Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH

ANTIBIOTIK

Disusun Oleh :
- Agnes Kartika Vidya P.
- Angga Nazmi S.
- Finna Wahyuni
- Firman Fauzi W.
- Tyantica Usdianti P.
- Yunita Sari
Kelas : XII- Digitalis Lanata
Kelompok : 1

SMK FARMASI BHAKTI KENCANA BOGOR


Jl. Raya Cileungsi Jonggol KM. 9 Kampung Tengah, Desa Cipeucang
Kec. Cileungsi Kab. Bogor

2013
Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, dengan seizin-Nya
penyusun berhasil membuat makalah tentang Antibiotik. Didalam makalah
Antibiotik ini terdapat definisi, mekanisme kerja antibiotic, indikasi, kontra
indikasi, interaksi obat dan efek samping penggunaan antibiotic.
Tujuan dalam membuat makalah ini untuk menunjang pembelajaran, meningkatkan
proses belajar dan agar proses belajar berjalan baik sesuai dengan kompetisi/ materi
yang di ajarkan.

Penyusun berterima kasih kepada guru mata pelajaran Farmakognosi yang telah
memberikan tugas, agar kami menjadi termotivasi untuk memperdalam
Farmakognosi. Disadari bahwa penyusunan makalah ini pun masih banyak
kekurangan disana-sini, kiranya kritik dan saran sangat di nantikan guna
menyempurnakan di masa yang akan datang.

Penyusun

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

ii

Bab. I Definisi
1.1 Pengertian Antibiotik ..

...

1.2 Penggunaan Antibiotik Kombinasi


Bab. II Macam-macam Antibiotik

2.1 Antibiotik Amoxicillin

5-6

2.2 Antibiotik Ampicillin

2.3 Antibiotik Basitrasina

...

8-9

2.4 Antibiotik Sefaleksin

10

2.5 Antibiotik Sefradin

11

2.6 Antibiotik Kloramfenikol


Daftar Pustaka

12-13
iii

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

BAB I
DEFINISI ANTIBIOTIK

1.1 Pengertian Antibiotik


Antibiotik berasal dari Bahasa Latin yaitu anti yang berarti lawan dan bios yang
berarti hidup. Jadi yang dimaksud dengan Antibiotik adalah Makhluk hidup yang dapat
melawan makhluk hidup lainnya.
Antibiotik mempunyai 2 sifat yaitu :
Bakteriostatik
Bakteriostatik yaitu sesuatu yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Bakterisida
Bakterisida yaitu sesuatu yang dapat membunuh kuman
1.2 Penggunaan Antibiotik kombinasi
Pada infeksi campuran, misalnya kombinasi obat-obat antikuman dan antifungi
atau, dua antibiotik dengan spektrum sempit (gram positif + gram negatif) untuk
memperluas aktifitas terapi : Basitrasin dan polimiksin dalam sediaan topikal.
Untuk memperoleh potensial, misalnya sulfametoksazol dengan trimetoprim (=
kotrimoksazol) dan sefsulodin dengan gentamisin pada infeksi pseudomonas. Multi
drug therapy (AZT + 3TC + ritonavir ) terhadap AIDS juga menghasilkan efek
sangat baik.
Untuk mengatasi resistensi, misalnya Amoksisilin + asam klavulanat yang
menginaktivir enzim penisilinase.
Untuk menghambat resistensi, khususnya pada infeksi menahun seperti tuberkulosa
(rifampisin + INH + pirazinamida ) dan kusta (dapson + klofazimin dan /atau
rifampisin).
Untuk mengurangi toksisitas, misalnya trisulfa dan sitostatika, karena dosis
masing-masing komponen dapat dikurangi.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

