Anda di halaman 1dari 15

REFERAT

PLASENTA PREVIA

Nurul Ratna sari


10542 0110 09
Pembimbing:

Identitas Pasien
Nama
Anamnesis
Umur

: Ny. MA
: 36 tahun

Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pasieng1p0a0 masuk rumah sakit dengan keluhan darah yang keluar dari jalan lahir yang dirasakan terusAgamasejak pukul: Islam
menerus
05.00 subuh. darah berwarna merah segar dan tidak bergumpal, nyeri perut tembus
Alamat tidak ada.
: Jl.pelepasan
Perintis Kemerdekaan
kebelakang
lendir tidak ada, pelepasan air tidak ada. riwayat perdarahan sebelumnya
disangkal.
Anc 2 kali
di Desember
puskesmas.2015
Suntik tetanus toksoid tidak pernah
Masuk RS
: 18
Riwayat hipertensi disangkal. riwayat diabetes melitus disangkal. riwayat asma disangkal. Riwayat alergi
disangkal. riwayat operasi belum pernah dioperasi sebelumnya. Setelah masuk rumah sakit, tidak lama
kemudian pasien bertambah lemah dan perdarahan semakin banyak
Riwayat perkawinan
Kawin ke-1, masih kawin, lama kawin 15 tahun
Riwayat haid
Menarche
: umur 16 tahun, teratur, lama haid 7 hari, siklus 28 hari.
HPHT
: 13 03 2015
Taksiran persalinan : 20-12-2015

Pemeriksaan Fisik
KU : Tampak sakit sedang
Kesadaran : composmentis

Kepala
Rambut

Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)


Mulut : Mukosa bibir lembab (+)
Gigi

Tekanan darah : 110/80


mmHg

: Hitam, Lurus, pendek

: caries (-)

Leher

: kelenjar tiroid membesar(-), pembesaran KGB(-)

Thoraks
Jantung

: BJ I dan II regular (+), murmur (-), gallop (-)

Paru : vesikuler (+/+) , wheezing (-/-) , ronkhi (-/-)

Nadi : 82 x/menit

Payudara : simetris, puting susu menonjol (+)

Pernapasan : 20x/menit

Vagina : pengeluaran pervaginam (+), darah (+) , lendir


(-), flour albus (-) penyakit kelamin (-), varices (-)

Suhu : 36,8 C
0

Abdomen : membesar sesuai kehamilan (-), striae (+),


linea nigra (+)

Ekstremitas : akral hangat (+/+) , CRT < 2 detik (+/+) ,


udema (-/-)

Status Obstetri
Pemeriksaan luar

I : cembung (+), abdomen melebar, fundus uteri diatas umbilikus, linea nigra (+), striae
gravidarum (+)
P : TFU 34 cm
Leopold I : teraba bagian besar luak, presentasi bokong, TFU 34 cm
Leopold II : teraba bagian keras memanjang disisi kiri ibu, situs memanjang
Leopold III : teraba bagian besar bulat keras, presentasi kepala
Leopold IV : konvergen, perlimaan : 5/5
A : DJJ 138 x / menit, teratur
Pemeriksaan dalam tidak dilakukan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai normal

Hemoglobin

12,5

g/dl

13-17

Leukosit

5700

/u

4,5 10,4

Hematokrit

35,4

42 -50

Trpmbosit

248000

/u

185000- 402000

Keterangan :
Janin tunggal hidup intrauterin letak
oblik
Taksiran Berat janin 3300 gr
Plasenta insersi di corpus posterior
meluas hingga kebawah hingga
Orifisium Uteri Interna
Liquor amnion jumlah cukup
Tidak nampak kelainan kongenital

