merupakan ratio atau pertimbangan antara gross profit (laba


kotor) yang diperoleh perusahaan dengan tingkat penjualan
yang dicapai pada periode yang sama

Selisih antara net margin ratio (ratio laba bersih dengan


penjualan) dengan 100% menunjukan prosentase yang
tersisa untuk menutup harga pokok penjualan dan biaya
operasi, prosentase yang tersisa ini dinamakan Operating
ratio sata ratio antara (harga pokok penjualan + biaya operasi)
dengan penjualan bersih.

Return
Of
Investme
nt (ROI) Return on investment adalah merupakan rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan
jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan (Syamsuddin,
2009:63).

PENGGUNAAN
ANALISA
RATIO

Standar ratio atau ratio rata-rata dari seluruh industry semacam dimana
perusahaan yang data keuangannya sedang dianalisa.
Ratio yang telah ditentukan dalam budget perusahaan yang brsangkutan

Ratio-ratio yang semacam diwaktu-waktu yang lalu (ratio historis) dari


perusahaan yang bersangkutan
Ratio keuangan dari perusahaan lain yang sejenis yang merupakan
pesaing perusahaan yang dinilai cukup baik/berhasil dalam usahanya.

Contoh
Neraca Perusahaan A
Per 31 Desember
Kas
Efek-efek
Piutang
Inventori
Aktiva lancar
Aktiva tetap

100.000
150.000
50.000
200.000
500.000
1.500.000

Total assets

2.000.000

Hutang dagang
Hutang wesel
Hutang pajak
Hutang lancar
Long term debt
Saham
Laba ditahan
Total hutang + modal sendiri

100.000
100.000
50.000
250.000
500.000
1.000.000
250.000
2.000.000

Laporan Rugi Laba Perusahaan A


Per 31 Desember
Penjualan
Harga pokok barang terjual
Laba kotor
Biaya-biaya administrasi penjualan dan biaya-biaya umum
Laba usaha
Bunga (10% obligasi)
Laba sebelum pajak
Pajak pendapatan
Laba setelah pajak

4.000.000
2.500.000
1.500.000
950.000
550.000
50.000
500.000
250.000
250.000

Berdasarkan financial statement tersebut, akan dapat dihitung berbagai rasio sebagai
berikut :
a.Liquidity Ratio

b. Leverage / Solvabilitas Ratio

c. Profitability Ratio

Analisis Sumber dan Penggunaan Dana


Tujuan :
mengetahui bagaimana kas digunakan
dan bagaimana kebutuhan dana
tersebut dibelanjai.

Dilakukan dengan menyusun laporan


perubahan posisi kas atau laporan yang
menunjukkan perubahan kas selama satu
periode dan memberikan alasan mengenai
perubahan kas tersebut dengan menunjukkan
sumber dan penggunaan-penggunaannya.

Laporan sumber dan penggunaan kas dapat digunakan sebagai dasar


Menaksir kebutuhan kas di masa mendatang dan kemungkinkan sumber
yang ada.
Perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow di masa
yang akan datang .

Sedangkan bagi para kreditor atau bank laporan sumber dan penggunaan kas digunakan sebagai
dasar menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.

Sumber
Penerimaan
Kas

Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yg berwujud


maupun yg tidak berwujud
Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya tambahan modal dari
pemilik dalam bentuk kas.
Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)

Bertambahanya Hutang (kewajiban) baik jangka pendek maupun


panjang.
Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang
diimbangi dengan adanya penerimaan kas.
Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau deviden dari
investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.

Penggunaan
atau
Pengeluaran
Kas

Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek


maupun jangka panjang.
Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive)
oleh pemilik.
Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang

Pembelian barang dagangan secara tunai.

Pembayaran biaya operasi perusahaan.

Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.

Transaksi yang
tidak
mempengaruhi
uang kas

Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan


deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting
asset.
Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan
kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang
yang bersangkutan tidak dapat ditagih
Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang
dimiliki karena aktiva ybs telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat
dipakai lagi.
Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan
pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap
aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

PT. INDISARI
Neraca Yang Diperbandingkan
31 Desember 1977, 1978
31 Desember 1977

31 Desember 1978

Naik atau Turun*

Kas

Rp

545.500

Rp

919.700

Rp

374.200

Piutang Dagang

Rp

1.324.200

Rp

1.612.800

Rp

288.600

Piutang Wesel

Rp

500.000

Rp

250.000

Rp

250.000

Persediaan

Rp

951.200

Rp

1.056.500

Rp

105.300

Persekot Biaya

Rp

46.000

Rp

37.000

Rp

9.000

Tanah

Rp

200.000

Rp

200.000

Rp

Gedung

Rp

1.600.000

Rp

2.000.000

Rp

400.000

Alat Kantor

Rp

700.000

Rp

850.000

Rp

150.000

Akum. Depr.

Rp

225.500

Rp

261.000

Rp

35.500

Akum. Depr. Alat Kantor

Rp

153.000

Rp

201.000

Rp

48.000

Hutang Dagang

Rp

655.000

Rp

552.200

Rp

102.800

Hutang Wesel

Rp

150.000

Rp

125.000

Rp

25.000

Hutang Gaji

Rp

312.000

Rp

443.500

Rp

131.500

Hutang Obligasi

Rp

600.000

Rp

450.000

Rp

150.000

Modal Saham

Rp

2.000.000

Rp

2.600.000

Rp

600.000

L/D

Rp 1.771.400
Rp 5.866.900

Rp 2.293.300
Rp 6.926.000

Rp

521.900

PT. INDIRASARI
Laporan Sumber dan Penggunaan Kas
Periode yang berakhir 31 Desember 1978
Sumber kas dari :
1. Hasil operasi selama tahun 1978 :
Laba bersih
Ditambah dengan :
- Penurunan piutang wesel
- Penurunan persekot biaya
- Kenaikan hutang gaji
- Depresiasi aktiva tetap
Dikurangi dengan :
- Kenaikan piutang dagang
- Kenaikan persediaan
- Penurunan hutang dagang
- Penurunan hutang wesel

Rp
Rp 250.000
Rp 9.000
Rp 131.500
Rp 83.500

Kenaikan Kas

Rp
Rp

474.000
995.900

Rp
Rp

521.700
474.200

Rp 288.600
Rp 105.300
Rp 102.800
Rp 25.000

2. Penambahan modal saham


Penggunaan kas untuk :
1. Pembelian gedung
2. Pembelian alat kantor
3. Pembayaran hutang obligasi

521.900

Rp

600.000
Rp 1.074.200

Rp 400.000
Rp 150.000
Rp 150.000
Rp
Rp

700.000
374.200