BAB II
MACAM-MACAM ANTIBIOTIK

2.1 AMOXICILLINUM (Amoksisilina)


a) Definisi Amoksisilina :
Amoksisilin (amoxicillin) adalah obat antibiotik pilihan pertama untuk menonaktifkan
bakteri penyebab penyakit yang paling banyak digunakan. Hal ini karena amoksisilin
cepat diserap di usus dan efektif untuk berbagai jenis infeksi.
b) Mekanisme Kerja Amoxicillin :
Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri
spektrum luas yang bersifat bakterisid yaitu dengan jalan merusak sintesis dinding sel
bakteri. Efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positif dan beberapa gram negative
yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain :
Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H
influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis.
Zat aktif dalam amoksisilin yaitu beta-laktam, mencegah sintesis dinding sel bakteri
dengan menghambat enzim DD-transpeptidase bakteri. Akibatnya, bakteri tidak dapat
berkembang biak. Amoksisilin yang memiliki struktur kimiawi C16H19N3O5S
c)Efek Samping :
Diare, gangguan tidur, rasa terbakar di dada, mual, gatal, muntah, gelisah, nyeri
perut, perdarahan dan reaksi alergi lainnya
d) Indikasi :
Infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, bronchitis kronis, salmonelosis
invasive, gonore.
e)Kontra Indikasi :
Hipersensitivitas ( alergi ) terhadap penisilin.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

h) Interaksi :
- Dengan Obat Lain :
Meningkatkan efek toksik:
1. Disulfiram dan probenezid kemungkinan meningkatkan kadar amoksisilin.
2. Warfarin kemungkinan dapat meningkatkan kadar amoksisilin
3. Secara teori, jika diberikan dengan allopurinol dapat meningkatkan efek ruam
kulit.
Menurunkan efek:
1. Kloramfenikol dan tetrasiklin secara efektif dapat menurunkan kadar
amoksisilin
2. Dicurigai amoksisilin juga dapat menurunkan efek obat kontrasepsi oral.
- Dengan Makanan : -

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

2.2 AMPICILLINUM (Ampicillinum)


a) Definisi Ampicillinum :
Ampicillin adalah salah satu antibiotik semi sintetik golongan penicillin
yang cukup murah
b) Mekanisme Kerja Ampicillin :
Ampicillin bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel yaitu dengan
menyerang peptidoglikan. Ampicillin termasuk dalam agen bakterisidal yang
mempunyai spektrum aktivitas luas pada bakteri Gram negatif dan positif.
Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Hal
ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin, sehingga membuatnya
mampu menembus membran terluar (outer membran) pada bakteri gram negative.
c) Efek Samping :
Reaksi alergi berupa urtikaria, demam, nyeri sendi, angioudem, leukopoia,
trombositopenia, diare pada pemberian per oral.
d) Indikasi :
Infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, bronchitis kronis,
salmonelosis invasive, gonore.
e) Kontra Indikasi :
Hipersensitivitas ( alergi ) terhadap penisilin.
f) Interaksi :
Obat ini berdifusi dengan baik dengan jaringan dan cairan tubuh. Tapi
penetrasi ke dalam cairan otak kurang baik kecuali jika selaput otak mengalami
infeksi.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

2.3 BACITRACINUM ( Basitrasina)


a) Definisi Basitrasin:
Basitrasin merupakan gabungan polipeptida yang menghambat sintesis
dinding sel bakteri. Obat ini aktif terhadap berbagai macam mikroorganisme
gram positif. Penggunaannya dibatasi untuk penggunaan tropikal karena
potensinya menimbulkan nefrotoksisistas, (FUB II, 2001)
Basitrasin adalah zat anti mikroba yang dihasilkan oleh biakan pilihan
Bacillus Licheniformis atau Bacillus Subtillis Var.Tracy, (FI III, 1979)
Basitrasin adalah suatu polipeptida yang dihasilkan dari pertumbuhan
organisme kelompok Licheniformis dari bacillus subtilis (Familia bacillaceae),
(FI IV, 1995)
Antibiotik Basitrasin ini dihasilkan oleh strain tertentu B. sublitis dan
bersifat bakteriosid terhadap kuman-kuman gram positif dan Neisseria.
Basitrasin tidak aktif terhadap kuman gram negatif lainnya dan beberapa strain
Staphylococcus. (FT V, 1995)
Obat ini sekarang hanya digunakan secaratopikal untuk berbagai infeksi kulit dan
mata karena pada penederita sistemikbersifat nefrotoksik. Reaksi alergi jarang
terjadi pada gangguan topikal. Salep mata yang mengandung basitrasin efektif
untuk mencegah oftalmia neonatorum karena ponore (FT V, 1995)
b) Mekanisme Kerja Basitrasin :

Menghambat daur ulang pembawa (carrier) yang mengangkut prekusor


dinding sel melintasi membran plasma.

Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mencegah transfer


mukopeptida ke dalam dinding sel.
Antibiotik yang merusak dinding sel mikroba dengan menghambat
sintesis ensim atau inaktivasi ensim, sehingga menyebabkan hilangnya
viabilitas dan sering menyebabkan sel lisis. Antibiotik ini meliputi

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

penisilin, sepalosporin, sikloserin, vankomisin, ristosetin dan basitrasin.


Antibiotik ini menghambat sintesis dinding sel terutama dengan
mengganggu sintesis peptidoglikan.

c) Efek Samping :
Nefrotoksisitas berat jika diberikan secara i.v. Hipotensi, edema
wajah/bibir, rasa sesak pada dada, rasa tersengat, rash, anoreksia, mual, muntah,
diare, diskrasias darah, diaforesis, blokade neuromuskular, pusing, ataksia,
mengantuk, pandangan kabur.
Basitrasin aktif terhadap bakteri gram positif tetapi tidak terhadap gram
negatif; antibiotik ini sangat beracun sehingga penggunaanya dibatasi sebagai obat
luar saja.
d) Indikasi :
Infeksi bakteri pada kulit
e) Kontra Indikasi :
Hipersensitif terhadap basitrasin atau polimiksin B. Hindari penggunaan
bersamaan dengan bloker neuromuskular.
f) Interaksi :
- Dengan Obat Lain :
Menjadi tidak aktif dengan adanya logam berat dan garam. Akan berkurang secara
lambat aktifitasnya dalam basis berair, stearil alkohol, natrium lauril sulfat.
- Dengan Makanan : -

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

2.4 CEPHALEXINUM
a) Definisi Sefaleksina:
Sefaleksina adalah antibiotika semi sintetik yang merupakan generasi pertama
antibiotika golongan sefalosporin.
b) Mekanisme Kerja Sefaleksin :
Aktivitas antibakteri Sefaleksina dengan jalan menghambat pembentukan dinding
sel bakteri, terutama dengan asilasi enzim transpeptidase. Reaksi ini mencegah
cross-linkage rantai peptidoglikan yang diperlukan untuk kekuatan dan rigiditas
dinding sel bakteri. Sefaleksina efektif terhadap bakteri gram-positif termasuk
stafilokokus yang memproduksi enzim penisilinase serta beberapa bakteri anaerob.
Sefaleksina juga efektif terhadap bakteri gram-negatif, seperti E.coli, Klebsiella
dan Proteus mirabilis, tetapi kurang efektif terhadap Haemophylus influenzae.
c) Efek Samping :
Gangguan saluran pencernaan, reaksi hipersensitif, eosinofilia, dan
neutropenia.
d) Indikasi :
Infeksi sendi dan tulang, infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit,
pencegahan bakteri endokarditis
e) Kontra Indikasi :
Pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap antibiotic
sefalosporin3
f) Interaksi :
- Dengan makanan :
Makanan akan menurunkan konsentrasi serum sefaleksin, waktu puncak
menjadi lebih lama, tetapi total obat yang diabsorpsi tidak berubah.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

10

2.5 CEPHRADINUM (Sefradin)


a) Definisi Sefradin :
Sefradin merupakan antibiotik golongan beta laktam dan senyawa semisintetik
dari generasi pertama sefalosporin.
b) Mekanisme kerja Sefradin :
Sefradin merupakan turunan sefalosporin generasi pertama dan mempunyai
kemampuan menghambat biosintesa dinding sel bakteri. Senyawa ini terutama aktif
terhadap bakteri gram positif dan beberapa bakteri gram negatif. Sefradin dapat
diberikan peroral karena adanya gugus -amino, yang menyebabkan senyawa tahan
terhadap asam lambung
c) Efek Samping :
Gangguan lambung-usus, reaksi kulit dan hipersensitifitas, tromboflebitis.
d) Indikasi :
Infeksi saluran nafas, infeksi saluran pencernaan, infeksi tulang dan sendi.
e) Kontra Indikasi :
Hipersensifitas terhadap sefalosporin.
f) Interaksi :
- Dengan Obat :
Probenesid, antibiotic nefrotoksis dan diuretika poten.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

