Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN

DISUSUN OLEH :
NAMA

: BRAIN ALDO SINAGA

NIM

: 14/17031/THP-STIPP

KELOMPOK

: II (DUA)

ACARA II

: DENSISTAS DAN BOBOT JENIS

CO. ASS

: FERDIANTO ERWIN KAKA

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2015

I. ACARA II
II. TANGGAL
III.TUJUAN

: Densistas dan bobot jenis


: 15 Oktober 2015
: 1. Memahami arti densitas dan perbedaan dengan bobot
jenis
2. Mengerti dan dapat menera densistas bahan pangan
berbentuk cairan maupun padatan dengan alat-alat
pengukur densitas yanga sesuai
3. Memahami adanya pengaruh kondisi pada besarnya
densitas suatu bahan
4. Mengetahuai manfaat pengukuran densitas atau bobot
jenis dalam teknologi pengolahan hasil pertanian

IV. DASAR TEORI


Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.
Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa
setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa
dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis
lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah
daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah
(misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik
(kgm-3) ( Anonim, 2015).
Kerapatan (Density) adalah massa suatu bahan dibagi dengan isi
(volume) bahan tersebut. Kenaikan suhu biasanya akan menurunkan
kerapatan suatu bahan, namun di bidang teknik bahan padat dan cairan
dianggap tidak termampatkan sehingga kerapatannya dianggap tidak
terpengaruh suhu dan tekanan yang tidak begitu besar. Dengan mengetahui
komposisi suatu bahan pertanian, kita dapat menentukan kerapatan bahan
tersebut karena kerapatan padat merupakan hasil bagi masa partikel dengan
volume partikel dalam suatu bahan (Anonima, 2015).
Penentuan

kerapatan

padat

dapat

dilakukan

dengan

prinsip

pengapungan menggunakan cairan yang telah diketahui terlebih dahulu


densitasnya, dengan syarat, suhu benda padat yang di ukur harus sama
dengan suhu cairan yang diketahui densitasnya. Kerapatan benda dapat
dipengaruhi oleh kondisi pengolahan, misalnya dehidrasi dan aglomerasi

akan mempengaruhi tingkat dan sifat pembentukan pori sehingga


perancangan alat dan data kerapatan padat harus akurat. Kerapatan curah
merupakan kerapatan bahan curah alam keadaan volume seimbang.
Kerapatan curah dipengaruhi oleh kerapatan padat, ukuran, cara pengukuran,
bentuk geomnetri dan sifat permukaan. Bila biji-bijian, butiran atau tepung
ditangani dalam jumlah banyak maka isi curahan sama dengan isi benda
padat ditambah dengan isi ruang ( Maryanto, 2007 ).
Bobot jenis didefenisikan sebagai massa bahan dibagi massa sejumlah
air yang isisnya setara dengan isi bahan. Berlaku untuk bahan berbentuk
cairan maupun padatan. Oleh karena bobot jenis tidak berdimensi ( tidak
mempunyai unit satuan ). Pada suhu yang sama besar densitas dan bobot
jenis dapat berbeda (Anonimb, 2015).
Penentuan bobot jenis dapat dilakukan menggunakan piknometer,
aerometer, timbangan hidrostatik (timbangan mohr-westphall), neraca
ranmann dan cara manometris. Prinsip metode piknometer ini didasarkan
pada penentuan massa cairan dan ruangan yang ditempati cairan tersebut.
Densimeter merupakan alat untuk mengukur massa jenis (densitas) zat cair
secara langsung. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara
langsung menyatakan massa jenis zat cair yang dipermukaannya tepat pada
angka yang tertera (Anonimc, 2015).
Metode piknometer, prinsip metode ini didasarkan atas penentuan
ruangan yang ditempati caran ini. Ruangan piknometer dilakukan dengan
menimbang air. Menurut peraturan apotek harus menggunakan piknometer
yang sudah ditarer, dengan isi ruang dalam ini dan suhu tertentu (20 oC)
ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum
tertentu dengan bertambahnya volume piknometer yaitu tipe botol dan tipe
pipet ( Maryanto, 2007).