ASSESSMENT

RESUME
Pasien G1P0A0 HPHT 13 03 2015 TP 20 12 -2015 masuk rumah sakit dengan
keluhan darah yang keluar dari jalan lahir yang dirasakan terus-menerus sejak pukul 05.00
subuh. Darah berwarna merah segar dan tidak bergumpal, Nyeri perut tembus kebelakang
tidak ada. Pelepasan lendir tidak ada, pelepasan air tidak ada. Riwayat perdarahan
sebelumnya disangkal. Riwayat ANC 2 kali dipuskesmas, riwayat injeksi tetanus toksoid
tidak ada. Riwayat alergi tidak ada. Riwayat HT tidak ada, DM tidak ada, asma tidak ada.
Riwayat operasi sebelumnya tidak ada. Setelah masuk rumah sakit, tidak lama kemudian
pasien bertambah lemah dan perdarahan semakin banyak.
Pada pemeriksaan fisis didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang,
composmentis. Status vitalis TD : 110/80 mmHg, N : 82x/menit, pernapasan : 20x/menit,
suhu : 36,8 C. Pada pemeriksaan laboratorium tidak didapatkan peningkatan bermakna.
Pada pemeriksaan USG didapatkan plasenta insersi di corpus post meluas hingga kebawah
hingga Orifisium Uteri Interna. Dilakukan penatalaksanaan berupa Observasi keadaan
umum, vital sign, denyut jantung janin, IVFD ringer laktat 28 tetes/menit dan Cito seksio
sesaria.

Hari dan Tanggal

Follow Up

19 12 -2015

S : nyeri pada bekas jahitan

Diagnose : P1A0 post sc a/i plasenta previa totalis H+1

O: ku : tampak sakit sedang

Terapi :

Kesadaran : CM

IVFD RL 28 TPM

TTV : TD : 120/80 mmHg

Cefotaxime 2x1

Nadi : 88 x/menit
RR: 18 x/menit
Suhu : 36,7 c
Payudara : ASI (+/+) , puting menonjol
Abdomen : BU (+) , NTE (-)
Vagina : darah (+)
Otonom : BAB (-) , BAK (+) , flatus (+)
20 - 12 2015

S : keluhan (-)

Diagnosa : P1A0 post sc a/i plasenta previa H+2

O: ku : tampak sakit ringan

Terapi :

Kesadaran : CM

Terapi lanjut

TTV : TD : 120/70 mmHg

App infuse

Nadi : 86 x/menit

App kateter

RR: 18 x/menit
Suhu : 36,2 c
Payudara : ASI (+/+) , puting menonjol
Abdomen : BU (+) , NTE (-)
Vagina : darah (+)
Otonom : BAB (+) , BAK (+) , flatus (+)

PENDAHULUAN
Penyebab terpenting kematian maternal di Indonesia adalah
perdarahan 40-60%, infeksi 20-30% dan keracunan kehamilan 2030%, sisanya sekitar 5% disebabkan penyakit lain yang memburuk
saat kehamilan atau persalinan.Perdarahan sebagai penyebab
kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan
postpartum. Penyebabnya Perdarahan antepartum adalah plasenta
previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas
sumbernya.
Plasenta previa adalah plasenta yang implantasinya tidak
normal, sehingga menutupi seluruh atau sebagian ostium
internum. Plasenta previa pada kehamilan prematur lebih
bermasalah karena persalinan terpaksa; sebagian kasus
disebabkan oleh perdarahan hebat, sebagian lainnya oleh proses
persalinan.

Definisi
Ialah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen-bawah uterus
sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan-lahir.
Pada keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus.
Klasifikasi

Etiologi
Adanya jaringan parut pada endometrium (uterus), seperti pada bekas operasi cesar atau aborsi.
Riwayat kehamilan yang berjarak dekat
Resiko akan meningkat pada wanita diatas 30 tahun.
Plasenta yang besar seperti pada kehamilan kembar (gemelli) atau erythroblastosis.
Bentuk uterus yang abnormal
Pembentukan plasenta yang abnormal
Patofisiologi

Diagnosa
Anamnesis

Penanganan
Seksio
Perdarahan
sesaria
Jahit arteri
Histerektomi
berlebih
hipogastrika
akibat bekas insersio plasenta

TERIMA KASIH