11

2.6 CHLORAMPHENICOLUM (Klorampenikol)


a) Definisi Klorampenikol :
Kloramfenikol adalah bakteriostatik antimikroba. Hal ini dianggap sebagai
prototipikal antibiotik spektrum luas Karena fungsi dengan menghambat bakteri
protein sintesis, kloramfenikol memiliki spektrum yang sangat luas kegiatan: ini
aktif terhadap Gram-positif bakteri (termasuk strain sebagian besar MRSA ),
Gram- negatif dan bakteri anaerob.
b) Mekanisme kerja Kloramfenikol :
Kloramfenikol bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein kuman. Yang
dihambat adalah enzim peptidil transferase yang berperan sebagai katalisator untuk
membentuk ikatan-ikatan peptida pada proses sintesis protein kuman. Dengan
memproduksi protein yang sangat penting untuk metabolisme, mengganggu
kemampuan sel untuk membuat protein bencana. bakteri yang sangat rentan yang
tewas langsung sementara yang lain hanya diberikan tidak dapat membagi dan
sistem kekebalan inang kemudian menghancurkan mereka setelah diketahui.
Kloramfenikol memiliki spektrum luas terutama aktivitas terhadap bakteri aerobik
banyak, Mycoplasma, organisme klamidia, dan bakteri anaerob.
Ada tiga mekanisme ketahanan terhadap kloramfenikol:
1) permeabilitas membran dikurangi,
2) mutasi subunit ribosom 50S dan
3) elaborasi asetiltransferase kloramfenikol.
Sangat mudah untuk memilih untuk permeabilitas membran dikurangi menjadi
kloramfenikol in vitro dengan bagian serial bakteri, dan ini adalah mekanisme yang
paling umum tingkat kloramfenikol perlawanan-rendah. Tingkat tinggi resistance
diberikan oleh gen-kucing; ini gen kode untuk sebuah enzim yang disebut
asetiltransferase kloramfenikol yang inactivates kloramfenikol oleh
kovalen menghubungkan satu atau dua asetil kelompok, yang berasal dariS-koenzim A asetil, ke hidroksil kelompok pada molekul kloramfenikol .
asetilasi ini mencegah kloramfenikol dari mengikat ribosom. Perlawananberunding mutasi ribosom subunit 50S jarang.
c) Efek Samping :
Kelainan darah yang reversible dan irevesibel seperti anemia anemia
aplastik ( dapat berlanjut mejadi leukemia), neuritis perifer, neuritis optic, eritem
multiforme, mual, muntah, diare, stomatitis, glositits, hemoglobinuria nocturnal.

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

12

d) Indikasi :
Pengobatan tifus (demam tifoid) dan paratifoid, infeksi berat karena
Salmonella sp, H. influenza (terutama meningitis), rickettzia, limfogranuloma,
psitakosis, gastroenteristis
e) Kontra Indikasi :
Wanita hamil, penyusui dan pasien porfiria
f) Interaksi :
- Dengan Obat :
Antikoagulan : Kloramfenikol meningkatkan efek antikoagulan koumarin
Estrogen : menurunkan efek kontrasepsi estrogen
Vaksin : antibacterial menginaktifkan vaksin tifoid oral

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

13

DAFTAR PUSTAKA

1. http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/08/antibiotik-amoksisilin/
2. http://catatanseorangfarmasi.blogspot.com/2011/09/antibiotik-mekanisme-cara-kerjadan.html
3. http://ifrsudcurup.wordpress.com/info-obat/obat-antibiotik/
4. http://galerrypharmacists.blogspot.com/2011_12_01_archive.html
5. http://shuryselaluuntukmu.blogspot.com/2010/09/mikrobiologi-cephalosporingenerasi.html}
6. http://zoneandra-hidingplace.blogspot.com/2010/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html
7. http://epharmacy.cybermoslem.net/?p=konten&plh=generikReq&sub=246
8. http://www.farmasiku.com/index.php?target=categories&category_id=264&page=6
9. http://www.milissehat.web.id/?p=316

Makalah Antibiotik | SMKF BHAKTI KENCANA BOGOR

14