V. ALAT DAN BAHAN


A. Menentukan bentuk densitas dan bobot jenis bhan pangan berbentuk
cairan
1. Alat
a. Piknometer 50 ml
b. Aquadest
2. Bahan
a. Minyak sawit
B. Menentukan densitas dan bobot

: 1 buah
: secukupnya
: secukupnya
jenis bahan pangan padat berbentuk

butiran
1. Alat
a. Piknometer 50 ml
: 1 buah
2. Bahan
a. Kacang kedelai
: secukupnya
b. Minyak sawit
: secukupnya
C. Menentukan isi relatif bahan pangan
1. Alat
a. Timbangan
: 1 unit
b. Gelas beker
: 1 buah
2. Bahan
a. Kacang kedelai
: secukupnya

VI. CARA KERJA


A. Teoritis
a. Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk cairan.
1) Menimbang piknometer kosong.
2) Memasukan aquadest kedalam piknometer lalu ditimabang
3) Membuang aquadest lalu dibersihkan dengan tisu sampai
piknometer benar-benar kering.
4) Mengisikan hasil pengamatan pada tabel pengamatan yang
tersedia.

b. Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan padat


berbentuk butiran.
1) Membersihkan piknometer dan mengeringkan. Menimbang
untuk mengetahui beratnya dan mencatat hasilnya.
2) Menimbang piknometer yang sudah berisi air dan mencatat
beratnya.
3) Mengosongkan

piknometer

dengan

menuangkan

air

didalamnya, sisa air dalam piknometer dapat dikeringkan


dengan cara dihisap dengan tisu.
4) Mengisi lagi piknometer dengan minyak goreng lalu ditimbang.
5) Minyak yang ada didalam piknometer ditumpahkan setengah.
6) Mengambil kacang kedelai dan menimbangnya sampai 10 gr
dan memasukkannya ke dalam piknometer.
c. Menentukan Bulk Density
1) Menimbang gelas beker kosong.
2) Mengisi gelas beker dengan kacang

kedelai

lalu

menimbangnya.
3) Menghitung volume gelas beker yang sudah terisi kacang
kedelai.

B. Skematis
a. Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk cairan.
Ditimbang piknometer kosong.

Ditimbang piknometer yang sudah


berisi aquadest.

Aquadest

dibuang

dibersihkan

dengan

dan
tisu

lalu
sampai

piknometer benar-benar kering.

b. Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan padat berbentuk


butiran.
Ditimbang piknometer kososng.

Ditimbang piknometer yang sudah


berisi aquadest.

Ditimbang biji kacang hijau yang telah


dimasukkan ke dalam kotak korek api.

Dikosongkan

piknometer

dengan

menuangkan air didalamnya, sisa air


dalam piknometer dapat dikeringkan
dengan cara dihisap dengan tisu.
Diisi lagi piknometer dengan minyak
goreng lalu ditimbang.

Kacang kedelai dan ditimbangnya

sampai 10 gr dan dimasukannya ke


dalam piknometer.

c. Menentukan Bulk Density


Ditimbang gelas beker
kosong kemudian diisi
kacang

kedelai

dan

ditimbang.

Dihitung volume gelas


beker yang sudah terisi
kacang kedelai.

VII.
HASIL PENGAMATAN
A. Tabel pengamatan densitas dan bobot jenis berbentuk cairan
N

Jenis

baha

Berat

)
26,42

Cair

Berat

pikkno+aqudes pikno+minya

kosong(gr

n
1

Berat
pikno

k
(gr)

74,76

(gr)
70,15

Perhitungan:

1. Densitas

massabersih minyak
isi
=

( pikno +bahan )berat kosong


50 ml

( 70,15 )26,42
50 ml

= 0,875 gr/ml

2. Berat jenis

massa bahan
massa aquadest yang setara denganisi bahan

70,1526,42
74,76 26,42

Densita

Bobo

s
(gr/ml)

t
jenis

0,875

0,905

43,73
48,34

= 0,905
B. Tabel pengamatan densitas dan bobot jenis bahan berbentuk butiran
N

Jenis

bahan

butira

Berat
pikno

Berat

Berat

Berat

pikno +
Aqudest
(gr)

pikno +
Minyak
(gr)

pikno+

kosong(gr)

26,42

74,76

70,15

minyak
+ bahan
(gr)
72,68

Perhitungan :

1.

