Anda di halaman 1dari 21

MEKANIKA RESERVOIR

RESISTIVITAS
FORMASI DAN
SATURASI AIR
DI SUSUN OLEH :

Kelompok 1 :
Ade Irma 133210704
Yodi
133210703

METODA RESISTIVITAS
Metode
geofisika
yang
mempelajari sifat resistivitas
dari lapisan batuan didalam
bumi
Resistivitas adalah pengukuran
dasar
dari
saturasi
fluida
reservoir,
resistivitas
merupakan
fungsi
dari
porositas, jenis fluida, dan jenis
batuan.

Prinsip Metoda
Resistivitas
:
Dengan mengalirkan arus

listrik kedalam
bumi melalui kontak dua elektroda arus,
kemudian diukur distribusi potensial yang
dihasilkan.
Resistivitas batuan bawah permukaan dapat
dihitung dengan mengetahui besar arus yang
dipancarkan melalui electroda tersebut dan
besar potensial yang dihasilkan.
Untuk
mengetahui
struktur
bawah
permukaan yang lebih dalam maka jarak dari
masing-masing elektroda arus dan elektroda
potensial ditambah secara bertahap, semakin
besar jarak/spasi electroda arus maka efek
penembusan aruskebawah makin dalam,
sehingga batuan yang lebih dalam akan dapat

Rumus
resistivitas:
Dimana :

Hubungan antara resistivitas air


(Rw) dengan resistivitas batuan
basah (Ro),
ditunjukkan dengan persamaan :

F = Ro / Rw

Hubungan antara faktor


formasi dengan
porositas

SHALY
FORMATION

Keberadaan shale dalam batuan mempengaruhi hal hal


berikut:
(1) menurunkan porositas efektif,
(2) menurunkan permeabilitas, dan
(3) mempengaruhi pembacaan resistivitas.
Clay

yang merupakan komponen terbesar dari shale


terdiri dari partikel-partikel yang sangat halus yang
memiliki luas permukaan yang besar dan karenanya
memiliki
kemampuan
untuk
mengikat
air
pada
permukaannya.
Air yang menempel pada permukaan clay ini
memberikan kontribusi terhadap konduktivitas listrik
batuan

Air tersebut tidak dapat didesak oleh hidrokarbon dan


tidak mengalir.

SIFAT-SIFAT DAN KOMPOSISI CLAY

Shale adalah campuran mineral clay dan silt


yang
terendapkan
dalam
lingkungan
pengendapan dengan energi yang rendah.

Silt terdiri dari partikel halus yang pada


umumnya adalah silica dengan sedikit
karbonate dan mineral selain clay.

Material pada shale biasanya terdiri dari


sekitar 50% clay, 25% silica, 10% feldspar,
10% karbonat, 3% iron oksida, 1% material
organik dan 1% material lainnya.

SIFAT-SIFAT DAN KOMPOSISI CLAY


( lanjutan )

Shale juga dapat mengandung air antara 2 sampai


40% volume. Yang mempengaruhi menyimpangnya
pembacaan log adalah komponen clay.

Clay terdiri dari mineral-mineral yang berupa hydrous


aluminum silicates dengan rumus kimia
X(Al2O3).Y(SiO2).Z(OH), yang mengandung sejumlah
kecil elemen-elemen lain seperti magnesium,
potassium, iron dan titanium.

Ukuran partikel clay sangatlah kecil, kira-kira 10


sampai 100 kali lebih kecil ukuran butir pasir.
Sehingga partikel-partikel clay akan dengan mudah
mengisi pori-pori batuan.

SIFAT-SIFAT DAN KOMPOSISI CLAY


( lanjutan )

Beberapa jenis clay yang sangat penting


dalam
batuan
sedimen
adalah
montmorillonite,
illite,
kaolinite
dan
chlorite.

Montmorillonite
memiliki
sifat
mengembang jika bersentuhan dengan air.
Semakin tawar air-nya, semakin mudah
clay mengembang.

Selain itu pada temperatur yang tinggi,


montmorillonite dapat berubah menjadi
illite. Hal ini menyebabkan air dalam clay
terbebaskan dan memberikan tekanan

Distribusi Shale/Clay di
dalam
batuan sedimen

Laminated
Susunan clay dan sand berbentuk laminasi.
Porositas dan permeabilitas horisontal batuan
berkurang sesuai dengan fraksi dari volume clay
dalam batuan.
Dispersed
Dalam bentuk ini clay tersebar mengisi pori-pori
batuan. Jenis ini sangat mengurangi porositas
efektif dan permeabilitas. Beberapa variasi dari
jenis ini adalah partikel-partikel clay diskrete, porelining dan pore bridging

Metode Penentuan Saturasi


Pada Shaly Formations Dari
Data Logging

Automatic compensation
method
Dispersed model
Simandoux model
Dual water model

utomatic Compensation Method

Metode ini menggunakan resistivity log dan


sonic log.
Shales menyebabkan resistivity yang terbaca
(Rt) terlalu rendah
Porositas dari sonic log (fs) terlalu tinggi,
sehingga porositas perlu dikoreksi terhadap
kandungan shale.
0.9 R w / R t
s
= porositas hasil dari sonic
Sw
s
log tanpa koreksi terhadap
Rt
Vsh

sh

shale
= resistivity pembacaan oleh
deep induction
= kandungan shale (ambil
harga terkecil hasil
perhitungan dari log GR dan
log SP)
= porositas formasi shale

Porositas
pembacaan
sonic
log
dapat
digantikan oleh porositas pembacaan density
dan neutron log tanpa dikoreksi terhadap
shale, yaitu:
d

= porositas hasil
dari density log
tanpa koreksi
terhadap shale
= porositas hasil
dari sonic log tanpa
koreksi terhadap
shale

Sedangkan
porositas
efektifnya
berdasarkan persamaan berikut:

dc

nc

dihitung

= porositas
hasil dari
density log
dikoreksi
terhadap shale
= porositas
hasil dari sonic
log tanpa
dikoreksi
terhadap shale

Dispersed Clay Method

Metode ini menggunakan resistivity log dan sonic


log dan density log.

Sonic log menganggap clay dalam pori-pori bersama


air sebagai campuran sehingga porositas yang
terbaca merupakan porositas total.

Sedangkan density log hanya membaca porositas


yang diisi oleh air
Metode ini tidak dapat digunakan pada reservoir
gas karena d dapat lebih besar dari s sehingga q
negatif.

Metoda ini juga tidak tepat digunakan pada batuan


karbonat dengan sedikit clay dispersed.

Metode Simandoux

Metode ini menggunakan


resistivity log dan density log dan
neutron log

Saturasi air dihitung dengan


persamaan
c
= 0.40 untuk batuan pasir; 0.45

cR
S w 2w
e

5e2 Vsh

Rw Rt Rsh

V
sh
Rsh

Vsh
Rw
Rt
Rsh

untuk batuan karbonat


= kandungan shale
= resistivity air formasi
= resistivity formasi
= resistivity dari zona shale
yang berdekatan
= porositas efektif

Porositas efektif dan Vsh dihitung dengan


persamaan

dc

Vsh 0.33(2

2 I sh

1)

nc

= porositas hasil
dari density log
dikoreksi terhadap
shale
= porositas hasil
dari sonic log tanpa
dikoreksi terhadap
shale

Terima
Kasih