Densitas minyak

( pikno +bahan ) berat pikno kosong


volume

70,1526,42
50 ml

= 0,875
2. Bobot jenis

( pikno +bahan ) berat kosong


( pikno+air )berat kosong

70,1526,42
74,7626,42

= 0,905
3.

butiran

minyak berat butiran


berat minyak ( berat minyak + kacang )berat kacang

0,875 5
43,73(46,265)

Densitas
(gr/ml)

Bobot
jenis

0,875

0,905

4,375
43,7341,26
4,375
2,47

= 1,78 gr/ml
C. Menentukan bulk density
No

Jenis bahan

Padat
Perhitungan :

Berat
Bahan(gr)
92,93

Berat
wadah
(gr)
60,67

Isi wadah
(gr/ml3)
72,848

Bulk density
(gr/cm3)
1,28

2
= r t

Isi wadah

= 3,14 x (2)2 x 5,8


= 72,848 cm3
Bulk density

VIII.

berat beker isi kedelai


volume beker kosong

153,660,67
72,848

= 1,28 gr/cm3

PEMBAHASAN
Kerapatan massa (densitas) dan bobot jenis (spesifik gravity) dari

bahan pangan dan hasil pertanian mempunyai arti yang sangat penting di
dalam banyak hal-hal praktis. Beberapa contoh pentingnya pemakaian
densitas dan s.g. dalam praktek diantaranya adalah pada pengeringan dan
penyimpanan biji-bijian, perencanaan silo, penentuan kemurnian biji,
pemisahan dan gradasi, evaluasi kemasakan buah, tekstur dan kelunakan
buah, estimasi ruang udara dalam jaringan tanaman, evaluasi produk
seperti jagung manis, kecang-kacangan, kentang dan lain-lain yang
densitasnya meningkat dengan semakin bertambah kemasakan (Suyitno,
1988).
Bobot jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku
yang volumenya sama pada suhu yang sama dan dinyatakan dalam

desimal. Penting untuk membedakan antara kerapatan dan bobot jenis.


Kerapatan adalah massa per satuan volume, yaitu bobot zat per satuan
volume. Bobot jenis dinyatakan dalam desimal dengan beberapa angka di
belakang koma sebanyak akurasi yang diperlukan pada penentuannya.
Pada umumnya, dua angka di belakang koma sudah mencukupi. Bobot
jenis dapat dihitung, atau untuk senyawa khusus dapat ditemukan dalam
United States Pharmacopeia (USP) atau buku acuan lain (Ansel, 2006).
Pada praktikum kali ini praktikan membahas tentang densitas dan
bobot jenis. Kerapatan (Density) adalah massa suatu bahan dibagi dengan
isi (volume) bahan tersebut. Sedangkan bobot jenis adalah massa bahan
dibagi massa sejumlah air yang isisnya setara dengan isi bahan. Ada tiga
perlakuan yang akan dilakukan oleh praktikan yaitu menentukan densitas
dan bobot jenis bahan pangan berbentuk cairan, menentukan densitas dan
bobot jenis bahan pangan berbentuk butiran, dan menentukan bulk density.
Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk cairan
diawali dengan menyediakan alat dan bahannya piknometer dan minyak
sawit. Setelah alat dan bahan tersedia timbang pikno kosong tetapi
sebelumnya pastikan agar pikno bersih karena timbangan analitik sangat
sensitif, cairan atau kotoran dapat menambah berat alat. Selanjutnya
timbang pikno berisi air dan pikno berisi minyak( pikno yang dignakan
pikno kosong sebelumnya). Setelah semua data dibuat dalam tabel lakukan
perhitungan. Hasil dari perhitungan densitasnya diperoleh 0,875 gr/ml dan
hasil berat jenisnya diperoleh 0,905 gr/ml dan berat dari piknometer yang
ditambah aqusdest 74,76 gr dan berat piknometer kosong adalah 26,42 gr.
Menentukan densitas dan bobot jenis bahan pangan berbentuk
butiran membutuhkan bahan berupa kacang kedelai sebagai pahan pangan
yang berbentuk butiran. Isi tabel pengamatan perlakuan kedua ini sebagian
besar sama dengan perlakuan pertama, perbedaanya hanya penambahan
bahan yaitu dilakukan dengan memasukkan kacang kedelai kedalam
piknometer yang berisi minyak. Setelah melakukan percobaan tersebut
maka selanjutnya melakukan perhitungan

untuk mencari massa jenis

butiran yaitu massa jenis minyak dikali dengan berat butiran dan dibagi

berat minyak yang dipindahkan butiran sehingga diperoleh hasil dari


densitas minyak adalah 0,875 g/ml ; bobot jenis yang didapat 0,905 dan

butiran 1,78 g/ml. Berat piknometer kosong didapat 26,42 gram

ditambah dengan aquadest berat pikno 74,76 gram. Berat pikno ditambah
dengan minyak adalah 70,15 gram dan ditambah dengan bahan kacang
kedelai menjadi 72,68 gram.
Perlakuan ketiga adalah menentukan bulk density. Untuk mencari
bulk density terlebih dahulu praktikan harus mengetahui berat beker yang
berisi kedelai dan volume dari beker itu sendiri. Berat bahan diketahui
92,93 gram; berat wadah 60,67 gram dan isi wadah diketahui
72,848 gr/ml3. Setelah melakukan perhitungan diperoleh hasil dari bulk
density adalah 1,28 gr/cm3.

IX. KESIMPULAN
Dari percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh praktikan maka
dapat disimpulkan bahwa:
1. Kerapatan (Density) adalah massa suatu bahan dibagi dengan isi
(volume) bahan tersebut.
2. Bobot jenis didefenisikan sebagai massa bahan dibagi massa sejumlah

air yang isisnya setara dengan isi bahan.


3. Hasil dari perhitungan densitasnya diperoleh 0,875 gr/ml dan hasil
berat jenisnya diperoleh 0,905.
4. Hasil dari hasil dari densitas minyak adalah 0,875 g/ml ; bobot jenis
yang didapat 0,905 dan

butiran 1,78 g/ml.

5. Hasil perhitungan bulk density adalah 1,28 gr/cm3.

DAFTAR PUSTAKA
Anonima, 2015. Buku Petunjuk Praktikum Sifat Fisik Hasil Pertanian. Institu
Pertanian Stiper, Yogyakarta.
Anonimb, 2015. Laporan Pb Densistas. http://dokumen.tips/documents/laporanpb-densitas-.html. Dakses pada tanggal 1 November 2015, pukul 15:52
WIB
Anonimc, 2015. Massa Jenis. https://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis. Diakses
pada tanggal 1 November 2015, pukul 06.45 WIB.
Anonimd, 2015. Bobot Jenis Dan Kerapatan. Diambil dari
https:/
/mutmainnahrusdan.
wordpress.com/2013/06/26/laporan-bobot-jenis-dankerapatan/. Diakses pada tanggal 1 November 2015,
pukul 06.47 WIB.
Ansel, C Howard. 2006. Kalkulasi Farmasetik. Penerbit Buku Kedokteran EGC :
Jakarta
Maryanto, M. 2007. Diktat Sifat Fisik Pangan dan Bahan Hasil Pertanian.
Jember.

Yogyakarta, 3 November 2015


Mengetahui
Co.Ass

Praktikan

(Ferdianto Erwin Kaka)

(Brain Aldo Sinaga)